Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah overthinking lihat nama “Proteksi” terus nanya, “ini aman beneran nggak, Bro?”
Sat-set TL;DR: AUM Rp122.793.148.600,97 • Unit 118.971.588 • NAB 1.036,2766 (update 13-Mei-2026) • Return singkat: 1 Hari +0,07% • MtD +0,40% • 1 Bulan +0,38% • YtD -1,03% • 1 Tahun -2,36%. Kategori: Syaria. Tipe: Terproteksi. (Data sesuai FFS/Prospectus yang lo kasi dan update terakhir AUM 01-Apr-2026)
Gini faktanya: nama produknya jelas nunjukin manajer/brand—Sucorinvest Syariah Proteksi 3—jadinya lo bisa expect strategi yang lebih ke “aman dulu, cuan pelan” alias tim cari aman. 🚦
1) Apa itu dan cocok buat siapa?
Produk ini kategori Syaria dan jenisnya Terproteksi. Jadi konsepnya: ada mekanisme proteksi modal untuk periode tertentu, bukan janji untung instan.
Cocok buat lo yang: pengin proteksi modal, prefer instrumen sesuai syariah, dan gak mau roller-coaster kayak saham. Tim anti-drama, nih.
2) Quick take performa — angka yang penting
Yang jelas dari FFS/Prospectus yang lo kasih:
AUM sekarang Rp122.793.148.600,97 dan NAB terakhir Rp1.036,2766 (13-Mei-2026).
Return singkatnya: 1 Hari +0,07%, MtD +0,40%, 1 Bulan +0,38%, tapi YtD -1,03% dan 1 Tahun -2,36%.
Intinya: performa 1 bulan ke belakang lumayan stabil, tapi dalam jangka 1 tahun dia masih minus. Jangan langsung FOMO—liat proteksi periode dan syarat redeem di Prospectus/FFS dulu.
3) Isi “perut” dana — apa yang kita tahu dari dokumen resmi
Dari data yang ada: kategori syariah & tipe terproteksi tercantum di FFS/Prospectus. Detail breakdown alokasi aset (misal proporsi sukuk, pasar uang, atau kas) nggak disertakan di info singkat yang lo kasih.
Gini rahasianya: biasanya reksadana proteksi syariah bakal mix antara sukuk (obligasi syariah), instrumen pasar uang, dan kas. Tapi buat angka pasti, lo kudu cek FFS ter-update atau bagian “Komposisi Aset / Top Holdings” di Fund Fact Sheet.
4) Manajer & legalitas — apa yang mesti lo cari di Prospectus/FFS
Nama produk nunjukin brand pengelola: Sucorinvest. Tapi detail seperti nama resmi Manajer Investasi, Bank Kustodian, nomor izin OJK, dan fee (biaya pengelolaan / biaya masuk keluar) harus dicek di Prospectus/FFS.
Kalau FFS nggak ada di tangan lo sekarang, buka halaman resmi manajer atau marketplace reksadana. Contoh: website Sucorinvest atau listing di Bareksa buat dapetin dokumen resmi & FFS.
5) Likuiditas & proteksi — cek hal-hal ini di Prospectus
Hal krusial yang mesti lo cari di dokumen resmi:
- Periode proteksi (misal proteksi penuh sampai X bulan/tahun),
- Syarat redeem di masa proteksi (ada penalti nggak?),
- Skema pembagian hasil kalau ada proteksi partial.
Kalau lo langsung narik karena panik, bisa kena biaya atau nggak dapat full proteksi—makanya baca Prospectus dulu.
6) Distribusi & beli di mana?
Biasanya produk besar kayak ini tersedia di APERD/platform marketplace kayak Bareksa atau Bibit, plus agen penjual resmi. Tapi ketersediaan tiap platform beda-beda.
Triknya: buka app lo, search nama produk, terus download FFS/Prospectus sebelum pencet tombol beli.
7) Red flag & apa yang mesti diwaspadai
🚩 Watch out kalau Prospectus/FFS nggak jelas soal periode proteksi, biaya tersembunyi, atau ada klausul lock-up yang panjang.
Jangan tergiur cuma karena 1 hari/1 bulan lagi hijau. Periksa YtD dan 1 Tahun—di sini ada sinyal kalau produk lagi underperform dibanding inflasi.
8) Common mistake anak muda pas nge-review reksadana
Banyak yang cuma nge-fokus ke return 1 bulan terakhir terus langsung FOMO. Kesalahan klasik: nggak baca biaya manajemen, tidak cek periode proteksi, dan lupa cek top holdings.
Hasilnya? Bisa kena penalti redeem atau salah paham soal proteksi modal.
9) Quick win: tugas 2 menit yang ngasih hasil instan
Buka aplikasi investasi lo sekarang. Cari “Sucorinvest Syariah Proteksi 3”. Download Fund Fact Sheet & Prospectus. Abis itu screenshot bagian Komposisi Aset dan Biaya — simpen buat referensi.
FAQ
Apa bedanya “Terproteksi” sama “Garansi Modal”? “Terproteksi” biasanya berarti ada mekanisme proteksi modal untuk periode tertentu, bukan jaminan mutlak. Baca klausul di Prospectus biar paham syaratnya.
Di mana gue bisa cek Top Holdings atau breakdown alokasi? Cek Fund Fact Sheet (FFS) terbaru—biasanya ada di website manajer investasi atau marketplace seperti Bareksa dan Bibit. Kalau nggak nemu, minta langsung ke manajer investasinya.
Kenapa NAB bisa naik tapi Year-to-Date masih minus? NAB harian/1-hari/1-bulan nunjukin pergerakan jangka pendek. YtD dan 1 Tahun nunjukin performa kumulatif. Jadi wajar kalau short term hijau tapi kumulatif masih minus—lihat horizon investasi dan periode proteksi di Prospectus.
—