Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggandakan uang secara pasif. Menggandakan uang secara pasif berarti anda tidak perlu bekerja atau melakukan apapun dan uang akan berkembang dengan sendirinya. Salah satu cara jalan yang dapat ditempuh untuk menggandakan uang secara pasif ialah melalui aplikasi Fintech Koinworks.

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks
sumber: Koinworks.com

Koinworks merupakan sebuah layanan yang mempertemukan Debitur dan Kreditur untuk mendapatkan kredit atau utang. Debitur merupakan orang yang membutuhkan kredit, sementara Kreditur merupakan orang yang memberikan kredit. Keduanya mendaftarkan diri dan bertemu dalam platform Koinworks untuk melakukan Transaksi.

Bunga yang ditawarkan oleh Koinworks cukup bervariatif. Koinworks mengkategorikan suatu pinjaman kedalam kelas dengan resikonya masing – masing. Semakin tinggi kelas suatu pinjaman, semakin kecil pula resiko dan imbal baliknya. Sebaliknya, semakin rendah kelas suatu pinjaman, semakin besar pula resiko dan imbal baliknya. Untuk itu sangat disarankan bagi Kreditur untuk melakukan diversifikasi agar terhindar dari resiko seperti:

  • Keterlambatan pembayaran
  • Debitur gagal bayar

Resiko tersebut dapat kita lihat pada kolom status yang berwarna kuning dalam gambar di bawah ini:

Berikut beberapa tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks:


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Siapkan dana darurat

Mengalokasikan dana pada layanan fintech Koinworks sangatlah mudah untuk dilakukan. Hanya dalam beberapa click, kita dapat menjadi kreditur dengan menitipkan uang kepada Koinworks untuk diserahkan kepada debitur. Permasalahan muncul ketika resiko terjadi dan kita tak memiliki dana darurat sepeserpun.

Dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan ketika terjadi resiko yang tak bisa kita hindari, seperti:

  • Krisis
  • Kerusuhan
  • Kehilangan lapangan pekerjaan
  • dan banyak lagi resiko lainnya.

Dengan adanya dana darurat, kita dapat berdiri kokoh dan seimbang sekalipun resiko yang tak terelakkan menerjang. Nominal yang dibutuhkan untuk menyiapkan dana darurat paling tidak 6x hingga 12x pemasukan yang dihasilkan setiap bulannya.

Hanya gunakan “uang dingin”!

Jika kita telah memiliki dana darurat, langkah selanjutnya yang boleh dilakukan ialah menjadi Kreditur dari Koinworks! Dari semua tips yang dituliskan dalam artikel ini, poin ini merupakan tips yang paling ditunggu-tunggu karena kita akan segera mengembangkan uang kita menjadi berlipat-lipat. Eits, tunggu dulu, pastikan kita hanya menggunakan uang dingin dalam menjadi kreditur dari Koinworks.

Uang dingin yang saya maksud bukanlah uang yang disimpan dalam kulkas atau uang yang diletakkan di atas es batu. Uang dingin yang saya maksud merupakan uang yang dapat bukan diperuntukkan untuk apapun selain dari berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk menempatkan kondisi finansial dan kebutuhan sehari-hari dalam titik aman jika sewaktu-waktu resiko diatas terjadi dan kita tidak bisa mencairkan dana.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Sangat disarankan untuk tidak menggunakan uang hasil meminjam

Meski Koinworks menawarkan bunga yang bervariatif dimulai dari 15% per tahun hingga 23% per tahun, sangat disarankan untuk tidak menggunakan uang hasil meminjam (utang) dikarenakan beberapa alasan di bawah ini:

Bunga bank yang relatif tinggi

Bank mungkin akan meminjamkan uang mereka pada anda dengan bunga yang sangat kecil, yakni 1%. Angka ini sangat jauh selisihnya bila dibandingkan dengan bunga yang ditawarkan oleh Koinworks hingga 23%. Namun jutaan orang tak menyadari bahwa bunga yang ditawarkan oleh Koinworks menggunakan satuan tahunan sementara bunga yang ditawarkan oleh bank menggunakan satuan bulanan.

