Resiko yang terjadi bila berbohong saat mengisi SPAJ / SPAK asuransi

Resiko yang terjadi bila berbohong saat mengisi SPAJ / SPAK asuransi

Mengisi SPAK dan SPAJ merupakan syarat mutlak sebelum seseorang dapat memiliki proteksi asuransi. Pengisian SPAJ dan SPAK ini bisa jadi sangat melelahkan bila formulir yang digunakan berwujud hard copy dan ditulis menggunakan pena. Namun, pengisian SPAK dan SPAJ merupakan proses krusial dan penting bagi Nasabah dalam membeli produk asuransi.

Apa itu SPAK dan SPAJ Asuransi?

SPAK merupakan singkatan dari Surat Permintaan Asuransi Kesehatan dan SPAJ merupakan singkatan dari Surat Permintaan Asuransi Jiwa. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni:

  • Mendapatkan informasi Tertanggung
  • Mendapatkan informasi Penanggung
  • Mendapatkan informasi tentang riwayat penyakit, maupun Pre Existing Condition

Setelah Nasabah mengisi dan menandatangani SPAK / SPAJ, selanjutnya Penanggung akan memroses surat tersebut dan menentukan apakah pengajuan asuransi dapat disetujui atau tidak.

“Terserah agen asuransi mau bilang apa, yang penting Nasabah wajib mengisi formulir SPAK / SPAJ secara benar dan jujur.”

Berikut beberapa resiko yang mungkin terjadi bila Pemegang Polis “berbohong” dalam mengisi formulir “sakral” yang satu ini:

Pembayaran Premi yang sudah disetor tidak bisa dikembalikan / refund

Asuransi merupakan produk keuangan, dimana Pemegang Polis “menitipkan” uangnya kepada Perusahaan Asuransi atau Penanggung, sehingga Tertanggung mendapatkan manfaat atas produk asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa yang dibeli.

Jangka waktu pembayaran Premi sangat variatif, mulai dari jangka pendek hingga puluhan tahun sekalipun. Nilainya pun bervariasi, bergantung pada manfaat dan Uang Pertanggungan yang dibutuhkan. Semakin besar manfaat yang dipilih, semakin besar pula Premi yang dikenakan.

Make sense, huh?

Bayangkan bila seluruh uang yang sudah disetor tidak dapat dikembalikan hanya karena berbohong saat mengisi SPAK atau SPAJ.

Polis mungkin akan ditutup secara sepihak

Efek lain yang mungkin timbul ialah Polis mungkin akan ditutup secara sepihak. Tentu saja ketentuan ini mungkin tertera pada syarat dan ketentuan serta klausul yang tercantum dalam Polis. Untuk itu saya sangat tegas merekomendasikan bagi Pemegang Polis maupun Tertanggung untuk membaca dan memahami isi Polis.

Bila Polis ditutup, maka Perusahaan Asuransi tak lagi menjamin resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung. Tertanggung akan kehilangan manfaat dan mungkin akan mengacaukan perencanaan keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Singkatnya, Polis yang ditutup mungkin menempatkan pundi – pundi keuangan keluarga dalam resiko.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah ๐Ÿ™


Klaim akan ditolak

Efek terburuk dari “memalsukan” atau “berbohong” dalam mengisi SPAJ / SPAK ialah ditolaknya Klaim yang diajukan.

Kisah (nyata) ini baru saja saya lihat di Twitter, dimana salah satu Nasabah mengajukan komplain kepada Perusahaan Asuransi dikarenakan Klaim yang ditolak oleh Penanggung.

Pada cuitan di atas, terlihat bahwa Penanggung memiliki dasar dan justifikasi yang kuat untuk menolak Klaim yang diajukan oleh nasabah.

Tentu saja asuransi akan menjadi kesia – siaan belaka bila manfaatnya tidak dapat diklaim. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk mengisi formulir SPAK / SPAJ secara lengkap dan benar. Sertakan riwayat kesehatan dan catatan medis bila perlu bila Nasabah tidak yakin tentang kesehatan dirinya.

