Terkadang kita harus menerima bahwa menutup polis asuransi merupakan jalan terbaik ketika ekonomi menghimpit. Namun, saya menemukan masih banyak orang di media sosial seperti Twitter, Threads, hingga Facebook. Tidak sedikit dari mereka yang sudah tidak berhubungan dengan agen asuransi karena 1 dan lain hal.
Itulah alasan mengapa saya menulis polis ini.
Konsekuensi menutup polis asuransi
Semua keputusan finansial pasti memiliki konsekuensinya masing-masing. Berikut konsekuensi menutup polis asuransi yang wajib dipahami oleh nasabah sebelum memutuskan untuk mengakhiri polis:
Perlindungan dan manfaat asuransi akan berakhir
Setiap asuransi pasti memiliki tujuan finansial jangka panjang, diantaranya:
- Melunasi utang
- Menyiapkan tabungan pendidikan anak
- Menyiapkan tabungan untuk membeli rumah
- Menyiapkan dana pernikahan
- Menabung untuk membeli kendaraan
- dan banyak lagi tujuan lainnya
Dengan ditutupnya asuransi, maka seluruh manfaat yang terkandung dalam polis akan berhenti dan ini berarti tujuan tersebut bisa sangat mungkin tidak tercapai dalam waktu yang telah ditentukan.
Tuan Ryan merupakan seorang bapak dengan 1 anak yang masih kecil. Ia membutuhkan waktu 10 tahun untuk menyiapkan tabungan pendidikan bagi anaknya. Pada tahun pertama, ia memutuskan untuk mulai menabung sekaligus membeli produk asuransi jiwa AXA Term Protector.
Di tahun ketiga, ia merasa produk asuransi jiwa yang ia beli tidak memiliki nilai investasi seperti yang diceritakan oleh teman-temannya. Merasa kecewa dengan produk yang ia beli, akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri polis asuransi jiwa dan melanjutkan tabungan yang sedang ia himpun.
Masuk tahun kelima, ia mulai sakit-sakitan dan fisiknya tak lagi prima. Kantor melakukan PHK massal dan ia salah satu pegawai yang terkena imbasnya. Naas, Tuan Ryan yang stres dan depresi paska PHK massal menyebabkan kesehatannya menurun. Ia pun menutup usia pada tahun keenam.
Konsekuensinya?
Jelang tahun keenam, ia hanya mampu menyiapkan 60% dari tabungan pendidikan yang ia usahakan. Karena ia mengakhiri polis asuransi jiwa lebih awal, maka ia tidak mendapatkan manfaat atas risiko tutup usia yang bisa digunakan untuk menutupi 40% kekurangan dana dari target awal. Singkatnya, istrinya yang menjadi ibu rumah tangga harus berupaya keras mencari dana demi menutupi 40% kekurangan dana tersebut.
Padahal kalo asuransi jiwanya masih ada, istri berhak mengajukan klaim. Bila Tuan Ryan umur panjang hingga tahun kesepuluh, ia berhasil menyiapkan dana tabungan sesuai timeline dan berhak atas manfaat pengembalian premi sebesar 110% dari Premi yang ia bayar setiap tahunnya selama 10 tahun.
Nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak bisa diulang, hanya penyesalan yang terjadi belakangan.
Pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh polis asuransi itu sendiri. Salah satu produk yang mau saya ambil sebagai contoh adalah asuransi jiwa AXA Term Protector yang memiliki manfaat pengembalian premi sebesar 110% dari seluruh premi asuransi yang telah dibayarkan. Namun ketentuan tersebut hanya berlaku bila polis asuransi ditutup ketika kontrak asuransi telah selesai.
Ketentuan lain yang mengatur pengembalian premi ketika menutup polis ialah Free Look Period atau Masa Bebas Lihat. Free Look Period merupakan tenggat waktu yang diberikan oleh perusahaan asuransi bagi Pemegang Polis untuk mempelajari isi polis, syarat, ketentuan, klausul secara rinci dan memastikan bahwa Polis Asuransi yang dibeli telah sesuai dengan kebutuhan.
Pemegang Polis berhak mendapatkan Pengembalian Premi bilamana Polis Asuransi ditutup dalam tenggat waktu Free Look Period.
Masih ada produk lain yang memiliki manfaat serupa yang disesuaikan dengan syarat, ketentuan, dan klausul masing-masing produk. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Pemegang Polis untuk memahami produk asuransi serta isi polis juga manfaat yang terkandung didalamnya.
Berikut cara melakukan penutupan polis asuransi:
Hentikan pembayaran premi
Polis Asuransi umumnya memiliki 2 jenis cara pembayaran:
- Pembayaran manual via Transfer VA
- Pembayaran autodebet via Kartu Kredit / Autodebet rekening
Pada cara pembayaran manual via Transfer VA, nasabah hanya perlu stop pembayaran. That’s it. Case closed.
Yang agak repot ialah bila pembayaran premi dilakukan secara autodebet.
Cara paling jitu menghentikan pembayaran premi autodebet kartu kredit ialah dengan melakukan menutupan Kartu Kredit. Cara ini dinilai sangat ampuh dalam menghentikan autodebet, namun ia memiliki konsekuensi lainnya.
Bila kita menutup kartu kredit, artinya seluruh cicilan dan autodebet termasuk tunggakan yang terdaftar pada kartu kredit tersebut akan terhenti, sehingga mengganggu layanan berjalan yang dinikmati diantaranya:
- Langganan Netflix / Spotify
- Autodebet PDAM / BPJS
- Tunggakan elektronik / SPP sekolah
- dan lain sebagainya
Balik lagi, setiap keputusan keuangan pasti ada efek sampingnya. Sangat penting untuk memahami efek sampingnya sebelum mengambil keputusan.
Opsi terakhir yang dapat dilakukan ialah dengan mengosongkan saldo pada rekening. Meskipun demikian, sistem asuransi akan tetap mendebet rekening secara berkala dan bilamana tersimpan saldo yang mencukupi dalam rekening, maka saldo tersebut akan terdebet secara otomatis. Paling tidak rekening perlu dikosongkan hingga polis asuransi menjadi tidak aktif (Lapsed).
Jika dirasa cara tersebut masih kurang ampuh, bisa dicoba dengan cara lainnya yakni menutup rekening sehingga autodebet asuransi akan gagal 100% dan polis akan menjadi lapsed.
Mengajukan penutupan polis kepada perusahaan asuransi
Saya bilang langkah ini merupakan langkah yang paling sopan. Ibarat nasabah yang sedang berada dalam rumah perusahaan asuransi, ia pamit dan hendak meninggalkan rumah (polis asuransi). Tuan rumah (perusahaan asuransi) akan berusaha meretain nasabah agar tidak meninggalkan rumah tersebut.
Beberapa langkah diantaranya:
- Mengisi formulir pembatalan / penutupan polis asuransi
- Melengkapi beberapa dokumen yang diminta seperti KTP, buku polis / kartu asuransi dan lain sebagainya.
Selanjutnya perusahaan asuransi akan menutup polis dan proses autodebet akan dihentikan.
Intinya deh
Menutup polis asuransi bukanlah proses yang melelahkan seperti yang orang-orang apalagi netijen ceritakan. Kita hanya perlu tahu cara dan mengikuti prosedurnya secara step by step. Bila ada pertanyaan atau kendala, jangan sungkan menghubungi agen asuransi terpercaya di kota anda untuk mendapatkan bantuan / advise terkait rencana untuk melakukan penutupan polis asuransi.