Dalam hal ini, bila kita menggunakan uang Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan bunga 1%, artinya bank akan mengenakan bunga sebesar 12% per tahun. Untuk setiap Rp. 5,000,000 yang kita pinjam dari bank, kita wajib mengembalikannya sebesar Rp. 5,000,000 ditambah bunga Rp. 600,000. Agar balik modal, paling tidak kita harus memilih pinjaman dengan bunga minimal 12% an durasi 1 tahun untuk kelancaran kredit dan nama baik dalam BI checking.

Jika kita beruntung, kita mungkin mendapatkan pinjaman dengan bunga > 12% per tahun dalam kelas pinjaman yang tinggi.


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Kendalikan portofolio dengan memainkan bunga yang bervariasi

Koinworks menawarkan bunga pinjaman mulai dari 12% hingga 23%. Bagaimana cara kita mendapatkan pemasukan yang optimal dengan mengandalkan bunga tersebut?

Yup, benar. Dengan melakukan Diversifikasi.

Diversifikasi merupakan mengalokasikan dana kedalam beberapa kategori yang tersedia dalam Koinworks, seperti:

  • Industri
  • Resiko
  • Tinggi rendahnya suatu bunga

Setelah mengumpulkan resiko tersebut, kita dapat mengalokasikan lebih banyak dana pada pinjaman dengan resiko yang kecil, dan mengalokasikan sisanya pada pinjaman dengan resiko dan imbal balik yang besar.

Dengan demikian, kita tetap mendapatkan pemasukan yang optimal sambil meminimalisir risiko yang mungkin terjadi pada kredit yang kita berikan.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Tertarik untuk mendulang rupiah melalui Koinworks?
Kunjungi tautan menuju Koinworks berikut ini dan ikuti prosedurnya dalam halaman tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada pembaca lain yang membutuhkan. Bila ada hal yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk menuliskannya pada kolom komentar dibawah ini.

Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Terlahir dalam keluarga yang belum melek literasi keuangan membuat saya sedikit terlambat dalam mengenal dan mekanisme kartu kredit. Saya ingat waktu itu papa dan mama saya selalu menolak berbagai jenis keuangan seperti asuransi dan kartu kredit. All they know is setiap punya uang harus langsung dibelikan rumah dan tanah. Ketika terjadi sesuatu, mereka hanya perlu melikuidasi aset tersebut.

Padahal, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk melikuidasi aset seperti rumah dan tanah menjadi uang tunai.

Orang tua saya selalu pesimis dan antipati terhadap kartu kredit. Padahal kartu kredit bekerja bak pisau bermata dua yang bisa digunakan untuk memotong maupun melukai penggunanya bila tidak digunakan secara bijak dan hati-hati.

Pada artikel di atas saya membagikan tips dalam menggunakan kartu kredit, agar kita memiliki hidup yang indah nan bahagia, jauh dari jangkauan debt collector kartu kredit.

Apakah kalian tahu kalau kita bisa mengajukan debt restructuring dan debt rescheduling atas utang kartu kredit?

Baru-baru ini saya mendapat teror melalui telepon oleh debt collector kartu kredit dari bank HSBC. Seseorang di ujung telepon yang mengaku bernama Okta dengan nomor telepon 02150500233 meneror saya hanya karena seseorang yang saya kenal memiliki tagihan kartu kredit yang belum dilunasi.

Ditelepon dari nomor telepon yang berawalan kode area (021, 022, 0254, dll) memberikan kesan tersendiri bagi penerima panggilan dikala mereka menantikan (harap-harap-cemas) panggilan interview dan wawancara dalam mencari pekerjaan.

Eh sekalinya ditelepon oleh nomor telepon yang berawalan kode area, ternyata debt collector kartu kredit.

Huh!

Bagaimana rasanya dikejar-kejar oleh debt collector kartu kredit?

