Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Asuransi merupakan produk keuangan dalam jangka panjang yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengelola resiko dalam 1 wadah atau tempat. Nasabah hanya perlu menitipkan Premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi. Sebagai gantinya, perusahaan asuransi akan memberikan manfaat finansial hingga berkali-kali lipat dari Premi yang dibayarkan bila resiko terjadi menimpa nasabah.

Asuransi merupakan jalan pintas untuk mengembangkan uang yang hanya bisa digunakan untuk mengelola resiko.

Layaknya perbankan, bisnis asuransi pun menggunakan uang sebagai komoditas. Baik perbankan maupun asuransi wajib memiliki ketangguhan finansial yang sangat tinggi. Sebab bila ia tak memiliki uang, maka ia tak bisa beroperasi dan membayar manfaat yang telah dijanjikan dalam Polis dan disetujui oleh nasabah.

Naas, hal inilah yang terjadi pada perusahaan asuransi asal Indonesia, yakni asuransi jiwasraya.



Bagaimana cara kerja asuransi dalam mengelola resiko?

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui dulu bagaimana asuransi bekerja dalam mengelola resiko.

What most people don’t know is, perusahaan asuransi akan berhadapan secara head to head dengan resiko, seperti:

  • Rawat inap
  • Meninggal dunia
  • Disabilitas
  • Penyakit kritis
  • Kecelakaan
  • Kebakaran
  • dan banyak lagi resiko lainnya yang tertera dalam Polis.

Perusahaan Asuransi didukung oleh “persenjataan” dalam bentuk uang dan kekayaan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan resiko di atas. Uang tersebut dihimpun oleh nasabah yang bersedia mengikatkan dirinya dalam Polis asuransi yang disebut sebagai Pemegang Polis. Perusahaan asuransi akan menyulap uang yang dititipkan oleh Pemegang Polis menjadi kekayaan seperti:

  • Reksadana
  • Saham
  • Obligasi
  • Surat Utang Negara
  • Deposito
  • Properti investasi
  • dan banyak lagi instrumen investasi lainnya.

Sehingga Perusahaan Asuransi atau yang biasa disebut sebagai Penanggung memiliki 2 sumber kekayaan, yakni:

  • Premi yang disetorkan oleh Pemegang Polis
  • Pemasukan pasif yang diperoleh dari kekayaan di atas.

Dengan kekayaan yang cukup, Penanggung dapat menyelesaikan resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung.



Apa yang terjadi bila Penanggung tidak memiliki finansial yang tangguh?

Pada paragraf diatas kita sepakat bahwa perusahaan asuransi menggunakan uang sebagai komoditas untuk menunjang operasional dan “melumat” semua resiko yang mungkin terjadi. Namun apa yang akan terjadi bila perusahaan asuransi tidak memiliki finansial yang tangguh?

Saya mau menjawab pertanyaan ini dari perspektif nasabah yang datang menghubungi saya untuk membahas produk asuransi yang mereka butuhkan, beberapa tujuan dari mereka ialah:

  • Melunasi utang bila sewaktu-waktu tak lagi produktif atau mengalami resiko tutup usia
  • Menjamin ketersediaan dana pendidikan anak
  • Membayar tagihan rumah sakit yang nominal dan kapan terjadinya tak bisa diprediksi
  • Meninggalkan warisan bagi keluarga terdekat
  • dan banyak lagi tujuan lainnya.

Bila Penanggung tidak memiliki ketangguhan finansial dan likuiditas yang tinggi, sangatlah mungkin tujuan di 4 tujuan diatas yang diinginkan oleh Pemegang Polis menjadi gagal terlaksana. Artinya:

  • Akan ada keluarga yang dikejar oleh utang
  • Anak batal menjalani studi karena dana tidak tersedia
  • Menjual seluruh aset dan kekayaan hanya untuk membayar tagihan Rumah Sakit
  • Keluarga tidak memiliki warisan yang cukup untuk bertahan hidup

The worst case is, waktu dan uang serta rencana jangka panjang yang harus porak poranda karena Perusahaan Asuransi yang dipilih tidak memiliki finansial yang tangguh.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memastikan apakah Penanggung tangguh dan kokoh secara finansial ialah dengan melakukan langkah di bawah ini.



