Cara transfer uang via layanan BCA QRku secara praktis!

Cara transfer uang via layanan BCA QRku secara praktis!

Di jaman seperti ini, banyak aplikasi dikembangkan untuk mempermudah hidup kita. Saya ingat tahun 2007 silam lalu ketika kami sekeluarga hendak beribadah ke gereja menggunakan Taxi. Ada 2 cara untuk memanggil taxi untuk datang ke depan rumah yang lokasinya di pelosok desa, yakni:

  • Papa saya berkeliling mencari taxi kosong, kemudian memanggilnya untuk datang ke rumah.
  • Menelepon ke layanan call center taxi tersebut untuk dikirimkan taxi ke depan rumah dengan menyertakan alamat lengkap.

Kini muncul aplikasi Gojek yang mempermudah saya dalam memanggil taxi dalam sekejap. Hanya dengan beberapa tap, saya bisa memesan taxi kapanpun dan dimanapun saya inginkan. Praktis bukan?

Hal praktis lain yang mungkin kita temukan ialah dalam melakukan aktifitas atau kegiatan perbankan seperti mengirim uang. Saya ingat ketika tahun 2009 / 2010 ketika saya memulai bisnis sampingan sebagai money changer Paypal. Pada waktu itu saya cukup harus melihat mutasi rekening dan mengirim uang via Internet Banking. Berikut langkah yang saya lakukan untuk mengirim uang via Internet Banking BCA:

  • Saya perlu mendaftarkan rekening penerima terlebih dahulu dan menginput beberapa digit dalam token keyBCA.
  • Setelah rekening berhasil terdaftar, saya dapat mengirim uang dengan memilih nomor rekening tujuan dari daftar transfer, menginput nominal serta berita transfer dan menginput beberapa digit dalam token keyBCA
  • Sebagai konfirmasi terakhir, saya perlu menginput beberapa digit dalam token keyBCA (sekali lagi)

Hal yang cukup mengganggu dalam proses diatas ialah menginput keyBCA yang harus diinput manual. Fiuh, cukup melelahkan ya?

Thou shalt fear not, QRku is here!

Apa itu layanan QRku?

QRku merupakan layanan mobile banking yang dikembangkan oleh Bank BCA untuk memudahkan nasabahnya dalam melakukan transfer uang kepada sesama pemilik rekening BCA.

Cara kerjanya cukup sederhana, pengirim uang hanya perlu melakukan login dan melakukan scan QR code penerima. Kemudian pengirim dapat menginput nominal yang diinginkan dan menginput mPin yang telah ditetapkan. Voila! uang terkirim dengan mudah.

Layanan ini serupa dengan uang elektronik Go-Pay. Perbedaan yang paling terlihat ialah layanan BCA QRku secara otomatis mendebet uang dari rekening. Perbedaan ini mungkin jadi salah satu acuan mengapa Gojek dan layanan BCA QRku untuk melakukan topup Gopay seperti yang pernah saya bahas dalam artikel ini.

Tentu saja layanan QRku ini sangat membantu saya dalam melakukan pembayaran maupun transfer uang kepada sesama pemilik rekening BCA. Saya tidak perlu khawatir bila keyBCA saya tertinggal atau mengalami kerusakan, sehingga bisnis saya tetap dapat berjalan. Kehadiran QRku juga mempermudah saya dalam menerima uang. Saya tidak perlu menghafal nomor rekening yang saya miliki, melainkan hanya perlu mengirimkan gambar QR code atas rekening saya. Saya akan mendapat notifikasi bila seseorang mengirimkan uang via QRku secara realtime.

Cara membuat QRcode dan membagikannya kepada pengirim uang

Aplikasi mobile banking BCA telah dilengkapi dengan fitur untuk membuat QRcode sehingga pembaca tidak perlu repot melakukan screenshot untuk mendapatkan QRcode.

Untuk membuat QRcode, pembaca harus masuk kedalam menu QR pada gambar pertama diatas. Kemudian aplikasi mbanking BCA akan menayangkan tampilan sesuai gambar kedua. Pada tampilan gambar kedua tersebut, kita bisa membuat QRcode dan melakukan scan pada QRcode orang lain untuk mengirim uang. Kita juga dapat mengunggah gambar QRcode untuk mengirim uang.

Bila ingin membuat QRcode, lakukan tap show QR pada gambar kedua, kemudian aplikasi mbanking BCA akan menampilkan tampilan sesuai gambar ketiga. Tap pada tombol share agar aplikasi QRku menghasilkan QRcode dalam bentuk gambar, dan mengirimkannya kepada pengirim uang via bervariasi media seperti Whatsapp, Instagram, Twitter, dan aplikasi lainnya yang terpasang dalam Smartphone.

