Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Asuransi merupakan produk keuangan dalam jangka panjang yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengelola resiko dalam 1 wadah atau tempat. Nasabah hanya perlu menitipkan Premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi. Sebagai gantinya, perusahaan asuransi akan memberikan manfaat finansial hingga berkali-kali lipat dari Premi yang dibayarkan bila resiko terjadi menimpa nasabah.

Asuransi merupakan jalan pintas untuk mengembangkan uang yang hanya bisa digunakan untuk mengelola resiko.

Layaknya perbankan, bisnis asuransi pun menggunakan uang sebagai komoditas. Baik perbankan maupun asuransi wajib memiliki ketangguhan finansial yang sangat tinggi. Sebab bila ia tak memiliki uang, maka ia tak bisa beroperasi dan membayar manfaat yang telah dijanjikan dalam Polis dan disetujui oleh nasabah.

Naas, hal inilah yang terjadi pada perusahaan asuransi asal Indonesia, yakni asuransi jiwasraya.



Bagaimana cara kerja asuransi dalam mengelola resiko?

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui dulu bagaimana asuransi bekerja dalam mengelola resiko.

What most people don’t know is, perusahaan asuransi akan berhadapan secara head to head dengan resiko, seperti:

  • Rawat inap
  • Meninggal dunia
  • Disabilitas
  • Penyakit kritis
  • Kecelakaan
  • Kebakaran
  • dan banyak lagi resiko lainnya yang tertera dalam Polis.

Perusahaan Asuransi didukung oleh “persenjataan” dalam bentuk uang dan kekayaan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan resiko di atas. Uang tersebut dihimpun oleh nasabah yang bersedia mengikatkan dirinya dalam Polis asuransi yang disebut sebagai Pemegang Polis. Perusahaan asuransi akan menyulap uang yang dititipkan oleh Pemegang Polis menjadi kekayaan seperti:

  • Reksadana
  • Saham
  • Obligasi
  • Surat Utang Negara
  • Deposito
  • Properti investasi
  • dan banyak lagi instrumen investasi lainnya.

Sehingga Perusahaan Asuransi atau yang biasa disebut sebagai Penanggung memiliki 2 sumber kekayaan, yakni:

  • Premi yang disetorkan oleh Pemegang Polis
  • Pemasukan pasif yang diperoleh dari kekayaan di atas.

Dengan kekayaan yang cukup, Penanggung dapat menyelesaikan resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung.



Apa yang terjadi bila Penanggung tidak memiliki finansial yang tangguh?

Pada paragraf diatas kita sepakat bahwa perusahaan asuransi menggunakan uang sebagai komoditas untuk menunjang operasional dan “melumat” semua resiko yang mungkin terjadi. Namun apa yang akan terjadi bila perusahaan asuransi tidak memiliki finansial yang tangguh?

Saya mau menjawab pertanyaan ini dari perspektif nasabah yang datang menghubungi saya untuk membahas produk asuransi yang mereka butuhkan, beberapa tujuan dari mereka ialah:

  • Melunasi utang bila sewaktu-waktu tak lagi produktif atau mengalami resiko tutup usia
  • Menjamin ketersediaan dana pendidikan anak
  • Membayar tagihan rumah sakit yang nominal dan kapan terjadinya tak bisa diprediksi
  • Meninggalkan warisan bagi keluarga terdekat
  • dan banyak lagi tujuan lainnya.

Bila Penanggung tidak memiliki ketangguhan finansial dan likuiditas yang tinggi, sangatlah mungkin tujuan di 4 tujuan diatas yang diinginkan oleh Pemegang Polis menjadi gagal terlaksana. Artinya:

  • Akan ada keluarga yang dikejar oleh utang
  • Anak batal menjalani studi karena dana tidak tersedia
  • Menjual seluruh aset dan kekayaan hanya untuk membayar tagihan Rumah Sakit
  • Keluarga tidak memiliki warisan yang cukup untuk bertahan hidup

The worst case is, waktu dan uang serta rencana jangka panjang yang harus porak poranda karena Perusahaan Asuransi yang dipilih tidak memiliki finansial yang tangguh.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memastikan apakah Penanggung tangguh dan kokoh secara finansial ialah dengan melakukan langkah di bawah ini.



