Gue nangis di tengah lapangan, bukan karena sedih. Melainkan karena omdidi (tika) di dahi gue luntur kena hujan.
Jujur aja, jangan percaya foto Instagram. Nyatanya gue hampir pingsan karena bau dupa terus-terusan. (Serius, hampir terbuai.)
Di Kathmandu, suhu siang sekitar 15-20°C saat Dashain. Koordinat kota ini 27.7172° N, 85.3240° E, dan gue bergerak dari bandara sekitar 5 km.
Ada yang pecah, ada yang syahdu
Suara lonceng, terompet konch, dan tawa bersautan di gang. Bau bunga marigold dan asap dupa menusuk hidung, bikin mata berkaca-kaca.
Orang-orang berbaris dengan jamara di tangan. Tangan mereka lengket dari tika merah, teksturnya kasar dan manis aroma campuran beras.
Packing ala sultan backpacker
Kalau mau, bawa barang ini biar festivalmu lebih tenang. Barang-barang ini simpel, tapi menyelamatkan mood.
- Jaket tipis untuk malam dingin.
- Sepatu nyaman untuk jalan 3-5 km sehari.
- Kamera kecil dan powerbank.
- Uang tunai kecil untuk pasar tradisional.
Gue melakukan satu kesalahan konyol. Gue lupa beli jamara saat hari pertama. (Silakan tertawa.)
Sekali lagi, dikira tamu asing cuek, padahal cuma kelaperan.
Rahasia lokal? Mencari sel roti panas di gang Asan. Rasa renyahnya pecah di mulut, manisnya lengket, dan penjualnya cuma buka sampai jam 10 pagi.
Festival Dashain itu magis sekaligus kacau serunya. Ada ritual keluarga, juga arena pasar penuh warna. Kain tradisional, sapi dan terkadang pengorbanan, semua terasa nyata.
Gue ngerasain daging buffalo panggang hangat, legit dan gurih. Di pinggir jalan, chutney pedas bikin mata melotot. Semua indera aktif, dari lihat sampai dengar.
Ingat, perjalanan begini rentan bikin dompet kempes. Makanya gue selalu cek asuransi perjalanan sebelum melangkah. Link itu ngebantu waktu gue kena masalah kecil.
Kalimat pendeknya: sibuk tapi hangat. Kalau mau pengalaman penuh, pertimbangkan ikut ritual keluarga lokal. Mereka ramah, tapi hormatin adatnya ya.
Oh, dan satu fakta: banyak upacara berlangsung selama 15 hari. Jadi, punya waktu untuk tenggelam dalam tradisi. Jalan-jalan ini bukan sekadar selfie.
Kalau mau cari inspirasi buat liburan, klik saja link yang gue taruh. Persiapan itu kunci, seperti bawa napas panjang sebelum tikaman rasa pedas.
Penutupnya pelan, nggak ledakan. Ayo kita ngopi bareng, terus cerita soal tika yang luntur itu, atau mungkin kita berhenti di warung sel roti. (Gue masih lapar.)