Tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana

Tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana

Yup, bagi investor pemula seperti saya, membeli reksadana bisa jadi kegiatan yang membingungkan. Alhasil pembelian unit pun semakin tertunda. Menunda pembelian berarti menunda keuntungan yang diterima.

Terus gimana dong?

Membeli reksadana pada jaman now bisa dilakukan dan kapan saja. Hal ini disebabkan oleh metode pembayaran yang semakin praktis serta agen penjual reksdana yang dapat ditemukan dimana saja via Internet. Kemudahan cara bayar serta keberadaan agen penjual reksadana yang menjamur tetap saja akan menjadi penghalang bagi mereka yang tidak tahu reksadana apa yang harus dibeli.

Fear not!

Saya akan membagikan tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana melalui artikel ini.

Bagaimana menghasilkan uang via Reksadana?

Berbeda dengan investasi saham yang memiliki 2 jenis keuntungan, yakni:

  • Dividen
  • Capital gain

Reksadana hanya memberikan keuntungan Capital gain. Bila kita membeli 100 unit reksadana dengan harga Rp. 1,000 dan harga tersebut merangkak naik hingga Rp. 2,000 di tahun kedua, maka kita telah mendapat Capital gain sebesar Rp. 1,000 dikalikan jumlah unit yang dibeli, yakni Rp. 100,000. Setiap reksadana memiliki kecepatannya masing – masing dalam menghasilkan keuntungan. Itu sebabnya mengapa sangat disarankan untuk menggunakan uang dingin dalam berinvestasi.

Namun patut diingat dan dicamkan sepanjang masa bahwa investasi merupakan salah satu kegiatan yang beresiko. Dengan perencanaan keuangan yang baik dan diversifikasi, diharapkan resiko tersebut dapat diminimalisir seraya mendapatkan keuntungan atau Return of Investment dari reksadana.

Bagaimana tips membeli reksadana secara praktis?

Saya percaya ada banyak orang di luar sana yang berada dalam posisi seperti saya. Saya ingin berinvestasi namun memiliki pengetahuan dan wawasan serta pengalaman yang minim dalam ekonomi dan investasi. #MulaiAjaDulu menjadi salah satu alasan mengapa saya akhirnya memutuskan untuk terjun dalam dunia reksadana dan investasi. Lambat laun akhirnya saya semakin mengerti dan saya akan membagikan tips membeli reksadana secara praktis di bawah ini:

Tandai beberapa reksadana yang paling menguntungkan dalam waktu 5 tahun terakhir.

Melihat kinerja reksadana bukanlah suatu aktifitas yang sulit. Kita hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk login ke dashboard atau sistem yang telah disediakan oleh manajer investasi untuk melihat performa tiap reksadana. A/b Testing sangat bermanfaat untuk melihat kinerja reksadana yang ditawarkan oleh agen penjual reksadana maupun manajer investasi.

Sebagai contoh saya pernah membeli reksadana via ReksadanaSAM dan Zaisan milik BNI Sekuritas. Keduanya memiliki fitur untuk melihat kinerja reksadana secara historis. Semakin panjang jangka waktu yang ditampilkan, tentu akan semakin baik, sehingga kita bisa melihat berapa lama manajer investasi telah menghasilkan uang.

Tandai reksadana dengan AUM yang paling tinggi.

Setelah memperoleh beberapa reksadana dengan performa terbaik dari tahap 1, selanjutnya kita perlu menandai reksadana dengan AUM tertinggi. AUM merupakan singkatan dari Asset Under Management, suatu metriks yang digunakan untuk mengukur berapa banyak uang yang telah dihimpun dalam reksadana tersebut.

Sebagai contoh, asmurcom mendaftarkan diri sebagai agen penjual reksadana. Dengan demikian AUM yang dimiliki adalah 0. Jika Nencor membuka akun dalam asmurcom dan melakukan deposit sebesar Rp. 10,000,000, maka AUM dari asmurcom adalah Rp. 10,000,000.