Pelajari laporan keuangan perusahaan asuransi dengan seksama.

Perusahaan Asuransi yang baik senantiasa menjaga kepercayaan nasabahnya. Ia akan senantiasa mempublikasikan laporan keuangan di tahun berjalan secara transparan untuk memberikan informasi terkait kondisi keuangan Penanggung.

Salah satu Perusahaan Asuransi yang rutin membagikan laporan keuangan mereka ialah AXA Financial Indonesia. AXA Financial Indonesia merupakan perusahaaan asuransi asal Francis yang beroperasi di Indonesia dengan nama AXA Indonesia. Laporan keuangan tersebut bisa diunduh melalui tautan berikut ini.

Pada laporan keuangan tersebut kita bisa melihat dimana saja kekayaan dari AXA Financial Indonesia tersimpan. Kita tidak perlu menjadi Pemegang Polis dari AXA Financial Indonesia hanya untuk melihat kekayaan serta utang dari Penanggung.

Dengan mengetahui kondisi keuangan Penanggung sejak dini, maka kita bisa mengambil langkah selanjutnya apakah masih ingin menitipkan uang di Penanggung atau tidak.

Pertimbangan lainnya bisa dibaca melalui artikel ini:

Dengan bijak dan berhati-hati dalam memilih perusahaan asuransi, tentunya akan meminimalisir terjadinya Klaim ditunda karena kendala teknis finansial dalam perusahaan asuransi.

Hal yang harus dilakukan agar klaim asuransi disetujui

Hal yang harus dilakukan agar klaim asuransi disetujui

Sebagian orang berpendapat bisnis asuransi merupakan bisnis tipu-tipu. Saya sering melihat nasabah yang mengeluh dan pesimis dalam bisnis yang bergerak di bidang keuangan ini. Beberapa dari mereka mengeluhkan hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh seluruh Pemegang Polis seperti:

udah bayar Premi mahal-mahal, Klaim asuransi malah tidak disetujui.”

udah bayar Premi mahal-mahal, Klaimnya dipersulit.”

dan masih banyak lagi keluhan lainnya.

Hanya karena kita membayar, bukan berarti kita bisa semena-mena semaunya.

Apa saja yang harus dilakukan agar klaim asuransi disetujui oleh Penanggung?

Salah satu syarat mutlak yang wajib dilakukan ialah membaca dan memahami isi Polis.

Ayolah! Emangnya kalian ga pengen tahu manfaat apa yang kalian dapat setelah mengeluarkan uang dalam jumlah besar?!

Asuransi kesehatan bisa jadi produk termahal yang pernah kita beli. Produk ini akan menjadi lebih mahal bila kita tidak pernah mengetahui apa saja manfaat yang ditawarkan oleh produk keuangan tersebut.

🙁

Dengan membaca dan memahami Polis terutama pada Pasal yang mengatur tentang Klaim, Pemegang Polis seharusnya aware tentang cara dan prosedur dalam melakukan Klaim. Hal sesederhana ini dapat membantu proses klaim asuransi dapat disetujui oleh Penanggung.



Berikut beberapa informasi yang perlu dipahami agar klaim asuransi dapat disetujui oleh Perusahaan Asuransi:

Pastikan identitas dalam Polis sudah tertera dengan benar

Setelah menerima Polis, sangat disarankan bagi Pemegang Polis untuk memeriksa apakah identitas dalam Polis sudah tercatat secara benar. Sebagai pengingat kembali, Pemegang Polis merupakan pihak yang melakukan pembayaran Premi secara rutin dan memiliki wewenang atas Polis.

Pihak yang dijamin oleh Penanggung atau Perusahaan Asuransi disebut sebagai Tertanggung. Penanggung akan membayar manfaat yang tertera dalam Polis bila resiko terjadi atas Tertanggung. Termaslahat merupakan pihak yang akan menerima manfaat Uang Pertanggungan bila Tertanggung dijamin oleh Asuransi Jiwa. Termaslahat merupakan Ahli Waris dalam bisnis asuransi.

