Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Asuransi merupakan produk keuangan dalam jangka panjang yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengelola resiko dalam 1 wadah atau tempat. Nasabah hanya perlu menitipkan Premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi. Sebagai gantinya, perusahaan asuransi akan memberikan manfaat finansial hingga berkali-kali lipat dari Premi yang dibayarkan bila resiko terjadi menimpa nasabah.

Asuransi merupakan jalan pintas untuk mengembangkan uang yang hanya bisa digunakan untuk mengelola resiko.

Layaknya perbankan, bisnis asuransi pun menggunakan uang sebagai komoditas. Baik perbankan maupun asuransi wajib memiliki ketangguhan finansial yang sangat tinggi. Sebab bila ia tak memiliki uang, maka ia tak bisa beroperasi dan membayar manfaat yang telah dijanjikan dalam Polis dan disetujui oleh nasabah.

Naas, hal inilah yang terjadi pada perusahaan asuransi asal Indonesia, yakni asuransi jiwasraya.



Bagaimana cara kerja asuransi dalam mengelola resiko?

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui dulu bagaimana asuransi bekerja dalam mengelola resiko.

What most people don’t know is, perusahaan asuransi akan berhadapan secara head to head dengan resiko, seperti:

  • Rawat inap
  • Meninggal dunia
  • Disabilitas
  • Penyakit kritis
  • Kecelakaan
  • Kebakaran
  • dan banyak lagi resiko lainnya yang tertera dalam Polis.

Perusahaan Asuransi didukung oleh “persenjataan” dalam bentuk uang dan kekayaan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan resiko di atas. Uang tersebut dihimpun oleh nasabah yang bersedia mengikatkan dirinya dalam Polis asuransi yang disebut sebagai Pemegang Polis. Perusahaan asuransi akan menyulap uang yang dititipkan oleh Pemegang Polis menjadi kekayaan seperti:

  • Reksadana
  • Saham
  • Obligasi
  • Surat Utang Negara
  • Deposito
  • Properti investasi
  • dan banyak lagi instrumen investasi lainnya.

Sehingga Perusahaan Asuransi atau yang biasa disebut sebagai Penanggung memiliki 2 sumber kekayaan, yakni:

  • Premi yang disetorkan oleh Pemegang Polis
  • Pemasukan pasif yang diperoleh dari kekayaan di atas.

Dengan kekayaan yang cukup, Penanggung dapat menyelesaikan resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung.



Apa yang terjadi bila Penanggung tidak memiliki finansial yang tangguh?

Pada paragraf diatas kita sepakat bahwa perusahaan asuransi menggunakan uang sebagai komoditas untuk menunjang operasional dan “melumat” semua resiko yang mungkin terjadi. Namun apa yang akan terjadi bila perusahaan asuransi tidak memiliki finansial yang tangguh?

Saya mau menjawab pertanyaan ini dari perspektif nasabah yang datang menghubungi saya untuk membahas produk asuransi yang mereka butuhkan, beberapa tujuan dari mereka ialah:

  • Melunasi utang bila sewaktu-waktu tak lagi produktif atau mengalami resiko tutup usia
  • Menjamin ketersediaan dana pendidikan anak
  • Membayar tagihan rumah sakit yang nominal dan kapan terjadinya tak bisa diprediksi
  • Meninggalkan warisan bagi keluarga terdekat
  • dan banyak lagi tujuan lainnya.

Bila Penanggung tidak memiliki ketangguhan finansial dan likuiditas yang tinggi, sangatlah mungkin tujuan di 4 tujuan diatas yang diinginkan oleh Pemegang Polis menjadi gagal terlaksana. Artinya:

  • Akan ada keluarga yang dikejar oleh utang
  • Anak batal menjalani studi karena dana tidak tersedia
  • Menjual seluruh aset dan kekayaan hanya untuk membayar tagihan Rumah Sakit
  • Keluarga tidak memiliki warisan yang cukup untuk bertahan hidup

The worst case is, waktu dan uang serta rencana jangka panjang yang harus porak poranda karena Perusahaan Asuransi yang dipilih tidak memiliki finansial yang tangguh.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memastikan apakah Penanggung tangguh dan kokoh secara finansial ialah dengan melakukan langkah di bawah ini.



