Jangan mau dibohongin (agen) asuransi unit link

Jangan mau dibohongin (agen) asuransi unit link

Judul artikel ini mengingatkan saya pada kasus yang menjerat Basuki Tjahja Purnama yang biasa dikenal sebagai Ahok, seorang Gubernur yang dipercaya untuk memimpin Jakarta di tahun 2014 hingga 2017 silam.

Di jaman sekarang, agak sulit menemukan asuransi murni yang tanpa investasi, kecuali Maestro Optima Care, Maestro Infinite Protection, dan Maestro Term yang tersedia dalam website ini.

Ketika kita mencari agen asuransi, besar kemungkinan kita akan ditawarin produk Asuransi Unit Link. Ketika kita curhat ke Bank dan membutuhkan produk keuangan maupun tabungan berjangka, baik untuk tabungan pendidikan, tabungan pensiun, dan bervariasi kebutuhan finansial lainnya, besar kemungkinan pula akan ditawarkan Asuransi Unit Link.

Pusing gak luh?!

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang asuransi unit link, pembaca bisa mengaksesnya dengan mengunjungi 2 tautan berikut ini:

Singkatnya, asuransi unit link merupakan asuransi yang memiliki manfaat investasi di dalamnya. Dengan asuransi unit link, anda sedang mengisi 2 kantong kosong dalam 1x pembayaran, yakni:

  • Premi berkala
  • Topup berkala

Premi berkala merupakan jumlah uang yang dialokasi untuk membayar biaya atau tagihan yang timbul atas asuransi dan rider (asuransi tambahan)



Topup berkala merupakan jumlah uang yang dialokasi untuk “berinvestasi” maupun “menabung” dalam produk asuransi. Perhatikan saya memberi tanda kutip (“”) pada kata menabung dan berinvestasi yang akan kita bahas lebih rinci di artikel ini.

Apa yang salah dari asuransi unit link?

To be fair, tidak ada yang salah dari asuransi unit link. Faktanya banyak orang yang kecewa dengan produk asuransi unit link dikarenakan apa yang nasabah hadapi berbeda dengan agen ceritakan pada saat prospek. Ini sebabnya mengapa calon nasabah sangat disarankan untuk memahami dan mengerti asuransi unit link sebelum membelinya.

Ketika agen asuransi datang membawa segudang ide, gagasan, mimpi, dan rencana tentang asuransi unit link yang biasanya berupa:

  • Produk ini bisa cuti premi lho
  • Produk ini bisa membayar preminya sendiri, sehingga nanti gak perlu bayar lagi
  • Ini lho pak / bu perbedaannya bila bapak / ibu melakukan cuti premi dan tanpa cuti premi
  • Bla bla bla. . .

Di kebanyakan kasus, seorang agen asuransi yang akan bercerita tentang asuransi unit link bersenjatakan proposal atau quotation dari asuransi unit link. Dalam proposal tersebut biasanya menyimpan informasi:

  • Berapa Premi yang harus dibayarkan?
  • Berapa Uang Pertanggungan yang diberikan oleh Penanggung?
  • Apa saja manfaat yang didapat oleh calon nasabah dengan membayar sejumlah Premi tersebut?

Teliti dalam membaca tabel proyeksi investasi

Dalam quotation yang sama, biasanya calon nasabah akan diperlihatkan tabel proyeksi investasi dengan angka yang fantastis. Pada bagian ini agen akan menceritakan berapa banyak uang yang akan berkembang bila kinerja investasi berada dalam performa rendah, sedang hingga tinggi.

Wujud tabel proyeksi investasi dalam quotation asuransi unit link

Yang sering terjadi di lapangan ialah, kinerja investasi yang tertera dalam proposal tidak sesuai dengan kenyataan kinerja investasi di lapangan. Calon nasabah asuransi unit link harus berhati – hati bila mendapatkan quotation untuk asuransi unit link dengan return hingga belasan persen untuk kinerja investasi yang rendah.

Tabel proyeksi dalam quotation tersebut memang tidak menjamin kinerja investasi di masa depan. Produk reksadana yang menguntungkan saat 5 tahun lalu belum tentu akan menguntungkan di masa 10 tahun mendatang. Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi nasabah untuk teliti dalam membaca tabel proyeksi investasi.