Pastikan manfaat dalam Polis sudah sesuai kebutuhan

Kesalahpahaman dalam memahami manfaat asuransi bisa jadi fatal akibatnya. Bila kita membutuhkan produk asuransi kesehatan yang menjamin sesuai tagihan Rumah Sakit, sebaiknya kita tidak membeli produk asuransi kesehatan dengan manfaat santunan harian. Hal ini bertujuan agar kita tidak kaget ketika jumlah yang dibayarkan oleh Penanggung tidak sesuai dengan ekspektasi.

Dengan memastikan manfaat dalam Polis sudah sesuai dengan kebutuhan, diharapkan komentar-komentar seperti di bawah ini dapat berkurang:

Hehehe.

Pastikan Klaim dilakukan dalam waktu yang sudah ditentukan

Kita dapat mengetahui jangka waktu dalam melakukan Klaim pada bagian pasal Klaim yang tertera dalam Polis. Again, kita wajib memahami dan mengetahui isi Polis. Dengan memahami dan mengetahui isi Polis sama dengan memahami dan mengetahui produk yang kita beli.

Biasanya Penanggung telah memberikan tenggat waktu bagi Pemegang Polis (dan Termaslahat khusus untuk asuransi jiwa) dalam melakukan Klaim. Dalam kurun waktu 30 hari hingga 60 hari setelah kejadian seperti rawat inap dan meninggal dunia, seluruh berkas dan formulir harus segera dilengkapi dan dikirim ke pihak Penanggung untuk melakukan Klaim.



Jangan kaget bila Klaim ditolak hanya karena Klaim dilakukan di luar dari jangka waktu yang sudah ditentukan dan disepakati antara Penanggung dan Pemegang Polis.

Intinya adalah semua yang kita lakukan harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang sesuai dalam Polis.

Pastikan Klaim yang diajukan bukanlah Fraud

Percaya atau tidak, Penanggung mampu mengidentifikasi apakah Klaim yang diajukan berpotensi fraud atau tidak.

Maka sangat disarankan untuk membaca dan memahami isi Polis agar Klaim yang dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah disepakati oleh Pemegang Polis dengan Penanggung.

Pastikan Polis tetap aktif saat terjadinya resiko

Bila Pemegang Polis membayar Premi secara rutin, maka Polis dalam keadaan In Force. Salah satu cara untuk meminimalisir potensi telat bayar atau gagal bayar ialah dengan melakukan pembayaran Premi secara tahunan.

Pemegang Polis hanya perlu membayar 1x agar perlindungan dan proteksi tetap aktif dalam waktu 12 bulan kedepan.

Bila resiko terjadi pada saat Polis sedang dalam keadaan Lapse, bisa dipastikan pengajuan Klaim akan ditolak oleh Penanggung.

Bila seluruh berkas dan formulir telah dilampirkan pada saat mengajukan Klaim, maka Penanggung membutuhkan waktu untuk memproses pengajuan Klaim tersebut. Pastikan Pemegang Polis responsif dan rajin melakukan followup Klaim yang diajukan.

Dibawah ini merupakan salah satu contoh surat konfirmasi apabila klaim asuransi disetujui oleh salah satu perusahaan asuransi di Indonesia:

Bila Klaim telah dilakukan berdasarkan syarat dan ketentuan dalam Polis, maka Penanggung takkan bisa mengelak dan wajib menyetujui Klaim yang diajukan, bukan?

Jangan mau dibohongin (agen) asuransi unit link

Jangan mau dibohongin (agen) asuransi unit link

Judul artikel ini mengingatkan saya pada kasus yang menjerat Basuki Tjahja Purnama yang biasa dikenal sebagai Ahok, seorang Gubernur yang dipercaya untuk memimpin Jakarta di tahun 2014 hingga 2017 silam.

Di jaman sekarang, agak sulit menemukan asuransi murni yang tanpa investasi, kecuali Maestro Optima Care, Maestro Infinite Protection, dan Maestro Term yang tersedia dalam website ini.

Ketika kita mencari agen asuransi, besar kemungkinan kita akan ditawarin produk Asuransi Unit Link. Ketika kita curhat ke Bank dan membutuhkan produk keuangan maupun tabungan berjangka, baik untuk tabungan pendidikan, tabungan pensiun, dan bervariasi kebutuhan finansial lainnya, besar kemungkinan pula akan ditawarkan Asuransi Unit Link.

