Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah overthinking pas liat nama ‘Proteksi’—mikirnya aman, tapi gimana sih performanya beneran?
Sat-set: AUM Rp164.324.763.760,56 (Last Update: 01-Apr-2026).
NAB 1023.7748 (Last Update: 13-Mei-2026).
Return: MtD 0,10%, 1 Bulan 1,46%, 1 Tahun 2,97%, YtD 1,34%.
Intinya: cocok buat yang pengen safety-first, bukan yang buru-buru mau jackpot. 📌
Gini faktanya: produk ini dicatat sebagai Reksadana Terproteksi dengan kategori syariah. Artinya ada mekanisme proteksi modal di periode tertentu—bukan jaminan mutlak, tapi ada struktur supaya modal lo dapat perlindungan sesuai prospektus. Santai, kita bedah bareng-bareng yang penting.
1) Quick Facts yang lo mesti inget dulu 🤓
Nama produk: Sucorinvest Syariah Proteksi 1.
Dana Kelolaan (AUM): Rp164.324.763.760,56 (update 01-Apr-2026). Unit penyertaan: 160.662.000,00 unit.
NAB terakhir: 1023.7748 per 13-Mei-2026. Performa: 1 bulan +1,46%, 1 tahun +2,97%, MtD +0,10%.
2) Apa maksud “Terproteksi” dan cocok buat siapa? 🛡️
Terproteksi biasanya artinya: ada tanggal jatuh tempo proteksi, dan portofolio disusun supaya di akhir periode ada perlindungan modal sesuai ketentuan. Bukan berarti 100% risk-free—tapi lebih ke “anti-drama” buat modal jangka pendek-menengah.
Jadi produk ini lebih cocok buat tim cari aman & anti-drama yang mau proteksi modal sambil dapat return sedikit lebih baik daripada cash. Kalau lo mental roller-coaster, mending cari reksadana saham.
3) Bedah angka kinerja—apa yang bisa di-peak?
Angka-angkanya kalem: 1 tahun +2,97% nggak jelek buat produk proteksi syariah. MtD dan YtD nunjukin konsistensi kecil-kecilan—ada kenaikan tipis tiap bulan.
Bayangin deh: ini bukan tipe yang ngegas jauh, lebih ke steady. Kalo tujuan lo: lindungi modal dan dapat sedikit tambahan return, ini masuk akal.
4) Alokasi aset & Top Holdings — gue nggak nebak, gue cek fakta 🔎
Catatan penting: dokumen Prospectus & Fund Fact Sheet (FFS) biasanya ngasih detail soal alokasi aset, top holdings, bank kustodian, dan biaya. Dari data yang lo kasih, detail top holdings dan kustodian nggak tercantum di sini.
Secara umum, reksadana terproteksi syariah biasanya komponennya: sukuk/obligasi syariah + instrumen pasar uang syariah + kas untuk cadangan proteksi. Tapi, jangan puas sama asumsi—cek FFS/Prospectus buat angka pasti.
Kamu bisa download FFS/Prospectus resmi di website manajer investasi. Contoh: Sucorinvest AM atau platform jualan reksadana seperti Bareksa untuk lihat dokumen resmi produk ini.
5) Biaya, minimum pembelian & likuiditas — jangan remehkan ini 🚩
Biasanya yang bikin orang ‘kena mental’ bukan return, tapi biaya dan aturan penarikan. FFS/Prospectus akan bilang: berapa management fee, subscription/redemption fee, dan minimal pembelian awal.
Tidak punya angka pastinya di sini? Gini rahasianya: cek halaman biaya di FFS sebelum invest. Jangan cuma menilai dari return 1 bulan doang—biaya bisa makan profit lo.
6) AUM gendut atau kurus? Kenapa penting 💸
AUM Rp164.324.763.760,56 — ini artinya dana kelolaan tergolong sehat untuk produk retail. AUM yang cukup besar biasanya bantu likuiditas dan eksekusi investasi lebih mulus.
Tapi ingat: AUM besar bukan jaminan performa ideal. Tetap lihat alokasi aset dan histori manajemen portofolio di FFS/prospektus.
7) Red Flag yang mesti lo perhatiin ⚠️
- Jika FFS nunjukin biaya tinggi—ingat, biaya ngunyah return.
- Kalau proteksi cuma berlaku di kondisi tertentu atau ada syarat khusus—baca syarat proteksi di prospektus.
- Top holdings nggak transparan atau update FFS jarang—itu tanda hati-hati.
8) Common Mistake anak muda pas cek reksadana (dan gimana ngindarin) 😬
Kesalahan typical: cuma nge-judge dari return 1 bulan dan langsung FOMO. Padahal yang penting itu prospektus & FFS: biaya, mekanisme proteksi, tanggal jatuh tempo proteksi, dan top holdings.
Solusinya simpel: sebelum klik “beli”, download FFS 1 menit. Baca bagian biaya dan strategi investasi. Itu aja udah ngurangin kemungkinan kena mental.
9) Quick Win: tugas 2 menit biar lo ga salah langkah ⚡
Buka aplikasi jual reksadana (contoh: Bareksa/Bibit/Sucorinvest website). Cari “Sucorinvest Syariah Proteksi 1” lalu download PDF Fund Fact Sheet dan prospektus. Cek dua hal: biaya total dan tanggal/ketentuan proteksi.
FAQ — yang paling sering nanya (singkat & jelas)
Apa bedanya reksadana “terproteksi” dengan reksadana biasa?
Reksadana terproteksi punya struktur yang dirancang untuk melindungi modal pada akhir periode tertentu melalui alokasi aset dan strategi tertentu. Bukan jaminan tanpa risiko, tapi ada mekanisme proteksi yang tercantum di prospektus.
Di mana gue bisa dapatkan FFS & prospektus resmi produk ini?
Cek website manajer investasi (misal Sucorinvest AM) atau marketplace reksadana kayak Bareksa. Dokumen FFS harus tersedia dan biasanya di-update tiap periode.
Apakah return 1 tahun (+2,97%) berarti produk ini “aman”?
Return +2,97% nunjukin performa historis dalam 1 tahun, tapi jangan disalahtafsirkan sebagai proteksi mutlak. Baca prospektus tentang syarat proteksi, biaya, dan likuiditas sebelum putuskan berinvestasi.
—