Hal yang harus dilakukan agar klaim asuransi disetujui

Hal yang harus dilakukan agar klaim asuransi disetujui

Sebagian orang berpendapat bisnis asuransi merupakan bisnis tipu-tipu. Saya sering melihat nasabah yang mengeluh dan pesimis dalam bisnis yang bergerak di bidang keuangan ini. Beberapa dari mereka mengeluhkan hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh seluruh Pemegang Polis seperti:

udah bayar Premi mahal-mahal, Klaim asuransi malah tidak disetujui.”

udah bayar Premi mahal-mahal, Klaimnya dipersulit.”

dan masih banyak lagi keluhan lainnya.

Hanya karena kita membayar, bukan berarti kita bisa semena-mena semaunya.

Apa saja yang harus dilakukan agar klaim asuransi disetujui oleh Penanggung?

Salah satu syarat mutlak yang wajib dilakukan ialah membaca dan memahami isi Polis.

Ayolah! Emangnya kalian ga pengen tahu manfaat apa yang kalian dapat setelah mengeluarkan uang dalam jumlah besar?!

Asuransi kesehatan bisa jadi produk termahal yang pernah kita beli. Produk ini akan menjadi lebih mahal bila kita tidak pernah mengetahui apa saja manfaat yang ditawarkan oleh produk keuangan tersebut.

🙁

Dengan membaca dan memahami Polis terutama pada Pasal yang mengatur tentang Klaim, Pemegang Polis seharusnya aware tentang cara dan prosedur dalam melakukan Klaim. Hal sesederhana ini dapat membantu proses klaim asuransi dapat disetujui oleh Penanggung.



Berikut beberapa informasi yang perlu dipahami agar klaim asuransi dapat disetujui oleh Perusahaan Asuransi:

Pastikan identitas dalam Polis sudah tertera dengan benar

Setelah menerima Polis, sangat disarankan bagi Pemegang Polis untuk memeriksa apakah identitas dalam Polis sudah tercatat secara benar. Sebagai pengingat kembali, Pemegang Polis merupakan pihak yang melakukan pembayaran Premi secara rutin dan memiliki wewenang atas Polis.

Pihak yang dijamin oleh Penanggung atau Perusahaan Asuransi disebut sebagai Tertanggung. Penanggung akan membayar manfaat yang tertera dalam Polis bila resiko terjadi atas Tertanggung. Termaslahat merupakan pihak yang akan menerima manfaat Uang Pertanggungan bila Tertanggung dijamin oleh Asuransi Jiwa. Termaslahat merupakan Ahli Waris dalam bisnis asuransi.

Pastikan manfaat dalam Polis sudah sesuai kebutuhan

Kesalahpahaman dalam memahami manfaat asuransi bisa jadi fatal akibatnya. Bila kita membutuhkan produk asuransi kesehatan yang menjamin sesuai tagihan Rumah Sakit, sebaiknya kita tidak membeli produk asuransi kesehatan dengan manfaat santunan harian. Hal ini bertujuan agar kita tidak kaget ketika jumlah yang dibayarkan oleh Penanggung tidak sesuai dengan ekspektasi.

Dengan memastikan manfaat dalam Polis sudah sesuai dengan kebutuhan, diharapkan komentar-komentar seperti di bawah ini dapat berkurang:

Hehehe.

Pastikan Klaim dilakukan dalam waktu yang sudah ditentukan

Kita dapat mengetahui jangka waktu dalam melakukan Klaim pada bagian pasal Klaim yang tertera dalam Polis. Again, kita wajib memahami dan mengetahui isi Polis. Dengan memahami dan mengetahui isi Polis sama dengan memahami dan mengetahui produk yang kita beli.

Biasanya Penanggung telah memberikan tenggat waktu bagi Pemegang Polis (dan Termaslahat khusus untuk asuransi jiwa) dalam melakukan Klaim. Dalam kurun waktu 30 hari hingga 60 hari setelah kejadian seperti rawat inap dan meninggal dunia, seluruh berkas dan formulir harus segera dilengkapi dan dikirim ke pihak Penanggung untuk melakukan Klaim.



Jangan kaget bila Klaim ditolak hanya karena Klaim dilakukan di luar dari jangka waktu yang sudah ditentukan dan disepakati antara Penanggung dan Pemegang Polis.