Pelajari laporan keuangan perusahaan asuransi dengan seksama.

Perusahaan Asuransi yang baik senantiasa menjaga kepercayaan nasabahnya. Ia akan senantiasa mempublikasikan laporan keuangan di tahun berjalan secara transparan untuk memberikan informasi terkait kondisi keuangan Penanggung.

Salah satu Perusahaan Asuransi yang rutin membagikan laporan keuangan mereka ialah AXA Financial Indonesia. AXA Financial Indonesia merupakan perusahaaan asuransi asal Francis yang beroperasi di Indonesia dengan nama AXA Indonesia. Laporan keuangan tersebut bisa diunduh melalui tautan berikut ini.

Pada laporan keuangan tersebut kita bisa melihat dimana saja kekayaan dari AXA Financial Indonesia tersimpan. Kita tidak perlu menjadi Pemegang Polis dari AXA Financial Indonesia hanya untuk melihat kekayaan serta utang dari Penanggung.

Dengan mengetahui kondisi keuangan Penanggung sejak dini, maka kita bisa mengambil langkah selanjutnya apakah masih ingin menitipkan uang di Penanggung atau tidak.

Pertimbangan lainnya bisa dibaca melalui artikel ini:

Dengan bijak dan berhati-hati dalam memilih perusahaan asuransi, tentunya akan meminimalisir terjadinya Klaim ditunda karena kendala teknis finansial dalam perusahaan asuransi.

Cara Ajukan Klaim Asuransi Rumah Kebakaran

Cara Ajukan Klaim Asuransi Rumah Kebakaran

Asuransi untuk properti, khususnya rumah tempat tinggal memang cukup penting. Sebab asuransi ini akan menjaga keamanan dan kenyamanan bagi anggota – anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Asuransi kebakaran contohnya, akan memproteksi aset berharga yang anda miliki jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan. Asuransi kebakaran ini tak hanya memproteksi propertinya saja, namun juga menjaga rumah hingga aset – aset berharga yang ada di dalamnya, sehingga bagi anda yang ingin memiliki asuransi ini, maka penting untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan di dalamnya termasuk proses pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran.

Asuransi kebakaran rumah merupakan jenis asuransi yang wajib untuk dimiliki, apalagi jika anda memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Rumah masih KPR atau belum lunas
  • Rumah dikontrakkan, disewakan, ataupun dikoskan, yang mana menghasilkan pemasukan bulanan
  • Rumah menjadi tempat berdirinya usaha, entah toko, kantor, rumah makan, dan lainnya.

Untuk masalah pengajuan klaim asuransi rumah yang mengalami kebakaran ini. Tentunya masing-masing penyedia asuransi memiliki prosedur tersendiri. Namun pada umumnya, untuk mengajukan klaim atas rumah yang diasuransikan mengalami kebakaran bisa melalui beberapa tahap atau prosedur di bawah ini:

1. Lapor Ke Pihak Perusahaan Asuransi

Pada saat pemilik polis asuransi mengalami musibah kebakaran, maka yang harus dilakukan nasabah pertama kalinya adalah melaporkan kepada pihak penanggung. Dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, tempat anda membeli produk asuransi rumah tersebut.

Sebagai pemilik asuransi, nasabah perlu menjelaskan lebih detail terkait kejadian dan kronologi. Laporan tersebut disampaikan secara lisan, dengan datang langsung ke perusahaan asuransi tersebut dan ini lebih disarankan.

Namun anda juga bisa menyampaikan secara tertulis, melalui surat, email, maupun faxmile. Sebaiknya laporan ini harus cepat dibuat, maksimal 7 hari setelah tanggal kejadian.

Setelah itu pemilik asuransi juga diminta untuk mengisi keterangan tertulis yang menjelaskan mengenai alasan kebakaran. Formulir ini tentunya sudah tersedia di masing-masing perusahaan asuransi. Dan untuk kolom yang harus diisi antara lain adalah:

  • Tempat / tanggal / waktu terjadinya kebakaran
  • Penyebab terjadinya kebakaran
  • Perkiraan nilai kerugian yang ditaksir nasabah. Penjelasan tentang harga barang-barang di dalam rumah yang terbakar, hilang, rusak dan barang yang terselematkan sekalipun. Maksimal data-data ini harus dilengkapi 12 bulan setelah tangga kejadian
  • Informasi pendukung yang sekiranya perlu untuk disampaikan ke pihak perusahaan asuransi.