Demikian himbauan dari kami kepada seluruh Nasabah yang hendak mengisi SPAK / SPAJ untuk mendapatkan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Ingat bahwa asuransi merupakan produk keuangan jangka panjang. Jangan mudah terlena oleh ucapan manis agen, melainkan kenali dan pahami produk yang dibeli serta tata cara klaim sebelum membeli.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Cara Ajukan Klaim Asuransi Rumah Kebakaran

Cara Ajukan Klaim Asuransi Rumah Kebakaran

Asuransi untuk properti, khususnya rumah tempat tinggal memang cukup penting. Sebab asuransi ini akan menjaga keamanan dan kenyamanan bagi anggota – anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Asuransi kebakaran contohnya, akan memproteksi aset berharga yang anda miliki jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan. Asuransi kebakaran ini tak hanya memproteksi propertinya saja, namun juga menjaga rumah hingga aset – aset berharga yang ada di dalamnya, sehingga bagi anda yang ingin memiliki asuransi ini, maka penting untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan di dalamnya termasuk proses pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran.

Asuransi kebakaran rumah merupakan jenis asuransi yang wajib untuk dimiliki, apalagi jika anda memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Rumah masih KPR atau belum lunas
  • Rumah dikontrakkan, disewakan, ataupun dikoskan, yang mana menghasilkan pemasukan bulanan
  • Rumah menjadi tempat berdirinya usaha, entah toko, kantor, rumah makan, dan lainnya.

Untuk masalah pengajuan klaim asuransi rumah yang mengalami kebakaran ini. Tentunya masing-masing penyedia asuransi memiliki prosedur tersendiri. Namun pada umumnya, untuk mengajukan klaim atas rumah yang diasuransikan mengalami kebakaran bisa melalui beberapa tahap atau prosedur di bawah ini:

1. Lapor Ke Pihak Perusahaan Asuransi

Pada saat pemilik polis asuransi mengalami musibah kebakaran, maka yang harus dilakukan nasabah pertama kalinya adalah melaporkan kepada pihak penanggung. Dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, tempat anda membeli produk asuransi rumah tersebut.

Sebagai pemilik asuransi, nasabah perlu menjelaskan lebih detail terkait kejadian dan kronologi. Laporan tersebut disampaikan secara lisan, dengan datang langsung ke perusahaan asuransi tersebut dan ini lebih disarankan.

Namun anda juga bisa menyampaikan secara tertulis, melalui surat, email, maupun faxmile. Sebaiknya laporan ini harus cepat dibuat, maksimal 7 hari setelah tanggal kejadian.

Setelah itu pemilik asuransi juga diminta untuk mengisi keterangan tertulis yang menjelaskan mengenai alasan kebakaran. Formulir ini tentunya sudah tersedia di masing-masing perusahaan asuransi. Dan untuk kolom yang harus diisi antara lain adalah:

  • Tempat / tanggal / waktu terjadinya kebakaran
  • Penyebab terjadinya kebakaran
  • Perkiraan nilai kerugian yang ditaksir nasabah. Penjelasan tentang harga barang-barang di dalam rumah yang terbakar, hilang, rusak dan barang yang terselematkan sekalipun. Maksimal data-data ini harus dilengkapi 12 bulan setelah tangga kejadian
  • Informasi pendukung yang sekiranya perlu untuk disampaikan ke pihak perusahaan asuransi.

2. Melengkapi Dokumen-Dokumen Yang Dibutuhkan

Setelah melakukan pengisian formulir, pemilik asuransi diharapkan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti:

  • Formulir klaim pengajuan asuransi
  • Polis serta berita acara yang didapatkan dari Kepala Desa, Kepala Kelurahan, maupun Kepolisian Sektor setempat
  • Laporan rinci mengenai penyebab kebakaran
  • Bukti lain yang wajar jika diminta perusahaan asuransi

Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah ๐Ÿ™


Namun bagaimana jika Polis asuransi ikut terbakar juga di dalam rumah? Karena itulah penting untuk menyimpan polis asuransi di tempat yang terpisah dari rumah yang anda asuransikan, misalnya saja menyimpannya Safe Deposit Box pada Bank. Atau cara lainnya adalah dengan memiliki cetak digital atau scan di Cloud Storage.

3. Proses Pengecekan Klaim

Setelah pihak perusahaan asuransi menerima laporan mengenai pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran, maka nantinya perusahaan akan melakukan penelitian dan pengecekan mengenai keabsahan polis. Hal-hal yang akan di cek antara lain seperti:

  • Apakah terdapat faktor kepentingan terhadap objek tersebut?
  • Apakah kejadian masih berada di dalam masa waktu pertanggungan?
  • Apakah premi bulanan sudah dibayar lunas?