Kuasai dan pahami tentang biaya akuisisi

Selain wajib teliti dalam membaca tabel proyeksi investasi dalam quotation, langkah selanjutnya yang perlu dikuasai ialah biaya akuisisi. Biaya akuisisi merupakan biaya yang dibebankan kepada Pemegang Polis Asuransi Unit Link. Biaya Akuisisi mungkin terjadi di beberapa tahun permulaan, yang menyebabkan dana atau Premi yang sudah disetor tidak bisa ditarik atau dikembalikan.

Berbeda dengan memisahkan antara asuransi dengan investasi, berinvestasi di asuransi terbukti meraup uang lebih tinggi dibandingkan manfaat “investasi”. Hal ini dikarenakan adanya biaya akuisisi yang menggerogoti Premi di permulaan tahun sebelum akhirnya Premi tersebut masuk ke dalam pos Investasi dan mulai menggunung.



Saya memisahkan asuransi jiwa dengan investasi, sehingga saya tidak perlu membayar biaya akuisisi apapun. Dengan demikian, uang yang saya setorkan sebagai Premi tidak bisa diambil kembali untuk selamanya.

Namun di sisi lain, uang yang saya setorkan kedalam rekening reksadana secara terpisah akan langsung mengendap dan mulai menggunung. Dana investasi itupun dapat saya langsung cairkan keesokan harinya maupun sebulan kemudian tanpa perlu khawatir adanya Biaya Akuisisi.

Hati-hati dengan istilah cuti Premi

Istilah cuti Premi merupakan istilah yang sangat lazim dijumpai. Dalam proses ini, Pemegang Polis asuransi unit link dapat mengajukan Cuti Premi sehingga tidak perlu melakukan pembayaran ke rekening Penanggung. Hal ini terkesan indah dan menyenangkan, namun pernahkah anda bertanya apa yang sebenarnya terjadi?

Sebagai bisnis manajemen resiko yang menggunakan uang sebagai komoditas, Perusahaan Asuransi atau Penanggung perlu berhati-hati bila nasabah berhenti melakukan pembayaran Premi. Ini berarti uang masuk akan berkurang sementara ia harus bertanggung jawab bila nasabah mengajukan Klaim. Bagaimana penanggung mengendalikan hal ini?

Banyak nasabah yang tidak mengetahui bahwa cuti Premi ialah mitos belaka. Faktanya, biaya-biaya asuransi yang timbul akan dibebankan kepada saldo investasi sehingga saldo investasi anda akan berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya terkuras.



Ketika nasabah tidak melakukan cuti Premi, maka ia sebenarnya sedang mengisi pos investasi dalam asuransi unit link sehingga ia memiliki dana cadangan ketika ekonomi sulit menyerang, seperti:

  • PHK
  • Kontrak tidak diperpanjang
  • Perusahaan tempat bekerja tiba – tiba bangkrut
  • Anda dimutasi ke luar kota dengan biaya hidup yang lebih tinggi
  • dan faktor lainnya yang mungkin terjadi.

Asuransi Unit Link memang sedikit complicated, namun ia mungkin satu – satunya produk yang memiliki bervariasi perlindungan untuk jangka panjang.

Cara membaca kinerja reksadana dalam aplikasi Bions milik BNI Sekuritas

Cara membaca kinerja reksadana dalam aplikasi Bions milik BNI Sekuritas

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang bagaimana cara membeli reksadana melalui BNI Sekuritas. Bagi pembaca yang ketinggalan artikel tersebut dapat membacanya kembali melalui tautan berikut ini. Pada artikel tersebut sedikit banyak membahas tentang cara membeli reksadana via platform Zaissan yang sempat digunakan oleh BNI Sekuritas.

BNI Sekuritas kini menggunakan platform baru yang terintegrasi dengan nama Bions. Bions merupakan platform yang digunakan oleh BNI Sekuritas untuk membantu investor dan nasabah BNI Sekuritas dalam mengeksekusi perintah jual beli reksadana maupun saham investor. Pembaca bisa mengunjunginya melalui tautan berikut ini.

Tampilan di atas merupakan halaman beranda yang sering dijumpai oleh investor yang sering menggunakan platform Zaissan maupun Bions dalam bertransaksi Reksadana. Melalui artikel ini saya ingin membahas penjelasan dari aplikasi Bions yang digunakan untuk menjual dan membeli sekuritas:

Penjelasan tiap kolom dari produk Bions:

Pada kolom kedua dari kiri terdapat kolom Nama, yang berarti nama dari produk reksadana yang dijual oleh BNI Sekuritas. Di sebelah kanan dari kolom nama ada kolom tipe yang berfungsi untuk memisahkan tipe reksadana yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada kolom NAV / Unit merupakan kolom yang menjelaskan tentang Net Asset Value atau harga yang ditawarkan oleh BNI Sekuritas untuk setiap unit dari produk reksadana. Kita dapat mengurutkan tabel tersebut dengan mengklik header dari setiap kolom yang ingin diurutkan.

