Ini pertimbangan saya dalam membeli rumah di citra maja raya

Ini pertimbangan saya dalam membeli rumah di citra maja raya

Tak bisa dipungkiri bahwa membeli rumah di citra maja raya merupakan salah satu keputusan berani yang pernah saya buat dalam hidup saya. Saya ingat ketika saya memutuskan untuk membeli rumah tinggal dan saya melihat billboard Citra Maja Raya yang terbentang di sepanjang tol Jakarta <> Merak pada tahun 2017 silam.

Saat itu saya menggumam: “I’ll see you soon”.

Citra Maja Raya merupakan perumahan yang digarap oleh PT Hanson Internasional dan PT Ciputra yang telah terbukti memiliki banyak portofolio dalam skala nasional maupun internasional, seperti:

  • CitraGran Cibubur
  • CitraLand Cibubur
  • CitraRaya Cikupa
  • Ciputra Hanoi International City
  • Pullman Hotel Hanoi


Bermodalkan nekat dan sedikit uang, saya bergegas pergi ke perumahan citra maja raya yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Dalam waktu 90 menit saja, saya yang berangkat dari Stasiun Tanah Abang telah tiba di Stasiun Maja. Saya hanya perlu membayar tiket perjalanan sebesar Rp. 7,000 dalam 1x perjalanan menggunakan jasa transportasi Commuterline.

Simply tap and go menggunakan uang elektronik yang telah saya siapkan sebelumnya.

Berikut beberapa pertimbangan yang menjadi dasar dan acuan saya dalam membeli properti khususnya di Citra Maja Raya, diantaranya:

Pengembang yang telah memiliki portofolio dan terkenal

Dalam perjalanan menuju Stasiun Maja kita akan melihat banyak sekali rumah yang dibangun di sepanjang rel kereta Commuterline. Pemandangan itu tak membuat keyakinan saya untuk membeli rumah di citra maja raya menjadi goyah dan membatalkan perjalanan.

Salah satu pertimbangan saya mengapa memutuskan untuk membeli rumah di citra maja raya ialah pengembang yang sudah terpercaya dan terbukti memiliki bervariasi proyek properti seperti:

  • Apartemen
  • Kondominium
  • Landed house

Dengan memilih pengembang yang telah memiliki portofolio dan legalitas kuat, saya tidak perlu khawatir adanya fraud, seperti:

  • Pembangunan rumah menjadi molor atau tak dibangun
  • Pengembang kabur membawa uang konsumen
  • Pembangunan rumah tidak sesuai dengan spek

dan banyak lagi kemungkinan fraud lainnya.

Pertimbangan berikutnya dapat dibaca dibawah sponsor berikut ini.



Mudah diakses oleh transportasi umum

Pertimbangan lain yang membuat saya jatuh cinta dan membeli rumah di citra maja raya ialah perumahan citra maja raya yang dekat dengan stasiun kereta Commuterline. Artinya saya tidak perlu memiliki kendaraan dan mengeluarkan uang yang tidak perlu hanya untuk berpindah tempat. Saya hanya perlu membayar tarif sesuai dengan jarak yang saya tempuh.

Makannya, yuk beralih ke transportasi umum!

Manfaat lain yang dapat kita peroleh dengan beralih ke transportasi umum bisa dibaca melalui artikel berikut ini:

Harga yang masih terjangkau

Dengan penghasilan seadanya dan telah memperkirakan beberapa pertimbangan di bawah ini, akhirnya saya memutuskan untuk membeli rumah di citra maja raya.

Pada waktu itu Citra Maja Raya menawarkan unit mulai dari harga Rp. 180,000,000 dengan DP 5% yang dapat diangsur. Kesempatan emas ini saya manfaatkan sebaik-baiknya dengan membeli salah satu unit di citra maja raya.

Dengan demikian, saya menjadi sedikit lebih tenang karena saya telah memiliki tempat tinggal yang bisa saya huni sampai tua nanti dan tidak perlu tinggal di ngontrak selamanya bila kelak telah berkeluarga.



