Karena 1 dan lain hal, kamu butuh uang (like everyone else do). Dana Darurat kamu sekarat dan kamu membutuhkan uang untuk modal usaha yang hampir mati. Kamu memegang Surat Berharga Negara namun tidak tahu bagaimana cara mencairkannya sementara kebutuhan uang semakin mendesak.
Bagaimana solusinya?
Berikut kita bahas cara menjual SBN di pasar sekunder beserta risikonya.
Berikut risiko yang mungkin terjadi bila kamu menjual SBN yang kamu miliki di pasar sekunder:
Risiko reinvestasi
Anggaplah kamu berhasil mendapatkan capital tsb. Sekarang tantangannya ialah dimana / bagaimana kita menggunakan capital tersebut. Bila kita menginvestasikannya pada instrumen investasi dengan imbal balik yang lebih rendah atau malah merugi, bukankah lebih baik membiarkan capital tersebut parkir di SBN karena mendapat passive income sesuai tulisan yang dirilis minggu lalu?
Risiko likuiditas
Kamu menjual SBN karena butuh uang. Asumsinya adalah kamu membutuhkan uang dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat. Apesnya adalah tidak ada siapapun yang mau membeli SBN di harga yang kamu tentukan.
Alhasil, kamu harus menjualnya dengan harga yang lebih murah, bahkan lebih murah bila dibandingkan saat kamu membelinya langsung dari negara.
Risiko pajak dan biaya transaksi
Risiko lainnya ialah risiko pajak dan biaya transaksi yang mengurangi hasil bersih penjualan. Capital Gain (bila gain / menguntungkan) akan dikenakan PPh (Pajak Penghasilan), juga Accrued Interest beserta fee platform atau broker yang bervariasi.
Risiko harga
Banyak orang yang masih belum tahu bahwa harga SBN di pasar sekunder bergerak terbalik dengan suku bunga Bank Indonesia (BI). Sebagai contoh, bila suku bunga BI sedang naik, maka harga SBN di pasar sekunder akan mengalami penurunan. Begitupun sebaliknya.
Yang menjadi pertanyaan ialah apakah kita berencana untuk menjualnya saat suku bunga BI sedang naik?
Bila kita sudah memahami risikonya, kita move ke tahap selanjutnya yaitu cara menjual SBN di pasar sekunder
Cara menjual SBN di pasar sekunder via Bank
Langkah ini merupakan cara termudah bila kita hendak mencairkannya. Berikut langkahnya:
- Buka aplikasi mobile banking
- Pilih menu investasi / SBN
- Pilih seri investasi yang ingin dijual
- Masukkan nominal yang ingin dijual
- Pilih jual
Intinya ajalah gimana, saya malas membaca!
Melakukan penjualan SBN di pasar sekunder bisa menjadi opsi untuk mendapatkan uang secara instan. Namun kita harus paham bahwa risiko-risiko diatas sangat mungkin terjadi bila kita menjual SBN lebih awal dari kontrak. Agar terhindar dari biaya / risiko tersebut, pastikan kita tidak menjual SBN dan menunggu hingga akhir kontrak agar capital kembali utuh.
Selalu pahami risiko-risikonya sebelum memutuskan untuk berinvestasi.