Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah overthinking lihat saldo tabungan yang segitu-gitu aja tiap bulan? Gue juga. Nah, buat lo yang pengen duit sedikit bergerak tapi anti roller-coaster, cek ulasan santuy ini.
Sat-set TL;DR: Setiabudi Dana Pasar Uang Likuid nunjukin return jangka pendek yang stabil: 1 Hari +0,01%, 1 Bulan +0,49%, YtD +1,96%, dan 1 Tahun +5,41%. Dana kelolaan (AUM) terakhir: IDR 11.732.322.701,68. NAB terakhir: 1.077,5434 (13-Mei-2026). Cocok buat tim cari aman & anti-drama. 🚀
1) Quick Stats yang Lo Harus Tau
Gini faktanya: angka resmi dari FFS & prospektus (update terakhir tercatat di data yang lo kasih) bilang: AUM = IDR 11.732.322.701,68, Unit Penyertaan = 10.908.594,99, dan NAB = 1.077,5434 per 13-Mei-2026.
Return? Jelas nggak nyentak kaya saham: 1 Hari +0,01%, MtD +0,19%, 1 Bulan +0,49%, YtD +1,96%, 1 Tahun +5,41%.
2) Jenis & Siapa yang Cocok
Ini reksadana Pasar Uang tipe konvensional — jadi cocok buat lo yang pengen: lindungin daya beli jangka pendek, parkir dana darurat, atau buat nabung buat tujuan 3–12 bulan.
Intinya: tim “cari aman & anti-drama”. Kalau lo gampang FOMO liat grafik naik-turun, mending sini. 😊
3) Apa yang Bisa Kita Baca dari Angka-angka Ini?
Bayangin deh: 1 Tahun +5,41% buat pasar uang relatif oke, apalagi kalau dibandingin bunga tabungan yang sering kali lebih pelan. Tapi, jangan lompat gegabah — ini bukan jaminan buat jangka panjang.
AUM sekitar IDR 11,7 miliar itu modest. Artinya nggak super gede, tapi juga nggak berarti langsung bahaya. Untuk pasar uang, likuiditas biasanya tetap baik karena underlying-nya instrumen pasar uang. Namun, AUM kecil bisa bikin biaya relatif terasa lebih berat kalau manajer narik fee tetap.
4) Bedah Dokumen Resmi (Prospectus & FFS) — Apa yang Gue Integrasi
Dari FFS & prospektus (tanggal update dana kelolaan: 2026-04-01, NAB update: 13-Mei-2026) gue ambil semua angka performa dan AUM di atas.
Gini rahasianya: prospektus/FFS biasanya ngasih detail kayak alokasi aset, instrumen pasar uang yang dipakai, biaya pengelolaan, bank kustodian, dan aturan pembelian/penjualan. Untuk detail top-holdings, biaya manajemen, dan bank kustodian, langsung cek dokumen FFS/prospektus produk ini di platform distribusi resmi atau website manajer investasi.
Kalau mau cek dokumen resminya cepet, lo bisa buka platform macam Bareksa atau Bibit — biasanya disitu ada FFS/Prospectus yang bisa di-download. 📂
5) Distribusi & Akses Pembelian
Kabar baiknya: produk pasar uang biasanya tersedia lewat APERD besar dan platform online. Cek di Bareksa, Bibit, atau langsung ke agen penjual yang tertera di prospektus.
- Cara singkat: buka app Bareksa/Bibit > cari “Setiabudi Dana Pasar Uang Likuid” > download FFS/Prospectus > cek biaya & minimal pembelian.
6) Red Flags & Hal yang Harus Lo Cek
🚩 AUM relatif kecil. Artinya performa bisa cepat terpengaruh keputusan masuk/keluar investor besar. Jadi perhatiin likuiditas dan kebijakan subscription/redemption di prospektus.
🚩 Biaya tersembunyi. Kalau fee manajemen atau biaya switch tinggi, itu makan return lo pelan-pelan. Selalu check bagian biaya di FFS.
7) Common Mistake Anak Muda (Yang Bikin Burnout)
Salah satu blunder paling sering: cuma nge-fokus ke return 1 bulan atau 1 hari, terus langsung FOMO masuk. Padahal yang penting: baca prospektus/FFS buat ngerti biaya, aturan likuiditas, dan tujuan investasi produk.
Intinya: jangan cuma ngikutin grafik doang. Buka dokumen resminya dulu. Setidaknya lo tau game rules-nya.
8) Quick Win (Selesai dalam < 2 menit)
-
Buka app Bareksa atau Bibit.
Download FFS/Prospectus untuk “Setiabudi Dana Pasar Uang Likuid”.
- Tambahin produk ini ke watchlist. Cek nominal minimal pembelian & biaya. Selesai. 💸
FAQ
Apa beda NAB dan AUM, dan kenapa penting?
NAB (Nilai Aktiva Bersih) nunjukin harga per unit. AUM (dana kelolaan) nunjukin total duit yang dikelola. Keduanya penting buat ngecek performa dan ukuran dana.
Di mana gue bisa download Prospectus dan FFS yang valid?
Biasanya di website manajer investasi atau platform distribusi resmi kayak Bareksa dan Bibit. Juga perhatikan tanggal update dokumen sebelum percaya pada angka.
Apakah return 1 Tahun +5,41% berarti aman untuk jangka panjang?
Enggak selalu. Return historis cuma ngebayangin performa masa lalu. Untuk jangka panjang, pertimbangin tujuan investasi, inflasi, dan diversifikasi. Reksadana pasar uang biasanya cocok buat horizon pendek sampai menengah, bukan growth agresif.