Demikian beberapa pertimbangan saya dalam membeli rumah di citra maja raya. Bagi pembaca yang tertarik untuk mempelajari dan membeli unit di citra maja, silakan menghubungi agen saya via Whatsapp dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Semoga bermanfaat!

Resiko investasi properti merugi yang wajib anda ketahui

Resiko investasi properti merugi yang wajib anda ketahui

Sebagai seseorang yang senang belajar merencanakan keuangan, saya senantiasa mencari cara agar uang saya dapat berkembang secara besar sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan. Investasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan uang secara signifikan.

Pada artikel ini saya pernah membahas tentang tips dalam membeli rumah pertama agar pembeli tidak salah langkah dan terburu – buru dalam memutuskan untuk membeli rumah. Rumah merupakan salah satu cara dalam berinvestasi dalam jangka panjang yang cukup umum dilakukan oleh banyak orang. Namun tahukah anda kalau investasi properti tidak selamanya menguntungkan?

Kenali beberapa faktor yang mengakibatkan investasi properti merugi:

Bencana alam

Bencana alam merupakan keadaan force majeur yang tidak bisa diperkirakan, direncanakan, apalagi diinginkan. Ia datang secara tiba – tiba dan meluluhlantahkan segala harta benda yang ada, termasuk meruntuhkan properti yang telah dibangun.

Prospek dan perencanaan tata kota yang tidak jelas

Kita semua tentu membutuhkan perumahan atau apartemen yang lengkap dengan fasilitas umum seperti:

  • Pusat perbelanjaan seperti mall dan pasar
  • Kesehatan seperti rumah sakit
  • Pendidikan seperti sekolah dan universitas
  • Rumah ibadah
  • Akses transportasi publik
  • dan fasilitas umum lainnya

Tentu saja perumahan atau apartemen dengan fasilitas umum yang tidak lengkap kurang diminati oleh pembeli. Demand yang menurun mungkin akan berpengaruh pada penawaran dan harga jual properti.

Contoh lain dari prospek dan perencanaan tata kota yang tidak jelas dapat dibaca pada gambar di bawah ini:

Menara SUTET seringkali menjadi penyebab harga properti anjlok

Kisah lainnya bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Lingkungan yang tidak bersahabat

Lingkungan pun turut berkontribusi dan berpartisipasi dalam rangka menaikkan dan menurunkan harga properti.

Beberapa tahun lalu saya berkesempatan untuk mengambil satu unit dari salah satu pengembang properti yang cukup terkenal di Indonesia dengan perumahan yang tersebar luas di Indonesia. Saya diwajibkan untuk tunduk dan patuh pada peraturan yang telah ditetapkan oleh Pengembang dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

Pernahkah anda membayangkan memiliki tetangga yang memasang pagar listrik, memarkir mobilnya di jalan umum serta anjing galak yang menyalak berisik mengganggu ketenangan anda dalam beristirahat?

Saya belum.

Menurut saya pengembang memiliki kontrol dan penuh dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

Demikian beberapa hal yang dapat resiko yang menyebabkan investasi properti merugi. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi sebelum pembaca memutuskan untuk membeli properti yang diinginkan.

Beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah

Beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah

Sewaktu saya mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) jaman dahulu kala, saya belajar tentang adanya kebutuhan pokok manusia yang terbagi dalam 3 kelas, yakni:

  • Kebutuhan primer
  • Kebutuhan sekunder
  • Kebutuhan tersier

Masih teringat jelas bahwa kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok sekaligus kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan primer meliputi 3 jenis seperti di bawah ini:

  • Sandang atau pakaian
  • Pangan atau makanan
  • Papan atau tempat tinggal

Karena seluruh umat manusia membutuhkannya, maka jangan heran kalau 3 jenis barang tersebut merupakan barang yang laku di pasaran. Hukum permintaan dan penawaran mengakibatkan harga rumah kian mahal dari waktu ke waktu. Pada artikel ini saya akan membahas tentang Papan atau tempat tinggal, selain karena harganya yang kian meroket waktu demi waktu, juga karena jangka pembayarannya yang relatif panjang. Sangat disarankan untuk merencanakan segala sesuatunya dengan bijak dan objektif.