Nencor mendapat keuntungan sebesar Rp. 1,000,000 atas uang yang disetorkan. Maka AUM dari asmurcom akan meningkat menjadi Rp. 11,000,000. AUM mungkin bisa dijadikan suatu indikator apakah investor ingin atau tidak ingin berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Dengan melihat nilai AUM, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan di bawah ini:

  • Reksadana tersebut telah menghasilkan keuntungan yang berlipat
  • Reksadana tersebut mungkin belum menguntungkan, namun investor optimis untuk menempatkan uang pada reksadana tersebut.

Pilih reksadana dengan biaya yang paling rendah

Setelah mendapatkan reksadana dengan performa terbaik dan reksadana yang paling menguntungkan sehingga diminati oleh investor, langkah selanjutnya ialah memilih reksadana dengan biaya yang paling rendah. Pada tahap pertama kita ingin mendapatkan reksadana dengan keuntungan tertinggi dan sustainable. Pada tahap kedua kita ingin mendapatkan informasi seberapa optimis dan menguntungkan suatu reksadana. Pada tahap ini kita ingin mendapatkan reksadana dengan biaya subscribe dan redeem terendah.

Mengapa biaya subscribe dan redeem rendah perlu menjadi pertimbangan?

Hal ini dikarenakan saya senantiasa memantau kinerja reksadana yang saya miliki. Saya lebih memilih menempatkan uang kecil secara bertahap dibandingkan uang banyak dalam 1x penempatan. Dengan demikian, saya tetap bisa mengawasi kinerja reksadana dan memutuskan apakah saya perlu menunda subscribe atas reksadana yang dipilih.

Tujuan dari tahap ini ialah untuk meminimalisir biaya yang dikenakan untuk setiap transaksi pembelian dan penjualan. Sehingga keuntungan yang didapat tetap maksimal namun dengan biaya yang minimal.



3 tips membeli reksadana secara sederhana dan diatas sering saya praktekkan dalam membeli reksadana. Tips yang lebih njelimet dan ruwet akan saya bagikan ketika saya telah menguasai dan mengetahui caranya.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada investor lainnya.

Cara praktis membeli saham melalui aplikasi E-Smart

Cara praktis membeli saham melalui aplikasi E-Smart

Salah satu resolusi sekaligus kegiatan yang ingin saya lakukan di tahun 2019 ini ialah menabung saham. Puji Tuhan saya telah menyelesaikan resolusi tersebut hari ini dan semoga artikel ini dapat memotivasi pembaca untuk segera mengambil tindakan untuk menjadi investor.

Pengalaman menyenangkan ini dipersembahkan kepada mas andhika.diskartes yang sering membagikan artikel dan informasi seputar Saham secara gratis. Ketika kita sering menjumpai seminar atau workshop sejenis dengan harga jutaan hingga puluhan juta Rupiah, mas Dhika justru membagikannya secara gratis melalui akun Instagram yang ia miliki. Sangat disarankan untuk mengikuti akun instagram beliau sebelum pembaca memutuskan untuk berinvestasi reksadana maupun saham.

adhika.diskartes

Patut diingat sepanjang masa bahwa selalu ada kemungkinan untung dan rugi untuk setiap investasi. Bukan berarti akan selalu rugi lho. Resiko rugi tetap ada, namun kerugian tersebut tetap dapat diminimalisir dengan melakukan diversifikasi. Bila kita sudah siap untuk mengalami kerugian, maka pastinya kita juga sudah siap untuk meraih keuntungan.

Sebelum memutuskan untuk membeli Saham, pembaca akan diwajibkan untuk memiliki Rekening Dana Investor. Pembaca dapat membuat Rekening Dana Investor (RDI) atau Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui perusahaan sekuritas yang diinginkan. Sebagai contoh saya memilih menggunakan BNI Sekuritas dengan beberapa pertimbangan berikut ini.



