Gue nyaris kejebak di tengah badai topi dan kembang api. Paspor sempet nyelip di celah jaket, panik total. Untungnya gue kebayang pernah beli asuransi perjalanan, jadi kantong nggak ikut ngadat.
Udara bau dupa dan roti panggang nempel di hidung gue. Dentuman genderang bikin tenggorokan bergetar sampai 11:00 pagi. Suhu sekitar 18°C, pas buat lari-lari lihat parade.
Lajkonik itu gimana sih, sebenernya?
Prosesi dimulai di pusat Kraków, dekat koordinat 50.0647°N, 19.9450°E. Rutenya kira-kira 3 kilometer, ramai nonstop selama hampir dua jam.
Orang pake kostum warna-warni dan topeng kuda, suara derap sepatu pecah lantai. Ada ember confetti yang dilempar tanpa ampun. Pokoknya kacau serunya bikin merinding banget.
Barang wajib biar nggak kelabakan
Bawa dompet kecil, charger portable, dan jaket tipis. Simak juga daftar ini sebelum berangkat.
- jaket anti-hujan
- powerbank
- uang tunai 50 PLN
- obwarzanek untuk cemilan
Gue sempat salah satu momen paling norak. Gue berdiri di jalur prosesi, telepon terangkat tinggi, dan ketahuan jadi bagian parade. Tiap kali ingat itu, gue cengar-cengir (malu, sih).
Rahasia lokal yang gue dapat bikin happy. Di gang kecil Kazimierz ada warung zapiekanka yang nggak masuk peta turis. Roti panggangnya legit, kalo makan di sana rasanya 100% Kraków dalam satu gigitan.
Dulu gue kira festival ini bakal rapi dan sopan. Nyatanya ada kuda kayu yang dilemparkan ke kerumunan. Aksi ini terjadi tiap tahun, sejak abad ke-13, dan tetep pecah banget.
Kalau mau aman, cek jadwal sebelum berangkat, biasanya setelah Corpus Christi. Prosesi ramai sekitar 11:00 hingga 13:00, jadi rencanain transportasi. Buat yang nyantai, tambahin juga link untuk rencana liburan supaya lebih tenang.
Oh ya, satu hal lagi soal dompet dan kepala. Waktu hujan ringan, gue kaget karena nggak bawa payung. Untung ada rekomendasi asuransi perjalanan yang bantu urus beberapa biaya kecil.
Suasana abis prosesi itu aneh. Semua orang ketawa sambil ngosongin gelas bir. Mau cerita panjang? Mending ngopi bareng dan gue jelasin sambil nunjukin foto, atau nggak, kita biarkan cerita ini nanggung begitu saja.