Jangan percaya foto Instagram, gue hampir nangis karena kedinginan dan kaget semua orang joget di atas awan. (Sumpah, tas gue hampir ketinggalan di homestay waktu subuh). Baru sadar kalau festival itu bukan sekadar tarian fotoable.
Gue sampai di lembah Haa jam 10 pagi setelah 2 jam perjalanan dari Paro. Udara pagi 12°C menusuk pipi, tapi aromanya herba dan asap dupa bikin ketagihan.
Apa yang terjadi di sana?
Rame parah tapi bukan rame kota biasa. Ada nyanyian pria tua, teriakan anak-anak, bunyi lonceng kuda dan denting alat musik tradisional.
Dibuka dengan upacara panjang sekitar 3 jam, lalu kompetisi berkuda dan lomba memasak. Semua terasa magis dan sedikit kacau serunya.
Tips sebelum berangkat
Jalan ke Haa berkelok dan pemandangannya bikin kepala cenat-cenut. Koordinat kasar lembah sekitar 27.45°N, 89.35°E, dan ketinggian 2.800 meter.
Simpan dompet di dalam jaket, karena gue pernah konyol titip dompet di motor. (Kesalahan fatal. Jangan ditiru!).
Barang wajib bawa:
- Jaket tebal dan syal, pagi bisa 8-12°C.
- Sepatu trekking ringan.
- Kartu kredit dan tunai kyat.
- Obat mabuk jalan dan powerbank.
Gue belajar dari pengalaman, jangan terlalu percaya itinerary rapih. Banyak hal spontan terjadi di festival ini, termasuk jam acara yang molor.
Ritual lokal berlangsung dua hari penuh. Ada parade kostum, duel tradisional, dan tarian topeng yang bikin merinding.
Makanan jalanan di sana legit banget. Gue nemu satu warung kecil jual yak cheese momo, rasa asinnya lembut dan bikin mau nambah.
Rahasia lokal yang gue dapat: jajan di gang belakang pasar. Harga lebih murah, dan rasanya otentik banget.
Kalau rencana liburan, bawa mental fleksibel. Cadangkan juga asuransi perjalanan buat amanin dompet dan kepala.
Transport umum terbatas, jadi lebih baik sewa mobil setempat. Jalan dari Paro sekitar 65 km, kira-kira 2 jam berkendara.
Festival ini cocok buat yang suka pengalaman offbeat. Drama, tawa, aroma dupa, dan kuda berlari di padang hijau.
Pulang dari festival, gue masih terguncang karena percampuran tradisi dan modern. Rasanya seperti pulang dari mimpi yang belum selesai.
Kalau mau, cek lagi detail tanggal biasanya di bulan Juli selama 3 hari. Oh ya, jangan lupa bawa termos kopi.
Akhirnya, yuk kita ngopi bareng kapan-kapan, dan gue ceritain lebih banyak soal ritual topeng itu. (Tapi jangan tanya berapa lama antrian momo).