(Di tengah teriakan dan debu, aku nyaris kehilangan pasporku.) Suara tawa menutupi langkah kaki ribuan orang. Bau daging panggang dan asap arang bikin kepala pusing, tapi senyum tetap melekat.
Gue nggak bohong, aku datang tanpa rencana matang. Untung aja aku bawa asuransi perjalanan, yang memang nyelametin dompet waktu koper hilang.
Sabantuy itu pesta panen Tatar dan Bashkir yang meledak-ledak. Biasanya digelar Juni, suhu sekitar 18 sampai 25°C, pas nyaman buat berlari.
Di lapangan, suara gendang berdentum sampai tulang ikutan getar. Ada aroma roti panas, madu, dan minyak goreng yang lengket di udara.
Orang-orang ikut lomba gulat tradisional selama lima menit tiap babak. Lihat badan-badan atlet itu, adrenalin gue langsung naik.
Kadang acara pindah ke pinggir sungai Volga. Koordinat kasar kota Kazan sekitar 55.79°N, 49.12°E, jaraknya sekitar 820 km dari Moskow.
Aku ikut permainan lempar batu, dan hampir tersungkur ke lumpur. (Sialnya aku pakai sepatu kulit, kesalahan konyol banget.)
Rasanya seperti kembali kecil, cuma lebih bising dan lebih berdebu. Tangan gue masih lengket karena chak-chak yang manis itu.
Ritual, Lomba, dan Bau Daging Panggang
Ada parade kostum tua, topi berwarna cerah, dan teriakan penonton. Musik tradisional bikin bulu kuduk merinding di beberapa potong lagu.
Pertandingan tarik tambang pernah bikin tanah retak karena seru banget. Suara tawa anak kecil membuat suasana jadi hangat dan kacau serunya.
Makanan di sana bikin lidah tak bisa diem. Aku makan echpochmak dan kue manis, teksturnya renyah lalu lengket di gigi.
Satu rahasia lokal: stall kecil di sudut barat menjual chak-chak terenak. Mereka pakai madu lokal yang pekat dan panas.
Rahasia Lokal yang Bikin Nagih
Tempat itu tersembunyi di balik tenda biru, hampir nggak keliatan. (Orang lokal nggak mau banyak yang tahu, jadi simpan baik-baik.)
Daftar barang yang gue bawa cukup sederhana dan wajib:
- Sepatu yang bisa dicuci
- Tisu basah dan hand sanitizer
- Topi, kaca mata hitam
- Uang tunai, dan fotokopi paspor
- Asuransi perjalanan digital
Kalau lo mau liburan santai, rencanain dari jauh. Cek dulu opsi penginapan dan jadwal, itu membantu.
Oh ya, sekali lagi: jangan remehkan risiko kecil. Asuransi perjalanan yang gue pakai bikin hati tenang waktu keadaan kacau menerjang.
Akhirnya, malam turun dengan lampu-lampu kecil di atas tenda. Kita duduk, minum teh, dan ngobrol sampai lupa jam.
Kalau mau, siapin kopi dan cerita ini sebagai pemantik rindu. Atau nggak, kita bikin janji ketemu di festival selanjutnya.