2. Melengkapi Dokumen-Dokumen Yang Dibutuhkan

Setelah melakukan pengisian formulir, pemilik asuransi diharapkan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti:

  • Formulir klaim pengajuan asuransi
  • Polis serta berita acara yang didapatkan dari Kepala Desa, Kepala Kelurahan, maupun Kepolisian Sektor setempat
  • Laporan rinci mengenai penyebab kebakaran
  • Bukti lain yang wajar jika diminta perusahaan asuransi


Namun bagaimana jika Polis asuransi ikut terbakar juga di dalam rumah? Karena itulah penting untuk menyimpan polis asuransi di tempat yang terpisah dari rumah yang anda asuransikan, misalnya saja menyimpannya Safe Deposit Box pada Bank. Atau cara lainnya adalah dengan memiliki cetak digital atau scan di Cloud Storage.

3. Proses Pengecekan Klaim

Setelah pihak perusahaan asuransi menerima laporan mengenai pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran, maka nantinya perusahaan akan melakukan penelitian dan pengecekan mengenai keabsahan polis. Hal-hal yang akan di cek antara lain seperti:

  • Apakah terdapat faktor kepentingan terhadap objek tersebut?
  • Apakah kejadian masih berada di dalam masa waktu pertanggungan?
  • Apakah premi bulanan sudah dibayar lunas?

Nantinya setelah prosedur pengecekan telah dilakukan, maka perusahaan asuransi akan menjalani pemeriksaan lapangan yang meliputi lokasi kejadian, penyebab kebakaran, julah kerugian, jumlah harga bangunan, aset, dan barang-barang yang tidak terbakar, hingga kewajiban nasabah dalam pembayaran premi.

Pada saat tahapan pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran ini, diharapkan bagi nasabah untuk bersikap kooperatif dan responsif. Ini akan mempercepat proses penggantian kerugian yang dialami nasabah.

3. Penunjukan Loss Adjuster

Nantinya dari hasil survey dan penelitian yang dilakukan pihak perusahaan asuransi, akan didapatkan hasil apakah pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran tersebut merupakan kasus sederhana ataupun rumit.

Jika kasus tergolong sebagai kasus sederhana maka klaim asuransi ini akan ditangani langsung oleh perusahaan asuransi. Namun bila klaim yang diajukan cukup kompleks dan jumlahnya cukup besar hingga memakan waktu yang lama maka claim assessment ini akan diserahkan ke pihak Loss Adjuster. Pihak Loss Adjuster ini akan langsung ditunjuk pihak Penanggung atau perusahaan asuransi dengan adanya pemberitahuan kepada pihak Tertanggung.



Baik yang tidak maupun ditangani Loss Adjuster, pihak Tertanggung harus menyediakan dokumen-dokumen yang mendukung klaim. Tahapan selanjutnya adalah pihak Penanggung akan mempelajari laporan yang telah dibuat Loss Adjuster.

4. Penyampaian Hasil

Setelah langkah-langkah diatas sudah dijalani, maka kini saatnya perusahaan asuransi akan memberikan hasil mengenai klaim asuransi rumah kebakaran yang diajukan pihak nasabah. Jika klaim dianggap valid, maka perusahaan akan membayarkan asuransi sejumlah ganti rugi yang sudah ditentukan.

Namun jika klaim dinyatakan tidak valid, maka perusahaan asuransi akan memberitahukan jika klaim asuransi ditolak dan disertai alasan. dan didukung oleh pasal dan klausul yang telah disepakati bersama

5. Penyelesaian Pembayaran

Selanjutnya adalah proses penyelesaian pembayaran. Perusahaan Asuransi wajib untuk membayarkan penyelesaian ganti rugi. Maksimal 30 hari setelah kesepakatan tertulis pihak perusahaan dan pihak pemilik asuransi yang menjelaskan tentang kepastian total ganti rugi yang dibayarkan perusahaan.