Nantinya setelah prosedur pengecekan telah dilakukan, maka perusahaan asuransi akan menjalani pemeriksaan lapangan yang meliputi lokasi kejadian, penyebab kebakaran, julah kerugian, jumlah harga bangunan, aset, dan barang-barang yang tidak terbakar, hingga kewajiban nasabah dalam pembayaran premi.

Pada saat tahapan pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran ini, diharapkan bagi nasabah untuk bersikap kooperatif dan responsif. Ini akan mempercepat proses penggantian kerugian yang dialami nasabah.

3. Penunjukan Loss Adjuster

Nantinya dari hasil survey dan penelitian yang dilakukan pihak perusahaan asuransi, akan didapatkan hasil apakah pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran tersebut merupakan kasus sederhana ataupun rumit.

Jika kasus tergolong sebagai kasus sederhana maka klaim asuransi ini akan ditangani langsung oleh perusahaan asuransi. Namun bila klaim yang diajukan cukup kompleks dan jumlahnya cukup besar hingga memakan waktu yang lama maka claim assessment ini akan diserahkan ke pihak Loss Adjuster. Pihak Loss Adjuster ini akan langsung ditunjuk pihak Penanggung atau perusahaan asuransi dengan adanya pemberitahuan kepada pihak Tertanggung.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya ๐Ÿ™‚


Baik yang tidak maupun ditangani Loss Adjuster, pihak Tertanggung harus menyediakan dokumen-dokumen yang mendukung klaim. Tahapan selanjutnya adalah pihak Penanggung akan mempelajari laporan yang telah dibuat Loss Adjuster.

4. Penyampaian Hasil

Setelah langkah-langkah diatas sudah dijalani, maka kini saatnya perusahaan asuransi akan memberikan hasil mengenai klaim asuransi rumah kebakaran yang diajukan pihak nasabah. Jika klaim dianggap valid, maka perusahaan akan membayarkan asuransi sejumlah ganti rugi yang sudah ditentukan.

Namun jika klaim dinyatakan tidak valid, maka perusahaan asuransi akan memberitahukan jika klaim asuransi ditolak dan disertai alasan. dan didukung oleh pasal dan klausul yang telah disepakati bersama

5. Penyelesaian Pembayaran

Selanjutnya adalah proses penyelesaian pembayaran. Perusahaan Asuransi wajib untuk membayarkan penyelesaian ganti rugi. Maksimal 30 hari setelah kesepakatan tertulis pihak perusahaan dan pihak pemilik asuransi yang menjelaskan tentang kepastian total ganti rugi yang dibayarkan perusahaan.

Mempelajari cara pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran akan sangat membantu untuk mempermudah saat anda nantinya ingin mengajukan klaim asuransi, sehingga tidak ada kesalahan yang membuat pengajuan klaim mengalami penolakan.

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

Saat memiliki asuransi, tentunya anda mempunyai hak dan kewajiban di dalamnya. Kewajiban anda sebagai pemilik asuransi adalah membayar Premi bulanan dan memberikan informasi sebenarnya. Sedangkan untuk hak adalah mendapatkan proteksi, sehingga ketika anda mengalami hal yang menyebabkan kerugian, maka anda berhak untuk mengajukan klaim. Seperti ketika anda memiliki asuransi kesehatan misalnya.

Tujuan asuransi kesehatan ini adalah untuk memproteksi kesehatan pemilik polis asuransi di masa yang akan datang, sehingga saat mengalami masalah kesehatan, maka perusahaan asuransi nantinya akan membayarkan biaya perawatan dan pengobatan.

Namun perlu anda ketahui, terdapat peraturan termasuk dalam asuransi kesehatan yang disepakati perusahaan dan pemilik asuransi. Dimana bisa saja pengajuan klaim asuransi kesehatan ditolak dengan alasan tertentu.

Jika anda tak ingin mengalami kejadian seperti ini, maka perhatikan alasan – alasan di bawah ini yang sering menyebabkan klaim asuransi kesehatan mengalami penolakan.

1. Polis Lapse Atau Tidak Aktif

Salah satu alasan utama mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi (Penanggung) adalah saat polis lapse atau polis asuransi tidak aktif. Perusahaan hanya akan menerima persetujuan klaim saat polis asuransi dalam keadaan aktif. Oleh karena itu pastikan jika polis asuransi anda memang aktif.

