Mengenali praktek diskriminasi harga yang sering terlupakan

Mengenali praktek diskriminasi harga yang sering terlupakan

Perut kenyang, hati senang, semua menang. Kira-kira itulah perasaan yang timbul setelah saya menyantap makan siang bersama keluarga di salah satu restoran all you can eat yang cukup terkenal di Jakarta bernama Hanamasa. Hanamasa merupakan restoran asal Jepang dengan hidangan makanan dan minuman yang bisa disantap sepuasnya. Anda dapat membaca dan melakukan reservasi langsung di restoran Hanamasa melalui tautan berikut ini.

View this post on Instagram

Phone over food.

A post shared by Chernenko Panjaitan (@nencorr) on

Saya tidak tahu apakah artikel yang saya tulis ini akan bermanfaat atau tidak. Namun saya kerap kali bertanya sebuah pertanyaan yang hingga kini belum saya temukan jawabannya:

Mengapa Hanamasa menerapkan harga yang berbeda bagi pelanggan untuk produk yang sama?

Bagi yang belum tahu, restoran Jepang dengan logo kepala sapi ini menerapkan harga yang berbeda bagi pelanggan dewasa dan anak-anak. Pertanyaan diatas sangat mengganggu saya, sebab restoran Hanamasa tidak membatasi porsi makanan untuk pelanggan dewasa dan anak-anak, namun mengapa ia menerapkan harga yang berbeda?

Bila ada suami istri dan 1 orang anak mereka pergi ke restoran Hanamasa, saya rasa mereka hanya perlu membayar seharga 2x tarif orang dewasa, meski anak-anak.

Atau, mengapa suami istri tersebut tidak membayar seharga anak-anak dengan dalih mereka hanya menemani putra-putri mereka makan?



Inilah yang disebut dengan Diskriminasi Harga dalam ekonomi.

Diskriminasi Harga merupakan penerapan harga yang berbeda untuk produk yang sama kepada pelanggan yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan penjualan dan pemasukan yang maksimal. Diskriminasi harga diciptakan untuk membagi konsumen menjadi klasifikasi tertentu dan memberikan harga yang pantas bagi mereka.

Salah satu contoh lain dari Diskriminasi Harga ialah perusahaan perangkat lunak Microsoft yang memberikan harga berbeda untuk Microsoft Visual Studio dengan paket tertentu, seperti:

  • Community Edition
  • Student license
  • Personal license
  • Enterprise license

Sounds familiar namun tidak pernah disadari, bukan?



Peranan Diskriminasi Harga dalam dunia digital

Dalam dunia digital yang saling terhubung dan terintegrasi dimana data is the new oil, Diskriminasi Harga sangat mungkin terjadi untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Hanya dengan 1 perangkat smartphone, “preman” di Internet dengan nama Google dapat langsung mengakses informasi di bawah ini, baik disadari maupun tidak:

  • Kebiasaan pengguna
  • Berapa banyak uang yang dihabiskan oleh pengguna dalam kurun waktu tertentu
  • Website apa saja yang dikunjungi oleh pengguna
  • Pencarian apa saja yang dilakukan oleh Pengguna

Dengan sedikit racikan dan bumbu-bumbu dari Artificial Intelligence dan Machine Learning, informasi ini dapat dimanfaatkan bagi pengusaha atau bisnis dalam mendongkrak penjualan.

Ini berarti seseorang yang sedang mencari tiket perjalanan pesawat untuk penerbangan tertentu mungkin berbeda dengan orang lain meski keduanya akan menggunakan nomor penerbangan yang sama.

Contoh serupa pula mungkin terjadi bagi seseorang yang sedang mencari produk atau barang tertentu di Marketplace maupun E-Commerce. Ia akan memberikan penawaran terbaik agar transaksi dalam keranjang segera diselesaikan dengan melakukan pembayaran.

