Serupa tapi tak sama. Itulah istilah yang bisa kita gunakan untu kedua produk asuransi jiwa dari AXA Financial Indonesia ini. Meskipun demikian, keduanya memiliki produk beserta range harga yang berbeda. Sanga
2 produk Asuransi Jiwa yang hampir sama
Kedua produk unggulan ini merupakan bagian dari produk Asuransi Jiwa Artinya ia memberikan manfaat bilamana Tertanggung mengalami risiko tutup usia. Keduanya pun memiliki fleksibilitas dalam melakukan pembayaran Premi.
Tabel perbedaan AXA Term Protector dan Maestro Infinite Protection
| Manfaat | AXA Term Protector | Maestro Infinite Protection |
| Masa Pembayaran | 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun | 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun |
| Masa Perlindungan | 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun | Hingga Tertanggung berusia 100 tahun |
| Manfaat pada akhir kontrak | 110% dari Premi yang dibayarkan pada akhir kontrak | 100% dari Uang Pertanggungan pada akhir kontrak |
| Jenis Asuransi | Asuransi Dwiguna | Asuransi Endowment |
| Manfaat risiko tutup usia akibat kecelakaan | Tambahan 100% dari Uang Pertanggungan | Tambahan 50% dari Uang Pertanggungan |
Contoh kasus AXA Term Protector dan Maestro Infinite Protection
Agar lebih mudah dimengerti, berikut contoh kasus dari masing-masing produk dimana 1 produk lebih unggul dibandingkan produk lainnya
Pak Budi adalah seorang ayah berusia 35 tahun yang memiliki seorang putri berusia 5 tahun. Pak Budi ingin memastikan dua hal:
- Dana Pendidikan: Setelah 20 tahun (saat anaknya selesai kuliah dan berusia 25 tahun), Pak Budi ingin mendapatkan dana tambahan dari asuransi untuk biaya pernikahan anaknya atau sebagai tambahan dana pensiunnya sendiri.
- Perlindungan: Jika terjadi sesuatu padanya dalam masa pertumbuhan anaknya, ada dana untuk pendidikan dan biaya hidup anaknya.
Mengapa Pak Budi memilih AXA Term Protector (ATP)?
Pak Budi kemudian memilih AXA Term Protector (ATP) dengan masa pertanggungan 20 tahun. Berikut alasannya mengapa ATP lebih cocok baginya daripada Maestro Infinite Protection (MIP):
- Sesuai Target Waktu: Pak Budi hanya butuh perlindungan selama 20 tahun (sampai anaknya mandiri). ATP memiliki pilihan jangka waktu yang spesifik (10, 20, atau 30 tahun), yang sangat pas dengan kebutuhan jangka menengah Pak Budi.
- Manfaat “Tabungan” (Pengembalian Premi): Karena Pak Budi sehat dan beruntung hingga 20 tahun kemudian, ATP memberikan pengembalian premi sebesar 110%. Dana ini bisa langsung digunakan Pak Budi untuk biaya pernikahan anaknya atau menambah dana pensiunnya.
- Efisiensi Biaya: Jika Pak Budi mengambil Maestro Infinite Protection, ia membayar untuk perlindungan seumur hidup (sampai usia 100 tahun). Padahal, kebutuhan utama Pak Budi hanyalah masa pertumbuhan anaknya. Dengan ATP, ia mendapatkan perlindungan yang ia perlukan plus bonus uang kembali di akhir masa kontrak yang sudah dipastikan.
Dalam cerita di atas, Axa Term Protector lebih unggul karena:
- Ada Tujuan Jangka Menengah: Pak Budi memiliki target waktu yang jelas (20 tahun) dan bukan mencari warisan seumur hidup.
- Adanya Cashback (Pengembalian Premi): Pak Budi ingin uang yang ia bayarkan untuk premi asuransi tidak “hangus” jika tidak ada klaim meninggal dunia, melainkan kembali menjadi dana segar di akhir kontrak.
Ibu Sari (40 tahun) adalah seorang pengusaha sukses. Ia sudah memiliki rumah, tabungan pensiun yang cukup, dan anak-anaknya sudah mandiri.
Tujuan Ibu Sari: Ibu Sari tidak lagi mencari “uang kembali” atau proteksi jangka pendek. Prioritas utamanya adalah meninggalkan warisan (legacy) bagi anak dan cucu-cucunya, tanpa memedulikan kapan ia akan meninggal dunia, entah itu di usia 60, 80, atau bahkan 95 tahun. Ia ingin memastikan bahwa kapan pun beliau tutup usia, keluarga akan menerima uang tunai yang layak dari asuransi untuk biaya operasional keluarga atau pajak warisan.
Mengapa Ibu Sari memilih Maestro Infinite Protection (MIP)?
- Perlindungan Seumur Hidup (Hingga Usia 100): Jika Ibu Sari memilih AXA Term Protector dengan masa pertanggungan maksimal (30 tahun), maka asuransinya akan berhenti saat beliau berusia 70 tahun. Jika Ibu Sari berumur panjang hingga 80 atau 90 tahun, beliau tidak lagi memiliki perlindungan jiwa. Dengan Maestro Infinite Protection, beliau terlindungi hingga usia 100 tahun, sehingga tujuannya mewariskan dana tetap terjaga berapa pun usianya saat tutup usia.
- Fokus pada Warisan, Bukan “Cashback”: Ibu Sari tidak memerlukan pengembalian premi karena baginya dana premi tersebut adalah “biaya” untuk memastikan Uang Pertanggungan cair bagi ahli waris. Di MIP, tidak ada pengembalian premi, tetapi sebagai gantinya, Uang Pertanggungan (UP) yang didapat biasanya jauh lebih besar dibandingkan jika ia memilih produk term dengan premi yang sama.
- Manfaat Tambahan di Masa Pensiun: Pada usia 65 tahun, Ibu Sari akan mendapatkan Manfaat Dana Tunai sebesar 20% dari Uang Pertanggungan. Ini adalah bonus yang sangat bermanfaat sebagai tambahan dana liburan atau dana sosial di masa pensiun, di luar manfaat warisan utama yang tetap terjaga.
Singkatnya
Keduanya memiliki fungsi dan peruntukan yang berbeda. Bijak dalam memilih asuransi jiwa adalah golden rules dalam mencapai Financial Planning demi masa depan yang lebih terjaga.