Biasanya polis asuransi yang kondisinya tidak aktif dikarenakan pemilik polis asuransi lupa membayar Premi bulanan. Memang terdapat masa tenggang yang diberikan perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran. Jangka waktu dari masa tenggang sekitar 45 hari setelah tanggal jatuh tempo. Setelah melewati masa tenggang tersebut, maka asuransi kesehatan anda dinyatakan tidak aktif.

Untuk asuransi unit link, kondisi tidak aktif ini dapat terjadi saat nilai tunai asuransi tak dapat menutupi biaya asuransi. Karena itulah selalu periksa nilai tunai asuransi untuk memastikan jika masih mencukup untuk menutup biaya asuransi.

2. Klaim Tak Termasuk Ketentuan Polis Asuransi

Saat mendaftarkan polis asuransi, tentunya anda dan perusahaan asuransi saling menandatangani kesepakatan mengenai kepemilikan asuransi tersebut, dan di dalam kesepakatan tersebut berisikan mengenai ketentuan. Inilah yang sering tidak dipahami bagi calon pemilik asuransi.

Banyak nasabah yang tidak memahami manfaat asuransi yang dibeli. Akibatnya Pemegang Polis menganggap jika proteksi asuransi yang dimiliki bisa mencakup segala kondisi, padahal ada beberapa kondisi dan ketentuan mengenai proteksi yang ditawarkan.

Misalnya saja anda menganggap jika asuransi kesehatan anda memproteksi semua stadium kanker. Padahal asuransi kesehatan tersebut hanya menganggung saat kanker sampai stadium 3. Jika anda terkena kanker stadium 1, maka asuransi kesehatan yang anda miliki tidak akan menanggung.

Maka dari itu sebelum pengajuan klaim asuransi kesehatan, maka pastikan jika anda mengetahui kondisi kesehatan yang ingin diklaim tertulis dalam polis asuransi kesehatan tersebut.

Jangan malas membaca ya.

3. Melewati Batas Waktu

Saat anda mengajukan klaim asuransi melewati batas waktu yang ditentukan, maka ini menjadi alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak perusahaan asuransi. Biasanya ada batas waktu yang sudah tertulis dalam ketentuan Polis asuransi, dimana jika pemilik asuransi mengajukan klaim yang lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan maka pengajuan klaim akan ditolak.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah ๐Ÿ™


Biasanya batas waktu ini antara 30-60 hari setelah perawatan usai dan Tertanggung diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, terhitung dari tanggal awal kesepakatan pemilik dan perusahaan asuransi.

4. Informasi Riwayat Penyakit Tidak Valid

Alasan lainnya yang bisa menyebabkan klaim asuransi kesehatan ditolak adalah ketika pemilik asuransi memberikan informasi mengenai riwayat penyakit yang tidak valid. Biasanya saat mendaftarkan asuransi, calon nasabah harus mengisi formulir keanggotaan awal. Dalam formulir tersebut terdapat bagian dimana calon nasabah wajib memberitahukan informasi tentang riwayat penyakit yang pernah diderita.

Ketidakjujuran pada informasi awal ini akan menjadi kesalahan yang fatal jika anda melakukannya. Jika sampai perusahaan asuransi menemukan informasi yang kurang valid, maka sudah pasti jika klaim asuransi anda ditolak. Biasanya informasi awal yang akan ditanyakan antara lain adalah:

  • Informasi penyakit keturunan
  • Informasi apakah merokok atau tidak?
  • Apakah memiliki Pre Existing Condition (Penyakit yang sudah ada sebelum membeli asuransi

Sebagai nasabah awam, sangat mungkin mereka merasa sehat walafiat meski dalam tubuh mereka telah mengidap penyakit yang belum terdeteksi atau dirasakan gejalanya. Untuk itu sangat disarankan untuk melampirkan medical checkup (bila ada) saat hendak mengisi formulir keanggotaan.

5. Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Pada saat mengajukan klaim asuransi kesehatan, maka pemilik asuransi diharuskan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Pastikan anda melengkapi semua persyaratan dokumen jika tidak menginginkan klaim asuransi kesehatan ditolak.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan biasanya kwitasi pembayaran pengobatan, surat keterangan dokter, nama pasien, jenis penyakit, tanggal perawatan, jenis obat, surat pengantar jika dirujuk ke dokter spesialis, teknik pengobatan, dan lainnya yang termasuk ke dalam ketentuan polis asuransi.

