Jangan percaya foto Instagram, gue hampir nangis karena panas terik dan bau ikan campur debu. Matahari 38°C menghajar kepala, dan kerumunan manusia mendesak seperti gelombang.
Suara terompet dan genderang bikin telinga bergetar tiap 2 menit. Airnya pecah, cipratan naik sampai ke celana gue (ya, gue basah).
Kenapa harus datang?
Gue datang sekitar 700 km dari Abuja demi rasa penasaran ini. Festival berlangsung selama 4 hari, tradisi yang dimulai sejak 1934.
Ratusan orang meloncat ke air bareng, beradu cepat untuk nelayan yang dapat ikan terberat. Koordinat kota Argungu sekitar 12.78°N, 4.35°E, itu real feeling di peta.
Aroma lumpur, ikan bakar, dan asap kayu memenuhi udara. Lidah gue rasain pedas lokal, dan kulit jadi cokelat medali matahari.
Satu hal konyol yang gue lakukan: pakai sandal jepit tipis. Konyol, karena pasir tajam dan batu licin. Gue nyaris kehilangan ponsel saat berlari ke air, untung klaim pembelian ulang beres karena punya asuransi perjalanan.
Gue kasih rahasia lokal ya, jangan sebar. Ada warung kecil di sisi barat sungai. Mereka jual tuwo dan sup ikan seharga 300 Naira, rasanya magis dan cuma penduduk lokal yang tahu.
Bawa wajib biar aman dan nyaman
- Topi lebar dan sunblock SPF 50.
- Sepatu karet, bukan sandal tipis.
- Peluang basah: bawa drybag untuk ponsel.
- Air minum 2 liter, karena panas intens.
Suasana itu kacau serunya, campur adrenalin. Gue bisa denger teriakan pencarian, tawa, dan nyanyian tradisi bergantian setiap jam.
Festival bukan cuma lomba memancing saja. Ada tarian, pameran kerajinan, dan adu perahu tradisional. Waktu terbaik adalah jumpa pagi jam 5 ketika kabut masih tipis.
Kalau lo mau rencana liburan, atur waktu, dan pikir matang. Jangan lupa cek tiket dan akomodasi jauh hari.
Ngomong-ngomong soal aman, sekali lagi, asuransi menyelamatkan gue. Klaim kecil untuk barang hilang diproses cepat, dan itu menjaga dompet gue tetap utuh. Jadi kalau lo serius mau datang, pertimbangkan asuransi perjalanan sebelum berangkat.
Beberapa angka yang bikin ngakak: ribuan orang datang, suhu bisa menyentuh 38°C, dan festival bikin badan lelah dalam 4 hari. Semua itu bagian dari pesona yang bikin merinding.
Satu lagi, untuk rute darat dari ibu kota bisa sekitar 700 km. Perjalanan panjang itu sepadan bila lo mau cerita yang pecah banget.
Tutupnya? Gue masih bau ikan sampai sekarang. Tapi gue mau ngopi dulu dan mikir mau balik lagi atau nggak. Itu tergantung mood, dan rasa penasaran. Kalau mau ikut, cus siapin tas, hati, dan liburan plan lo.