 

Terima kasih QRKu!

 

Cara praktis dan mudah isi Go Pay melalui BCA OneKlik

Cara praktis dan mudah isi Go Pay melalui BCA OneKlik

Beberapa waktu lalu Gojek secara resmi merilis cara alternatif dalam melakukan topup saldo Gopay. Salah satu unicorn asal Indonesia tersebut bekerja sama dengan Bank BCA untuk menambah cara alternatif dalam melakukan topup saldo Gopay. Keja sama ini dinilai membawa dampak positif bagi kedua bisnis. Nasabah BCA diharapkan lebih memilih menggunakan Gojek serta pengguna Gojek diharapkan dapat membuka dan memilih Bank BCA sebagai partner dalam menyimpan uang.

Cara kerjanya cukup simpel. Sebelum mendaftar dan mengaktifkan layanan topup saldo Gopay melalui BCA OneKlik, terlebih dahulu nasabah Bank diwajibkan untuk mengaktifkan layanan Mobile Banking pada Smartphone. Layanan Mobile Banking dinyatakan aktif apabila nasabah dapat mengirim uang atau melakukan pembayaran via aplikasi mBCA. Pembaca dapat mengunjungi KCP BCA terdekat untuk info lebih lanjut secara rinci terkait pendaftaran dan aktivasi layanan Mobile Banking dari Bank BCA.

Lalu, bagaimana cara melakukan topup saldo gopay melalui BCA OneKlik?

Pengguna yang belum mengaktifkan layanan BCA OneKlik wajib mendaftarkan nomor kartu  sebagai sumber dana yang digunakan untuk mengisi saldo . Setelah berhasil melakukan beberapa verifikasi via SMS, nomor kartu yang digunakan telah tersimpan dalam aplikasi Gojek untuk keperluan.

Selanjutnya, pengguna dapat melakukan klik Topup pada halaman utama dalam aplikasi Gojek dan memilih nominal yang diinginkan. Pengguna juga diperkenankan untuk menginput nominal secara manual. Gojek akan menampilkan berapa nominal yang akan digunakan untuk topup serta biaya admin yang dikenakan. Tetep ajah kena biaya admin sebesar seribu perak tjuy. . . . .

Terakhir,  pengguna akan diminta untuk menginput PIN yang telah didaftarkan dalam aplikasi sebagai konfirmasi sekaligus  mengamankan transaksi dari orang yang tidak berhak

Setelah dihitung, saldo Gopay saya telah bertambah sesuai dengan nominal yang saya inginkan dalam waktu kurang dari 10 detik sejak konfirmasi. Begitu instan, cepat, dan praktis. Salut kepada Gojek dan Bank BCA yang senantiasa melakukan inovasi dan pengembangan produk dalam aplikasi Fintech.

Setelah selesai, maka saldo Gopay akan segera bertambah dan dana pada rekening atas nomor kartu yang didaftarkan akan terdebet secara otomatis, sehingga pengguna Gojek tidak perlu pergi ke indomart / alfamart / membuka browser kemudian login dan menggunakan Token BCA hanya untuk melakukan topup saldo Gopay.

Keunggulan lainnya ialah pengguna Gojek dapat membatasi berapa maksimum dana yang bisa didebet secara instan melalui layanan BCA OneKlik setiap harinya.

Demikian Cara praktis topup saldo Gopay melalui BCA OneKlik. Mudah bukan?

Tips keamanan dalam aplikasi Fintech di Indonesia

Tips keamanan dalam aplikasi Fintech di Indonesia

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang cara melakukan topup saldo gopay menggunakan fasilitas BCA OneKlik. Pembaca bisa membacanya melalui tautan berikut ini. Di jaman Fintech seperti sekarang, diramalkan akan tumbuh banyak aplikasi Fintech dengan bervariasi kategori seperti:

  • Peer 2 peer lending
  • Electronic Money
  • Investasi

Semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan seperti:

  • Mengecek saldo rekening
  • Melihat mutasi rekening
  • Meminjam uang
  • Melakukan pembayaran tagihan dan hutang
  • Berinvestasi

dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan Smartphone dan koneksi Internet. Yap, semudah itu.  Bila kita sedang mencari emas, kita hanya perlu menginstall aplikasi menabung emas seperti IndoGold dan melakukan transaksi jual beli emas melalui aplikasi tersebut.

Pertanyaannya ialah : Apakah melakukan kegiatan finansial di Smartphone  benar – benar aman?

Tentu saja harus aman. Sebab bila tidak, jutaan orang yang telah mendaftarkan diri untuk menerima manfaat dalam menggunakan uang electronic akan kecewa dan ragu untuk bertransaksi dalam aplikasi Fintech.