Yang pasti kegiatan tersebut sangat amat mengganggu. Umumnya mereka hanya berfokus pada informasi pribadi debitur. Ya, hanya itu yang mereka butuhkan. Mereka menggunakan bervariasi trik untuk memperoleh informasi pribadi lebih lanjut terkait informasi pribadi debitur, seperti:

  • Nama lengkap
  • Alamat lengkap
  • Nama kantor
  • Lokasi kantor
  • Posisi atau jabatan di kantor
  • Nama rekan, saudara sekandung, atasan, bawahan, semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan debitur

dan lain sebagainya. Selanjutnya debt collector kartu kredit dapat menggunakan informasi ini untuk membuat debitur terpojok bahwa seluruh informasi milik debitur telah dipegang oleh sang debt collector.

Bila debt collector tidak mendapatkan informasi kartu kredit, atau anda berhasil membuat mereka kesal seperti yang saya lakukan karena saya tidak memberikan informasi pribadi debitur serta mengulur waktu panggilan, anda akan dihujat secara habis-habisan. Mulai dari personal attack hingga makian serta ucapan yang menurut saya tak layak keluar dari orang-orang berpendidikan.

Padahal mah, informasi dan nama pribadi tersebut juga hasil mulung dari orang-orang terdekat debitur. Tak ada yang bisa menjamin juga kalau debt collector kartu kredit tersebut tidak mendapat nama dan nomor handphone dari pihak yang menjual data debitur kartu kredit.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meloloskan diri dari kejaran debt collector kartu kredit ialah dengan memasang aplikasi True Caller yang bisa diunduh langsung dari Google Playstore maupun App Store.

True Caller merupakan aplikasi smartphone yang mengijinkan penggunanya untuk melakukan marking nomor telepon atas panggilan atau sms yang tak diinginkan, seperti:

  • Telemarketing asuransi
  • Telemarketing / debt collector leasing
  • Telemarketing / debt collector kartu kredit

Setelah pengguna “menandai” nomor telepon yang dianggap SPAM, aplikasi True Caller akan menjaga smartphone dari serangan 3 pihak di atas.


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Apakah True Caller akan berhasil?

Surely yes, and it definitely works like magic!

Pada umumnya, debt collector kartu kredit takkan menggunakan nomor handphone pribadi untuk melakukan pekerjaannya. Sekalipun kita memiliki rekan yang bekerja di perusahaan debt collecting, kita tetap dapat menerima panggilan maupun SMS dari nomor pribadi yang ia gunakan, karena tak ada seorang pun yang melaporkan nomor pribadi tersebut kedalam aplikasi True Caller.

Bila anda bekerja di perusahaan debt collector, saya tak menganjurkan anda untuk menggunakan nomor pribadi dalam bekerja dan melakukan SPAM telepon maupun sms ke debitur dengan pertimbangan di bawah ini:

  • Anda tidak perlu menggunakan pulsa dan perangkat pribadi untuk mewujudkan KPI Perusahaan. Karena perusahaan tentu tak akan bertanggung jawab atas kerusakan perangkat pribadi yang anda gunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut, bukan?
  • Orang-orang terdekat akan paranoid dengan nomor pribadi anda dan mungkin mulai berhenti berhubungan dengan anda,
  • Nomor pribadi anda akan muncul di Twitter, di mesin pencari Google, di grup Facebook, dan di banyak platform media sosial lainnya. Hal ini akan menjadi buah simalakama bagi anda.

So, don’t do that!

Selamat mencoba aplikasi True Caller dan biarkan debt collector kartu kredit mengalami sulitnya berurusan dengan aplikasi True Caller.

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hidup tanpa utang jelas lebih tenang dan menyenangkan. Namun banyak hal bisa terjadi dalam hidup dan membuat kita dihadapkan dengan pilihan untuk berutang demi berbagai hal.

Yup, utang merupakan salah satu cara yang teruji dan terbukti efektif untuk mendatangkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat.

Pernah jadi korban blast sms maupun telemarketing yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan, bukan?

Sama!

Utang sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yakni:

  • Utang positif
  • Utang negatif

Utang positif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk menambah kekayaan atau pemasukan.