6. Asuransi Sedang Dalam Fase Masa Tunggu

Masa tunggu merupakan waktu yang dibutuhkan antara waktu pembelian dan pengajuan klaim, Sehingga proteksi anda baru dapat digunakan dan klaim akan disetujui setelah melewati masa tunggu.

Anda tidak bisa mengajukan klaim ketika sedang berada dalam waktu tunggu Masing – masing produk asuransi mempunyai durasi masa tunggu yang berbeda, mulai dari 1 bulan bahkan ada yang hingga 1 tahun.

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi. Pelajari kesalahan – kesalahan diatas agar jangan sampai klaim asuransi anda ditolak oleh Penanggung di masa mendatang.

6 Kesalahan Dalam Memilih Asuransi Jiwa Yang Harus Diperhatikan Calon Pembeli

6 Kesalahan Dalam Memilih Asuransi Jiwa Yang Harus Diperhatikan Calon Pembeli

Asuransi jiwa merupakan salah satu investasi terbaik bagi anda dan keluarga di masa yang akan datang. Dapat dikatakan jika asuransi jiwa merupakan fondasi keuangan untuk keluarga yang sehat. Banyak orang yang tidak memiliki asuransi jiwa karena menganggap jika asuransi tersebut mahal dan sesuatu hal yang mubazir.

Asuransi jiwa merupakan salah satu investasi terbaik bagi anda dan keluarga di masa yang akan datang. Dapat dikatakan jika asuransi jiwa merupakan fondasi keuangan untuk keluarga yang sehat. Banyak orang yang tidak memiliki asuransi jiwa karena menganggap jika asuransi tersebut mahal dan sesuatu hal yang mubazir.

Padahal mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk asuransi diakibatkan karena kesalahan dalam memilih asuransi jiwa.

Kesalahan dalam memilih akan membuat asuransi tidak menjadi optimal, misalnya biaya premi yang terlalu mahal ataupun membeli produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Asalkan anda memilih produk yang tepat, rasanya premi asuransi tidak sepenuhnya mahal. Dan yang paling penting adalah ketika memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, maka pilihlah asuransi yang tepat untuk anda.

Berikut ini beberapa kesalahan yang harus anda hindari ketika memilih asuransi jiwa.

1. Hanya Tergoda Dengan Promo-Promo Yang Ditawarkan

Kesalahan seperti ini seringkali dilakukan bagi yang pertama kali ingin membeli asuransi jiwa. Banyak agen asuransi jiwa yang menawarkan promo-promo menarik untuk calon pembeli. Dan hal ini lah yang kemudian membuat banyak calon pembeli tergiur dan kemudian membeli asuransi jiwa tersebut.

Sebagai calon pembeli, anda harus benar-benar memfokuskan terhadap kebutuhan anda. Pilih asuransi jiwa yang memang sesuai kebutuhan. Jika diberikan penawaran unitlink, pelajari dengan cermat mengenai manfaat yang ditawarkan.

2. Asal Memilih Proteksi

Banyak calon pembeli yang melakukan kesalahan dalam memilih asuransi jiwa dengan asal memilih proteksi untuknya beserta keluarga. Dalam asuransi, ada banyak pilihan proteksi yang ditawarkan. Mulai dari sakit, kecelakan, hingga meninggal. Dan yang sering menjadi permasalahan adalah memilih proteksi yang tidak sesuai kebutuhan.

Kebutuhan proteksi orang bisa dilihat dari kesehariannya. Misalnya saja sebagai kepala keluarga, akan lebih baik untuk mengalokasikan proteksi untuk keluarganya. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kepala keluarga yang menyebabkan tidak dapat mencari nafkah, maka keluarga dapat tetap menjalani hidup.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah ๐Ÿ™


Selain kekurangan proteksi, hindari pula memiliki kelebihan proteksi. Ini saja sama seperti pemborosan. Karena anda membayar hal yang sebenarnya tidak anda butuhkan.

3. Terlalu Percaya Ilustrasi

Bagi anda yang memang ingin membeli asuransi unitlink, jangan mudah terkecoh dengan ilustrasi yang diberikan agen asuransi. Ingat, ilustrasi tersebut hanya untuk menggambarkan kinerja investasi yang ada di masa lalu. Dan ini bukanlah garansi jika hasil kedepannya akan sama.