Pelajari laporan keuangan perusahaan asuransi dengan seksama.

Perusahaan Asuransi yang baik senantiasa menjaga kepercayaan nasabahnya. Ia akan senantiasa mempublikasikan laporan keuangan di tahun berjalan secara transparan untuk memberikan informasi terkait kondisi keuangan Penanggung.

Salah satu Perusahaan Asuransi yang rutin membagikan laporan keuangan mereka ialah AXA Financial Indonesia. AXA Financial Indonesia merupakan perusahaaan asuransi asal Francis yang beroperasi di Indonesia dengan nama AXA Indonesia. Laporan keuangan tersebut bisa diunduh melalui tautan berikut ini.

Pada laporan keuangan tersebut kita bisa melihat dimana saja kekayaan dari AXA Financial Indonesia tersimpan. Kita tidak perlu menjadi Pemegang Polis dari AXA Financial Indonesia hanya untuk melihat kekayaan serta utang dari Penanggung.

Dengan mengetahui kondisi keuangan Penanggung sejak dini, maka kita bisa mengambil langkah selanjutnya apakah masih ingin menitipkan uang di Penanggung atau tidak.

Pertimbangan lainnya bisa dibaca melalui artikel ini:

Dengan bijak dan berhati-hati dalam memilih perusahaan asuransi, tentunya akan meminimalisir terjadinya Klaim ditunda karena kendala teknis finansial dalam perusahaan asuransi.

Sedang Mencari Asuransi ? Ini 8 Kriteria Perusahaan Asuransi Aman Dan Terbaik

Sedang Mencari Asuransi ? Ini 8 Kriteria Perusahaan Asuransi Aman Dan Terbaik

Saat ini ada banyak perusahaan asuransi yang berkembang di Indonesia. Bahkan tiap tahunnya, perusahaan-perusahaan asuransi ini semakin meningkat jumlahnya. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat saat ini mengenai pentingnya asuransi sebagai proteksi di masa depan. Jika anda sedang mencari asuransi yang terbaik untuk proteksi diri anda dan keluarga, maka informasi ini mungkin akan sangat penting untuk diketahui.

Dalam memilih asuransi terbaik, tentunya sangat penting bagi anda untuk melihat perusahaan yang menawarkan asuransi tersebut. Memilih perusahaan asuransi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya susah-susah gampang.

Semua perusahaan asuransi tentunya mengklaim jika mereka lah yang terbaik. Agar tidak membuat anda bingung, penting untuk anda mengetahui kriteria perusahaan asuransi aman dan terbaik yang bisa anda pahami.

1. Lamanya Perusahaan Asuransi Tersebut Berdiri

Salah satu kriteria perusahaan asuransi aman dan terbaik yang bisa anda lihat adalah dari tahun berdirinya perusahaan tersebut. Jika perushaaan yang anda incar hanya berusia 1-2 tahun, maka akan lebih baik untuk mempertimbangkannya dahulu.

Bukan berarti jika perusahaan baru tidak mampu dipercaya. Namun perusahaan yang sudah lama berdiri serta mampu mempertahankan reputasi akan lebih menjamin keamanan.

2. Memiliki Reputasi Baik

Kriteria perusahaan asuransi aman dan terbaik selanjutnya bisa dilihat dari reputasi perusahaan tersebut. Perusahaan yang kredibel pastinya akan mempunyai reputasi yang baik. Sehingga anda bisa dengan aman dan yakin menginvestasikan uang anda pada perusahaan tersebut.

Untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut memiliki reputasi yang baik atau tidak, anda bisa mengumpulkan berbagai informasi yang berasal dari surat kabar maupun media online.