Utang positif biasanya dilakukan oleh pengusaha yang membutuhkan kucuran dana segara untuk melakukan ekspansi dan memperbanyak keuntungan seperti yang saya bahas melalui artikel di bawah ini:

Berbeda dari utang positif, utang negatif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumtif, seperti:

  • Membeli gawai keluaran terbaru
  • Memberi benda-benda lainnya yang tidak kita perlukan hanya untuk memamerkannya pada orang yang sama sekali tidak peduli kepada kita.
  • Membeli kendaraan atau elektronik yang harganya terjun bebas dari waktu ke waktu

Ketimbang membeli dompet seharga Rp. 1,000,000 untuk menyimpan uang Rp. 100,000, lebih baik membeli dompet seharga Rp. 100,000 untuk menyimpan kartu ATM dengan jumlah saldo Rp. 1,000,000.

Dibandingkan dengan meminjam kepada perorangan atau individu meski memiliki bunga yang cukup rendah, sebagian orang akan jadi lebih baik untuk meminjam ke bank. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih besar seperti:

  • Putusnya tali silaturahmi hanya karena uang
  • Menjaga nama baik keluarga dan kondisi keuangan di dalamnya.

Terlebih jika jumlah dana yang diperlukan cukup banyak, dan tidak memungkinkan untuk meminta bantuan kepada teman atau saudara, maka mengajukan utang ke bank merupakan opsi terbaik yang pernah kita miliki.

Tetapi sebelum memutuskan untuk meminjam ke bank, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini:


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Pastikan Peruntukan Utangnya Untuk Kebutuhan Utama

Jangan pernah berutang untuk kebutuhan konsumtif, seperti mengganti perangkat telepon dengan yang terbaru hanya karena trend dan gengsi, padahal gawai lama masih bisa berfungsi dengan baik.

Pokoknya jangan!!!

Hindari mengambil utang untuk kebutuhan konsumtif seperti ini, karena akan membebani keuangan dengan berat lantaran kebutuhan memenuhi gengsi tidak akan pernah ada cukupnya karena sifat dasar manusia yang tamak, rakus dan tak pernah puas.

Silakan ambil utang ke bank untuk keperluan penting dan utang positif, seperti:

  • Modal usaha
  • Membeli rumah.
  • Merenovasi rumah

Tentunya utang ke bank tersebut dilakukan dengan penuh pertimbangan, apakah kita benar-benar memerlukannya saat itu juga sehingga kita perlu mengajukan utang ke bank, ataukah keperluan dana ini masih bisa ditunda hingga beberapa waktu yang akan datang, sehingga bisa dipenuhi dengan menabung?

Apakah Kita Memiliki Jaminan yang Cukup?

Mari membahas sisi terburuk dari mengajukan utang ke bank.

Mengajukan utang ke bank terkadang tidak bisa dilakukan dengan tangan hampa. Kita harus memiliki jaminan yang cukup untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan kebutuhan.

Bila kita tidak memiliki aset, maka sangat besar kemungkinan pihak Bank akan menolak penawaran anda untuk mengambil utang ke bank.


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Pastikan bahwa aset yang akan dipakai untuk jaminan tersebut adalah milik kita pribadi. Hindari meminjam aset dari orang lain, meski itu adalah keluarga yang sangat dekat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ketika kita terlambat atau bahkan gagal bayar utang.

Keberadaan aset adalah untuk menjamin ketika kita mengalami hal seperti ini. Ketika itu milik orang lain, maka urusan kita akan jadi sangat panjang nantinya.

Pertimbangkan Jumlah Utang dan Cicilan Tiap Bulannya

Untuk mendapatkan situasi keuangan ideal, batasi cicilan utang dalam besaran tidak lebih dari 30 persen pendapatan kita setiap bulan. Misalnya pendapatan tiap bulan Rp 3 juta, maka jumlah cicilan yang kita miliki tidak boleh lebih dari Rp 900 ribu setiap bulannya.

Perhitungan ini biasa disebut sebagai Debt to Income ratio, atau rasio perbandingan antara jumlah penghasilan dengan angsuran yang harus dibayar setiap bulannya.

Perhitungan ini biasanya juga dipakai oleh bank untuk menilai seberapa besar kita mampu membayar utang sesuai dengan pendapatan. Meski kebutuhan dana kita besar, bank tidak akan serta merta menyetujuinya jika pendapatan kita dinilai tidak bisa memenuhi syarat dari cicilan yang aman untuk kesehatan keuangan kita.

