Gue nggak bohong—gue hampir nangis di tengah keramaian karena jas hujan gue lupa. Saat itu hujan turun deras, dan parade utama baru mulai dalam 30 menit. Dompet nyaris basah, dan gue panik (tipikal gue sih).
Aroma mawar langsung nembus hidung begitu gue melangkah ke Esplanade. Ada campuran wangi bunga dan asap panggangan yang anehnya menggoda. Suara musik tradisional menggetarkan, seperti jantung kota berdebar kencang.
Kenapa semua orang dateng?
Festival ini berlangsung di Tralee, County Kerry, setiap awal Agustus sekitar 9 hari. Lokasinya kira-kira di koordinat 52.270°N, -9.701°W, gampang dicari. Kerumunan datang dari kota sejauh 300 km seperti gue yang rela menempuh jalan panjang.
Parade para Rose itu bukan sekadar kontes kecantikan. Mereka mewakili diaspora Irlandia dari 32 wilayah global. Kostum berkilau, pita, dan sepaket emosi bikin merinding. Penonton tepuk tangan nonstop, kadang gue ikutan teriak juga.
Waktu matahari tenggelam, suasana berubah jadi magis. Lampu-lampu di kanal memantulkan warna pink dan emas. Suasana hangat padahal suhu malam berkisar 12°C.
Barang wajib biar tenang
- Jas hujan tipis yang muat di tas
- Sepatu yang tahan becek
- Kamera kecil atau smartphone
- Salinan paspor dan kartu identitas
- Budget ekstra buat street food
Kesalahan paling konyol gue? Gue taruh paspor di saku luar, lalu duduk di bangku basah. Paspor nyaris robek, dan hati gue deg-degan. Untung gue punya cadangan digital, dan prosesnya bisa selesai dalam 40 menit.
Rahasia lokal yang gue temukan: warung kecil di ujung pasar jual smoked salmon di brown bread. Rasa itu, aduh, meleleh di mulut dan bikin lupa capek. Penduduk bilang tempat itu hanya buka sampai jam 16.00, jadi dateng cepet ya.
Suasana festival juga penuh seni jalanan. Ada musisi folk dengan biola, dan anak kecil yang menari di genangan. Gue bisa dengar tawa, langkah, dan aroma ikan panggang sekaligus.
Oh ya, pernah hampir kebobolan biaya ekstra saat harus urus dokumen. Di sini peran asuransi perjalanan terasa nyata. Mereka bantu atur ulang tiket, dan itu hemat waktu serta pikiran gue.
Buat yang lagi nyari alasan buat travel, festival ini cocok untuk jadi alasan. Coba cari momen pagi di kanal, atau malam saat parade final. Jangan lupa cek rencana liburanmu sebelum berangkat.
Akhirnya, pengalaman ini bukan cuma soal mawar. Ini soal berdesak-desakan, tawa, dan kejutan kecil di setiap sudut. Yuk, ngopi dulu, dan bayangin kita lagi duduk bareng sambil nunggu parade berikutnya.