Lihat gambar anak panah yang menunjuk ke atas dan ke bawah, bukan? Anak panah tersebut dapat digunakan untuk mengurutkan data yang tampil.

Pada bagian Hasil(%) dalam merupakan kinerja dari setiap reksadana dalam kurun waktu yang telah ditentukan seperti:

  • 1 hari
  • 1 bulan
  • YTD yang berarti sepanjang tahun berjalan. Ini berarti kinerja reksadana di sepanjang tahun 2019
  • 1 Tahun
  • 3 Tahun

Kolom ini sangat penting bagi investor yang ingin melihat kinerja reksadana sebelum membeli produk reksadana tersebut.



Pada bagian Subscribe atau yang dalam bahasa Indonesia disebut “berlangganan”, terbagi menjadi 2 kolom, yakni:

  • Min Initial
  • Min Topup

Min Initial berarti berapa jumlah uang minimal yang harus disiapkan ketika hendak melakukan pembelian pertama, sementara Min Topup merupakan jumlah uang minimal yang harus disiapkan ketika hendak melakukan pembelian kedua dan seterusnya.

Pada bagian paling kanan dari tabel tersebut merupakan Biaya(%) yang dikenakan untuk setiap transaksi reksadana. Fee Subscribe merupakan biaya yang dibebankan kepada investor ketika mereka melakukan pembelian reksadana, sementara Fee Redeem merupakan biaya yang dibebankan kepada investor ketika mereka melakukan penjualan reksadana.

That’s right. Biayaaaa teroooooosssss!

Meskipun dikenakan biaya, BNI Sekuritas tidak mengenakan biaya bulanan untuk setiap dana yang disimpan dalam rekening sekuritas. Artinya biaya tersebut hanya akan mengurangi saldo ketika investor atau nasabah melakukan aktifitas (jual dan beli) reksadana. Manfaat ini merupakan keuntungan bagi saya yang berencana untuk menyimpan saldo dalam jangka waktu yang panjang.



Setelah memahami fungsi dari setiap kolom diatas, kita dapat menentukan reksadana mana yang sedang turun dan reksadana mana yang sedang menguntungkan. Selain itu, investor dan nasabah juga dapat memilih produk reksadana yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bagi pembaca yang membutuhkan tips membeli reksadana secara dasar, dapat mempelajari artikel berikut ini:

Akhir kata, Selamat berinvestasi di Reksadana! Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar maupun menghubungi langsung via Whatsapp ya!

Tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana

Tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana

Yup, bagi investor pemula seperti saya, membeli reksadana bisa jadi kegiatan yang membingungkan. Alhasil pembelian unit pun semakin tertunda. Menunda pembelian berarti menunda keuntungan yang diterima.

Terus gimana dong?

Membeli reksadana pada jaman now bisa dilakukan dan kapan saja. Hal ini disebabkan oleh metode pembayaran yang semakin praktis serta agen penjual reksdana yang dapat ditemukan dimana saja via Internet. Kemudahan cara bayar serta keberadaan agen penjual reksadana yang menjamur tetap saja akan menjadi penghalang bagi mereka yang tidak tahu reksadana apa yang harus dibeli.

Fear not!

Saya akan membagikan tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana melalui artikel ini.

Bagaimana menghasilkan uang via Reksadana?

Berbeda dengan investasi saham yang memiliki 2 jenis keuntungan, yakni:

  • Dividen
  • Capital gain

Reksadana hanya memberikan keuntungan Capital gain. Bila kita membeli 100 unit reksadana dengan harga Rp. 1,000 dan harga tersebut merangkak naik hingga Rp. 2,000 di tahun kedua, maka kita telah mendapat Capital gain sebesar Rp. 1,000 dikalikan jumlah unit yang dibeli, yakni Rp. 100,000. Setiap reksadana memiliki kecepatannya masing – masing dalam menghasilkan keuntungan. Itu sebabnya mengapa sangat disarankan untuk menggunakan uang dingin dalam berinvestasi.