Cari tahu informasi mengenai penanganna klaim nasabah serta hal-hal yang berkaitan dengan produk asuransi yang ditawarkan. Jangan ragu bertanya kepada konsumen yang pernah membeli dari perusahaan asuransi tersebut.

Jika anda menemukan banyak keluhan nasabah bahkan hingga kasus penipuan, maka akan lebih baik untuk tidak menggunakan asuransi dari perusahaan tersebut.

3. RBC Harus Diatas 120%

Secara umum, kriteria Risk Based Capital atau RBC adalah salah satu yang menentukan apakah perusahaan asuransi tersebut terpercaya atau tidak. RBC merupakan metode pengukuran untuk Batas Tingkat Solvabilitas. RBC sudah dijelaskan dalam undang-undang untuk mengukur tingkat keamanan finansial maupun kesehatan sebuah perusahaan asuransi. Semakin besar nilai RBC, maka menunjukkan jika kondisi finansial perusahaan sehat. Setidaknya, nilai RBC perusahaan harus mencapai 120%.

Bila RBC perusahaan lebih kecil dari 120%, bukan tidak mungkin anda menempatkan uang di pihak yang beresiko.

Hal ini penting untuk diketahui bagi calon nasabah sehingga mereka dapat memperkirakan apakah perusahaan tersebut nantinya memang mampu untuk memenuhi janji klaim ketika dibutuhkan.

Untuk bisa mengetahui hal tersebut, anda dapat mengecek pada neraca keuangan yang ada di koran maupun situs resmi perusahaan.

4. Biaya Premi Terjangkau

Setiap perusahaan tentunya menawarkan biaya premi yang beragam, sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Namun tak menjamin dengan biaya premi yang mahal menunjukkan jika program asuransi yang dimilikinya berkualitas.

Perusahaan yang terbaik justru akan menawarkan biaya premi yang terjangkau dengan proteksi yang terbaik. Sebelum memilih perusahaan mana yang akan anda pilih, akan lebih baik untuk membandingkan beberapa perusahaan sekaligus. Untuk memudahkan anda, pahami terlebih dahulu yang menjadi kebutuhan anda sehingga nantinya tidak mudah tergoda saat anda ditawarkan berbagai macam produk asuransi.

5. Rasio Likuiditas Tinggi

Rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban dalam membayar hutang-hutang jangka pendeknya. Ini berarti rasio ini akan melihat seberapa mampunya sebuah perusahaan dalam membayar kewajiban yang sudah jatuh tempo.

Semakin tinggi rasio Likuiditas maka menunjukkan jika kondisi keuangan perusahaan juga semakin baik.

6. Besarnya Dana Jaminan Yang Dimiliki Perusahaan

Dikutip dari pernyataan OJK, dana jaminan adalah aset milik perusahaan asuransi yang cukup penting. Karena aset ini yang akan menjadi jaminan terakhir untuk melindungi para pemilik polis asuransi, pihak tertanggung, maupun peserta. Mengenai dana jaminan ini sudah memiliki aturan yang tercantum dalam UU No. 40 Tahun 204 serta Peraturan OJK No.71/POJK.05//206 mengenai Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.



7. Memiliki Banyak Rekanan Berkualitas

Perusahaan asuransi tentunya harus mempunyai banyak rekanan, entah itu pusat kesehatan, bengkel mobil, maupun lainnya yang berkaitan dengan produk asuransi yang ditawarkan. Tentunya semakin banyak rekanan berkualitas yang dimiliki perusahaan, tentunya akan menjamin pelayanan dari asuransi yang diberikan.

Jika semakin banyak hal ini dimiliki sebuah perusahaan asuransi tentunya akan memudahkan nasabah untuk mengakses layanan yang dibutuhkan.

8. Sudah Terdaftar Di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Hal ini menjadi poin penting lainnya dalam kriteria perusahaan asuransi aman dan terbaik. Pastikan jika anda memilih perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dalam OJK. Selain itu pastikan jika penawaran asuransi dilakukan oleh konsultan maupun sales yang sudah berlisensi. Sehingga anda bisa lebih nyaman untuk membeli produk asuransi di perusahaan tersebut.

