Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah burnout nyari cuan sambil males baca dokumen resmi? Gue spill apa adanya soal reksadana “Garuda Satu” biar lo paham tanpa pusing.
Sat-set TL;DR: Berdasarkan Fund Fact Sheet & update terakhir yang lo kasih—NAB Rp 5.709,27 (Last Update 13-Mei-2026). AUM sekitar Rp 77.648.586.742,43. Performanya: 1 Hari +0,06%, MtD +0,19%, 1 Bulan -0,96%, YtD -0,61%, 1 Tahun +5,00%. Launch: 24-Feb-1997. Jenis: Campuran (Konvensional).
1) Intip data penting dari FFS & Prospektus 📄
Gini faktanya: data yang lo kasih nunjukin update portfolio terakhir tanggal 27-Feb-2026, dan Fund Fact Sheet terakhir 26-Feb-2026 dengan NAB update 13-Mei-2026. Unit penyertaan tercatat 13.626.382,52.
Nama manajer investasi, bank kustodian, struktur biaya, dan minimal pembelian biasanya ada di prospektus/FFS. Di data yang lo kasih belum ada nama MI/kustodian, jadi wajib download dokumen resmi buat verifikasi. Cek juga update dana kelolaan: tercatat terakhir 01-Apr-2026.
2) Kinerja singkat: gimana sih performanya? 📈
Kalau diliat angka resmi: 1 tahun +5% — lumayan buat kategori campuran. Tapi ada fluktuasi: 1 bulan -0,96% dan YtD -0,61% nunjukin ada downside belakangan.
Intinya: reksadana campuran memang bisa kasih balance growth & pendapatan, tapi naik-turun juga nempel. Jangan cuma nge-FOMO liat 1 hari atau 1 bulan doang.
3) Alokasi aset & Top Holdings — yang mesti lo cek 🤓
FFS biasanya ngajelasin persentase alokasi: saham, obligasi, pasar uang, dan kas. Data alokasi spesifik nggak tercantum di input lo, tapi ada di halaman “portfolio” FFS (update 27-Feb-2026).
- Kenapa penting? Karena alokasi nentuin profil risiko & sumber return.
- Top holdings & bobotnya kasih gambaran eksposur sektor/issuer—baca itu dulu sebelum komit.
4) Biaya, minimal, kustodian & tempat beli 💸
Prospektus/FFS itu tempatnya semua fee: biaya pengelolaan (management fee), biaya kustodian, biaya switching, dan minimal pembelian. Data biaya nggak ada di input, jadi jangan skip dokumen.
Biasanya produk yang udah launch sejak 1997 punya akses di banyak APERD. Untuk ngecek/unduh FFS & prospektus, buka platform marketplace seperti Bareksa atau cek regulator di OJK. Di sana biasanya tersedia link ke dokumen resmi MI.
5) Cocok buat siapa? (Risk Profile) 🎯
Karena ini reksadana campuran, cocok buat lo yang mau balance growth + income. Gini: bukan buat yang panik liat drawdown 1%, tapi juga bukan buat yang minta aman 100% kayak deposito.
Jadi, cocok buat: “tim mental baja” yang siap naik roller coaster buat dapetin return lebih baik dibanding tabungan, tapi tetep pengen proteksi sebagian modal.
6) Red flag atau yang mesti diwaspadai 🚩
Kalau prospektus nunjukin biaya pengelolaan tinggi atau top holdings terlalu terkonsentrasi di beberapa issuer, itu bisa jadi merah. Jangan lupa cek frekuensi update portofolio—kalo jarang, sulit lihat perubahan manajemen risiko.
Gini rahasianya: performa 1 tahun +5% cakep, tapi kalo YtD dan 1 bulan negatif, artinya momentum belakangan kurang oke. Evaluasi ke mana alokasinya bergerak di FFS terbaru.
7) Common mistake anak muda pas nge-review reksadana (been there) ⚠️
Kesalahan nomor satu: cuma liat return 1 bulan terus langsung FOMO. Padahal yang penting: fee, alokasi, drawdown, dan siapa yang pegang bantengnya (manajer investasi).
Moral: baca prospektus & FFS minimal 2 menit sebelum naro duit. Biar gak kena mental saat pasar lagi ngamuk.
8) Quick win (tugas < 2 menit) ✅
Buka aplikasi Bareksa/Bibit atau website MI, ketik “Garuda Satu”, terus download FFS & Prospektus. Abis itu cek 3 hal: biaya, alokasi aset, dan top holdings. Selesai—lebih jelas, kan?
Kalau mau langsung, ini link umum buat mulai hunting dokumen: Bareksa atau laman regulator OJK.
FAQ
Apa bedanya NAB dan AUM? NAB itu nilai aktiva bersih per unit—yang ngubah-ubah tiap hari makin naik/ turun. AUM (Dana Kelolaan) itu total duit yang dikelola. Keduanya ada di FFS.
Gimana cara tahu top holdings & alokasi? Buka Fund Fact Sheet atau bagian “Portfolio” di prospektus; di situ biasanya ada breakdown persentase saham vs obligasi vs pasar uang plus daftar top holding.
Dimana beli Garuda Satu? Cek marketplace reksadana (Bareksa, Bibit, dll) atau agen penjual resmi tercantum di prospektus. Kalau nggak nemu, tanya ke manajer investasi lewat kontak di dokumen resmi.