Bila pembaca tidak ingin repot dalam mencari produk dan menentukan barang, saya merekomendasikan untuk menggunakan layanan Telunjuk yang telah sangat membantu penggunanya dalam mendapatkan penawaran terbaik dari Marketplace dan Vendor.

Bagaimana solusinya agar kita mendapatkan penawaran dengan harga terbaik?

Well, salah satu cara yang sering saya gunakan ialah bertransaksi dengan menggunakan peramban versi incognito. Dengan demikian, peramban tersebut tidak memiliki histori dan kuki yang dapat digunakan untuk mengerjakan formula dalam memodifikasi harga.

However, cara ini mungkin tidak terlalu efektif bila kita masih membiarkan akun Google kita signed in dalam peramban yang kita gunakan.

Selamat berburu harga dan penawaran terbaik di jagat raya Internet!

Sama-sama Bergerak di Perbankan Digital, Ini Perbedaan Jenius dan Digibank

Sama-sama Bergerak di Perbankan Digital, Ini Perbedaan Jenius dan Digibank

Era perbankan sekarang sudah bergerak ke arah digital. Tidak perlu lagi mengantri hanya untuk mengambil uang atau mengirim uang. Tak perlu repot bila kehilangan kartu ATM, sebab semuanya bisa dilakukan melalui Mobile Banking.

Industri perbankan dan keuangan yang bergerak ke arah digital ini pun tak hanya dibuktikan dengan platform pinjaman online yang menjamur, tetapi juga kemunculan beberapa bank berbasis digital seperti Jenius dari Bank BTPN dan Digibank dari Bank DBS.

Sudah mendengar informasi mengenai kedua bank ini namun masih bingung memilih yang mana?

Berikut adalah beberapa perbedaan Jenius dan Digibank yang bisa jadi pertimbangan sebelum membuka rekening nanti.

Biaya Administrasi

Baik Jenius maupun Digibank, sama-sama membebaskan biaya administrasi bulanan. Untuk transaksi seperti transfer antar bank, Jenius dan Digibank pun memiliki kebijakan serupa.

Keduanya membebaskan biaya transaksi dengan saldo minimal Rp 1 juta setiap bulan. Jika kurang dari itu, maka transaksi transfer antar bank dikenakan biaya. Biaya yang dikenakan pun berbeda antara Jenius dan Digibank.



Untuk saldo rata-rata Rp 1 juta per bulan, Jenius membebaskan biaya transfer antar bank sebanyak 25 kali dan 25 kali gratis tarik tunai di ATM manapun. Namun jika kurang dari itu, kita akan kena biaya sekitar Rp 7 ribu per transaksi.

Sementara Digibank, dengan saldo rata-rata Rp 1 juta setiap bulan, nasabah bisa melakukan transfer dan tarik tunai tanpa batasan dengan gratis. Jika saldo kurang dari Rp 1 juta, baru dikenakan biaya untuk masing-masing transaksi.

Pembukaan Rekening

Untuk membuka rekening Digibank, kita harus datang ke cabang Digibank atau outlet yang ditunjuk. Keperluannya adalah untuk melakukan perekaman biometrik, yang sementara ini baru bisa dilakukan di Jabodetabek dan beberapa kota besar di Indonesia.

Sementara pembukaan rekening Jenius bisa dibilang lebih mudah, karena tidak memerlukan rekaman biometrik yang mengharuskan nasabah datang ke tempat tertentu. Hanya perlu mengunduh aplikasi dan mendaftar secara online, rekening bisa dibuka dan kartu ATM akan dikirimkan ke alamat kita.

It’s a new way of banking, isn’t it?

Luas Jangkauan

Soal luas jangkauan, baik Jenius maupun Digibank sama-sama bisa digunakan di berbagai kota di Indonesia. Keduanya sama-sama bisa tarik tunai di ATM bank manapun, dan transaksi non tunai bisa dilakukan di manapun selama ada sinyal internet di ponsel.