Namun patut diingat dan dicamkan sepanjang masa bahwa investasi merupakan salah satu kegiatan yang beresiko. Dengan perencanaan keuangan yang baik dan diversifikasi, diharapkan resiko tersebut dapat diminimalisir seraya mendapatkan keuntungan atau Return of Investment dari reksadana.

Bagaimana tips membeli reksadana secara praktis?

Saya percaya ada banyak orang di luar sana yang berada dalam posisi seperti saya. Saya ingin berinvestasi namun memiliki pengetahuan dan wawasan serta pengalaman yang minim dalam ekonomi dan investasi. #MulaiAjaDulu menjadi salah satu alasan mengapa saya akhirnya memutuskan untuk terjun dalam dunia reksadana dan investasi. Lambat laun akhirnya saya semakin mengerti dan saya akan membagikan tips membeli reksadana secara praktis di bawah ini:

Tandai beberapa reksadana yang paling menguntungkan dalam waktu 5 tahun terakhir.

Melihat kinerja reksadana bukanlah suatu aktifitas yang sulit. Kita hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk login ke dashboard atau sistem yang telah disediakan oleh manajer investasi untuk melihat performa tiap reksadana. A/b Testing sangat bermanfaat untuk melihat kinerja reksadana yang ditawarkan oleh agen penjual reksadana maupun manajer investasi.

Sebagai contoh saya pernah membeli reksadana via ReksadanaSAM dan Zaisan milik BNI Sekuritas. Keduanya memiliki fitur untuk melihat kinerja reksadana secara historis. Semakin panjang jangka waktu yang ditampilkan, tentu akan semakin baik, sehingga kita bisa melihat berapa lama manajer investasi telah menghasilkan uang.

Tandai reksadana dengan AUM yang paling tinggi.

Setelah memperoleh beberapa reksadana dengan performa terbaik dari tahap 1, selanjutnya kita perlu menandai reksadana dengan AUM tertinggi. AUM merupakan singkatan dari Asset Under Management, suatu metriks yang digunakan untuk mengukur berapa banyak uang yang telah dihimpun dalam reksadana tersebut.

Sebagai contoh, asmurcom mendaftarkan diri sebagai agen penjual reksadana. Dengan demikian AUM yang dimiliki adalah 0. Jika Nencor membuka akun dalam asmurcom dan melakukan deposit sebesar Rp. 10,000,000, maka AUM dari asmurcom adalah Rp. 10,000,000.



Nencor mendapat keuntungan sebesar Rp. 1,000,000 atas uang yang disetorkan. Maka AUM dari asmurcom akan meningkat menjadi Rp. 11,000,000. AUM mungkin bisa dijadikan suatu indikator apakah investor ingin atau tidak ingin berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Dengan melihat nilai AUM, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan di bawah ini:

  • Reksadana tersebut telah menghasilkan keuntungan yang berlipat
  • Reksadana tersebut mungkin belum menguntungkan, namun investor optimis untuk menempatkan uang pada reksadana tersebut.

Pilih reksadana dengan biaya yang paling rendah

Setelah mendapatkan reksadana dengan performa terbaik dan reksadana yang paling menguntungkan sehingga diminati oleh investor, langkah selanjutnya ialah memilih reksadana dengan biaya yang paling rendah. Pada tahap pertama kita ingin mendapatkan reksadana dengan keuntungan tertinggi dan sustainable. Pada tahap kedua kita ingin mendapatkan informasi seberapa optimis dan menguntungkan suatu reksadana. Pada tahap ini kita ingin mendapatkan reksadana dengan biaya subscribe dan redeem terendah.

Mengapa biaya subscribe dan redeem rendah perlu menjadi pertimbangan?

Hal ini dikarenakan saya senantiasa memantau kinerja reksadana yang saya miliki. Saya lebih memilih menempatkan uang kecil secara bertahap dibandingkan uang banyak dalam 1x penempatan. Dengan demikian, saya tetap bisa mengawasi kinerja reksadana dan memutuskan apakah saya perlu menunda subscribe atas reksadana yang dipilih.

Tujuan dari tahap ini ialah untuk meminimalisir biaya yang dikenakan untuk setiap transaksi pembelian dan penjualan. Sehingga keuntungan yang didapat tetap maksimal namun dengan biaya yang minimal.



3 tips membeli reksadana secara sederhana dan diatas sering saya praktekkan dalam membeli reksadana. Tips yang lebih njelimet dan ruwet akan saya bagikan ketika saya telah menguasai dan mengetahui caranya.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada investor lainnya.