Intinya adalah semua yang kita lakukan harus sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang sesuai dalam Polis.

Pastikan Klaim yang diajukan bukanlah Fraud

Percaya atau tidak, Penanggung mampu mengidentifikasi apakah Klaim yang diajukan berpotensi fraud atau tidak.

Maka sangat disarankan untuk membaca dan memahami isi Polis agar Klaim yang dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah disepakati oleh Pemegang Polis dengan Penanggung.

Pastikan Polis tetap aktif saat terjadinya resiko

Bila Pemegang Polis membayar Premi secara rutin, maka Polis dalam keadaan In Force. Salah satu cara untuk meminimalisir potensi telat bayar atau gagal bayar ialah dengan melakukan pembayaran Premi secara tahunan.

Pemegang Polis hanya perlu membayar 1x agar perlindungan dan proteksi tetap aktif dalam waktu 12 bulan kedepan.

Bila resiko terjadi pada saat Polis sedang dalam keadaan Lapse, bisa dipastikan pengajuan Klaim akan ditolak oleh Penanggung.

Bila seluruh berkas dan formulir telah dilampirkan pada saat mengajukan Klaim, maka Penanggung membutuhkan waktu untuk memproses pengajuan Klaim tersebut. Pastikan Pemegang Polis responsif dan rajin melakukan followup Klaim yang diajukan.

Dibawah ini merupakan salah satu contoh surat konfirmasi apabila klaim asuransi disetujui oleh salah satu perusahaan asuransi di Indonesia:

Bila Klaim telah dilakukan berdasarkan syarat dan ketentuan dalam Polis, maka Penanggung takkan bisa mengelak dan wajib menyetujui Klaim yang diajukan, bukan?

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

Saat memiliki asuransi, tentunya anda mempunyai hak dan kewajiban di dalamnya. Kewajiban anda sebagai pemilik asuransi adalah membayar Premi bulanan dan memberikan informasi sebenarnya. Sedangkan untuk hak adalah mendapatkan proteksi, sehingga ketika anda mengalami hal yang menyebabkan kerugian, maka anda berhak untuk mengajukan klaim. Seperti ketika anda memiliki asuransi kesehatan misalnya.

Tujuan asuransi kesehatan ini adalah untuk memproteksi kesehatan pemilik polis asuransi di masa yang akan datang, sehingga saat mengalami masalah kesehatan, maka perusahaan asuransi nantinya akan membayarkan biaya perawatan dan pengobatan.

Namun perlu anda ketahui, terdapat peraturan termasuk dalam asuransi kesehatan yang disepakati perusahaan dan pemilik asuransi. Dimana bisa saja pengajuan klaim asuransi kesehatan ditolak dengan alasan tertentu.

Jika anda tak ingin mengalami kejadian seperti ini, maka perhatikan alasan – alasan di bawah ini yang sering menyebabkan klaim asuransi kesehatan mengalami penolakan.

1. Polis Lapse Atau Tidak Aktif

Salah satu alasan utama mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi (Penanggung) adalah saat polis lapse atau polis asuransi tidak aktif. Perusahaan hanya akan menerima persetujuan klaim saat polis asuransi dalam keadaan aktif. Oleh karena itu pastikan jika polis asuransi anda memang aktif.

Biasanya polis asuransi yang kondisinya tidak aktif dikarenakan pemilik polis asuransi lupa membayar Premi bulanan. Memang terdapat masa tenggang yang diberikan perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran. Jangka waktu dari masa tenggang sekitar 45 hari setelah tanggal jatuh tempo. Setelah melewati masa tenggang tersebut, maka asuransi kesehatan anda dinyatakan tidak aktif.

Untuk asuransi unit link, kondisi tidak aktif ini dapat terjadi saat nilai tunai asuransi tak dapat menutupi biaya asuransi. Karena itulah selalu periksa nilai tunai asuransi untuk memastikan jika masih mencukup untuk menutup biaya asuransi.

2. Klaim Tak Termasuk Ketentuan Polis Asuransi

Saat mendaftarkan polis asuransi, tentunya anda dan perusahaan asuransi saling menandatangani kesepakatan mengenai kepemilikan asuransi tersebut, dan di dalam kesepakatan tersebut berisikan mengenai ketentuan. Inilah yang sering tidak dipahami bagi calon pemilik asuransi.