Pusing gak luh?!

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang asuransi unit link, pembaca bisa mengaksesnya dengan mengunjungi 2 tautan berikut ini:

Singkatnya, asuransi unit link merupakan asuransi yang memiliki manfaat investasi di dalamnya. Dengan asuransi unit link, anda sedang mengisi 2 kantong kosong dalam 1x pembayaran, yakni:

  • Premi berkala
  • Topup berkala

Premi berkala merupakan jumlah uang yang dialokasi untuk membayar biaya atau tagihan yang timbul atas asuransi dan rider (asuransi tambahan)



Topup berkala merupakan jumlah uang yang dialokasi untuk “berinvestasi” maupun “menabung” dalam produk asuransi. Perhatikan saya memberi tanda kutip (“”) pada kata menabung dan berinvestasi yang akan kita bahas lebih rinci di artikel ini.

Apa yang salah dari asuransi unit link?

To be fair, tidak ada yang salah dari asuransi unit link. Faktanya banyak orang yang kecewa dengan produk asuransi unit link dikarenakan apa yang nasabah hadapi berbeda dengan agen ceritakan pada saat prospek. Ini sebabnya mengapa calon nasabah sangat disarankan untuk memahami dan mengerti asuransi unit link sebelum membelinya.

Ketika agen asuransi datang membawa segudang ide, gagasan, mimpi, dan rencana tentang asuransi unit link yang biasanya berupa:

  • Produk ini bisa cuti premi lho
  • Produk ini bisa membayar preminya sendiri, sehingga nanti gak perlu bayar lagi
  • Ini lho pak / bu perbedaannya bila bapak / ibu melakukan cuti premi dan tanpa cuti premi
  • Bla bla bla. . .

Di kebanyakan kasus, seorang agen asuransi yang akan bercerita tentang asuransi unit link bersenjatakan proposal atau quotation dari asuransi unit link. Dalam proposal tersebut biasanya menyimpan informasi:

  • Berapa Premi yang harus dibayarkan?
  • Berapa Uang Pertanggungan yang diberikan oleh Penanggung?
  • Apa saja manfaat yang didapat oleh calon nasabah dengan membayar sejumlah Premi tersebut?

Teliti dalam membaca tabel proyeksi investasi

Dalam quotation yang sama, biasanya calon nasabah akan diperlihatkan tabel proyeksi investasi dengan angka yang fantastis. Pada bagian ini agen akan menceritakan berapa banyak uang yang akan berkembang bila kinerja investasi berada dalam performa rendah, sedang hingga tinggi.

Wujud tabel proyeksi investasi dalam quotation asuransi unit link

Yang sering terjadi di lapangan ialah, kinerja investasi yang tertera dalam proposal tidak sesuai dengan kenyataan kinerja investasi di lapangan. Calon nasabah asuransi unit link harus berhati – hati bila mendapatkan quotation untuk asuransi unit link dengan return hingga belasan persen untuk kinerja investasi yang rendah.

Tabel proyeksi dalam quotation tersebut memang tidak menjamin kinerja investasi di masa depan. Produk reksadana yang menguntungkan saat 5 tahun lalu belum tentu akan menguntungkan di masa 10 tahun mendatang. Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi nasabah untuk teliti dalam membaca tabel proyeksi investasi.

Kuasai dan pahami tentang biaya akuisisi

Selain wajib teliti dalam membaca tabel proyeksi investasi dalam quotation, langkah selanjutnya yang perlu dikuasai ialah biaya akuisisi. Biaya akuisisi merupakan biaya yang dibebankan kepada Pemegang Polis Asuransi Unit Link. Biaya Akuisisi mungkin terjadi di beberapa tahun permulaan, yang menyebabkan dana atau Premi yang sudah disetor tidak bisa ditarik atau dikembalikan.

Berbeda dengan memisahkan antara asuransi dengan investasi, berinvestasi di asuransi terbukti meraup uang lebih tinggi dibandingkan manfaat “investasi”. Hal ini dikarenakan adanya biaya akuisisi yang menggerogoti Premi di permulaan tahun sebelum akhirnya Premi tersebut masuk ke dalam pos Investasi dan mulai menggunung.



