Gue nyasar di tengah lautan jubah brokat.
Suara drum ngebentur telinga, bau minyak yak dan keringat campur jadi aroma aneh.
Langit di atas Jakar cerah, tapi angin dingin menusuk sampai 2°C malam itu.
Aku keringetan deg-degan karena lupa bawa jaket tebal (bodoh banget sih).
Perjalanan dari Paro memakan waktu sekitar 300 km dan 8-10 jam jalan.
Gue sampai Bumthang dengan mata setengah melek dan hati meledak-ledak.
Masuk ke dalam kekacauan suci
Para penari muncul dengan topeng warna-warni.
Suara gong dan narasi lama mengguncang tulang belakang.
Ada momen saat Tirai Thangkha dibentang setinggi 15 meter.
Semua orang terdiam, rambut merinding, kayak nonton film horor yang indah.
Gue ngerasain tekstur kain brokat di tangan.
Rasanya kasar, tebal, dan dingin seperti cerita leluhur.
Rasa teh mentega (suja) nyaris bikin gue muntah pertama kali.
Tapi sekejap, aroma rempahnya berubah jadi candu.
Barang wajib gue dan yang mesti lo bawa
- Jaket tebal untuk malam di 2°C
- Topi dan sunblock karena matahari di 2.800 m kejam
- Obat tangan untuk pegang kain brokat
- Uang tunai untuk jajanan lokal
Satu kesalahan konyol yang gue buat: gue foto terus tanpa izin.
Seorang biksu ngasih tatapan tajam, terus gue disuruh minta maaf.
Rahasia lokal yang gue dapat: ada warung kecil dekat watchtower.
Mereka jual ema datshi terenak se-Bumthang, cuma 50 ngultrum semangkok.
Festival ini biasanya berlangsung tiga hari penuh.
Koordinat dalemnya kira-kira 27.6°N, 90.5°E, di jantung Bhutan.
Suasana ramai tapi ada sisi sunyi.
Anak-anak lari-lari, para wanita menata kain, suara doa tetap mengalun.
Kalau lo lagi cari sensasi buat liburan, datanglah.
Tapi jangan lupa urus asuransi perjalanan dulu.
Serius, trafik pejalan kaki bisa kacau banget.
Asal ada dokumen dan polis, hati lebih tenang.
Oh iya, bawa juga charger portable.
Sinyal suka ilang, dan kamera bakal kehabisan baterai.
Gue juga sempet chat temen tentang sensasi ini sambil ngunyah ema datshi.
Teks pendeknya cuma: “pecah banget, bro”.
Kalau mau rencana aman, cek referensi liburan lagi.
Dan serius pertimbangkan asuransi perjalanan.
Di festival ini lo bakal ngerasa hidup dalam nyala lampu yak.
Gue pulang dengan kepala penuh gambar dan dompet lebih tipis.
Tutupnya? Gue ditemani teh panas dari warung kecil itu.
Ngopi yuk atau mau dengerin ceritaku lagi nanti?