Berikut beberapa tips yang boleh diterapkan untuk meningkatkan keamanan dalam aplikasi Fintech:

Gunakan lock screen dengan kata sandi yang sulit ditembus

Salah satu mekanisme keamanan yang  paling dasar namun terbukti efektif ialah denga menerapkan Lock screen dalam bentuk kata sandi. Hal ini akan mencegah orang – orang yang tak berwenang untuk mendapatkan akses dan masuk kedalam Smartphone untuk melihat aktivitas keuangan maupun mencuri data / informasi yang sifatnya pribadi seperti nomor kartu kredit dan nomor CVV.

Di beberapa Smartphone canggih telah mengandalkan sidik jari (Fingerprint) dan Face Recognition untuk mendapatkan akses kedalam Smartphone tersebut. Ini berarti tidak aka nada yang bisa mendapatkan akses kedalam Smartphone selain dari pemilik asli Smartphone tersebut. WoW!

Gunakan App lock untuk mengunci aplikasi Fintech.

Dalam Smartphone Redmi 5A, ia memiliki aplikasi yang dinamakan App Lock untuk mengunci beberapa aplikasi agar tidak sembarang orang dapat membuka aplikasi tersebut. Aplikasi App Lock yang didapat  secara gratis dan tersedia dalam Redmi 5A ini sanggup melindungi lebih dari 1 aplikasi.

Gunakan kata sandi dan PIN yang sulit ditebak

Langkah lain yang perlu dilakukan ialah dengan memasang kata sandi dan Pin yang sulit ditebak. Dalam aplikasi Mobile Banking BCA misalnya, ia membutuhkan 2 buah kode dalam melakukan transaksi, yakni:

  • PIN ( Personal Identification Numbers) yang berfungsi sebagai bentuk otorisasi dalam transaksi pemindahbukuan
  • Kata sandi yang berfungsi sebagai otorisasi dan perlindungan sehingga orang yang tidak berhak tidak dapat masuk kedalam aplikasi Mobile Banking BCA

Saya rasa aplikasi Fintech lainnya memiliki fitur yang sejenis. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan kata sandi dan PIN yang sulit ditebak agar rekening kita aman dari tangan – tangan penjahat yang tidak bertanggung jawab.

Mengaktifkan fitur 2 factor authentication

2 Factor Authentication merupakan layanan otorisasi yang memberikan notifikasi / mengirimkan pesan singkat ke Smartphone untuk nomor handphone yang telah didaftarkan sebelum anda dapat masuk ke dalam akun yang diinginkan. Sebagai contoh, saya telah mengaktifkan layanan 2 factor authenticationpada salah satu aplikasi Fintech yang saya gunakan, sehingga setiap kali saya login, maka aplikasi tersebut akan mengirimkan sms yang berisikan kode unik.

Bila saya berhasil memasukkan kode unik secara benar, maka aplikasi Fintech akan memberikan akses masuk kepada saya.

Saya sendiri telah menerapkan mekanisme keamanan di atas yang dimulai dari:

  • Memasang Lock Sceren dalam bentuk kata sandi
  • Mengaktifkan App Lock
  • Menggunakan kata sandi dan PIN yang sulit ditebak dalam aplikasi Fintech
  • Mengaktifkan 2 factor authentication dan layanan OTP (One Time Pin)

Dengan menerapkan mekanisme  keamanan diatas, saya tidak perlu khawatir bila kehilangan Smartphone tersebut. Bila Smartphone saya berpindah tangan, maka seseorang tersebut perlu melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mengambil alih aplikasi Fintech saya:

  • Menebak Lock Screen dengan benar
  • Menebak kata sandi App Lock dengan benar
  • Menebak kata sandi dan PIN yang benar
  • Menebak kode unik yang dikirimkan via SMS secara benar

Ia harus menerjang 4 lapisan keamanan diatas untuk meretas dan mendapatkan akses kedalam aplikasi Fintech.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan mekanisme keamanan diatas dapat melindungi  transaksi keuangan kita dari penjahat dunia siber yang mengintai kapanpun dan dimanapun kita berada.

Welcome to the digital world, my friend. Mind your own privacy and security!

Manfaat uang elektronik dalam kehidupan sehari – hari

Manfaat uang elektronik dalam kehidupan sehari – hari

Setelah sekian lama vakum untuk belajar dan membaca bagaimana mengelola keuangan, kini saya kembali dengan tulisan mengenai uang elektronik yang mulai marak digunakan sebagai alat bertransaksi. Bervariasi merchant seperti Transjakarta, Commuterline, SPBU Pertamina, parkiran kendaraan, hingga gerbang tol sudah mewajibkan konsumen untuk menggunakan uang elektronik. Dari sisi perbankan pun tak ingin ketinggalan dengan menyediakan bervariasi pilihan uang elektronik seperti BCA Flazz, Mandiri E-Money, BNI Tapcash, BRIzzi, dan lain sebagainya.