Saya memisahkan asuransi jiwa dengan investasi, sehingga saya tidak perlu membayar biaya akuisisi apapun. Dengan demikian, uang yang saya setorkan sebagai Premi tidak bisa diambil kembali untuk selamanya.

Namun di sisi lain, uang yang saya setorkan kedalam rekening reksadana secara terpisah akan langsung mengendap dan mulai menggunung. Dana investasi itupun dapat saya langsung cairkan keesokan harinya maupun sebulan kemudian tanpa perlu khawatir adanya Biaya Akuisisi.

Hati-hati dengan istilah cuti Premi

Istilah cuti Premi merupakan istilah yang sangat lazim dijumpai. Dalam proses ini, Pemegang Polis asuransi unit link dapat mengajukan Cuti Premi sehingga tidak perlu melakukan pembayaran ke rekening Penanggung. Hal ini terkesan indah dan menyenangkan, namun pernahkah anda bertanya apa yang sebenarnya terjadi?

Sebagai bisnis manajemen resiko yang menggunakan uang sebagai komoditas, Perusahaan Asuransi atau Penanggung perlu berhati-hati bila nasabah berhenti melakukan pembayaran Premi. Ini berarti uang masuk akan berkurang sementara ia harus bertanggung jawab bila nasabah mengajukan Klaim. Bagaimana penanggung mengendalikan hal ini?

Banyak nasabah yang tidak mengetahui bahwa cuti Premi ialah mitos belaka. Faktanya, biaya-biaya asuransi yang timbul akan dibebankan kepada saldo investasi sehingga saldo investasi anda akan berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya terkuras.



Ketika nasabah tidak melakukan cuti Premi, maka ia sebenarnya sedang mengisi pos investasi dalam asuransi unit link sehingga ia memiliki dana cadangan ketika ekonomi sulit menyerang, seperti:

  • PHK
  • Kontrak tidak diperpanjang
  • Perusahaan tempat bekerja tiba – tiba bangkrut
  • Anda dimutasi ke luar kota dengan biaya hidup yang lebih tinggi
  • dan faktor lainnya yang mungkin terjadi.

Asuransi Unit Link memang sedikit complicated, namun ia mungkin satu – satunya produk yang memiliki bervariasi perlindungan untuk jangka panjang.

Manfaat memiliki asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse

Manfaat memiliki asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse

Pada artikel ini saya telah membahas tentang asuransi kesehatan dan bagaimana cara menentukan memilih asuransi kesehatan yang bagus bagi individu maupun keluarga. Namun, kenyataan di lapangan justru berbeda. Banyak orang beranggapan kalau asuransi kesehatan dengan sistem cashless merupakan yang terbaik.

Saya sering berhadapan dengan konsumen yang mencari asuransi kesehatan. Ketika saya tawarkan produk Maestro Optima Care dan menjelaskan manfaatnya, mayoritas dari mereka sangat bersemangat mendengarnya. Raut wajah mereka mendadak berubah ketika saya menjelaskan bahwa metode klaim dari produk Maestro Optima Care secara Reimburse, satu per satu dari mereka langsung mundur perlahan.

Memangnya apa yang salah dengan asuransi kesehatan sistem Reimburse??????

Usut punya usut, ternyata mereka memiliki alasannya masing – masing, seperti:

  • Masa udah bayar premi, masih juga keluar uang duluan??????
  • Bisa – bisa saya keburu mati duluan dong sebelum bisa melakukan reimburse, karena saya harus melunasi biaya rumah sakit saya dulu kan??????? Kalau uang saya habis, maka perawatan tidak bisa dilanjutkan dan saya selesai???????

Well, okay. They have their own reason, tho.

Melalui artikel ini, saya ingin berbagi pandangan tentang manfaat memiliki asuransi kesehatan secara Reimburse:

Premi yang lebih bersahabat

Silakan dibuktikan dengan manfaat yang apple to apple, asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse memiliki Premi yang lebih murah dibandingkan asuransi kesehatan dengan sistem Cashless. Hal ini tentu menjadi Selling Point dari produk asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse sehingga ia dapat berkata:

Ngapain bayar mahal kalo situ jarang sakit?”

Asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse menjadi lebih powerful jika dikombinasikan dengan Kartu Kredit

Bagi orang – orang yang tidak memiliki Kartu Kredit, asuransi kesehatan secara Reimburse bisa jadi produk yang sangat mahal bagi anda, sebab anda tidak bisa menerka berapa biaya yang akan ditagih oleh Rumah Sakit atas pengobatan anda. Anda juga tidak dapat menebak berapa lama anda akan dirawat.

Akibatnya, anda mungkin ingin membeli asuransi kesehatan dengan sistem Cashless dan membayar Premi yang lebih mahal dibandingkan asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse.

Bagi pemilik Kartu Kredit, asuransi kesehatan dengan sistem Reimburse bisa jadi kabar baik bagi mereka. Mereka tetap dapat memiliki asuransi kesehatan dan tak perlu merogoh kocek dalam – dalam untuk memilikinya. Kartu Kredit digunakan untuk melunasi tagihan Rumah Sakit.

Setelah mendapatkan berkas dan rekam medis yang lengkap dari Rumah Sakit, Klaim dapat diajukan kepada Perusahaan Asuransi dan Penanggung akan membayarkan sejumlah uang mengacu pada Syarat dan Ketentuan dalam buku Polis.

Setelah uang diterima, nasabah dapat menggunakan uang tersebut untuk membayar tagihan Kartu Kredit.

Reward khusus bagi pemegang Kartu Kredit

Setelah anda menggunakan Kartu Kredit untuk membayar tagihan Rumah Sakit dan anda membayar Kartu Kredit dengan uang dari Perusahaan Asuransi, kini tiba saatnya bagi anda untuk memanen Reward karena anda telah menggunakan Kartu Kredit. Biasanya Reward akan diperoleh dalam bentuk poin dan kita dapat menukarkan poin tersebut ke seluruh merchant dan vendor yang bekerja sama dengan pihak Bank yang mengeluarkan Kartu Kredit.

Secara tidak langsung, Reward kita bertambah dengan menggunakan uang yang diberikan oleh Perusahaan Asuransi.

Rewardnya dapet, kesembuhannya pun dapet!

Resiko yang terjadi bila berbohong saat mengisi SPAJ / SPAK asuransi

Resiko yang terjadi bila berbohong saat mengisi SPAJ / SPAK asuransi

Mengisi SPAK dan SPAJ merupakan syarat mutlak sebelum seseorang dapat memiliki proteksi asuransi. Pengisian SPAJ dan SPAK ini bisa jadi sangat melelahkan bila formulir yang digunakan berwujud hard copy dan ditulis menggunakan pena. Namun, pengisian SPAK dan SPAJ merupakan proses krusial dan penting bagi Nasabah dalam membeli produk asuransi.

Apa itu SPAK dan SPAJ Asuransi?

SPAK merupakan singkatan dari Surat Permintaan Asuransi Kesehatan dan SPAJ merupakan singkatan dari Surat Permintaan Asuransi Jiwa. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni:

  • Mendapatkan informasi Tertanggung
  • Mendapatkan informasi Penanggung
  • Mendapatkan informasi tentang riwayat penyakit, maupun Pre Existing Condition

Setelah Nasabah mengisi dan menandatangani SPAK / SPAJ, selanjutnya Penanggung akan memroses surat tersebut dan menentukan apakah pengajuan asuransi dapat disetujui atau tidak.

“Terserah agen asuransi mau bilang apa, yang penting Nasabah wajib mengisi formulir SPAK / SPAJ secara benar dan jujur.”

Berikut beberapa resiko yang mungkin terjadi bila Pemegang Polis “berbohong” dalam mengisi formulir “sakral” yang satu ini:

Pembayaran Premi yang sudah disetor tidak bisa dikembalikan / refund

Asuransi merupakan produk keuangan, dimana Pemegang Polis “menitipkan” uangnya kepada Perusahaan Asuransi atau Penanggung, sehingga Tertanggung mendapatkan manfaat atas produk asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa yang dibeli.

Jangka waktu pembayaran Premi sangat variatif, mulai dari jangka pendek hingga puluhan tahun sekalipun. Nilainya pun bervariasi, bergantung pada manfaat dan Uang Pertanggungan yang dibutuhkan. Semakin besar manfaat yang dipilih, semakin besar pula Premi yang dikenakan.