Banyak nasabah yang tidak memahami manfaat asuransi yang dibeli. Akibatnya Pemegang Polis menganggap jika proteksi asuransi yang dimiliki bisa mencakup segala kondisi, padahal ada beberapa kondisi dan ketentuan mengenai proteksi yang ditawarkan.

Misalnya saja anda menganggap jika asuransi kesehatan anda memproteksi semua stadium kanker. Padahal asuransi kesehatan tersebut hanya menganggung saat kanker sampai stadium 3. Jika anda terkena kanker stadium 1, maka asuransi kesehatan yang anda miliki tidak akan menanggung.

Maka dari itu sebelum pengajuan klaim asuransi kesehatan, maka pastikan jika anda mengetahui kondisi kesehatan yang ingin diklaim tertulis dalam polis asuransi kesehatan tersebut.

Jangan malas membaca ya.

3. Melewati Batas Waktu

Saat anda mengajukan klaim asuransi melewati batas waktu yang ditentukan, maka ini menjadi alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak perusahaan asuransi. Biasanya ada batas waktu yang sudah tertulis dalam ketentuan Polis asuransi, dimana jika pemilik asuransi mengajukan klaim yang lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan maka pengajuan klaim akan ditolak.



Biasanya batas waktu ini antara 30-60 hari setelah perawatan usai dan Tertanggung diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, terhitung dari tanggal awal kesepakatan pemilik dan perusahaan asuransi.

4. Informasi Riwayat Penyakit Tidak Valid

Alasan lainnya yang bisa menyebabkan klaim asuransi kesehatan ditolak adalah ketika pemilik asuransi memberikan informasi mengenai riwayat penyakit yang tidak valid. Biasanya saat mendaftarkan asuransi, calon nasabah harus mengisi formulir keanggotaan awal. Dalam formulir tersebut terdapat bagian dimana calon nasabah wajib memberitahukan informasi tentang riwayat penyakit yang pernah diderita.

Ketidakjujuran pada informasi awal ini akan menjadi kesalahan yang fatal jika anda melakukannya. Jika sampai perusahaan asuransi menemukan informasi yang kurang valid, maka sudah pasti jika klaim asuransi anda ditolak. Biasanya informasi awal yang akan ditanyakan antara lain adalah:

  • Informasi penyakit keturunan
  • Informasi apakah merokok atau tidak?
  • Apakah memiliki Pre Existing Condition (Penyakit yang sudah ada sebelum membeli asuransi

Sebagai nasabah awam, sangat mungkin mereka merasa sehat walafiat meski dalam tubuh mereka telah mengidap penyakit yang belum terdeteksi atau dirasakan gejalanya. Untuk itu sangat disarankan untuk melampirkan medical checkup (bila ada) saat hendak mengisi formulir keanggotaan.

5. Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Pada saat mengajukan klaim asuransi kesehatan, maka pemilik asuransi diharuskan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Pastikan anda melengkapi semua persyaratan dokumen jika tidak menginginkan klaim asuransi kesehatan ditolak.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan biasanya kwitasi pembayaran pengobatan, surat keterangan dokter, nama pasien, jenis penyakit, tanggal perawatan, jenis obat, surat pengantar jika dirujuk ke dokter spesialis, teknik pengobatan, dan lainnya yang termasuk ke dalam ketentuan polis asuransi.

6. Asuransi Sedang Dalam Fase Masa Tunggu

Masa tunggu merupakan waktu yang dibutuhkan antara waktu pembelian dan pengajuan klaim, Sehingga proteksi anda baru dapat digunakan dan klaim akan disetujui setelah melewati masa tunggu.

Anda tidak bisa mengajukan klaim ketika sedang berada dalam waktu tunggu Masing – masing produk asuransi mempunyai durasi masa tunggu yang berbeda, mulai dari 1 bulan bahkan ada yang hingga 1 tahun.

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi. Pelajari kesalahan – kesalahan diatas agar jangan sampai klaim asuransi anda ditolak oleh Penanggung di masa mendatang.