Mempelajari cara pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran akan sangat membantu untuk mempermudah saat anda nantinya ingin mengajukan klaim asuransi, sehingga tidak ada kesalahan yang membuat pengajuan klaim mengalami penolakan.

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

Saat memiliki asuransi, tentunya anda mempunyai hak dan kewajiban di dalamnya. Kewajiban anda sebagai pemilik asuransi adalah membayar Premi bulanan dan memberikan informasi sebenarnya. Sedangkan untuk hak adalah mendapatkan proteksi, sehingga ketika anda mengalami hal yang menyebabkan kerugian, maka anda berhak untuk mengajukan klaim. Seperti ketika anda memiliki asuransi kesehatan misalnya.

Tujuan asuransi kesehatan ini adalah untuk memproteksi kesehatan pemilik polis asuransi di masa yang akan datang, sehingga saat mengalami masalah kesehatan, maka perusahaan asuransi nantinya akan membayarkan biaya perawatan dan pengobatan.

Namun perlu anda ketahui, terdapat peraturan termasuk dalam asuransi kesehatan yang disepakati perusahaan dan pemilik asuransi. Dimana bisa saja pengajuan klaim asuransi kesehatan ditolak dengan alasan tertentu.

Jika anda tak ingin mengalami kejadian seperti ini, maka perhatikan alasan – alasan di bawah ini yang sering menyebabkan klaim asuransi kesehatan mengalami penolakan.

1. Polis Lapse Atau Tidak Aktif

Salah satu alasan utama mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi (Penanggung) adalah saat polis lapse atau polis asuransi tidak aktif. Perusahaan hanya akan menerima persetujuan klaim saat polis asuransi dalam keadaan aktif. Oleh karena itu pastikan jika polis asuransi anda memang aktif.

Biasanya polis asuransi yang kondisinya tidak aktif dikarenakan pemilik polis asuransi lupa membayar Premi bulanan. Memang terdapat masa tenggang yang diberikan perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran. Jangka waktu dari masa tenggang sekitar 45 hari setelah tanggal jatuh tempo. Setelah melewati masa tenggang tersebut, maka asuransi kesehatan anda dinyatakan tidak aktif.

Untuk asuransi unit link, kondisi tidak aktif ini dapat terjadi saat nilai tunai asuransi tak dapat menutupi biaya asuransi. Karena itulah selalu periksa nilai tunai asuransi untuk memastikan jika masih mencukup untuk menutup biaya asuransi.

2. Klaim Tak Termasuk Ketentuan Polis Asuransi

Saat mendaftarkan polis asuransi, tentunya anda dan perusahaan asuransi saling menandatangani kesepakatan mengenai kepemilikan asuransi tersebut, dan di dalam kesepakatan tersebut berisikan mengenai ketentuan. Inilah yang sering tidak dipahami bagi calon pemilik asuransi.

Banyak nasabah yang tidak memahami manfaat asuransi yang dibeli. Akibatnya Pemegang Polis menganggap jika proteksi asuransi yang dimiliki bisa mencakup segala kondisi, padahal ada beberapa kondisi dan ketentuan mengenai proteksi yang ditawarkan.

Misalnya saja anda menganggap jika asuransi kesehatan anda memproteksi semua stadium kanker. Padahal asuransi kesehatan tersebut hanya menganggung saat kanker sampai stadium 3. Jika anda terkena kanker stadium 1, maka asuransi kesehatan yang anda miliki tidak akan menanggung.

Maka dari itu sebelum pengajuan klaim asuransi kesehatan, maka pastikan jika anda mengetahui kondisi kesehatan yang ingin diklaim tertulis dalam polis asuransi kesehatan tersebut.

Jangan malas membaca ya.

3. Melewati Batas Waktu

Saat anda mengajukan klaim asuransi melewati batas waktu yang ditentukan, maka ini menjadi alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak perusahaan asuransi. Biasanya ada batas waktu yang sudah tertulis dalam ketentuan Polis asuransi, dimana jika pemilik asuransi mengajukan klaim yang lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan maka pengajuan klaim akan ditolak.



Biasanya batas waktu ini antara 30-60 hari setelah perawatan usai dan Tertanggung diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, terhitung dari tanggal awal kesepakatan pemilik dan perusahaan asuransi.