Make sense, huh?

Bayangkan bila seluruh uang yang sudah disetor tidak dapat dikembalikan hanya karena berbohong saat mengisi SPAK atau SPAJ.

Polis mungkin akan ditutup secara sepihak

Efek lain yang mungkin timbul ialah Polis mungkin akan ditutup secara sepihak. Tentu saja ketentuan ini mungkin tertera pada syarat dan ketentuan serta klausul yang tercantum dalam Polis. Untuk itu saya sangat tegas merekomendasikan bagi Pemegang Polis maupun Tertanggung untuk membaca dan memahami isi Polis.

Bila Polis ditutup, maka Perusahaan Asuransi tak lagi menjamin resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung. Tertanggung akan kehilangan manfaat dan mungkin akan mengacaukan perencanaan keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Singkatnya, Polis yang ditutup mungkin menempatkan pundi – pundi keuangan keluarga dalam resiko.



Klaim akan ditolak

Efek terburuk dari “memalsukan” atau “berbohong” dalam mengisi SPAJ / SPAK ialah ditolaknya Klaim yang diajukan.

Kisah (nyata) ini baru saja saya lihat di Twitter, dimana salah satu Nasabah mengajukan komplain kepada Perusahaan Asuransi dikarenakan Klaim yang ditolak oleh Penanggung.

Pada cuitan di atas, terlihat bahwa Penanggung memiliki dasar dan justifikasi yang kuat untuk menolak Klaim yang diajukan oleh nasabah.

Tentu saja asuransi akan menjadi kesia – siaan belaka bila manfaatnya tidak dapat diklaim. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk mengisi formulir SPAK / SPAJ secara lengkap dan benar. Sertakan riwayat kesehatan dan catatan medis bila perlu bila Nasabah tidak yakin tentang kesehatan dirinya.

Demikian himbauan dari kami kepada seluruh Nasabah yang hendak mengisi SPAK / SPAJ untuk mendapatkan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Ingat bahwa asuransi merupakan produk keuangan jangka panjang. Jangan mudah terlena oleh ucapan manis agen, melainkan kenali dan pahami produk yang dibeli serta tata cara klaim sebelum membeli.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Ternyata komisi agen asuransi sangat menggiurkan

Ternyata komisi agen asuransi sangat menggiurkan

Berjualan asuransi merupakan kegiatan yang sangat mengganggu bagi sebagian orang.

Siapa sih yang mau diajak ngobrol soal kematian dan masa depan suram karena gak punya uang?

Gak ada kan?

Namun, itulah faktanya. Kami yang berprofesi sebagai agen asuransi ini tidak memiliki pembahasan lain selain membicarakan:

  • Uang
  • Resiko kehidupan (sakit penyakit, rawat inap, meninggal)
  • Tulang Punggung yang tak lagi produktif
  • Tak ada penghasilan
  • Anak yang putus sekolah
  • Gagal tersedianya biaya pendidikan anak
  • Harta lenyap dikarenakan biaya rumah sakit yang membengkak
  • dan lain sebagainya.

Asuransi memang diciptakan untuk meminimalisir resiko di atas. Beberapa produk asuransi dapat dibeli melalui perusahaan asuransi secara langsung maupun melalui agen asuransi.

Menurut saya, agen asuransi terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Lone Wolf
  • Leader of The Pack

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang 2 jenis agen asuransi di atas:

Lone Wolf

Sesuai namanya, Lone Wolf berarti serigala yang menyendiri. Ia cenderung berburu dan berjualan seorang diri serta menikmati hasil buruan seorang diri. Agen asuransi yang seperti ini biasanya sangat menguasai produk dan jago berjualan.

Leader of The Pack

Berbeda dari lone wolf, agen asuransi yang satu ini justru menyibukkan diri dengan menyiapkan materi dan diri untuk membentuk tim yang solid, sehingga suatu saat nanti ia hanya perlu mengarahkan dan timnya yang mengeksekusi.

Di masa depan, ia akan memiliki pemasukan pasif karena timnya yang berjualan asuransi.

