Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah kepo lihat reksadana terus berasa: “Wah, boleh nggak nih masuk?” — tenang, kita spill semua yang penting dari data resmi tanpa drama.
Sat-set: NAB: 1631.1665 (13-Mei-2026). AUM: Rp71.723.188.333,58. 1 Tahun: +14,26% — tapi catet: 1 Bulan -3,56% & MtD -2,09%. Launch: 25-Sep-2017. Data FFS terakhir: 30-Apr-2026.
1. Snapshot singkat (yang tercatat di FFS) 📈
Jenis: Campuran. Kategori: Konvensional.
Tanggal peluncuran: 25-Sep-2017.
Unit penyertaan: 43.050.906,10. Dana kelolaan: Rp71.723.188.333,58 (update terakhir: 01-Apr-2026 menurut data yang lo kasih).
NAB terakhir: 1.631,1665 (update: 13-Mei-2026).
2. Kinerja: cakep tapi ada fluktuasi 🚩
Kalau liat 1 Tahun: +14,26% — itu lumayan mantep buat produk campuran.
Tapi jangan skip yang baru-baru ini: 1 Bulan: -3,56%, MtD: -2,09%, 1 Hari: -1,15%.
Gini faktanya: return tahunan oke, tapi ada koreksi jangka pendek. Artinya, kalo lo masuk cuma karena lihat 1 tahun doang, bisa kena mental pas market koreksi.
Intinya: jangan FOMO cuma gara-gara angka tahunan.
3. Risk profile & cocok buat siapa
Ini reksadana campuran, jadi posisinya di tengah: ada saham + obligasi/efek pendapatan tetap.
Kecuali lo tim cari aman banget, produk ini lebih cocok buat yang siap sedikit roller coaster—mental stabil, tujuan investasi >1 tahun.
4. Apa aja yang wajib lo cek di Prospectus & FFS (dan kenapa) 🔎
- Biaya: management fee & subscription/redemption fee — pengaruhnya ke return jangka panjang.
- Top holdings & alokasi aset: itu nunjukin seberapa ‘agresif’ portofolionya.
- Bank kustodian & kebijakan likuiditas: penting buat keamanan dana dan proses tarik tunai.
- Minimal pembelian awal & pembelian berikutnya: ngefek ke rencana naik dollar-cost averaging.
Dari data FFS yang lo kasih (update 30-Apr-2026), tercantum angka-angka kunci kayak NAB, AUM, unit penyertaan dan tanggal update.
Tapi detail spesifik soal bank kustodian, biaya pasti, top holdings lengkap, atau minimal pembelian nggak tercantum di ringkasan yang diberikan ke gue — jadi langkah wajib: download FFS/prospektus lengkap biar nggak salah baca.
Kabar baiknya: dokumen lengkap biasanya bisa diakses di website manajer investasi atau platform penjual resmi.
5. Beli di mana & akses buat investor ritel? 💸
Secara umum, produk reksadana open-ended kayak gini sering tersedia di marketplace reksadana.
Cek platform populer seperti Bareksa atau Bibit buat download FFS/Prospektus dan daftar APERD yang jual produk ini.
Catet: daftar resmi APERD dan detail pembelian ada di prospektus/FFS — jangan cuma percaya di screenshot atau review orang.
6. Kesalahan umum anak muda pas nge-review reksadana (biar lo nggak kena mental)
- FOMO lihat return 1 bulan atau 1 tahun tanpa cek biaya & drawdown historical.
- Ga baca prospektus/FFS: akhirnya nggak ngerti aturan tarik dana, cut-loss, atau kebijakan dividen.
- Ngukur performa cuma sama rekening biasa padahal perbandingan yang relevan itu benchmark atau inflasi.
7. Quick Win: tugas < 2 menit buat langsung ngecek
Buka Bareksa atau Bibit, cari “Setiabudi Dana Campuran”, lalu download FFS/Prospektus terbarunya.
Itu udah ngebantu lo ngerti biaya, top holdings, dan daftar APERD — semua cuma butuh 1-2 menit.
FAQ
Apa bedanya NAB dan AUM yang muncul di FFS?
NAB (Net Asset Value) itu harga per unit. AUM (Assets Under Management) itu total dana yang dikelola. Keduanya penting: NAB buat ngitung return, AUM nunjukin seberapa besar dana yang orang percayaiin ke produk itu.
Apakah data yang ada cukup untuk putuskan beli?
Kalau cuma lihat ringkasan kayak yang lo kasih: belum cukup. Harus download prospektus/FFS lengkap buat cek biaya, top holdings, bank kustodian, dan kebijakan likuiditas.
Kalau return 1 Tahun +14,26% tapi 1 Bulan minus, apa harus jual?
Nggak mesti. Tergantung tujuan dan horizon investasi lo. Koreksi jangka pendek itu normal. Yang penting: cek alokasi aset, risk tolerance, dan apakah strategi portofolio masih sesuai tujuan lo.