Pengalaman manis berinvestasi di Reksadanasam

Pengalaman manis berinvestasi di Reksadanasam

Melanjutkan cerita yang saya tulis pada tautan berikut ini,dengan ini saya merekomendasikan pembaca untuk berinvestasi di Reksadanasam. Reksadanasam merupakan lembaga aset manajemen yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah sekian lama “menitip” uang di Reksadanasam, hari ini saya harus mengambil kembali uang saya dengan mengalokasikannya kedalam pos investasi lain.

Saya memilih Reksadanasam karena faktor keberuntungan. Ketika orang lain mempertimbangkan secara matang aset manajemen yang akan dipilih, saya justru sebaliknya. #MulaiAjaDulu dan sungguh tak disangka kalau akan berakhir bahagia seperti sekarang.

Apa itu reksadana?

Reksadana merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk berinvestasi atau mempercepat pertumbuhan uang. Bila Bank menawarkan bunga maksimal hingga 5% via Deposito atau 1% via rekening tabungan individu belum dipotong biaya admin, reksadana justru memberikan keuntungan yang fluktuatif. ROI (Return of Investment) 5% per tahun bukanlah sesuatu yang sulit didapat ketika berinvestasi dalam reksadana.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang cocok bagi saya pada waktu itu, karena:

  • Saya tidak perlu memikirkan, mengelola, mengawasi kinerja investasi hingga menguasai cashflow dan laporan keuangan perusahaan.
  • Saya bisa fokus beraktifitas tanpa perlu khawatir investasi saya akan merosot dan menjadi beban mental serta psikologis bagi saya.
  • Saya lebih suka menyetor uang secara rutin dibandingkan dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal terkait saham.
  • Saya hanya perlu membayar aset manajemen sebesar sekian % dari transaksi yang saya lakukan

Namun kini saya memilih untuk berinvestasi di Saham dan mengalokasikan sedikit uang dalam Reksadana. Pastikan kita hanya menggunakan uang dingin saat berinvestasi.

Mengapa berinvestasi di Reksadanasam?

Pada waktu itu saya memiliki Go-Point yang cukup banyak yang bingung ingin digunakan untuk apa. Setelah melakukan pencarian, saya menemukan satu voucher yang menarik. Saya akan mendapat voucher sebesar Rp. 200,000 dari Reksadanasam hanya dengan menukarkan 800 Go-Point. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli voucher tersebut seharga 800 Go-Point dan mendaftarkan diri dalam website ReksadanaSAM.com.



Proses pendaftarannya cukup sederhana. Saya hanya perlu mengisi beberapa informasi pribadi sekaligus mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, NPWP, dan lain sebagainya. Reksadanasam merupakan aset manajemen pertama saya dalam mencoba berinvestasi reksadana setelah “ditipu” oleh seorang agen asuransi yang menjual janji manis investasi dalam asuransi unit link.

Setelah berhasil meredeem voucher, saya kembali berpikir bagaimana caranya mendapatkan 800 Go-Point dalam waktu singkat mengingat voucher yang ditawarkan akan segera expired. Akhirnya saya menawarkan teman – teman kantor untuk menjual 800 Go-Point dengan uang tunai seharga Rp. 20,000. Secara tidak langsung saya telah mendapat untung bersih sebesar Rp. 80,000 secara voucher.

Bermodalkan Rp. 80,000, saya telah mendapatkan uang dalam wujud voucher Reksadanasam sebanyak Rp. 800,000. Ini artinya saya telah berhasil “membujuk” teman saya untuk menjual 800 Go-Point mereka kepada saya. Selanjutnya, saya hanya perlu menyetor uang setiap bulan secara rutin.

Sebagai pemula dalam berinvestasi, saya cukup sering bertanya dengan CS ReksadanaSAM yang bisa dihubungi via Email maupun Whatsapp. Saya dilayani dengan baik dan responsif. Selain itu, saya juga mendapat konfirmasi via Email untuk setiap transaksi yang saya lakukan dalam Reksadanasam, seperti:

  • Membeli unit
  • Menjual unit
  • Melakukan switching

Email ini sangat bermanfaat untuk mengawasi jika ada aktifitas yang mencurigakan dalam akun saya. Selain itu website reksadanasam bisa dibilang cukup informatif. Ia menyediakan informasi kinerja investasi atas reksadana yang dijual secara historis hingga 5 tahun kebelakang dalam bentuk grafik. Grafik ini dapat dijadikan referensi oleh investor sebelum memutuskan untuk membeli unit tersebut.