Kalau saya sih saat ini masih berada di tahap Lone Wolf sebelum nanti naik level menjadi Leader of The Pack. Mohon doa yhaaaaaa~



Tentu saja setiap agen asuransi memiliki cara berjualannya masing – masing yang unik. Hal ini berpengaruh pula pada komisi yang akan didapatkan. Dalam hal ini saya akan membagikan pengalaman saya yang telah berhasil menjual beberapa produk kepada nasabah.

Mending kita buka – bukaan aja yah.

Saya telah menjual 3 produk asuransi kepada 3 orang. Total FYP (First Year Premium) saya saat ini mencapai Rp. 42,000,000. Ini artinya nasabah telah menitipkan uang mereka di tahun pertama kepada Perusahaan Asuransi melalui saya yang nominalnya Rp. 42,000,000. Komisi yang saya dapatkan ialah Rp. 10,000,000

Tentu para pembaca penasaran darimana caranya saya memperoleh uang Rp. 10,000,000 tersebut.

Begini ceritanya:

Setiap produk asuransi memiliki skema komisinya masing – masing. Baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, memiliki nilai presentasi dan jangka waktu komisinya masing – masing. Saya paling suka berjualan Maestro Optima Care karena komisinya seumur hidup selama klien berlangganan produk Maestro Optima Care.

Sebagai Lone Wolf, saya membutuhkan banyak sekali tenaga dan waktu dalam berjualan. Hal ini diimbangi dengan komisi yang 100% masuk ke kantong saya. Belum lagi ditambah bonus lain – lain yang mungkin terjadi, seperti:

Consistency Bonus

Consistency Bonus merupakan bonus yang diberikan kepada agen asuransi yang berhasil berjualan asuransi secara konsisten setiap kuartal. Seorang agen asuransi Lone Wolf akan mudah mendapatkan hal ini.

Upline Commission

Bonus ini dapat dimenangkan oleh seorang agen asuransi Leader of The Pack untuk setiap penjualan yang dihasilkan oleh tim tersebut. Agen yang melakukan penjualan secara konsisten akan mendapatkan Consistency Bonus seperti yang saya bahas di atas.

Contest

Ada banyak kontes yang bisa diikuti oleh agen asuransi. Salah satunya ialah Digital Marketing kontes. Kontes ini dapat diikuti bila leads didapatkan via media daring seperti Facebook dan Linkedin. Nominalnya tentu saja bervariasi sesuai kontes yang diadakan.

Trip ke luar negeri

Bila anda sering melihat seorang agen asuransi yang kerjanya jalan – jalan di luar negeri, anda jangan langsung berpikir kalau ia merupakan seseorang yang sangat kaya dan mau menghambur – hamburkan uang dalam memamerkan liburan. BIG NO!

Faktanya, Perusahaan Asuransi kerap kali memiliki kontes berhadiah jalan – jalan ke luar negeri secara gratis. Tentu saja target penjualan yang ditentukan pun selangit.

“Well, everyone deserve a high reward for their hard work, right?”



Menurut saya, komisi asuransi seperti tanaman yang harus dipupuk dan dirawat agar ia berbuah manis. Kita semua tahu bahwa Premi asuransi cenderung meningkat seiring bertambahnya usia Tertanggung, dan komisi agen asuransi diperoleh dengan menghitung persentase dari Premi yang dibayarkan oleh Tertanggung.

Oleh sebab itu, bila Premi yang dibayarkan oleh Pemegang Polis berjumlah sedikit, maka sedikit pula komisi yang akan diperoleh oleh agen asuransi.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk memperoleh komisi selangit?

Tentu saja solusinya bukan dengan berjualan produk asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Solusi terbaik ialah menjual produk asuransi kepada konsumen yang lebih senior, sehingga Premi yang dikenakan pun sesuai dengan resiko yang dihadapi. Dengan demikian, komisi yang didapat akan semakin besar pula.

Semoga pembaca dapat tercerahkan dan mau segera bergabung dengan kami menjadi agen asuransi yang baik dan benar. UhSheUpppppp~

Intinya, komisi agen asuransi memang kecil. Namun ia bisa menjadi besar bila kita mengandalkan multiplier yang ada.

We’re hiring! Segera hubungi saya via icon Whatsapp di website ini dan bergabung dengan tim kami.

Pin It on Pinterest