Kiranya artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi anda dalam memilih perusahaan asuransi.

Pentingnya berhati – hati dalam memilih perusahaan asuransi

Pentingnya berhati – hati dalam memilih perusahaan asuransi

Hari ini saya baru saja membaca berita tak mengenakkan dari industri asuransi. Salah satu perusahaan asuransi di Indonesia dengan cita rasa produk dalam negeri, sedang kesulitan dalam melakukan pembayaran Klaim yang diajukan oleh nasabah.

Berikut beberapa kekesalan netijen terkait kinerja perusahaan asuransi Bumiputera belakangan ini:

Sebelum membahas lebih lanjut terkait kesulitan pendanaan yang dilakukan oleh perusahaan asuransi bumiputera, terlebih dahulu kita memahami bagaimana perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang.

Bagaimana perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang?

Asuransi merupakan kendaraan keuangan yang menolong dalam mengelola resiko finansial. Asuransi disebut sebagai kendaraan keuangan karena kendaraan merupakan suatu mesin yang dapat membawa penumpang berpindah tempat secara cepat dan aman. Bila terjadi resiko dalam perjalanan hidup yang panjang nan kelam, paling tidak kendaraan tersebut dapat melindungi dan meminimalisir dampak yang mungkin terjadi kepada penumpang.

Video ini menceritakan secara lengkap dan gamblang bagaimana asuransi bekerja dan menghasilkan uang:

Serupa dengan Bank yang mengandalkan uang sebagai komoditas dalam bertransaksi, perusahaan asuransi selalu mencari cara bagaimana melipatgandakan uang “titipan” nasabah yang disetor dalam bentuk Premi.

Biasanya perusahaan asuransi akan menitipkan komoditas tersebut ke perusahaan sekuritas maupun aset manajemen untuk diputar kembali untuk mendatangkan lebih banyak uang.

Beberapa instrumen yang sering digunakan untuk melipatgandakan uang, antara lain:

  • Saham
  • Obligasi
  • Surat utang
  • Sukuk
  • Emas
  • Reksadana
  • dan banyak lagi cara lainnya seperti investasi properti dalam bentuk Rumah tinggal dan apartemen.

Perusahaan asuransi mengandalkan uang sebagai komoditas dalam bertransaksi dan beroperasi. Mereka akan lumpuh tak berdaya tanpa adanya uang. Untuk itu ia harus mengutamakan kondisi keuangan yang sehat dan menguntungkan bagi kedua pihak antara nasabah dan perusahaan asuransi agar terhindar dari keadaan yang sedang dihadapi oleh asuransi bumiputera.



Well, tidak ada yang bisa melihat masa depan, dan tidak ada yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Bahkan ramalan cuaca yang sering ditayangkan setiap hari pun memiliki kemungkinan untuk salah.

Berikut beberapa tips yang dapat kami bagikan untuk meminimalisir terjadinya resiko kegagalan bayar seperti yang dialami oleh asuransi bumiputera:

Apakah perusahaan asuransi diawasi oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)?

AAJI merupakan lembaga independen yang sebelumnya memiliki nama Dewan Asuransi Indonesia (DAI). AAJI memiliki peranan penting dalam bisnis asuransi di Indonesia, seperti mengawasi kinerja masing – masing perusahaan asuransi agar senantiasa memberikan kualitas pelayanan yang terbaik.

Yha siapa juga yang mau beli asuransi dari agen asuransi yang kerjanya asal – asalan. Yha khan?!

Hal lain yang tak kalah penting ialah pastikan perusahaan asuransi telah memiliki standar hukum dan legalitas yang kokoh untuk dapat beroperasi dan menjalankan bisnisnya di Indonesia.

Apakah perusahaan asuransi memiliki kantor cabang di sekitar anda?