4. Informasi Riwayat Penyakit Tidak Valid

Alasan lainnya yang bisa menyebabkan klaim asuransi kesehatan ditolak adalah ketika pemilik asuransi memberikan informasi mengenai riwayat penyakit yang tidak valid. Biasanya saat mendaftarkan asuransi, calon nasabah harus mengisi formulir keanggotaan awal. Dalam formulir tersebut terdapat bagian dimana calon nasabah wajib memberitahukan informasi tentang riwayat penyakit yang pernah diderita.

Ketidakjujuran pada informasi awal ini akan menjadi kesalahan yang fatal jika anda melakukannya. Jika sampai perusahaan asuransi menemukan informasi yang kurang valid, maka sudah pasti jika klaim asuransi anda ditolak. Biasanya informasi awal yang akan ditanyakan antara lain adalah:

  • Informasi penyakit keturunan
  • Informasi apakah merokok atau tidak?
  • Apakah memiliki Pre Existing Condition (Penyakit yang sudah ada sebelum membeli asuransi

Sebagai nasabah awam, sangat mungkin mereka merasa sehat walafiat meski dalam tubuh mereka telah mengidap penyakit yang belum terdeteksi atau dirasakan gejalanya. Untuk itu sangat disarankan untuk melampirkan medical checkup (bila ada) saat hendak mengisi formulir keanggotaan.

5. Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Pada saat mengajukan klaim asuransi kesehatan, maka pemilik asuransi diharuskan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Pastikan anda melengkapi semua persyaratan dokumen jika tidak menginginkan klaim asuransi kesehatan ditolak.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan biasanya kwitasi pembayaran pengobatan, surat keterangan dokter, nama pasien, jenis penyakit, tanggal perawatan, jenis obat, surat pengantar jika dirujuk ke dokter spesialis, teknik pengobatan, dan lainnya yang termasuk ke dalam ketentuan polis asuransi.

6. Asuransi Sedang Dalam Fase Masa Tunggu

Masa tunggu merupakan waktu yang dibutuhkan antara waktu pembelian dan pengajuan klaim, Sehingga proteksi anda baru dapat digunakan dan klaim akan disetujui setelah melewati masa tunggu.

Anda tidak bisa mengajukan klaim ketika sedang berada dalam waktu tunggu Masing – masing produk asuransi mempunyai durasi masa tunggu yang berbeda, mulai dari 1 bulan bahkan ada yang hingga 1 tahun.

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi. Pelajari kesalahan – kesalahan diatas agar jangan sampai klaim asuransi anda ditolak oleh Penanggung di masa mendatang.

Bagaimana cara perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang?

Bagaimana cara perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang?

Tepat beberapa bulan silam setelah saya memperoleh lisensi AAJI, seorang teman bertanya (dengan polosnya) kepada saya:

Teman saya membayar premi Rp. 600,000 dan ia mendapat manfaat kesehatan hingga Rp. 3,000,000,000 per tahun. Emangnya perusahaan asuransi nggak rugi?

Barangkali diantara pembaca ada yang memiliki pertanyaan serupa dan menemukan jawabannya melalui artikel ini.

Bisnis asuransi tidak sama dengan Bank yang menghimpun banyak uang kemudian diputar kembali melalui produk perbankan seperti:

  • Kredit tanpa agunan (KTA),
  • Kredit pemilikan rumah (KPR),
  • Kredit kendaraan bermotor,
  • dan kredit lainnya.

Apa yang sesungguhnya dilakukan oleh Perusahaan Asuransi ialah Membagi Resiko sehingga resiko sehingga resiko yang mungkin terjadi ditanggung secara kolektif.

Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian. – Wikipedia

 

Apa itu asuransi?

Asuransi merupakan bisnis yang bertujuan untuk mengelola resiko nasabahnya mulai dari individu, kelompok hingga korporasi secara kolektif.