Tidak hanya di Indonesia, Jenius dan Digibank sama-sama bisa digunakan di luar negeri. Jangkauannya sama luas, baik di Benua Asia hingga Eropa.



Pembukaan Deposito

Jenius dan Digibank memberikan bunga yang cukup besar untuk pembukaan deposito. Namun Digibank memberikan kemudahan yang lebih fleksibel untuk yang satu ini.

Mulai dari saldo Rp 1 juta, kita sudah bisa membuka rekening deposito di Digibank. Di sisi lain, Jenius, kita baru bisa membuka deposito dengan saldo minimal Rp 10 juta. Bunga yang diberikan oleh Digibank pun lebih besar, yaitu 6,50 p.a per tahun.

Sementara Jenius memiliki bunga mulai dari 6% per tahun. Namun saldo di deposito lebih mudah diambil sewaktu-waktu ketika diperlukan, tanpa biaya penalti.

Fitur Andalan

Jenius memiliki beberapa fitur andalan seperti Dream Saver untuk keperluan yang sudah direncanakan sejak jauh hari. Sementara Digibank memiliki fitur Spending Tracker yang memudahkan kita untuk melacak transaksi dan membuat perencanaan untuk keperluan keuangan di masa mendatang.

Bagi yang menyukai kemudahan transaksi, Digibank memiliki fitur Virtual Assistant yang memudahkan melakukan berbagai hal di aplikasi. Sementara Jenius menawarkan kemudahan berupa beberapa pilihan kartu ATM yang berbeda dan bisa diberikan kepada keluarga atau kerabat, namun menggunakan satu rekening utama untuk kontrol keuangan.

Well, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Mau pilih Jenius atau Digibank, pilihan ada di tangan kita.

Selamat memilih!

Apa Itu Digibank? Ini 5 Hal yang Kamu Harus Tahu

Apa Itu Digibank? Ini 5 Hal yang Kamu Harus Tahu

Dunia perbankan ikut bergerak dinamis seiring perkembangan zaman yang berpacu dengan teknologi terbaru. Sekarang, sudah bukan zamannya lagi menghabiskan waktu mengantre di bank untuk melakukan transaksi. Hanya dengan beberapa sentuhan, kita dapat melakukan banyak aktifitas perbankan seperti:

  • Melihat saldo
  • Melihat rekapitulasi cashflow
  • Berinvestasi
  • Berinvestasi di Sukuk Tabungan seperti artikel di bawah ini:

Semuanya, kini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat telepon dan semua gawai yang bisa terhubung dengan Internet. Transaksi perbankan jadi lebih ringkas dan mudah, yang salah satunya dipersembahkan oleh Digibank.

Apa Itu Digibank?

Seperti namanya, ini adalah layanan digital persembahan dari Bank DBS yang diluncurkan pada tahun 2017 lalu. Mengusung nama Digibank, layanan ini ditujukan untuk mereka yang berjiwa muda, mencari kemudahan transaksi dan pastinya memberikan banyak keuntungan daripada bank konvensional.



Karena berbasis digital, pastinya kita perlu mengunduh aplikasi Digibak terlebih dahulu sebelum membuka rekening. Proses pembukaan rekeningnya pun mudah, bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Tapi, tetap ada perekaman biometrik yang hanya bisa dilakukan di beberapa tempat yang sudah ditunjuk. Buat perekaman biometrik ini, kita harus buka web resmi Digibank, ya!

Hal-Hal Yang Harus Kita Tahu Soal Digibank

Banyak hal menarik yang dimiliki oleh layanan Digibank by DBS ini. Lima di antaranya adalah sebagai berikut:

Punya Virtual Assistant yang Membantu Banget!

Punya rekening di Digibank, artinya kita punya asisten virtual yang siap sedia selama 24 jam penuh, 7 hari dalam seminggu. Kapanpun kita perlu bantuan dengan urusan perbankan, asisten virtual dari DBS selalu siap sedia.