Peranan kantor cabang sangat penting bagi anda yang telah memiliki produk asuransi, sehingga anda tidak perlu meluangkan waktu, tenaga, dan uang untuk ke kantor pusat hanya untuk mengurus berkas dan pekerjaan administratif.

Bila anda merupakan seseorang yang lebih menyukai komunikasi 2 arah dan bertatap muka, anda mungkin ingin memilih perusahaan asuransi yang memiliki kantor cabang tersebar luas di sekitar tempat tinggal.



Apakah perusahaan asuransi pernah mengalami rekam jejak yang negatif terkait pencairan Klaim?

Bagian ini merupakan salah satu peranan penting dan kartu kuning bagi perusahaan. Nasabah perlu berhati – hati dengan perusahaan asuransi yang pernah mengalami rekam jejak negatif terkait pencairan Klaim. Jangan sampai hal ini terjadi pada nasabah.

Stabilitas keuangan dan kekuatan pundi – pundi keuangan perusahaan asuransi merupakan syarat mutlak yang harus diketahui oleh nasabah sebelum memilih perusahaan asuransi.

Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas keuangan perusahaan asuransi ialah dengan mengetahui berapa Risk Based Capital dan rasio likuiditas dari perusahaan asuransi.

Risk Based Capital merupakan metrik yang dapat digunakan untuk mengukur ketangguhan keuangan perusahaan asuransi. Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, perusahaan asuransi akan menitipkan uang yang dititipkan oleh nasabah ke perusahaan sekuritas, maupun manajer investasi. Akibat satu dan lain hal, pencairan ini seakan tersendat yang mengakibatkan kegagalan maupun penundaan dalam pembayaran Klaim.

Informasi RBC dapat diperoleh dengan menghubungi agen maupun perusahaan asuransi yang berkaitan.

Bila perusahaan asuransi menitipkan asetnya dalam wujud properti, mungkin artikel ini dapat menjelaskan mengapa rumah memiliki likuiditas yang rendah sehingga mempengaruhi RBC.



Nah demikian beberapa alasan mengapa kita perlu berhati – hati dalam memilih perusahaan asuransi, sebab produk asuransi merupakan perencanaan keuangan dengan jangka waktu yang amat panjang hingga puluhan tahun, anda tentu tak ingin menyia-nyiakan perencanaan keuangan ke tangan yang salah.

Bagaimana cara perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang?

Bagaimana cara perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang?

Tepat beberapa bulan silam setelah saya memperoleh lisensi AAJI, seorang teman bertanya (dengan polosnya) kepada saya:

Teman saya membayar premi Rp. 600,000 dan ia mendapat manfaat kesehatan hingga Rp. 3,000,000,000 per tahun. Emangnya perusahaan asuransi nggak rugi?

Barangkali diantara pembaca ada yang memiliki pertanyaan serupa dan menemukan jawabannya melalui artikel ini.

Bisnis asuransi tidak sama dengan Bank yang menghimpun banyak uang kemudian diputar kembali melalui produk perbankan seperti:

  • Kredit tanpa agunan (KTA),
  • Kredit pemilikan rumah (KPR),
  • Kredit kendaraan bermotor,
  • dan kredit lainnya.

Apa yang sesungguhnya dilakukan oleh Perusahaan Asuransi ialah Membagi Resiko sehingga resiko sehingga resiko yang mungkin terjadi ditanggung secara kolektif.

Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian. – Wikipedia

 

Apa itu asuransi?

Asuransi merupakan bisnis yang bertujuan untuk mengelola resiko nasabahnya mulai dari individu, kelompok hingga korporasi secara kolektif.