Sebelum anda ingin membeli asuransi unitlink, akan lebih baik untuk anda mmepelajari bagaimana kerja dari unitlink. Pelajari lebih lanjut tentang asuransi unit link melalui tautan di bawah ini:

4. Hanya Memperhatikan Biaya Premi Dan Melupakan Manfaat

Jangan hanya membeli asuransi karena biaya premi yang ditawarkan murah. Jika anda membeli asuransi dengan premi murah, namun mendapatkan manfaat yang terbatas serta tak sesuai dengan kebutuhan, lalu buat apa?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, membeli asuransi jiwa harus disesuaikan dengan kebutuhan barulah anda bisa menyesuaikan dengan kondisi finansial.

5. Salah Penulisan Tertanggung

Dalam asuransi jiwa, pengertian pihak yang Tertanggung merupakan pihak yang jika diirnya meninggal dunia maka perusahaan asuransi diwajibkan untuk membayar pertanggungan.

Penetapan kata “Tertanggung” ini tidak jarang kurang tepat. Semisal dalam polis asuransi, anak ditetapkan sebagai pihak Tertanggung. Lain lagi dengan istri yang tidak memiliki pekerjaan ditetapkan sebagai pihak Tertanggung. Baik anak maupun istri yang tidak memiliki pekerjaan, tidak mempunyai resiko keuangan bagi keluarga. Tentunya tidak bisa ditetapkan sebagai pihak Tertanggung karena jika terjadi musibah, maka tidak ada sumber pendapatan yang hilang.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya ๐Ÿ™‚


Dalam kasus ini, justru suami/ayah yang mana merupakan sumber penghasilan utama, malah tidak mempunyai proteksi asuransi. Akibatnya, jika suami/ayah kecelakaan, meninggal, atau hal lain yang menyebabkan dirinya tak bisa mencari nafkah, maka sumber penghasilan tentu akan berhenti dan keluarga tidak akan menerima proteksi dari asuransi.

Tentu akan lebih baik jika memilih pihak Tertanggung adalah pihak yang merupakan sumber penghasilan bagi keluarga. Tak hanya suami, istri pun juga bisa selama memiliki penghasilan. Idealnya akan lebih baik untuk memiliki 2 asuransi jiwa, baik untuk suami maupun istri. Namun jika belum mampu memiliki keduanya, pilih pihak yang memiliki penghasilan paling besar karena resiko keuangan yang dimiliki juga besar.

6. Belum Waktunya Memiliki Asuransi

Seperti penjelasan sebelumnya, memiliki asuransi sebenarnya tidak merugikan, melainkan dapat memberikan proteksi untuk masa depan anda dan keluarga. Namun masalahnya tidak semua orang membutuhkan proteksi asuransi jiwa.

Mengapa?

ini yang harus anda pahami terlebih dahulu mengenai tujuan dari asuransi jiwa. Jenis asuransi jiwa ini memberikan manfaat bagi Ahli Waris saat pihak Tertanggung utama meninggal dunia. Artinya, ada orang lain yang kehidupannya tergantung pada pihak Tertanggung secara keuangan. Seperti anak terhadap ayah/ibu.

Jika sampai sumber pendapatannya hilang, maka kemungkinan untuk menjalani kehidupan kembali akan sulit. Karena itulah dibutuhkan proteksi dari asuransi jiwa.

Namun lain halnya jika anda belum memiliki tanggungan terhadap orang lain secara finansial, sehingga asuransi jiwa seperti ini belum terlalu diperlukan. Akan lebih baik agar dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan lainnya yang lebih utama dan mendesak.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya ๐Ÿ™‚


Nah itu tadi beberapa kesalahan dalam memilih asuransi jiwa yang harus diperhatikan bagi calon pembeli polis. Asuransi jiwa begitu penting dalam perencanaan keuangan dalam keluarga.

Asuransi jiwa mampu memberikan perlindungan maksimal saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan, sehingga jangan sampai anda melakukan kesalahan – kesalahan diatas saat memilih asuransi jiwa.

Mengenal kegunaan free look period bagi Pemegang Polis

Mengenal kegunaan free look period bagi Pemegang Polis

Asuransi bisa jadi suatu hal yang sangat baru dan membingungkan bagi anda yang belum terbiasa. Wajar sih, karena memang ketika saya bersekolah dulu, tidak mendapat materi dan diktat terkait financial literacy dan perencanaan keuangan. Ketika seseorang sedang merencanakan keuangan, pasti ada komponen asuransi di dalamnya. Sangatlah aneh bila ada financial plannner atau perencana keuangan yang antipati dan pesimis dengan produk asuransi.

