Rahasia Festival Lamu Cultural Festival di Kenya Terungkap

Liburan | 0 comments

Aduh, pertama kali ke sana aku panik gara-gara bagasi nyasar di Nairobi.

Untung aku bawa asuransi perjalanan, jadi urusan klaim cepat beres.

Kalau kamu baru mau berangkat, waspadai penerbangan penuh dan jalanan berdebu menuju dermaga.

Saya cerita santai ya, karena itu saya bilang asuransi itu penting.

Biasanya festival berlangsung setiap tahun pada akhir November.

Acara utama berlangsung 4 sampai 7 hari di Lamu Old Town.

Lamu Old Town terdaftar UNESCO sejak 2001, lokasi ini unik dan penuh lorong sempit.

Antara Manda Airport ke Lamu Town hanya butuh perahu 10 menit.

Ritual & Suasana

Pagi dipenuhi pasar rempah dan henna di sudut kota tua.

Senja lazimnya diisi tarian Taarab dan parade perahu dhow bergemuruh.

Warga setempat menjaga tradisi Swahili lewat musik, puisi, dan masakan.

Mereka melakukan ini untuk merayakan warisan laut dan perdagangan lama.

Ada lomba perahu dhow, karnaval, lomba keledai, dan seni ukir kayu.

Keledai masih jadi alat transportasi utama dan mendapat salon kecil lucu.

Apa yang Bisa Kamu Lakukan

Datang lebih awal untuk ikut workshop henna dan kelas memasak lokal.

Kamu bisa ikut tur lorong, mengunjungi benteng, atau menonton perlombaan dhow.

Saran itinerary: 3 hari penuh di Lamu untuk acara utama dan tur pulau.

Penerbangan dari Nairobi memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Feri dari Mombasa biasanya 6 sampai 8 jam, jadi pilih penerbangan bila terburu.

Cuaca selama festival panas lembap, suhu 27 sampai 32 derajat Celsius.

Bawa pelindung matahari, topi, scarf, dan botol air isi ulang setiap hari.

Jangan lupa obat anti nyamuk karena malam sering lembap dan banyak nyamuk.

Uang tunai penting karena banyak kios kecil tidak menerima kartu.

Booking akomodasi 2 sampai 3 bulan sebelum festival demi pilihan kamar lebih baik.

Rintangan yang mungkin kamu temui adalah kepadatan transportasi dan ruas jalan sempit.

Beberapa jalan hanya bisa dilalui keledai atau pejalan kaki saja.

Kalau kamu senang foto, siap-siap antre demi spot paling ikonik di Old Town.

Oh ya, pernah ketinggalan kapal karena antrean panjang di dermaga sini.

Kalau mau santai, nikmati sore di pantai Shela, hanya 3 kilometer dari pusat.

Kalau rindu suasana santai setelah Liburan, kota kecil ini cocok.

Festival ini benar-benar membuatmu merasa masuk cerita lama Swahili yang hidup.

Kalau penasaran, jangan ragu tanya penduduk setempat tentang sejarah rumah batu lama.

Sekali lagi, simpan bukti reservasi dan aktifkan asuransi perjalanan.