Tabungan pendidikan dan asuransi jiwa akhirnya dikemas dalam 1 paket

Asuransi

Masih banyak orang yang percaya bahwa asuransi dan investasi akan memberikan mereka manfaat ganda. Asuransi memberikan perlindungan sementara investasi meningkatkan kekayaan. Keduanya seakan memberikan keuntungan ganda bagi Pemegang Polis yang dilindungi oleh asuransi. Walau faktanya, kita tahu sendiri biaya-biaya yang dikenakan ketika kita dijamin oleh asuransi unit link.

Tulisan ini akan mengangkat tentang produk AXA Term Protector dana bagaimana ia menjadi produk yang diandalkan bilamana seseorang membutuhkan tabungan pendidikan dan asuransi jiwa dalam 1 paket.

Apa itu asuransi jiwa AXA Term Protector?

Asuransi jiwa AXA Term Protector merupakan asuransi jiwa yang dilengkapi dengan 3 manfaat utama:

  • Perlindungan dari risiko tutup usia
  • Perlindungan dari risiko tutup usia akibat kecelakaan
  • Manfaat pengembalian premi pada akhir kontrak.

3 manfaat tersebut akan dijelaskan secara rinci dibawah ini:

Manfaat ini hanya bisa diklaim bila Tertanggung mengalami risiko tutup usia. Termaslahat berhak melakukan klaim asuransi jiwa senilai 100% Uang Pertanggungan yang disepakati antara Pemegang Polis dan Perusahaan Asuransi.

Manfaat ini hanya bisa diklaim bila Tertanggung mengalami risiko tutup usia akibat kecelakaan seperti:

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Olahraga
  • dan lain sebagainya yang sifatnya accidental dan diluar dari daftar pengecualian

Termaslahat berhak melakukan klaim asuransi jiwa senilai 200% dari Uang Pertanggungan yang disepakati antara Pemegang Polis dengan Perusahaan Asuransi.

Manfaat ini hanya bisa diklaim bila Tertanggung berhasil menyelesaikan pembayaran premi hingga akhir kontrak. Seluruh Premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan kepada Pemegang Polis dan diberikan bonus 10% dari total premi yang telah dibayarkan. Dengan kata lain, Premi yang dikembalikan ialah 110% dari Premi yang telah disetorkan.

Dengan kata lain, AXA Term Protector memberikan Peace Of Mind jangka pendek sesuai kontrak yang dipilih mulai dari 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun.

Mengapa AXA Term Protector direkomendasikan untuk menyiapkan tabungan pendidikan?

Setelah membaca Rincian Produk & Layanan (RIPLAY) secara menyeluruh dan rinci, akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa AXA Term Protector direkomendasikan untuk menyiapkan tabungan pendidikan dengan alasan berikut ini:

Asuransi Unit Link merupakan kombinasi antara asuransi dengan investasi dalam 1 paket. Permasalahannya ialah kinerja investasi sangat bergantung pada Market, Mikro, dan Makro ekonomi. Belum lagi asuransi unit link memiliki banyak sekali jenis biaya yang harus dilunasi, seperti:

  • Cost of Insurance
  • Cost of Rider
  • Biaya topup
  • Biaya admin
  • Biaya penghentian polis
  • Biaya pengalihan dana
  • Biaya akuisisi
  • dan banyak lagi biayanya

Dengan kata lain, jangan harap dana bisa berkembang bila potongan-potongan dan biaya ada dimana-mana.

Berbeda dari kinerja investasi unit link yang fluktuatif dan dipenuhi biaya, AXA Term Protector justru menjamin pertumbuhan dana sebesar 10% dari total premi yang disetorkan. Jika Bank memberikan bunga Deposito sebesar 2%-3% per tahun dan Reksadana memberikan bunga 7%-15% untuk kinerja yang fluktuatif, maka AXA Term Protector justru memberikan bunga 10% (tidak lebih dan tidak kurang) bagi Pemegang Polis yang berhasil menyelesaikan masa pembayaran dari awal hingga selesai tanpa ada klaim.

AXA Term Protector memiliki durasi masa pembayaran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pemegang Polis. Durasi Masa Pembayaran yang dapat dipilih adalah:

  • 3 tahun
  • 5 tahun
  • 10 tahun

Bila Pemegang Polis menentukan masa perlindungan AXA Term Protector selama 30 tahun dan memilih masa pembayaran premi hanya 3 tahun, maka AXA Term Protector

Berbeda dari asuransi penyakit kritis atau asuransi kesehatan yang Preminya cenderung meningkat setiap tahunnya, asuransi jiwa AXA Term Protector justru memiliki Premi flat sehingga costnya dapat dimanage seiring berjalannya waktu.

Langsung ke intinya aja dah!

Intinya adalah tabungan dan asuransi harus sama kuat. Jangan sampai tabungannya terlalu besar sehingga bila terjadi risiko justru hancur semuanya. Berlaku juga sebaliknya. Jangan sampai porsi asuransi terlalu besar sehingga dana / capital tidak berkembang karena bayarin premi yang terlalu banyak.

Yang seimbang seimbang sajalah~