Tentu saja Bank tidak ingin meminjamkan uang kepada mereka yang memiliki resiko default lebih tinggi.

Default = kegagalan seseorang dalam melunasi utang.

Karena itu, kita harus sadar dengan kemampuan keuangan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Tidak hanya agar pinjaman disetujui bank, tetapi juga agar kondisi keuangan kita tidak berantakan setelah memiliki tanggungan utang nanti.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Jangan Miliki Lebih Dari 1 Cicilan Dalam Satu Waktu

Jika sudah memiliki tanggungan di bank dan jangka waktu cicilannya masih panjang, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengajukan utang. Memiliki lebih dari 1 cicilan dalam satu waktu akan sangat membebani keuangan kita.

Tidak hanya membuat saldo berantakan, memiliki lebih dari satu cicilan juga meningkatkan tingkat kecemasan dan stress dalam hidup. Tidak sehat secara keuangan, tak sehat pula secara mental dan fisik. Tentu kita tidak ingin terjadi hal yang demikian bukan?

Bijak dalam berutang adalah cara terbaik untuk membuat kondisi keuangan tetap stabil. Pastikan pula untuk berkomunikasi dengan orang terdekat, keluarga khususnya, sebelum mengajukan pinjaman ke bank dan dalam jumlah besar.

Pastikan pula untuk memiliki asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang cukup untuk melunasi angsuran atau cicilan yang belum lunas untuk mengantisipasi resiko tutup usia.

Pastikan pula Uang Pertanggungan tersebut masih cukup untuk menghidupi anggota keluarga maupun tanggungan yang mengandalkan kondisi finansial mereka pada kita.

Pertimbangkan segala sesuatunya dengan bijak sebelum memutuskan untuk mengajukan utang ke bank.

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Memakai kartu kredit bisa jadi sebuah solusi transaksi yang kerap kali melenakan pemakai. Banyak promo-promo menarik yang bermunculan, tidak hanya dari bank penerbit kartu, tetapi juga dari berbagai gerai dan brand yang memberikan harga khusus untuk pembayaran dengan kartu kredit.

Tidak sedikit pengguna kartu kredit yang terjerumus dengan berbagai kemudahan ini dan akhirnya terjerat utang yang tak berujung pangkal. Dari sini, kemudian banyak orang yang menilai bahwa kartu kredit lebih banyak masalahnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, dengan penggunaan dan pengelolaan yang baik, kartu kredit bisa memberikan manfaat yang cukup banyak buat kita. Sudah punya atau baru akan membuka kartu kredit?

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari tunggakan membengkak yang jadi jeratan maut banyak nasabah:

Sesuaikan Limit dengan Pendapatan Rutin

Masalah utama dari pemegang kartu kredit adalah memiliki tagihan melebihi kemampuan mereka untuk membayar. Ini yang biasanya ‘dilanggar’ oleh para pemegang Kartu Kredit demi mendapatkan dana yang lebih banyak.

Sebenarnya, masalah ini merupakan hal yang kerap kali membuat seseorang terjebak dalam tagihan yang mencekik leher. Memiliki tagihan lebih dari kemampuan akan membuat kita terjerumus dalam utang yang dalam.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Salah seorang teman pernah bercerita kalau ia sempat memiliki Kartu Kredit dengan limit 10x hingga 12x dari penghasilan yang ia terima setiap bulannya. Kelalaiannya dalam mengelola uang berakibat fatal. Ia terjerat utang yang berkepanjangan dengan bunga yang membengkak karena utang tersebut tak kunjung dilunasi.

Karena itu, sebaiknya miliki kartu kredit dengan limit sesuai dengan pendapatan. Tentu akan lebih baik lagi jika limit kartu yang kita miliki kurang dari jumlah pendapatan bulanan.

Dengan limit yang tepat, penggunaan kartu kredit pun akan lebih terkontrol. Tidak ada tagihan yang lebih dari kemampuan dan membuat kondisi keuangan jadi lebih sehat.