Perhatikan pula jangka waktu yang ingin dialokasi dalam berinvestasi Saham. Umumnya Saham merupakan investasi dengan tujuan jangka panjang sebelum akhirnya ia mulai mendatangkan keuntungan. Bila pembaca hanya ingin bermain dalam jangka waktu menengah hingga pendek, terdapat bervariasi reksadana yang dapat dipilih sesuai profil dan resiko nasabah.

Setelah memiliki Rekening Dana Investor maupun Rekening Dana Nasabah, maka kita telah siap bertransaksi. Pastikan pula kita telah memiliki akses untuk mengakses platform trading yang disediakan oleh masing – masing sekuritas. Sebagai contoh, BNI Sekuritas memiliki 2 platform untuk melakukan transaksi, yakni:

  • Zaisan
  • E-Smart

Zaisan merupakan platform trading yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli unit reksadana, sementara E-Smart merupakan platform trading yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham. Bila pembaca masih belum yakin dengan Saham, sangat disarankan untuk belajar dan memulai berinvestasi reksadana melalui artikel berikut ini.

Apa perbedaan yang paling signifikan antara Reksadana dan Saham?

Reksadana saham dan Saham merupakan instrumen investasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan uang. Reksadana Saham merupakan produk yang dimiliki oleh Manajer Investasi maupun perusahaan sekuritas untuk memutar uang investor.

Seluruh dana investor dihimpun dan dikelola oleh Manajer Investasi maupun Sekuritas dalam bentuk Saham, Obligasi, maupun Sukuk. Investor hanya terima bersih tanpa perlu repot memikirkan naik turun harga serta beban psikologis seperti yang diceritakan dalam tweet di bawah ini:

Berbeda dengan investor reksadana yang bertugas melakukan setoran uang setiap bulan, investor saham memilki tugas yang lebih menantang, yakni memainkan uangnya sendiri untuk menghasilkan keuntungan. Menahan diri untuk tidak terpengaruh dengan kondisi internal maupun eksternal yang mungkin mempengaruhi kinerja investasi merupakan bagian dari proses pembelajaran dan melatih kesabaran. Intinya main saham itu berat lho guys. . . 

Berikut cara praktis membeli saham melalui aplikasi E-Smart milik BNI Sekuritas

Sebelum bertransaksi, nasabah diwajibkan untuk melakukan login terlebih dahulu. Berikut merupakan contoh halaman login dari aplikasi E-Smart:

Setelah melakukan login, nasabah akan diarahkan ke halaman utama. Dari halaman utama, nasabah perlu melakukan login agar dapat melakukan transaksi jual beli. Transaksi jual beli unit hanya bisa dilakukan ketika pasar sedang buka. Menu login trading dapat diakses melalui tautan Trading Login pada menu sidebar di gambar ketiga dibawah ini:

Setelah nasabah melakukan Login Trading, nasabah dapat melakukan 2 kegiatan yang paling umum, yakni:

  • Entry buy yang bertujuan untuk menaruh harga yang ditawarkan untuk membeli unit.
  • Entry sell yang bertujuan untuk menjual unit dengan menggunakan harga yang diinginkan.

Jumlah unit minimal yang dapat dibeli melalui aplikasi E-Smart ialah 1lot atau 100 unit. Tampilan dari menu Entry buy dapat dilihat pada gambar keempat, dimana saya menginput nama saham, jumlah unit yang dibeli serta harga yang ditawarkan.

Pada gambar ke 5, kita bisa melihat serangkaian transaksi yang saya ajukan beserta Saham yang saya pilih. Pada gambar tersebut kita bisa melihat status Match pada saham ISAT, yang berarti saya telah berhasil membeli saham ISAT pada harga yang saya tawarkan. Kemudian BNI Sekuritas akan mengirimkan bukti dokumen settlement atau penyesuaian atas transakasi yang saya lakukan sekaligus menjadi dasar bagi BNI Sekuritas untuk mendebet saldo yang ada pada RDI atau RDN.

Setelah mendapat bukti dokumen settlement, maka kita telah dinyatakan sah menjadi investor sekaligus pemilik saham dari ISAT.

Mudah bukan?