Berbeda dengan bank lain, asisten virtual milik Digibank berbasis Artificial Intelligence. kita bisa melakukan transaksi dengan memberikan instruksi secara mudah, dengan menyebut kebutuhan perbankan menggunakan perintah suara atau voice recognition. Keren banget kan?

Ada Spending Tracker buat Cek Transaksi dan Merencanakan Keuangan

Kemana ya perginya uangquuu??????????

Setiap orang pasti pernah mempertanyakan hal yang sama. Kemana perginya uang yang baru saja mendarat di rekening masing-masing. Salah satu penyebabnya ialah kita lalai dalam mengelola uang yang menyebabkan besar pasak daripada tiang.

Salah satu fitur yang ditawarkan oleh Digibank untuk meminimalisir munculnya pertanyaan tersebut ialah Spending Tracker. Dengan fitur ini, kita bisa membuat rencana anggaran untuk keperluan khusus.



Selain itu, fitur Spending Tracker juga bisa melacak ke mana saja uang kita pergi dan menganalisis tren keuangan kita selama periode tertentu. Melalui Spending Tracker, nggak ada lagi cerita nggak tau ke mana uang kita habis.

Buka Deposito Bunga Tinggi dengan Saldo Minim

Buka deposito nggak harus pakai saldo puluhan juta. Di Digibank, kita sudah bisa punya deposito dengan saldo mulai Rp 5 juta saja. Pembukaan rekening mudah, bunga yang ditawarkan pun bersaing. Saat ini, bunga yang ditawarkan Digibank mencapai 6,25% tiap tahunnya. Cukup menggiurkan!

Perlu diingat bahwa bunga tersebut mungkin berubah-ubah mengacu pada kebijakan dan suku bunga Bank Indonesia.

Keamanan Transaksi Dapat Dipertanggungjawabkan

Nggak perlu khawatir dengan keamanan transaksi perbankan meski semua kegiatan berlangsung secara online. Digibank menyematkan sistem pengamanan terbaik, dengan penanaman Soft Token yang memudahkan transaksi dan menjaganya tetap aman.

Dengan soft token ini, kita nggak perlu menunggu pemberitahuan OTP lewat SMS. Namun pengamanan yang diberikan, lebih tinggi daripada penggunaan OTP seperti yang diberlakukan kebanyakan bank lain.

Bebas Biaya Transfer dan Tarik Tunai Hingga Transaksi Ratusan Juta

Khusus poin yang ini, sobat misqueen can’t relate.

Pening dengan batasan transaksi transfer, baik sesama atau antar bank dalam sehari? Dengan Digibank, hal itu nggak akan kita alami.

Per hari, nasabah Digibank bisa melakukan transfer dana hingga Rp 200 juta per transaksi. Dan dalam satu hari, kita bisa transfer sampai Rp 500 juta. Jumlah ini jauh melebihi batasan yang diberikan oleh bank konvensional pada umumnya.

Transaksinya sendiri tidak dikenakan biaya alias gratis. Dengan syarat, saldo minimal yang mengendap di rekening adalah Rp 1 juta.

Menarik kan penawaran dari Digibank?

Tips dan trik melakukan jasa gestun via Marketplace

Tips dan trik melakukan jasa gestun via Marketplace

Tokopedia merupakan salah satu toko online yang cukup di kenal di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari similarweb, 97% pengunjung tokopedia berasal dari negara Indonesia, dengan total kunjungan hingga 188,82 juta kunjungan.

Salah satu jasa yang cukup terkenal dalam dunia Internet ialah jasa Gestun atau Gesek Tunai. Gesek Tunai merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencairkan saldo dalam Kartu Kredit dalam bentuk uang tunai.

