Jujur aja, siapa sih yang nggak pernah kepo sama reksadana berlabel “AI” tapi ujung-ujungnya bikin overthinking nanya, “ini aman ga sih?”.
Sat-set TL;DR: NAB terakhir Rp 689,8005 (update 13-Mei-2026). AUM sekitar Rp 10.532.249.961,61 (update 01-Apr-2026). Performa: 1 Hari -0,95%, 1 Bulan -2,38%, MtD 0,24%, YtD -16,56%, 1 Tahun -18,54%. Diluncurkan: 22-Okt-2024. (Data referensi: Fund Fact Sheet terakhir 31-Mar-2026 & update NAB 13-Mei-2026) 📈
Nah, terus kita bedah pelan-pelan ya. Gue pakai data resmi yang lo kasih — semua angka di atas saya ambil dari update FFS/portofolio yang tersedia. Kalo mau lihat dokumen resminya langsung, cek link manajer investasi atau platform resmi di bawah.
1) Isi perut dana & data resmi yang gue pegang
-
Jenis: Campuran — nama fund: Sucorinvest Aggressive Balanced AI Fund. Launch 22-Okt-2024.
-
Mata Uang: IDR. Unit Penyertaan: 15.304.400,22 (update FFS 31-Mar-2026).
-
AUM (Dana Kelolaan): Rp 10.532.249.961,61 (last update 01-Apr-2026). NAB terakhir Rp 689,8005 (13-Mei-2026).
-
Performa singkat: 1 Hari -0,95%, 1 Bulan -2,38%, MtD 0,24%, YtD -16,56%, 1 Tahun -18,54%.
Gini faktanya: itu semua angka resmi yang lo kasih. Tapi—kabar penting—untuk info yang biasanya krusial kayak top holdings, alokasi aset per kelas (proporsi saham vs obligasi), bank kustodian, biaya pengelolaan (expense ratio), minimal pembelian, dan daftar APERD, data itu nggak tercantum di potongan angka yang lo kasih. Jadi gue nggak bakal nebak-nebak. Mending cek langsung prospektus/FFS lengkap di situs resmi manajer investasi atau marketplace reksadana.
But to help, lo bisa mulai dari sini: Sucorinvest (MI) atau cek marketplace seperti Bareksa buat cari FFS/Prospektus produk ini.
2) Kinerja: Kenapa angkanya lagi merah? (Analisa santai)
Singkatnya: sejak peluncuran Oktober 2024 dana ini belum sempat nge-jarak jauh naik karena performa YtD -16,56% dan 1 tahun -18,54%. Itu tanda dana lagi ngalamin fase drawdown cukup dalam buat timeframe singkat ~1.5 tahun.
Bayangin deh: dana campuran “aggressive” biasanya kombinasi saham + aset pendapatan tetap. Kalo saham lagi kena, ya gabungan portofolionya bisa terjun. Jadi drawdown segitu masuk akal kalo porsi sahamnya besar.
Intinya: ini bukan dana buat lo yang takut liat nilai berkurang. Untuk investor jangka pendek, performa 1 bulan dan 1 hari bisa bikin FOMO. Tapi buat jangka menengah-panjang, fokus ke alokasi & strategi yang tercantum di prospectus lebih penting daripada nge-stalk NAV harian.
3) Siapa yang cocok (risk profile)?
Nama fund-nya “Aggressive Balanced” — jelas cocok buat tim mental baja yang siap naik roller coaster demi potensi cuan lebih tinggi. 🚀
Kalo lo tim cari aman & anti-drama, skip. Kalo lo bisa tahan drawdown belasan persen dan punya horizon investasi >3 tahun, baru dipertimbangin.
4) Red flags & hal wajib dicek di Prospectus/FFS 🚩
-
Expense ratio / biaya pengelolaan: biaya tinggi bisa makan return jangka panjang. Cek angka pastinya di FFS.
-
Top holdings & sektor konsentrasi: kalau 30–40% dikurung di beberapa saham/sector, volatilitas bisa jumbo.
-
Kebijakan penggunaan leverage atau derivatif: kalau ada, risiko naik cepat juga bisa jatuh cepat.
-
Likuiditas & ketentuan redeem: gimana prosedur jual kembali dan ada cut-off time apa enggak.
-
Bank kustodian & registrar: penting buat keamanan aset; cek siapa penanggung jawab kustodian di prospektus.
Kabar baiknya: semua poin di atas tercantum di prospektus/FFS — soalnya itu dokumen resmi. Lo cuma perlu download dan scroll 5 menit aja buat ketemu info itu.
5) Distribusi & di mana beli (cara cek cepat)
Biasanya reksadana kayak gini tersedia lewat website manajer investasi, marketplace reksadana (Bareksa, Bibit, dll), dan bank/APERD yang jadi agen pemasar. Tapi jangan katakan gue bilang pasti tersedia di X — cek sendiri di link resmi.
Langsung cek: Website Sucorinvest atau marketplace seperti Bareksa buat lihat apakah produk ini dijual dan download Prospektus & FFS lengkap.
6) Common mistake anak muda pas review reksadana (biar lo nggak kena mental)
-
Ngukur cuma dari return 1 bulan atau 1 hari terus FOMO beli. Padahal belum cek: biaya, holding concentration, atau rules redeem. Itu red flag klasik.
7) Quick Win: tugas 2 menit biar gak galau
-
1) Buka aplikasi investasi lo atau Bareksa. Cari “Sucorinvest Aggressive Balanced AI Fund”. Download FFS/Prospektus. Lihat top 5 holdings dan expense ratio. Selesai dalam 2 menit. 💸
-
2) Masukin fund ini ke watchlist buat pantau NAB harian tanpa panik ngejual tiap merah.
FAQ
Apa perbedaan Prospectus dan Fund Fact Sheet (FFS)? Prospectus itu dokumen panjang berisi kebijakan investasi, fee, resiko, dan aturan legal. FFS lebih ringkas: snapshot performa, AUM, alokasi, dan top holdings per periode. Keduanya wajib lo baca sebelum investasi.
Di mana saya bisa cek top holdings, kustodian, dan biaya produk ini? Cek Prospektus & FFS resmi yang biasanya tersedia di website manajer investasi (misal Sucorinvest) atau marketplace reksadana seperti Bareksa. Kalau masih nggak ketemu, hubungi layanan pelanggan manajer investasi.
Apakah data kinerja ini menjamin hasil di masa depan? Nggak. Kinerja historis cuma gambaran masa lalu. Prospectus & FFS juga jelasin risiko—jadi jangan berharap hasil pasti. Investasi tetap ada risiko turun-naik.