Financial literacy sangat penting dalam membangun aset dan merencanakan keuangan.

Satu hal yang tidak banyak diketahui oleh orang tentang asuransi ialah free look period atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan Masa Bebas Lihat.

Apa yang dimaksud dengan Masaย Bebasย Lihat (free look period)?

Masa Bebas Lihat (free look period) merupakan jangka waktu yang diberikan oleh Perusahaan Asuransi kepada Pemegang Polis. Jangka waktu yang diberikan biasanya mulai dari 7 hari kerja hingga 30 hari kalender. Jangka waktu Masa Bebas Lihat dimulai ketika Pemegang Polis telah menerima Polis. Jumlah hari dalam free look period mungin berbeda antara 1 Perusahaan Asuransi dengan Perusahaan Asuransi lainnya.

Jumlah hari dan ketentuan free look period biasanya tertera dalam Polis asuransi seperti cuitan di bawah ini:

Apa yang harus dilakukan oleh Pemegang Polis saat berada dalam Masa Bebas Lihat?

Membeli asuransi tidak sama dengan membeli rumah maupun kendaraan mewah. Ketika kita membeli rumah atau kendaraan, kita bisa menyentuh benda tersebut. Ketika kita membeli asuransi, kita hanya mendapatkan 1 buah buku yang disebut Polis berisikan klausul, perjanjian, syarat dan ketentuan serta kesepakatan antara Pemegang Polis dengan Perusahaan asuransi.

Yup, hanya teks hitam putih tanpa disertai gambar yang berwarna – warni.

Pemegang Polis sangat disarankan untuk membaca, mempelajari, dan memahami Polis asuransi yang dibeli saat free look period. Hal ini bertujuan untuk memastikan produk asuransi dan data yang terkandung di dalamnya telah sesuai dengan kebutuhan dan informasi yang diberikan.

Jumlah pasal pada Polis Asuransi bisa jadi sangat banyak, maka gunakan masa free look period ini untuk “membedah” dan memeriksa isi Polis apakah sudah sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan.

Berikut beberapa informasi yang perlu dikonfirmasi sebelum Pemegang Polis dinyatakan setuju dengan Polis yang diberikan:

  • Identitas Tertanggung atau seseorang yang dijamin oleh Pemegang Asuransi.
  • Identitas Pemegang Polis atau seseorang yang berwenang atas Polis.
  • Identitas Agen atau Tenaga Pemasaran yang membantu Pemegang Polis dalam berhubungan dengan Perusahaan Asuransi
  • Identitas Perusahaan Asuransi yang menjamin Tertanggung
  • Identitas Termaslahat / Ahli Waris (bila ada) atau seseorang yang menerima manfaat bila Tertanggung mengalami resiko.
  • Manfaat asuransi yang diberikan.
  • Prosedur dan tata cara melakukan Klaim.
  • Perlakuan terhadap pre existing conditions atau Kondisi / Penyakit yang sudah ada sebelum Tertanggung dijamin oleh Polis Asuransi.
  • Pengecualian atau Kondisi dan Penyakit yang dikecualikan oleh Perusahaan Asuransi.

Pemegang Polis dapat menghubungi agen atau tenaga pemasar maupun Perusahaan Asuransi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait klausur, prosedur, kondisi, penyakit, dan informasi lainnya yang tidak dimengerti oleh Pemegang Polis. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh informasi dalam Polis sudah jelas sejak Pemegang Polis membeli asuransi.

Ketika Polis sedang berada dalam free look period, Polis dapat ditutup dan seluruh pembayaran yang sudah disetor atau dibayarkan dapat dikembalikan kepada Pemegang Polis setelah dikurangi beberapa biaya yang mungkin timbul. Biaya – biaya yang dikenakan ini mengacu pada ketentuan dan kesepakatan antara Pemegang Polis dan Perusahaan Asuransi.

Cuitan di atas ada sangat benar adanya. Untuk itu sangat direkomendasikan bagi Pemegang Polis untuk membaca dan memahami isi Polis untuk meminimalisir konflik dan miskomunikasi yang mungkin terjadi di masa mendatang.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah ๐Ÿ™


Asuransi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang hingga puluhan tahun, sehingga anda tak ingin perencanaan yang sudah dibuat justru berantakan karena produk asuransi yang dibeli tidak sesuai dengan produk yang dibutuhkan.

Yuk jangan malas untuk membaca dan memahami isi Polis sendiri!

Pin It on Pinterest