Bank menerbitkan kartu kredit dengan tujuan menguntungkan kedua belah pihak antara Produsen dan Nasabah. Nasabah dapat membeli apapun melalui kartu kredit secara mudah, penjualan Produsen pun dapat terbantu dengan kemudahan cara bayar yang ditawarkan oleh Bank kepada konsumen. Simbiosis mutualisme terjadi disini.

Akan tetapi, Bank bisa jadi dirugikan bila kartu kredit digunakan untuk Gesek Tunai.

Bagaimana proses terjadinya Gesek Tunai?

Kartu kredit dapat digunakan untuk menarik uang dari ATM layaknya kartu debit. Namun jarang sekali nasabah melakukan hal ini dikarenakan fee dan bunga yang dikenakan cukup tinggi. Kreatifitas pembeli dan penjual mewujudkan suatu “produk” baru yang dinamakan Gestun.

Pembeli yang ingin melakukan jasa Gesek Tunai dapat mendatangi toko fisik serta menghubungi penjual yang telah memiliki mesin EDC. Kemudian pembeli menggesek kartu kredit dalam mesin EDC tersebut untuk menciptakan kesan telah terjadi pembelian dalam toko penjual. Kemudian, saldo dalam kartu kredit akan berkurang sesuai nominal yang diinput dalam EDC, dan otomatis terkirim ke rekening penjual.



Kemudian, penjual akan memberikan uang tunai dalam wujud cash dikurangi biaya yang telah disepakati oleh pembeli dan penjual. Dengan demikian pembeli telah berhasil melakukan penarikan tunai via Kartu Kredit dengan biaya yang terjangkau.

Peranan E-Commerce dalam mempermudah proses Gestun

Kehadiran Marketplace yang sedang menjamur dinilai akan mempermudah proses Gestun. Berbeda dengan contoh kasus diatas, transaksi dan komunikasi dilakukan dalam lingkup E-Commerce dimana penjual dan pembeli dapat berkomunikasi. Marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli dan Shopee pun telah mendukung pembayaran kartu kredit, sehingga proses Gestun tetap dapat dilakukan melalui Marketplace.

Pembeli yang ingin melakukan jasa Gestun dapat menghubungi penjual via Marketplace. Kemudian penjual akan membuat produk dengan harga yang sesuai dengan nominal yang ingin dicairkan dalam Marketplace. Produk bisa berwujud apa saja, seperti secarik kertas, gumpalan kardus, atau apapun. Selanjutnya pembeli akan membeli produk tersebut dan melakukan pembayaran via kartu kredit.

Marketplace yang tidak jeli akan mencatat transaksi ini sebagai proses jual beli seperti biasa. Ketika dana pembeli sudah diterima oleh Marketplace, selanjutnya Marketplace akan memerintahkan penjual untuk mengirim barang. Setelah barang terkirim, maka pembeli akan melakukan konfirmasi agar dana pembeli di tangan Marketplace dapat segera diteruskan ke rekening penjual.



Setelah dana masuk ke rekening penjual, selanjutnya penjual akan mengirimkan uang tunai yang disepakati dikurangi fee yang dikenakan.

Perhatikan 2 buah kejanggalan dalam proses ini:

  • Penjual membuat produk dengan harga yang tidak masuk akal.
  • Penjual akan melakukan pengiriman fiktif, dengan tujuan untuk mendapatkan nomor resi dan melanjutkan proses dalam Marketplace.

Pertanyaan, bagaimana cara untuk mengurangi atau menghentikan proses Gesek Tunai yang dilakukan dalam Marketplace?

Cara transfer uang via layanan BCA QRku secara praktis!

Cara transfer uang via layanan BCA QRku secara praktis!