Reksadanasam memiliki bervariasi produk reksadana. Mulai dari reksadana syariah hingga konvensional dapat dibeli di Reksadanasam, seperti:

  • SIEF (Sam Indonesia Equity Fund) dengan resiko agresif
  • SDK (Sam Dana Kas) dengan resiko konservatif
  • SDB (Sam Dana Berkembang) dengan resiko moderat

Pastikan pembaca telah memahami dan membaca prospektus sebelum berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Berbeda dari agen penjual reksadana sebelah. Reksadansam memiliki bervariasi cara dalam membeli unit. Saya lebih suka menggunakan rekening Virtual Account Bank BCA milik Reksadanasam, karena pembelian saya dapat diverifikasi secara cepat dan tepat. Saya juga tidak perlu menyiapkan bukti transfer agar pembayaran saya dapat diverifikasi.

Reksadanasam juga memiliki fitur pengingat untuk mengingatkan kita agar melakukan pembelian secara rutin pada waktu yang telah ditentukan via Email. Fitur ini dapat membantu kita untuk mengalokasikan sejumlah uang untuk berinvestasi terlebih dahulu sebelum menghabiskannya memenuhi kebutuhan konsumtif.

Apakah pembaca tertarik untuk berinvestasi di reksadanasam?

Cara praktis dan mudah membeli #SBR005

Cara praktis dan mudah membeli #SBR005

Semua orang membicarakan tentang #SBR005. Mulai dari individu seperti rakyat misqueen di Twitter hingga anak – anak mevvah Instagram tak habis – habisnya membicarakan #SBR005. Bisnis Perbankan dan investasi turut meramaikan #SBR005 melalui kampanye yang dijalankan.

Apa itu #SBR005?

#SBR005 merupakan layanan pembiayaan pemerintah sekaligus instrumen investasi yang aman dan bergaransi. Saya memberi ketebalan khusus pada kata aman dan bergaransi karena 2 hal tersebut merupakan hal yang mustahil didapat dalam berinvestasi.

Ketika investasi lain seperti Reksadana dan Saham memiliki bunga yang fluktuatif dan resiko yang bergantung pada kinerja pasar, #SBR005 justru sebaliknya. Aman berarti uang yang disetor pasti akan kembali, dan bergaransi yang berarti uang yang disetor pasti untung.

Tidak seperti mantanmu yang pembual dan penuh janji manis itu. Hih!

#SBR005 dinilai sangat bersahabat bagi investor terutama investor yang baru mulai dan belajar berinvestasi dengan beberapa pertimbangan dibawah ini:

Jaminan pengembalian hingga 8.15% per tahun

Berbeda dari investasi reksadana dan investasi saham, #SBR005 justru memberikan jaminan pengembalian minimum 8.15% per tahun. Selain itu, pembiayaan ini dijamin oleh pemerintah sehingga investor #SBR005 dipastikan bebas dari investasi bodong.

Biaya yang setoran minimal yang kompetitif

Jika pembaca memiliki pilihan di bawah ini:

  • Investasi fluktuatif dengan harga yang rendah
  • Investasi yang bergaransi dan aman dengan harga yang menengah

Manakah yang akan dipilih?

#SBR005 dapat diperoleh hanya dengan “menitipkan” uang minimal Rp. 1,000,000 dan uang tersebut dapat ditarik dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Sebelum menitipkan uang tersebut, pelajari juga bagaimana pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi melalui artikel berikut ini.

Aku sih lebih pilih investasi yang bergaransi dan aman~

Mitra distribusi #SBR005 yang luas

#SBR005 dapat diperoleh melalui bervariasi lembaga perbankan dan investasi, seperti:

Malahan, Bareksa tak segan – segan memberikan cashback bagi mereka yang berinvestasi pada #SBR005.

Bagaimana cara membeli #SBR005?

Cara membeli #SBR005 tergolong mudah dan praktis. Investor hanya perlu datang ke Mitra Distribusi terkait dan mengatakan kalau ingin membeli atau berinvestasi #SBR005.

Bagi pembaca yang tidak memiliki NPWP namun ingin membeli atau berinvestasi #SBR005, berikut cara dan langkah praktisnya:

Jadi tunggu apa lagi? Segera miliki #SBR005 sekarang juga, karena #SBR005 hanya bisa dibeli sejak tanggal 10 Januari 2018 hingga 24 Januari 2018!

Pin It on Pinterest