Mari berasumsi bahwa saya merupakan pemilik dari Asuransimurnicom Insurance, sebuah perusahaan asuransi yang bergerak di bidang Asuransi smartphone. Maka dalam kontrak Polis, saya akan disebut sebagai Penanggung (insurer). Saya akan berkata kepada calon nasabah saya seperti ini:

“berikan saya uang Rp. 25,000 setiap bulan. Bila handphonemu hilang, saya akan menggantinya dengan model terbaru”

Jika handphone tersebut berharga Rp. 1,000,000, maka nasabah saya sebagai Tertanggung perlu menabung 40 bulan atau mengangsur 40 bulan hanya untuk membeli handphone yang sama. Namun jika nasabah menempatkan uangnya pada saya, ia tidak perlu menunggu 40 bulan untuk mendapatkan handphone yang baru.Tentu hal ini akan menguntungkan pemilik handphone jika suatu resiko terjadi atas handphone tersebut di bulan ke 13 atau 14.

Bila ia menabung Rp. 25,000 setiap bulan, maka uangnya akan terkumpul sebanyak Rp. 325,000 di bulan ke 13 atau  Rp. 350,000 di bulan ke 14, sehingga ia takkan mampu mengganti handphone baru yang berdampak terputusnya komunikasi untuk sementara waktu bilamana handphone yang ia gunakan hilang pada tahun 13 atau 14.

 

Bagaimana asuransi bekerja?

Kalimat diatas merupakan contoh sederhana dari asuransi. Saya akan mempertimbangkan banyak sekali aspek mulai dari profil seseorang untuk mengukur seberapa besar resiko pemilik handphone menghilangkan produk tersebut, hingga berapa harga handphone tersebut saat ini.

Kemudian saya juga akan menimbang berapa harga handphone tersebut di pasaran, dan banyak lagi pertimbangan ekonomi lainnya. Proses kalkulasi ini akan dilakukan oleh Underwriter dan prosesnya disebut Underwriting

Selanjutnya Underwriter akan membuat Polis yang berisikan syarat, perjanjian, ketentuan, kesepakatan, serta Uang Pertanggungan yang dapat diklaim bila resiko terjadi. Polis ini akan ditandantangani oleh Penanggung dan Pemegang Polis. Pemegang Polis merupakan seseorang yang memiliki wewenang atas Polis.

Underwriter memegang peranan penting dalam menentukan apakah suatu pengajuan Polis dapat disetujui atau tidak.

Tak jarang Underwriter akan mengenakan Premi yang lebih tinggi dikarenakan beberapa faktor seperti resiko yang lebih tinggi sehingga ia harus menaikkan Premi yang dibayarkan oleh Pemegang Polis.

Jika Underwriter melihat bahwa Tertanggung merupakan orang yang cukup teliti dan awas, maka mustahil ia akan menghilangkan handphonenya. Tentu hal ini akan membuat kekayaan saya bertambah Rp. 25,000. Jika ada 10 orang atau 100 orang, maka kekayaan saya berlipat menjadi Rp. 250,000 hinggga Rp. 2,500,000. Jika harga handphone tersebut senilai Rp. 1,000,000, maka saya hanya mampu mengganti 2 buah handphone setiap bulannya.

Jika tidak ada handphone yang hilang dalam waktu 1 bulan, maka seluruh Premi yang disetorkan menjadi milik saya. Jika dalam 1 tahun tidak ada resiko kehilangan, maka saya akan memiliki uang Rp. 30,000,000. Selanjutnya saya akan bekerja sama dengan beberapa asset management untuk mengelola dan mengembangkan uang tersebut ke bervariasi instrumen Investasi seperti:

  • Reksadana
  • Pasar modal / saham
  • Surat utang negara / Saving Bond Retail / Government Bond
  • Properti
  • Emass

Pertanyaan: Apakah seluruh nasabah saya mungkin menghilangkan lebih dari 2 buah handphone setiap bulan?

Pertanyaan diatas merupakan salah satu contoh resiko yang harus dikendalikan oleh Penanggung. Semakin banyak resiko yang dikelola, maka akan semakin rendah Premi yang ditagihkan oleh Penanggung kepada Pemegang Polis.

Bagimana? Apakah sekarang anda telah mengetahui bagaimana Perusahaan Asuransi bekerja dan mereka menghasilkan uang? Atau anda tetap menganggap bahwa asuransi merupakan produk tipu – tipu belaka?

Pin It on Pinterest