Di jaman seperti ini, banyak aplikasi dikembangkan untuk mempermudah hidup kita. Saya ingat tahun 2007 silam lalu ketika kami sekeluarga hendak beribadah ke gereja menggunakan Taxi. Ada 2 cara untuk memanggil taxi untuk datang ke depan rumah yang lokasinya di pelosok desa, yakni:

  • Papa saya berkeliling mencari taxi kosong, kemudian memanggilnya untuk datang ke rumah.
  • Menelepon ke layanan call center taxi tersebut untuk dikirimkan taxi ke depan rumah dengan menyertakan alamat lengkap.

Kini muncul aplikasi Gojek yang mempermudah saya dalam memanggil taxi dalam sekejap. Hanya dengan beberapa tap, saya bisa memesan taxi kapanpun dan dimanapun saya inginkan. Praktis bukan?

Hal praktis lain yang mungkin kita temukan ialah dalam melakukan aktifitas atau kegiatan perbankan seperti mengirim uang. Saya ingat ketika tahun 2009 / 2010 ketika saya memulai bisnis sampingan sebagai money changer Paypal. Pada waktu itu saya cukup harus melihat mutasi rekening dan mengirim uang via Internet Banking. Berikut langkah yang saya lakukan untuk mengirim uang via Internet Banking BCA:

  • Saya perlu mendaftarkan rekening penerima terlebih dahulu dan menginput beberapa digit dalam token keyBCA.
  • Setelah rekening berhasil terdaftar, saya dapat mengirim uang dengan memilih nomor rekening tujuan dari daftar transfer, menginput nominal serta berita transfer dan menginput beberapa digit dalam token keyBCA
  • Sebagai konfirmasi terakhir, saya perlu menginput beberapa digit dalam token keyBCA (sekali lagi)

Hal yang cukup mengganggu dalam proses diatas ialah menginput keyBCA yang harus diinput manual. Fiuh, cukup melelahkan ya?

Thou shalt fear not, QRku is here!

Apa itu layanan QRku?

QRku merupakan layanan mobile banking yang dikembangkan oleh Bank BCA untuk memudahkan nasabahnya dalam melakukan transfer uang kepada sesama pemilik rekening BCA.

Cara kerjanya cukup sederhana, pengirim uang hanya perlu melakukan login dan melakukan scan QR code penerima. Kemudian pengirim dapat menginput nominal yang diinginkan dan menginput mPin yang telah ditetapkan. Voila! uang terkirim dengan mudah.

Layanan ini serupa dengan uang elektronik Go-Pay. Perbedaan yang paling terlihat ialah layanan BCA QRku secara otomatis mendebet uang dari rekening. Perbedaan ini mungkin jadi salah satu acuan mengapa Gojek dan layanan BCA QRku untuk melakukan topup Gopay seperti yang pernah saya bahas dalam artikel ini.

Tentu saja layanan QRku ini sangat membantu saya dalam melakukan pembayaran maupun transfer uang kepada sesama pemilik rekening BCA. Saya tidak perlu khawatir bila keyBCA saya tertinggal atau mengalami kerusakan, sehingga bisnis saya tetap dapat berjalan. Kehadiran QRku juga mempermudah saya dalam menerima uang. Saya tidak perlu menghafal nomor rekening yang saya miliki, melainkan hanya perlu mengirimkan gambar QR code atas rekening saya. Saya akan mendapat notifikasi bila seseorang mengirimkan uang via QRku secara realtime.

Cara membuat QRcode dan membagikannya kepada pengirim uang

Aplikasi mobile banking BCA telah dilengkapi dengan fitur untuk membuat QRcode sehingga pembaca tidak perlu repot melakukan screenshot untuk mendapatkan QRcode.

Untuk membuat QRcode, pembaca harus masuk kedalam menu QR pada gambar pertama diatas. Kemudian aplikasi mbanking BCA akan menayangkan tampilan sesuai gambar kedua. Pada tampilan gambar kedua tersebut, kita bisa membuat QRcode dan melakukan scan pada QRcode orang lain untuk mengirim uang. Kita juga dapat mengunggah gambar QRcode untuk mengirim uang.