Mari berasumsi bahwa saya merupakan pemilik dari Asuransimurnicom Insurance, sebuah perusahaan asuransi yang bergerak di bidang Asuransi smartphone. Maka dalam kontrak Polis, saya akan disebut sebagai Penanggung (insurer). Saya akan berkata kepada calon nasabah saya seperti ini:

“berikan saya uang Rp. 25,000 setiap bulan. Bila handphonemu hilang, saya akan menggantinya dengan model terbaru”

Jika handphone tersebut berharga Rp. 1,000,000, maka nasabah saya sebagai Tertanggung perlu menabung 40 bulan atau mengangsur 40 bulan hanya untuk membeli handphone yang sama. Namun jika nasabah menempatkan uangnya pada saya, ia tidak perlu menunggu 40 bulan untuk mendapatkan handphone yang baru.Tentu hal ini akan menguntungkan pemilik handphone jika suatu resiko terjadi atas handphone tersebut di bulan ke 13 atau 14.

Bila ia menabung Rp. 25,000 setiap bulan, maka uangnya akan terkumpul sebanyak Rp. 325,000 di bulan ke 13 atau  Rp. 350,000 di bulan ke 14, sehingga ia takkan mampu mengganti handphone baru yang berdampak terputusnya komunikasi untuk sementara waktu bilamana handphone yang ia gunakan hilang pada tahun 13 atau 14.

 

Bagaimana asuransi bekerja?

Kalimat diatas merupakan contoh sederhana dari asuransi. Saya akan mempertimbangkan banyak sekali aspek mulai dari profil seseorang untuk mengukur seberapa besar resiko pemilik handphone menghilangkan produk tersebut, hingga berapa harga handphone tersebut saat ini.

Kemudian saya juga akan menimbang berapa harga handphone tersebut di pasaran, dan banyak lagi pertimbangan ekonomi lainnya. Proses kalkulasi ini akan dilakukan oleh Underwriter dan prosesnya disebut Underwriting

Selanjutnya Underwriter akan membuat Polis yang berisikan syarat, perjanjian, ketentuan, kesepakatan, serta Uang Pertanggungan yang dapat diklaim bila resiko terjadi. Polis ini akan ditandantangani oleh Penanggung dan Pemegang Polis. Pemegang Polis merupakan seseorang yang memiliki wewenang atas Polis.

Underwriter memegang peranan penting dalam menentukan apakah suatu pengajuan Polis dapat disetujui atau tidak.

Tak jarang Underwriter akan mengenakan Premi yang lebih tinggi dikarenakan beberapa faktor seperti resiko yang lebih tinggi sehingga ia harus menaikkan Premi yang dibayarkan oleh Pemegang Polis.

Jika Underwriter melihat bahwa Tertanggung merupakan orang yang cukup teliti dan awas, maka mustahil ia akan menghilangkan handphonenya. Tentu hal ini akan membuat kekayaan saya bertambah Rp. 25,000. Jika ada 10 orang atau 100 orang, maka kekayaan saya berlipat menjadi Rp. 250,000 hinggga Rp. 2,500,000. Jika harga handphone tersebut senilai Rp. 1,000,000, maka saya hanya mampu mengganti 2 buah handphone setiap bulannya.

Jika tidak ada handphone yang hilang dalam waktu 1 bulan, maka seluruh Premi yang disetorkan menjadi milik saya. Jika dalam 1 tahun tidak ada resiko kehilangan, maka saya akan memiliki uang Rp. 30,000,000. Selanjutnya saya akan bekerja sama dengan beberapa asset management untuk mengelola dan mengembangkan uang tersebut ke bervariasi instrumen Investasi seperti:

  • Reksadana
  • Pasar modal / saham
  • Surat utang negara / Saving Bond Retail / Government Bond
  • Properti
  • Emass

Pertanyaan: Apakah seluruh nasabah saya mungkin menghilangkan lebih dari 2 buah handphone setiap bulan?

Pertanyaan diatas merupakan salah satu contoh resiko yang harus dikendalikan oleh Penanggung. Semakin banyak resiko yang dikelola, maka akan semakin rendah Premi yang ditagihkan oleh Penanggung kepada Pemegang Polis.

Bagimana? Apakah sekarang anda telah mengetahui bagaimana Perusahaan Asuransi bekerja dan mereka menghasilkan uang? Atau anda tetap menganggap bahwa asuransi merupakan produk tipu – tipu belaka?

Pin It on Pinterest