Kegilaan Cure Salée: Kurban Unta, Tari, dan Debu

Liburan | 0 comments

Jangan percaya foto Instagram, gue hampir nangis di tenda karena lupa sunscreen. (Bodoh, sih.)

Udara seperti oven, suhu mencapai 40-45°C siang hari. Angin bawa debu yang kasar, dan bau kering rumput menusuk hidung.

Gue sampai di Ingall setelah perjalanan menantang selama 3 hari. Festival Cure Salée berlangsung selama 3 hari penuh setiap tahun.

Apa yang pecah banget di sana

Suara drum dan teriakan mengikat suasana. Mata disuguhi warna biru indigo dan kain putih para Tuareg.

Kuda, unta, dan sapi menyerbu lapangan seperti gelombang hidup. Ada lebih dari 200 ekor hewan yang dipamerkan setiap festival.

Gue pegang kamera, tapi indera lain lebih liar. Rasanya asin di bibir karena keringat, dan pasir masuk ke tenggorokan.

Rahasia lokal dan kesalahan memalukan

Kesalahan gue: datang tanpa topi, dan hampir kena heatstroke. Untung gue minum teh dari pengungsi lokal yang menyelamatkan kepala gue.

Rahasia lokal: warung teh di belakang tenda Tuareg. Mereka bikin teh mint pekat, manis, dan diberi rempah yang bikin nagih.

Jalan kaki di sekitar pasar mempertemukan gue dengan aroma panggang daging zebu. Teksturnya chewy, rasa pedas manis, dan bikin mata berkaca-kaca.

Gue juga ketemu Wodaabe yang lagi lomba tarian. Gerak mereka itu magis dan sekaligus kacau serunya.

Suasana berubah malam hari jadi mimpi. Ribuan bintang, obor, dan nyanyian yang bikin merinding sampai tulang.

Perlu persiapan, jangan asal datang. Bawalah hal-hal ini kalau mau selamat.

  • Sunblock tinggi SPF
  • Scarf lebar untuk tutup kepala
  • Air minum minimal 3 liter per hari
  • Uang tunai kecil untuk traktiran lokal

Gue belajar satu aturan: selalu ada ruang untuk improvisasi. Kadang rencana 30 km berjalan jadi 50 km karena salah jalan.

Festival ini berlangsung dekat koordinat sekitar 15.4°N, 7.4°E. Lokasinya terpencil namun sangat hidup.

Gue sempat curiga soal keamanan. Untung gue bawa asuransi perjalanan. Itu membuat gue tidur sedikit lebih nyenyak.

Kalau mau coba sensasi ini, atur liburan minimal 7 hari. Waktu yang ideal untuk adaptasi dan eksplor.

Pesan penting: suhu bisa ekstrim dan sinar matahari sangat ganas. Minum, bertanya, dan hormati adat lokal.

Di mata gue, Cure Salée itu pengalaman yang bikin jiwa berantakan. Ada tawa, ada tangis, dan ada debu yang menempel lama.

Jika lo mau petualangan, ini wajib dicoba. Siapkan fisik, rasa ingin tahu, dan sedikit keberanian.

Tutupnya? Gue pulang dengan baju masih bau teh mint. Mau ngopi dulu, atau lo mau cerita dulu duluan?