Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah stress mikirin duit numpuk di rekening tapi bunga tabungan kalah telak? Gue juga ngerti, lo pengen aman, cepat cair, tapi pengen dikit cuan – nah, itu kenapa kita ngulik Sucorinvest Liquid Fund 1 biar nggak cuma FOMO doang.
Sat-set: Sucorinvest Liquid Fund 1 (Pasar Uang). AUM: Rp100.505.314.923,94 (update 01-Apr-2026). NAB: 1.118,841 (update 13-Mei-2026). Performa singkat: 1 Hari +0,01% • MtD +0,15% • 1 Bulan +0,34% • YtD +1,14% • 1 Tahun +3,02%. Ringkasnya: aman, likuid, cocok buat yang anti-drama. 📈
1) Kinerja: Gimana sih performanya? (No drama, cuma fakta)
Dalam 1 tahun terakhir return +3,02%. Itu level yang lumayan buat reksadana pasar uang yang fokus safety & likuiditas.
Performa bulanan +0,34% dan YtD +1,14% nunjukin konsistensi kecil tapi stabil. Intinya: bukan roller-coaster, tapi steady.
2) Ukuran & Likuiditas: Dana-nya gendut apa nggak?
Dana Kelolaan (AUM) tercatat Rp100.505.314.923,94 (update 1-Apr-2026). AUM segitu bikin fund ini cukup likuid buat investor ritel.
Unit penyertaan yang ada: 89.962.609,60 unit. Jadi ya, gampang cair kalau lo butuh dana kilat.
3) Apa yang kita *bener-bener* tahu dari Prospectus & FFS?
Dari data resmi yang lo kasih (Prospectus/FFS terakhir): kita pegang angka NAB, AUM, dan performa periodik yang udah dicantumin di atas.
Catetan penting: dokumen Prospectus/FFS biasanya juga ngejelasin alokasi aset, top holdings, biaya (management fee/biaya kustodian), bank kustodian, dan minimum pembelian
Kabar baiknya: lo bisa dapetin FFS & Prospectus di website manajer investasi atau platform jual-beli reksadana. Contoh link resmi yang biasa dipake: Sucorinvest (manajer investasi) dan marketplace kayak Bareksa atau Bibit. Cek sana buat dokumen teranyar.
4) Profil Risiko: Cocok buat siapa?
Ini reksadana pasar uang, jadi cocok buat tim cari aman & anti-drama. Cocok buat dana darurat, parkir duit sementara, atau investor yang butuh akses cepat ke cash.
Risk profile-nya rendah dibanding saham/campuran. Jadi jangan berekspektasi cuan spektakuler — tapi juga gaik bakal kena swing parah. Mantul buat safety-first.
5) Distribusi & Beli: Lo bisa dapatin di mana?
Biasanya produk kayak gini tersedia di situs resmi manajer investasi dan marketplace reksadana online. Contoh platform umum: Bareksa, Bibit, atau langsung ke website Sucorinvest.
Kalau mau cepet: buka aplikasi investasi lo, cari “Sucorinvest Liquid Fund 1”, dan download FFS-nya. Kalau ga muncul, tanyain CS platform atau cek web manajer investasi.
6) Red Flag / Hal yang Wajib Lo Cek dulu 🚩
Prospectus/FFS selalu ngejelasin biaya: manajemen fee dan biaya kustodian. Jangan cuma liat return bulan ini terus FOMO. Biaya kecil pun bisa ngorokin return jangka panjang.
Cek juga kebijakan likuiditas & cut-off time pencairan. Beberapa fund pasar uang cair cepet, tapi ada juga aturan redeem yang butuh beberapa hari kerja.
7) Common Mistake anak muda pas nge-review reksadana (Gak mau lo kena)
Banyak orang cuma lihat return 1 bulan terus memutuskan buy. Itu jebakan FOMO. Return singkat bisa ngibulin.
Yang lebih penting: baca Prospectus/FFS buat ngerti biaya, strategi investasi, dan risiko likuiditas. Kalau ga baca, lo cuma ikut-arus tanpa tahu potensi drawdown atau aturan redeem.
8) Quick Win: Tugas 2-menit yang langsung ngasih hasil
- Buka aplikasi investasi lo sekarang. Cari “Sucorinvest Liquid Fund 1”.
- Download Fund Fact Sheet (FFS) & Prospectus. Buka bagian biaya dan kebijakan redeem. Selesai. 🎯
FAQ
Apa beda NAB dan return? NAB (Nilai Aktiva Bersih) itu nilai per unit. Return dihitung dari perubahan NAB selama periode tertentu. Jadi NAB naik = return positif.
Di mana gue bisa cek Prospectus & Fund Fact Sheet terbaru? Dokumen resmi biasanya tersedia di website manajer investasi dan marketplace reksadana. Contoh: Sucorinvest, Bareksa, Bibit. Pastikan cek tanggal update dokumen.
Apakah return 1 tahun +3,02% bikin duit lo ‘aman’ dari inflasi? Nggak bisa dijamin. +3,02% itu performa historis 1 tahun untuk produk ini. Bandingkan dengan angka inflasi aktual dan tujuan investasi lo sebelum ambil keputusan.