Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah overthinking liat angka NAB naik turun sambil scroll timeline? Lo nggak sendirian — gue juga suka kepo kinerja reksadana pas lagi santai.
Sat-set TL;DR: Ini reksadana saham syariah. Nab terakhir Rp 804,55 (13-Mei-2026). AUM tercatat Rp 40.397.214.694 (last update 01-Apr-2026). Performance: 1 Hari -1,65%, 1 Bulan -3,23%, MtD -2,47%, YtD -17,37%, tapi 1 Tahun +26,95%. Dokumen FFS terakhir yang ada catatan: update FFS 27-Feb-2020 — berarti beberapa detail portofolio bisa aja berubah, jadi wajib cek FFS/Prospektus terbaru sebelum ngamuk beli.
1) Siapa yang ngurus & data dasar (singkat) 📌
Nama produknya: SYARIAH CAPITAL SHARIA EQUITY. Tipe: Saham (Kategori: Sharia). Mata uang: IDR.
Launch: 12-Jan-2017. Unit penyertaan terakhir tercatat: 48.968.597,96 unit. Nab terakhir: Rp 804,55 (13-Mei-2026).
2) AUM & likuiditas — dana cukup ‘gendut’ gak nih? 💸
Total Dana Kelolaan yang tercatat: Rp 40.397.214.694 (update 01-Apr-2026). Buat reksadana saham, ukuran segini masuk kategori sedang — gak terlalu tipis, tapi juga bukan raksasa.
Gini faktanya: AUM yang cukup bikin manajer bisa gerak beli saham, tapi juga bikin lo cek biaya dan spread saat beli/tebus. Kalau lo mau cek ketersediaan di platform, langsung intip marketplace kayak Bareksa atau Bibit.
3) Performance breakdown — naik turun yang bikin deg-degan 📈
Angka resmi yang disediain:
- 1 Hari: -1,65%
- 1 Bulan: -3,23%
- MtD: -2,47%
- YtD: -17,37%
- 1 Tahun: +26,95%
Bayangin deh: YtD negatif banget (-17,37%), tapi 1 tahun positif gede (+26,95%). Itu ngasih sinyal kalau reksadana saham ini lagi volatile — cocok buat tim mental baja yang tahan smoke saat pasar lagi ribut. Intinya: jangan FOMO cuma karena 1 tahun oke atau 1 bulan turun. Liat jangka panjang dan baca FFS/Prospektus soal strategi investasi & benchmark.
4) Dokumen resmi: apa yang bisa (dan nggak boleh) lo ambil dari FFS/Prospektus 🚩
Dalam permintaan lo, ada catatan: Last Update Fund Fact Sheet: 27-Feb-2020 dan Last Update Portfolio: 28-Feb-2020. Itu artinya data portofolio yang tertera di FFS lama bisa udah berubah drastis per 2026. Tapi update NAB & AUM kadarnya ada per 2026.
Yang wajib lo cek di Prospectus/FFS terbaru (kalau mau paham dalem):
- Manajer Investasi & Bank Kustodian (siapa yang pegang dana).
- Alokasi aset & top holdings (saham apa aja yang paling banyak disimpan).
- Biaya: management fee, subscription/ redemption fee, switching, dst.
- Limit risiko & kebijakan sharia (kriteria saham syariah yang dipakai).
Catatan penting: gue nggak bisa nge-rewrite top holdings, custodian, atau fee yang spesifik kalau nggak ada di data asli yang lo kasih. Jadi, sebelum lo nyemplungin duit, download FFS terbaru dari Manajer Investasi atau cek di marketplace resmi seperti Bareksa atau Bibit buat informasi yang 100% valid.
5) Cocok nih buat siapa? (Risk profile) 🧠
Ini reksadana saham syariah — jadi cocok buat tim mental baja yang mau cuan jangka panjang dan siap nahan drawdown. Jangan pake ini kalo lo tim cari aman & anti-drama.
Kalau tujuan lo: nabung buat jangka panjang >3-5 tahun dan mau portofolio kepo sama saham-saham syariah, baru cocok. Kalo targetnya short-term buat beli gadget, mending cari pasar uang/pendapatan tetap.
6) Red flags & hal yang perlu lo waspadai 🚨
– FFS lama buat portofolio: catatan portofolio terakhirnya 2020, sementara NAB & AUM update 2026. Jadi, data holdings di FFS yang lo pegang bisa beda jauh sama yang lagi dipegang sekarang.
– YtD drop dalam: -17,37% YtD nunjukkin volatilitas tinggi. Siapin mental dan strategi cut-loss atau averaging.
7) Common mistake anak muda pas nge-review reksadana (langsung kena mental) ⚠️
Banyak yang cuma ngeliat return 1 bulan atau YtD, trus langsung FOMO beli. Padahal yang luematin itu bukan cuman return—tapi juga fee, strategy, dan apakah portofolio masih sesuai tujuan investasi lo.
8) Quick Win: tugas 2 menit biar nggak salah langkah ✔️
Buka aplikasi investasi lo (contoh: Bareksa/Bibit). Cari “SYARIAH CAPITAL SHARIA EQUITY”. Download FFS / Prospektus terbarunya. Lihat section biaya & top holdings. Selesai. 2 menit, bro.
FAQ (yang sering berseliweran) ❓
Apa bedanya Prospectus sama Fund Fact Sheet (FFS)?
Prospectus itu dokumen panjang yang jelasin aturan, strategi, fee, dan legal produk. FFS itu ringkasan yang update berkala soal NAV, AUM, dan kadang top holdings.
Di mana gue bisa cek top holdings, custodian, dan biaya pasti untuk produk ini?
Dokumen itu ada di Prospectus/FFS terbaru yang disediain Manajer Investasi atau marketplace resmi seperti Bareksa dan Bibit. Karena beberapa catatan FFS yang ada di dataset lo terakhir di-update 2020 untuk portofolio, mending download versi terbarunya sebelum ambil keputusan.
Apakah data NAB dan AUM yang disediakan cukup buat memutuskan beli?
NAB & AUM itu penting buat ngerti harga dan ukuran dana. Tapi jangan lupa cek fee, kebijakan investasi, dan top holdings di FFS/Prospectus. Gabungan semua itu yang nentuin apakah cocok atau nggak.
Intinya: reksadana ini punya potensi cuan jangka panjang (lihat +26,95% 1 tahun), tapi juga riskier (YtD -17,37%). Jangan asal FOMO—download FFS terbaru, cek fee & top holdings, terus tentuin strategi lo. Mantul kalau lo sabar dan paham risikonya.