Yup, eksekusinya sangat mudah bila kita mengetahui kriteria dan karakteristik saham yang kita pilih. Proses yang paling menantang terletak pada saat menganlisis pasar yang dinamis serta harga yang fluktuatif.

Yuk #2019MenabungSaham demi masa depan yang lebih baik!

Cara mudah memulai investasi reksadana melalui Bank

Cara mudah memulai investasi reksadana melalui Bank

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memulai investasi. Salah satu jenis investasi yang akan dibahas dalam artikel ini ialah Investasi Reksadana. Saya akan membagikan pengalaman saya dalam membeli atar memulai investasi reksadana melalui Bank.

Tahukah anda kalau investasi reksadana dapat dimulai hanya dengan uang Rp. 100,000 ?

Berikut ini beberapa langkah yang saya lakukan ketika memulai atau membeli investasi reksadana secara mudah dan praktis:

Kunjungi Bank yang menjual reksadana

Beberapa minggu lalu saya pergi mengunjungi salah satu Kantor Cabang Pembantu bank BCA Bina Nusantara dengan membawa beberapa dokumen penting seperti KTP, Buku Tabungan, dan NPWP. Saya memutuskan untuk membeli di Bank BCA Karena saya sudah lama menjadi nasabah Bank BCA serta kantor cabangnya yang mudah ditemukan.

Untuk mengetahui bank apa saja yang menjual reksadana, anda mungkin ingin menghubungi Bank yang diinginkan dan konfirmasi terlebih dahulu.

Setibanya saya disana, saya langsung menghubungi satpam untuk mendapatkan nomor antrian. Saat nomor antrian saya dipanggil oleh bagian Customer Service (CS), saya langsung menyampaikan keinginan saya untuk membeli ataupun memulai investasi reksadana.

Bank BCA ingin mengenal profil saya sebelum memulai investasi reksadana

Selanjutnya, CS tersebut mengeluarkan beberapa formulir serta meminta data dan identitas saya. Data dan identitas tersebut digunakan untuk membuka rekening reksadana. Rekening ini wajib dimiliki sebelum memulai berinvestasi.

Setelah mengisi formulir untuk pembukaan rekening reksadana tersebut, saya diminta untuk mengisi formulir yang digunakan untuk profiling investor seperti apakah saya. Saya dihadapkan kepada beberapa pertanyaan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman saya seputar dunia investasi reksadana.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan dalam formulir profiling investasi reksadana:

    • Dalam jangka waktu berapa lama anda akan menikmati hasil investasi?
  • Apakah anda berkenan mengalami kerugian dalam jangka waktu dekat untuk keuntungan besar dalam jangka waktu panjang?

dan banyak lagi pertanyaan lainnya.

Pilih jenis investasi reksadana yang sesuai dengan profil dan resiko

Selanjutnya, Bank memberikan saya kinerja investasi reksadana yang dijual oleh Bank. Kalian bisa melihat kinerja investasi tersebut melalui gambar di bawah ini:

asuransimurnicom investasi reksadana BCA

Setelah mengisi formulir profiling dan sedikit menganalisis kinerja reksadana yang ditawarkan berdasarkan gambar tersebut, kemudian saya dapat menentukan reksadana seperti apa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan saya. Untuk keperluan diversifikasi, saya memilih 3 jenis investasi, yakni:

    • Reksadana Pasar uang dengan resiko ringan,
    • Reksadana Campuran dengan resiko menengah,
    • Reksadana Saham dengan resiko agresif.

3 proses diatas hanya membutuhkan waktu 1 hari kerja. Selanjutnya saya hanya perlu melakukan topup secara rutin setiap bulannya dengan menyisihkan beberapa persen dari penghasilan yang diterima setiap bulannya.

Selamat mencoba dan memulai investasi sejak dini yah!

Ups, pada akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan BNI Sekuritas dan memindahkan saldo investasi saya dari Bank BCA ke BNI Sekuritas dengan pertimbangan yang dapat dibaca melalui artikel ini.

Pin It on Pinterest