Gunakan Kartu Kredit Hanya Untuk Transaksi Tertentu

Jangan gunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja bulanan atau makanan dan keperluan lainnya yang seharusnya masuk dalam pos keperluan rutin.

Memang, banyak promo menarik dari berbagai gerai makanan dan pusat perbelanjaan. Namun hal ini kerap kali tanpa disadari membuat kita jadi lebih konsumtif dan sulit mengontrol pengeluaran rutin.

Pastikan debt to income ratio terkendali dengan sangat baik!

Hanya gunakan kartu kredit untuk transaksi tertentu. Misalnya pembelian barang elektronik yang jadi lebih murah dengan promo dari toko dan cicilan tanpa bunga.

Selalu Bayar Lunas dan Tepat Waktu

Ketika kita membayar tepat waktu, tidak akan ada bunga tambahan dan biaya keterlambatan pembayaran yang jumlahnya tak sedikit. Membayar tepat waktu juga menjadi catatan kita di OJK, jika sering terlambat, nama kita bisa masuk daftar hitam yang tentu merugikan jika suatu hari nanti memerlukan pinjaman ke bank atau koperasi.

Agar tidak terlewat, selalu perhatikan tanggal pembayaran terakhir di lembar tagihan. Pasang reminder pada tanggal tersebut, atau langsung lakukan pembayaran setelah tagihan keluar.


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Pastikan juga untuk membayar lunas setiap bulan, sesuai dengan transaksi yang tertagih. Hindari membayar dengan jumlah minimal. Meski menggiurkan, namun bunga transaksinya lama kelamaan akan menjerat dalam utang berkepanjangan.

Psstt, apakah kalian tahu kalau tanggal jatuh tempo tagihan Kartu Kredit bisa diubah sesuai keinginan?

Kartu Kredit Bukan Dana Cadangan

Kartu Kredit memiliki 2 buah saldo yang tersedia didalamnya. Saldo tersebut ialah:

  • Limit saldo Kartu Kredit yang bisa digunakan untuk bertransaksi atau membeli suatu barang, jasa, maupun melakukan topup.
  • Cash Advance yang dapat digunakan untuk menarik atau mencairkan uang tunai dengan bunga dan biaya yang lumayan tinggi

Mungkin diantara kita masih ada yang berpikiran kalau memiliki Kartu Kredit berarti memiliki dana cadangan. Ungkapan ini tak sepenuhnya salah, karena Kartu Kredit sering menjadi penyelamat dikala kita harus memesan tiket atau akomodasi secara dadakan.

Ingat, kartu kredit bukanlah dana cadangan. Sisihkan dana cadangan dari pendapatan rutin setiap bulan, bukan mengandalkan kartu kredit ketika terjadi hal mendesak.

Kartu kredit merupakan alat untuk mempermudah transaksi, yang dananya harus segera dikembalikan secepat mungkin. Kartu Kredit bukanlah dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu untuk memenuhi keperluan hedon dan berfoya-foya.

Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

Indonesia memperbolehkan seseorang memiliki lebih dari 1 kartu kredit untuk bertransaksi. Namun sebaiknya kita membatasi kepemilikan kartu kredit agar tidak melebihi batas kemampuan kita membayarnya.

Bila perlu, cukup 1 kartu kredit saja yang kita pegang. Atau maksimal 2, untuk mendapatkan keuntungan dari salah satu kartu yang dimiliki.

Sebaiknya, jumlah limit keduanya berada dalam jangkauan pendapatan kita setiap bulan. Sehingga tidak akan terjadi kelebihan beban pembayaran yang bisa jadi masalah di kemudian hari.

Semoga artikel tips cerdas memakai kartu kredit ini bermanfaat agar kita lebih bijak dalam memiliki dan menggunakan kartu kredit!

Kekuatan bunga berbunga yang sering dipandang sebelah mata

Kekuatan bunga berbunga yang sering dipandang sebelah mata

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan uang ialah dengan memberikan bunga untuk setiap transaksi keuangan yang kita lakukan. Bunga senantiasa ada saat kita berhutang. Mulai dari meminjam uang kepada perbankan, fintech, P2P Lending, hingga rentenir a.k.a lintah darat di sekitar kita.

