Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah burnout nyari reksadana yang “aman tapi tetep ngegas”? Nah, lo lagi liat satu yang namanya Sucorinvest Anak Pintar — kita bongkar pelan-pelan tapi jelas, biar lo nggak cuma FOMO doang.
Sat-set: AUM Rp419.382.651.944 (update FFS 31-Mar-2026). NAB terakhir Rp3.927,53 (update 13-Mei-2026). Performa: 1 Hari -0,38%, MtD -0,33%, 1 Bulan -1,61%, YtD -9,43%, 1 Tahun +32,66%. Diluncurkan: 23-Feb-2017. Jenis: Campuran.
1) Quick snapshot — yang penting-penting dulu 💸
Produk ini bertipe Campuran, jadi cocok buat lo yang siap naik-turun dikit buat ngejar return lebih dari deposito. Launch-nya udah 23-Feb-2017, berarti udah jalan beberapa taun — nggak seumur jagung.
Sesuai data resmi dari Prospectus & Fund Fact Sheet (FFS) terakhir: Unit Penyertaan = 106.432.121,57 dan Dana Kelolaan = Rp419.382.651.944 (FFS per 31-Mar-2026). NAB terakhir tercatat Rp3.927,53 (update 13-Mei-2026).
2) Performance — jangan cuma liat 1 tahun doang ya 📈
Yang gokil: return 1 Tahun +32,66%. Mantul sih, tapi jangan keburu euforia. Ada juga catatan kurang enak di awal tahun sampai sekarang: YtD -9,43%.
Artinya: fund ini bisa kasih rally kenceng dalam 12 bulan terakhir, tapi juga sempet koreksi signifikan sepanjang tahun berjalan. Jadi kalau lo tim “mental baja” yang siap roller coaster, baru cocok.
3) Risk profile & gimana cara pahamnya (singkat) 🚩
Jenisnya campuran—biasanya gaulnya: kenaikan return potensial lebih gede dari pasar uang, tapi drawdown juga bisa lumayan. Intinya: bukan buat yang anti-drama.
Gini faktanya: data FFS nunjukin fluktuasi (YtD negatif, 1Y positif). Itu tanda ada volatilitas — siapin mental dan horizon investasi minimal menengah (3–5 tahun) kalau mau santai.
4) Bedah dokumen resmi: apa aja yang harus lo cek di Prospectus & FFS 🧾
- Biaya manajemen & biaya lain — wajib dicek di FFS/prospectus sebelum beli.
- Alokasi aset & top holdings — FFS per 31-Mar-2026 jadi sumber resmi buat lihat saham/bond terbesar di portofolionya.
- Manajer Investasi & Bank Kustodian — harus tercantum jelas di Prospectus/FFS; itu penentu trust level.
- Risiko & kebijakan investasi — baca bagian pembatasan konsentrasi, leverage, dan likuiditas.
Catatan: gue pake data yang lo kasih (FFS update 31-Mar-2026 & NAB 13-Mei-2026). Untuk detail top holdings atau nama kustodian yang spesifik, langsung download FFS/Prospectus terbaru di platform resmi supaya akurat.
5) Distribusi & beli di mana? (Praktis) ✅
Biasanya produk Sucorinvest ada di marketplace reksadana populer. Cek di Bareksa atau Bibit buat download FFS, lihat AUM, dan langsung masukkan ke watchlist. Kalau mau lebih aman, cek juga website manajer investasi atau OJK.
6) Red flag & hal yang kudu lo waspadai 🚩
Jangan gampang terbuai sama satu angka cakep (misal 1 Tahun +32,66%). Intinya, lihat juga YtD dan periode drawdown.
Kalau biaya manajemen tinggi atau ada exit fee, itu bisa ngikis return jangka panjang — wajib dicek di Prospectus/FFS sebelum ngucurin duit.
7) Common mistake anak muda pas nge-review reksadana (gue spill) 🙃
Kesalahan umum: cuma nge-judge dari return sebulan atau setahun tanpa buka Prospectus/FFS buat cek biaya, strategi, & konsentrasi aset. Hasilnya? Lo bisa kena overthinking ketika market koreksi.
8) Quick win: tugas 2 menit biar nggak galau sekarang juga
Buka aplikasi Bareksa/Bibit atau website manajer, cari Sucorinvest Anak Pintar, lalu download Fund Fact Sheet & Prospectus versi terbaru. Simpel, beres, langsung masukin ke watchlist.
FAQ
Apa sih yang dimaksud dengan NAB dan kenapa penting?
NAB (Nilai Aktiva Bersih) nunjukin harga per unit reksadana. buat ngehitung nilai investasi lo, cek NAB terbaru — di sini NAB terakhir Rp3.927,53 (update 13-Mei-2026).
Di mana gue bisa dapatkan Prospectus & Fund Fact Sheet resmi?
Download di marketplace reksadana kayak Bareksa atau Bibit, atau minta langsung ke manajer investasi. FFS yang gue pakai terakhir update per 31-Mar-2026 (portofolio) — so, trust that date ya.
Apakah return masa lalu menjamin masa depan?
Nope. Return historis (misal 1 Tahun +32,66%) nggak garansi masa depan. Makanya baca Prospectus/FFS, pahami biaya & risiko, dan sesuaikan horizon investasi lo.