Mengapa orang tua tidak membutuhkan asuransi pendidikan?

Asuransi | 0 comments

Belakangan ini masih menjumpai banyak sekali agen asuransi yang berjualan asuransi dengan konsep Asuransi Pendidikan. Padahal kalau dibedah dari sisi kebutuhannya lebih lanjut, mayoritas orang tua pasti beranggapan bahwa Dana Pendidikan akan cenderung meningkat seiring berjalannya waktu.

Problemnya adalah ketika Dana Pendidikan meningkat, solusi yang seringkali ditawarkan kepada orang tua adalah menyiapkan asuransi pendidikan. Jadinya debat kusir antara permasalahan dengan solusi yang gak nyambung.

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan kembali tentang asuransi pendidikan dan mengapa banyak orang tua menghabiskan uang untuk produk yang tidak mereka perlukan.

Sorry to say, tapi Yes dan benar adanya. Seringnya itu adalah gimmick marketing yang digunakan untuk mengontrol emosi prospek dan membuat mereka untuk take action sedini mungkin yang didorong oleh rasa takut, cemas, dan panik yang berlebihan.

Jujur aja. Pendidikan bukanlah sebuah risiko. Jadi gak ada tuh yang namanya asuransi pendidikan dan gak seharusnya kita dilindungi oleh asuransi pendidikan.

Mengapa kita gak perlu (ditanggung oleh) asuransi pendidikan?

Ketika seorang anak lahir, maka sebagai orang tua kita sudah bisa memperhitungkan kapan anak memasuki jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, hingga Universitas. Waktunya sudah pasti dan sudah terukur (kecuali anak mengalami tinggal kelas). Nominalnya pun bisa diprediksi dengan menggunakan TVM (Time Value Money) Calculator.

Asumsi biaya masuk TK tahun ini adalah 50jt, maka kita bisa memperhitungkan berapa biaya masuk TK 5 tahun lagi dengan memperhitungkan variabel yang namanya inflasi.

Setelah dihitung menggunakan TVM Calculator, akhirnya kelihatan bahwa 5 tahun lagi kita akan membutuhkan sejumlah uang. Berdasarkan angka ini, kita bisa melakukan perencanaan keuangan sebagai berikut:

  • Berapa uang yang perlu disetorkan setiap bulannya
  • Instrumen investasi apa yang pertumbuhannya tepat sesuai kebutuhan?
  • Bagaimana pertumbuhan dana atas investasi yang dipilih? Apakah menguntungkan?
  • Apa risikonya?
  • Berapa besar potensi kerugiannya?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghimpun dana tersebut

Disinilah Asuransi Jiwa berkontribusi terhadap rencana keuangan jangka panjang.

Jika kita berbicara waktu, maka kita sedang berurusan dengan risiko. Dimana ada waktu, disitu ada risiko. Disinilah kita memerlukan peranan asuransi jiwa untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dalam perjalanan kita menghimpun dana tersebut. Tentu saja kita gak perlu asuransi bila kita kebal risiko. Hehehehe

Salah satu risiko yang saya maksud ialah risiko tutup usia dimana Tertanggung / tulang punggung tidak mampu melanjutkan perjuangannya untuk menghimpun dana, sehingga kekurangan dana tersebut bisa kita klaim atas manfaat tutup usia dalam produk asuransi jiwa seperti AXA Term Protector.

Akhir kata,

Melalui case diatas, kita dapat memahami bagaimana cara terbaik dan paling bijak dalam menyiapkan tabungan pendidikan. Komposisi antara asuransi dan tabungan pendidikan sudah sewajarnya dikelola secara seimbang dan alangkah tidak bijak bila kita menghamburkan lebih banyak uang pada asuransi atau investasi.

Asuransi buat jagain tabungan dari risiko, Investasi buat menggandakan tabungan.

Jangan kebalik

Nanti kita bahas beberapa opsi investasi yang dapat digunakan untuk menghimpun tabungan pendidikan sesuai timeframe masing-masing.

Stay tuned!