Bunga yang dikenakan oleh fintech amatlah serius. Mulai dari 0.5% hingga 0.8% per hari, bunga berbunga (compound interest) akan dihitung sesuai dengan besarnya peminjaman yang diajukan oleh debitur. Jika kita meminjam Rp. 1,000,000, maka bunga yang dikenakan dalam waktu 1 bulan sebesar 15% hingga 24%.

“Apa yang harus dilakukan agar uang berkembang sebanyak 15% hingga 24% dalam waktu 1 bulan?”

Tentu saja hal diatas dapat dilakukan dengan berinvestasi. Mulai dari investasi reksadana, properti, hingga saham. Investasi berarti anda mengalokasikan waktu dan resiko di dalamnya.

Apa itu Bunga berbunga (Compound Interest)?

Bunga berbunga (Compound Interest) merupakan bunga yang dikenakan atas bunga pada hutang.

Mari simak studi kasus di bawah ini:

Anda merupakan konsultan profesional yang berpengalaman. Saat ini anda sedang menjalani proses offering di kantor baru. Anda setuju untuk bekerja selama 2 jam sehari dalam waktu 2 tahun. Anda ditawarkan gaji Rp. 50,000,000 per bulan.

Namun anda yang mengerti dahsyatnya Compound Interest malah melakukan counter offer dengan mengajukan penawaran kepada perusahaan untuk membayar gaji Rp. 100,000 secara mingguan dengan kenaikan 10% gaji setiap minggunya. Perusahaan yang tidak mengerti kekuatan compound interest akan melihat angka Rp. 100,000 per minggu merupakan nominal yang sangat terjangkau bila dibandingkan dengan Rp. 50,000,000 per bulan. Perusahaan pun menyanggupinya dan kedua pihak menandatangani kontrak selama 2 tahun ke depan.

Apa yang terjadi pada tahun pertama?

Payday is coming! Kini waktunya untuk menghitung uang yang telah anda terima.

tabel compound interest

Berdasarkan tabel diatas, sangat jelas sekali bila anda memutuskan untuk menerima gaji Rp. 50,000,000 per bulan merupakan keputusan terbaik yang pernah anda buat. Dalam waktu setahun, uang yang telah anda kumpulkan bernilai Rp. 600,000,000.

Namun karena anda percaya adanya kekuatan Compound Interest, akhir tahun pertama anda hanya memiliki uang sebesar Rp. 96,017,234. Perusahaan mengalami untung besar dimana ia seharusnya mengeluarkan uang sebesar Rp. 600,000,000 untuk seorang konsultan profesional seperti anda, tetapi ia hanya membayar Rp. 96,017,234.

Apa yang selanjutnya terjadi pada tahun kedua?r

Keajaiban terjadi pada tahun kedua dan bulan kedua, dimana anda telah menerima penghasilan melebihi Rp. 50,000,000 yang telah dijanjikan di awal. Perusahaan yang sudah terikat kontrak selamat 2 tahun terlambat menyadari kekuatan Compound Interest ini. Anda melakukan pekerjaan yang sama selama 2 tahun dengan penghasilan yang cenderung meningkat drastis dengan adanya Compound Interest.

Di akhir kontrak, perusahaan mengalami rugi besar dan anda mengalami keuntungan yang amat signifikan. Perusahaan yang semula memiliki budget Rp. 1,200,000,000 dalam waktu 2 tahun, kini terpaksa merogoh kocek lebih dalam senilai Rp. 9,411,131,651.

Semua dimulai dari kenaikan bunga 10% setiap minggu.

Faktanya, sulit sekali menemukan investasi yang memberikan Return of Investment (ROI) sebesar 10% setiap minggu. Namun melalui artikel ini kiranya saya dapat menjelaskan kekuatan dari Compound Interest itu sendiri.

Apakah anda ingin menjadi korban dari Compound Interest atau malah menggunakan konsep Compound Interest dalam mengembangkan uang?

Keputusan di tangan anda.

Pin It on Pinterest