Bila ingin membuat QRcode, lakukan tap show QR pada gambar kedua, kemudian aplikasi mbanking BCA akan menampilkan tampilan sesuai gambar ketiga. Tap pada tombol share agar aplikasi QRku menghasilkan QRcode dalam bentuk gambar, dan mengirimkannya kepada pengirim uang via bervariasi media seperti Whatsapp, Instagram, Twitter, dan aplikasi lainnya yang terpasang dalam Smartphone.

 

Terima kasih QRKu!

 

Cara praktis dan mudah isi Go Pay melalui BCA OneKlik

Cara praktis dan mudah isi Go Pay melalui BCA OneKlik

Beberapa waktu lalu Gojek secara resmi merilis cara alternatif dalam melakukan topup saldo Gopay. Salah satu unicorn asal Indonesia tersebut bekerja sama dengan Bank BCA untuk menambah cara alternatif dalam melakukan topup saldo Gopay. Keja sama ini dinilai membawa dampak positif bagi kedua bisnis. Nasabah BCA diharapkan lebih memilih menggunakan Gojek serta pengguna Gojek diharapkan dapat membuka dan memilih Bank BCA sebagai partner dalam menyimpan uang.

Cara kerjanya cukup simpel. Sebelum mendaftar dan mengaktifkan layanan topup saldo Gopay melalui BCA OneKlik, terlebih dahulu nasabah Bank diwajibkan untuk mengaktifkan layanan Mobile Banking pada Smartphone. Layanan Mobile Banking dinyatakan aktif apabila nasabah dapat mengirim uang atau melakukan pembayaran via aplikasi mBCA. Pembaca dapat mengunjungi KCP BCA terdekat untuk info lebih lanjut secara rinci terkait pendaftaran dan aktivasi layanan Mobile Banking dari Bank BCA.

Lalu, bagaimana cara melakukan topup saldo gopay melalui BCA OneKlik?

Pengguna yang belum mengaktifkan layanan BCA OneKlik wajib mendaftarkan nomor kartu  sebagai sumber dana yang digunakan untuk mengisi saldo . Setelah berhasil melakukan beberapa verifikasi via SMS, nomor kartu yang digunakan telah tersimpan dalam aplikasi Gojek untuk keperluan.

Selanjutnya, pengguna dapat melakukan klik Topup pada halaman utama dalam aplikasi Gojek dan memilih nominal yang diinginkan. Pengguna juga diperkenankan untuk menginput nominal secara manual. Gojek akan menampilkan berapa nominal yang akan digunakan untuk topup serta biaya admin yang dikenakan. Tetep ajah kena biaya admin sebesar seribu perak tjuy. . . . .

Terakhir,  pengguna akan diminta untuk menginput PIN yang telah didaftarkan dalam aplikasi sebagai konfirmasi sekaligus  mengamankan transaksi dari orang yang tidak berhak

Setelah dihitung, saldo Gopay saya telah bertambah sesuai dengan nominal yang saya inginkan dalam waktu kurang dari 10 detik sejak konfirmasi. Begitu instan, cepat, dan praktis. Salut kepada Gojek dan Bank BCA yang senantiasa melakukan inovasi dan pengembangan produk dalam aplikasi Fintech.

Setelah selesai, maka saldo Gopay akan segera bertambah dan dana pada rekening atas nomor kartu yang didaftarkan akan terdebet secara otomatis, sehingga pengguna Gojek tidak perlu pergi ke indomart / alfamart / membuka browser kemudian login dan menggunakan Token BCA hanya untuk melakukan topup saldo Gopay.

Keunggulan lainnya ialah pengguna Gojek dapat membatasi berapa maksimum dana yang bisa didebet secara instan melalui layanan BCA OneKlik setiap harinya.

Demikian Cara praktis topup saldo Gopay melalui BCA OneKlik. Mudah bukan?

Pin It on Pinterest