Mengenal jenis instrumen dan karakteristik SBN

Surat berharga negara | 0 comments

Kamu punya uang dingin, tapi kamu gak tau mau simpen kemana. Kamu menghubungi seorang teman buat bahas ini ternyata malah jualan asuransi unit link. Kamu dijanjikan segudang manfaat tapi gak dijelasin soal biaya-biaya yang mungkin terjadi hingga kenaikannya dan kapan biaya itu dikenakan.

Kemudian kamu menemukan artikel ini dan ingin mempelajari lebih lanjut tentang Surat Berharga Negara (SBN).

Apaan sih itu?

Jenis umbi-umbian darimana pula itu?

Yok kita bahas

Surat Berharga Negara merupakan instrumen investasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dimana negara “meminjam” uang dari warga negara Indonesia untuk diputar kembali sesuai keperluan dan rencana anggaran. Produk keuangan ini rendah risiko dengan pembagian kupon (bunga) diatas Deposito.

Ini seperti kamu punya uang dan ada 2 pihak yang mendatangimu untuk meminjam uang:

  • Temanmu
  • Negara

Kalo kamu minjemin uang/Capital pada temanmu (untuk beli Smartphone buah kegigit atau liburan keliling dunia itu), most likely dia gak mau dikenakan bunga. Selain itu, kamu gak tau apakah temanmu memiliki Credit Scoring yang bagus sehingga kamu kesulitan menakar peluang kembalinya Capital atau Pinjaman. Kamu gak tahu slip gaji dia. Kamu gak tahu rekening koran dan Cashflow dia walau terlihat bersinar aesthetic futuristic di Media sosial.

Walaupun Capital atau modal kembali 100%, namun dari sisi TVM (Time Value Money) kamu mengalami kerugian, sebab:

  • Tidak ada kompensasi atas Opportunity Cost
  • Nilai uang tetap, namun inflasi berjalan tiap tahun
  • Ada risiko kehilangan teman / relasi / sahabat. Capital gak balik, pertemanan raib.

Lain halnya bila kamu minjemin uang/Capital pada negara melalui SBN, kamu mengalami keuntungan karena:

  • Mendapat bunga. Gak perlu ditagih-tagih diteleponin tiap bulan karena imbal investasi otomatis ditransfer ke rekening
  • Tidak perlu repot appraisal dan underwriting karena negara yang minjem melalui Kementeruan Keuangan.
  • Imbal investasi langsung ditransfer ke rekening setiap bulannya sesuai ketentuan dan kontrak
  • Pembelian bisa melalui Bank apa saja. Malahan bisa lewat hape ga perlu ke kantor cabang Bank.

Jenis-jenis instrumen SBN

SBN Sendiri memiliki banyak jenis dan karakteristik seperti tabel dibawah ini:

KarakteristikSBRSTORISR
Imbal InvestasiFloating with FloorFloating with FloorFixedFixed
Waktu pencairanEarly RedemptionEarly RedemptionSesuai jatuh tempoSesuai jatuh tempo
Durasi kontrak2 dan 4 tahun2 dan 4 tahun3 dan 5 tahun3 dan 5 tahun
Minimal PembelianRp. 1,000,000Rp. 1,000,000Rp. 1,000,000Rp. 1,000,000
LiquidityRendahRendahTinggiTinggi

Berikut penjelasan dari istilah alien seperti diatas:

Early Redemption:

Ini berarti Capital / Dana berhak dicairkan lebih awal dari Kontrak dan Imbal investasi tetap masuk ke rekening kita. Nominalnya bergantung pada kontrak SBN. Biasanya 50% dari Capital yang diinvestasikan.

Floating with Floor:

Ini berarti imbal investasi akan merangkak naik bilamana suku bunga Bank Indonesia meroket. Namun imbal investasi tidak akan ikutan turun bilamana suku bunga Bank Indonesia anjlok.

Liquidity tinggi / rendah

Liquidity Tinggi berarti Capital yang sudah diinvestasikan dapat ditarik kembali dengan cara menjualnya di pasar sekunder. Cara menjual SBN di pasar sekunder akan dibahas pada artikel selanjutnya ya. Liquidty Rendah berarti Capital yang sudah diinvestasikan tidak bisa dijual di pasar sekunder dan hanya bisa diterima bila kontrak SBN sudah selesai

Langsung ke intinya ajalah!

Intinya adalah negara menyediakan produk keuangan yang cukup menarik untuk dikuliti secara rinci sebelum menempatkan dana. Imbal investasi yang diberikan pun otomatis masuk rekening tanpa perlu ditagih-tagih manual kayak Pinjol nagih ke temenmu.

Diversifikasi adalah kunci utama dalam berinvestasi dan pahami seluruh risiko dalam berinvestasi

Mana yang cocok untuk kamu?

Silakan dipilih sesuai tujuan finansial dan risk profile masing-masing, ya!

Do your homework!