Sebelum membeli rumah, ada pertanyaan penting yang perlu dijadikan pertimbangan

Mengapa anda memutuskan untuk membeli rumah?

Saya selalu suka membahas tentang keuangan dan personal finance, karena kita akan dihadapkan pada pertanyaan mendasar dan filosofis seperti diatas serta rencana dalam hidup manusia. Setelah menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, kemudian kita dapat merencanakan perjalanan keuangan kita secara tahap demi tahap hingga keinginan dapat tercapai.

Setiap orang punya rencana dan jalan hidupnya masing – masing. Ada yang memilih untuk menikah, dan yang lain tidak. Ada yang memilih untuk berpindah tempat dalam waktu yang relatif singkat, ada pula yang memutuskan atau malah terpaksa untuk tinggal di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana dengan anda? 

Beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin membantu dalam merencanakan rumah di masa depan:

  • Apakah anda sering berpindah tempat tinggal dalam kurun waktu yang relatif singkat?
  • Apakah anda memutuskan untuk menikah dan berkeluarga (memiliki keturunan)?
  • Apakah anda ingin merancang rumah impian anda?
  • Apakah anda berencana untuk tinggal dalam jangka waktu hingga puluhan tahun ke depan?

“Monmaap, ini bukannya kepo lho. Pertanyaan diatas untuk memastikan bahwa rumah yang dibeli nanti kelak memiliki nilai ekonomi dan fungsi sesuai peruntukannya untuk menghindari efek psikologis yang mempengaruhi pembelian seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu.”

Bila mayoritas jawaban kita adalah ya, maka memiliki rumah sendiri merupakan pilihan bijak dan ekonomis. Dengan membeli rumah, uang yang kita bayarkan kelak akan kembali baik dalam wujud rumah fisik maupun uang (bila rumah tersebut disewakan / dijual kembali). Manfaat ini tidak akan kita dapatkan bila kita memutuskan untuk mengontrak maupun tinggal di rumah mertua.

Setelah dirasa bahwa rumah akan memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi kita, maka kini waktunya untuk membeli rumah. Kita dapat mencari info perumahan yang dijual melalui bervariasi media, seperti:

  • Properti expo
  • Teman
  • Facebook
  • Linkedin
  • Twitter
  • Beberapa website seperti urbanindo, rumahku, rumah123, dan lain sebagainya.
  • Mengunjungi agen / broker perumahan seperti Century properti, Era properti, dan lain sebagainya.

Setelah merasa yakin bahwa kita akan membeli rumah, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan selanjutnya.

Apakah saya sudah siap untuk membeli rumah?

Membeli rumah tidak sama seperti membeli kacang atau mangga di jalan tol. Mereka menawarkan kemudian kita membeli semau kita. Tak semudah itu ferguso . . .

Saya ingat ketika tahun lalu saya memutuskan untuk membeli rumah dari salah satu developer yang cukup terkenal. Setelah melalui proses panjang dan penantian yang cukup lama, akhirnya saya berhasil menandatangani dan resmi memiliki rumah. Ah senangnyaaaah!

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, berikut beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan:

Apakah penghasilan anda sudah cukup stabil?

Penghasilan merupakan salah satu hal yang paling prioritas. Bila tidak terencana, bisa jadi saya akan kehilangan rumah dan uang yang telah saya setorkan. Sebelum membeli rumah, ada baiknya kita menilai dan mengukur apakah penghasilan yang dimiliki sudah cukup stabil untuk membayar angsuran selama jangka waktu yang telah ditentukan. Hal ini bisa jadi hal yang biasa saja bila dilakukan oleh seorang single yang belum memiliki tanggungan dan pacar serta tanggungan seperti saya.