Sebagai individu yang senantiasa belajar menata keuangan demi masa depan indah cemerlang, saya pun telah terbiasa untuk menggunakan uang elektronik milik Flazz BCA yang sudah terbukti membantu saya dalam menata penghasilan yang saya terima setiap bulannya.

Saya ingin mengajak pembaca untuk mulai membiasakan diri menggunakan Uang Elektronik dengan beberapa pertimbangan berikut ini:

Tidak ada lagi uang kertas yang rusak, lusuh, dan uang receh yang tercecer.

Kemudahan yang sangat berdampak bagi saya ialah kini saya jarang menyimpan / mengantongi uang tunai baik di dompet dan di saku. Bagi saya, mengantongi uang tunai merupakan godaan berat ketika bepergian ke luar rumah. Saya bisa dengan mudah mampir ke Alfamart atau Indomart untuk membeli cemilan dan minuman ringan hanya untuk kesenangan mulut belaka.

Dampak lain yang saya rasakan ialah saya tidak perlu khawatir dengan maraknya penyebaran uang palsu yang ada di sekeliling saya. Dengan menggunakan uang elektronik, saya tidak perlu khawatir bahwa kembalian / uang yang saya terima merupakan uang palsu.

Rencanakan keuangan lebih baik dengan uang elektronik

Uang elektronik terbukti membantu saya dalam merencanakan keuangan setiap bulannya. Saya senantiasa menghitung berapa biaya hidup dan tagihan saya setiap bulan, kemudian memisahkan transaksi mana yang mungkin dibayarkan dengan menggunakan uang elektronik. Beberapa transaksi tersebut diantaranya:

  • Uang bensin
  • Uang parkir
  • Transportasi seperti Commuterline dan Transjakarta.

Dengan menghitung tagihan diatas secara seksama, maka saya tidak perlu khawatir kekurangan uang setiap akhir bulan.

Penggunaan uang elektronik pun memaksa saya untuk disiplin. Artinya uang elektronik yang sudah saya topup tidak akan bisa ditarik kembali. Hal ini akan memaksa saya untuk menggunakan uang elektronik sesuai peruntukannya yang telah direncanakan setiap bulan.

Uang elektronik tidak dikenakan potongan apapun

Sebuah pertanyaan menarik muncul ketika saya masih anti dengan uang elektronik:

Apa bedanya dengan menyimpan uang di rekening bank dan menggunakan uang tersebut menggunakan kartu debit?

Setelah menggunakan uang elektronik, saya akhirnya dapat menjawab pertanyaan tersebut. Ketika kita menyimpan uang di rekening Bank, uang tersebut akan susut dikarenakan pemilik rekening harus membayar biaya administrasi. Hal ini tidak berlaku bila saya menyimpannya dalam bentuk uang elektronik.

Adanya penawaran dan diskon menarik untuk transaksi melalui uang elektronik

Beberapa merchant seperti HopHop, dan Warunk UpNormal sering memberikan penawaran, promo, dan diskon menarik khusus bagi mereka yang bertransaksi melalui Uang Elektronik. Dengan kata lain, bertransaksi menggunakan uang elektronik jauh lebih mudah, murah, dan praktis.

Setiap transaksi yang dilunasi dengan uang elektronik akan mendapat struk bukti atau tanda pembayaran. Saya sering mengumpulkan struk pembayaran ini untuk melacak untuk apa saja saya menggunakan uang elektronik tersebut. Struk yang telah memiliki format baku dan terkomputerisasi ini membantu saya untuk meminimalisir nota / bukti pembayaran palsu dalam bentuk manual atau tulis tangan.

Adanya penawaran dan diskon menarik untuk transaksi melalui uang elektronik

Salah satu keuntungan tambahan dari uang elektronik ialah kita dapat menggunakannya sebagai pengganti amplop atau hadiah. Sebelum uang elektronik digunakan, kita cenderung menggunakan amplop untuk menutupi jumlah uang yang akan diberikan kepada orang lain.

Dengan menggunakan uang elektronik sebagai hadiah atau kado ulang tahun maupun pernikahan teman, kita tidak perlu minder apalagi malu untuk memberikan hadiah kepada orang lain. Toh yang lebih penting ketulusan dan keikhlasan ketika membeli, bukan begitu?

Gimana?
Masih enggan menggunakan uang elektronik?

Pin It on Pinterest