Idealnya, besarnya nilai angsuran maksimal sebesar 20% dari penghasilan setiap bulannya. Pastikan juga anda tidak memiliki hutang atau menjaga rasio hutang tetap rendah agar cashflow anda senantiasa positif.

Apakah laporan keuangan anda cukup positif dan baik?

Melanjutkan rasio hutang di atas, kita perlu mengukur apakah laporan keuangan kita cukup positif dan baik. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur laporan keuangan:

  • Apakah saya memiliki hutang yang tidak terbayar?
  • Apakah saya senantiasa membayar hutang dan tagihan secara disiplin dan tepat waktu?
  • Apakah saya pernah menggadaikan sesuatu yang belum ditebus?

Laporan keuangan yang positif dan baik memperbesar kemungkinan kita akan lulus dalam proses BI Checking.  Artinya semakin besar pula pengajuan KPR akan disetujui dan membuat kita selangkah lebih dekat untuk memiliki rumah idaman.

Bila laporan keuangan masih dalam tahap reparasai menuju arus kas yang positif, mungkin anda ingin menunda untuk mengangsur rumah. Bila anda masih memiliki rasio hutang yang besar, ada baiknya untuk melunasi hutang tersebut terlebih dahulu sebelum bunga dari hutang itu kian mencekik.

Bagaimana dengan status kepegawaian dan kondisi perusahaan tempat anda bekerja?

Hal lain yang perlu diperhatikan secara seksama ialah status kepegawaian. Dengan membeli rumah secara KPR, maka kita wajib menyetorkan angsuran sesuai jumlah yang telah ditentukan setiap bulannya secara rutin. Artinya anda akan tetap membutuhkan penghasilan apapun yang terjadi, sekalipun resiko di bawah ini menimpa anda:

  • Kontrak kerja diputus secara tiba – tiba oleh Pemberi Kerja dan sulit mencari pekerjaan baru.
  • Perusahaan mengalami pailit
  • Anda mengalami 4 resiko kehidupan sehingga tidak produktif yang berimbas pada penghasilan yang diterima.

Gini lho, jangka waktu 10 tahun hingga 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Itu sebabnya kita perlu merencanakan segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jika anda butuh gambaran seperti apa melampaui waktu selama 10 hingga 20 tahun, mungkin kita bisa mengukurnya dengan melihat 10 tahun atau 20 tahun ke belakang.

Bagaimana prospek dan perencanaan tata kota dalam jangka waktu ke depan?

Pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang wajib ditanyakan kepada pengembang atau developer untuk mengetahui prospek pembangunan dan perencanaan tata kota dalam jangka waktu ke depan.

Investasi properti tidak selamanya untung.

Bila anda lalai dan tidak mengetahui prospek serta perencanaan tata kota dalam jangka waktu ke depan, bukan tidak mungkin harga properti pada kota tersebut malah menurun hingga anda terpaksa merugi. Selengkapnya dapat dibaca melalui tautan berikut ini.

Apakah anda telah menyiapkan dana darurat?

Dana darurat bertujuan untuk menyelamatkan anda dari 3 resiko seperti diatas. Bagaimanapun juga, Bank tidak akan mau tahu apa yang terjadi atas hidup anda. Ia hanya peduli pada tagihan yang harus segera dilunasi setiap bulannya.

Dengan menyiapkan dana darurat, niscaya kita telah memiliki dana cadangan untuk melunasi cicilan Bank selama beberapa bulan.  Sisa dari dana darurat tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya hidup sehari – hari.

Nah demikian beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan kita dapat menyiapkan segala sesuatunya sebelum berkomitmen untuk membayar tagihan rutin selama puluhan tahun. Itu artinya saya telah berhutang untuk sesuatu yang belum saya gunakan dengan jangka waktu pembayaran hingga puluhan tahun. Hahahahaha

Saya akan membahas pertimbangan ekternal lainnya seperti tips memilih developer serta Bank pada artikel terpisah. Oleh karena itu, jangan lupa follow akun media sosial kami untuk berlangganan artikel lainnya langsung di linimasa anda.

Pin It on Pinterest