Mengenal kegunaan free look period bagi Pemegang Polis

Mengenal kegunaan free look period bagi Pemegang Polis

Asuransi bisa jadi suatu hal yang sangat baru dan membingungkan bagi anda yang belum terbiasa. Wajar sih, karena memang ketika saya bersekolah dulu, tidak mendapat materi dan diktat terkait financial literacy dan perencanaan keuangan. Ketika seseorang sedang merencanakan keuangan, pasti ada komponen asuransi di dalamnya. Sangatlah aneh bila ada financial plannner atau perencana keuangan yang antipati dan pesimis dengan produk asuransi.

Financial literacy sangat penting dalam membangun aset dan merencanakan keuangan.

Satu hal yang tidak banyak diketahui oleh orang tentang asuransi ialah free look period atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan Masa Bebas Lihat.

Apa yang dimaksud dengan Masa Bebas Lihat (free look period)?

Masa Bebas Lihat (free look period) merupakan jangka waktu yang diberikan oleh Perusahaan Asuransi kepada Pemegang Polis. Jangka waktu yang diberikan biasanya mulai dari 7 hari kerja hingga 30 hari kalender. Jangka waktu Masa Bebas Lihat dimulai ketika Pemegang Polis telah menerima Polis. Jumlah hari dalam free look period mungin berbeda antara 1 Perusahaan Asuransi dengan Perusahaan Asuransi lainnya.

Jumlah hari dan ketentuan free look period biasanya tertera dalam Polis asuransi seperti cuitan di bawah ini:

Apa yang harus dilakukan oleh Pemegang Polis saat berada dalam Masa Bebas Lihat?

Membeli asuransi tidak sama dengan membeli rumah maupun kendaraan mewah. Ketika kita membeli rumah atau kendaraan, kita bisa menyentuh benda tersebut. Ketika kita membeli asuransi, kita hanya mendapatkan 1 buah buku yang disebut Polis berisikan klausul, perjanjian, syarat dan ketentuan serta kesepakatan antara Pemegang Polis dengan Perusahaan asuransi.

Yup, hanya teks hitam putih tanpa disertai gambar yang berwarna – warni.

Pemegang Polis sangat disarankan untuk membaca, mempelajari, dan memahami Polis asuransi yang dibeli saat free look period. Hal ini bertujuan untuk memastikan produk asuransi dan data yang terkandung di dalamnya telah sesuai dengan kebutuhan dan informasi yang diberikan.

Jumlah pasal pada Polis Asuransi bisa jadi sangat banyak, maka gunakan masa free look period ini untuk “membedah” dan memeriksa isi Polis apakah sudah sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan.

Berikut beberapa informasi yang perlu dikonfirmasi sebelum Pemegang Polis dinyatakan setuju dengan Polis yang diberikan:

  • Identitas Tertanggung atau seseorang yang dijamin oleh Pemegang Asuransi.
  • Identitas Pemegang Polis atau seseorang yang berwenang atas Polis.
  • Identitas Agen atau Tenaga Pemasaran yang membantu Pemegang Polis dalam berhubungan dengan Perusahaan Asuransi
  • Identitas Perusahaan Asuransi yang menjamin Tertanggung
  • Identitas Termaslahat / Ahli Waris (bila ada) atau seseorang yang menerima manfaat bila Tertanggung mengalami resiko.
  • Manfaat asuransi yang diberikan.
  • Prosedur dan tata cara melakukan Klaim.
  • Perlakuan terhadap pre existing conditions atau Kondisi / Penyakit yang sudah ada sebelum Tertanggung dijamin oleh Polis Asuransi.
  • Pengecualian atau Kondisi dan Penyakit yang dikecualikan oleh Perusahaan Asuransi.

Pemegang Polis dapat menghubungi agen atau tenaga pemasar maupun Perusahaan Asuransi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait klausur, prosedur, kondisi, penyakit, dan informasi lainnya yang tidak dimengerti oleh Pemegang Polis. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh informasi dalam Polis sudah jelas sejak Pemegang Polis membeli asuransi.

Ketika Polis sedang berada dalam free look period, Polis dapat ditutup dan seluruh pembayaran yang sudah disetor atau dibayarkan dapat dikembalikan kepada Pemegang Polis setelah dikurangi beberapa biaya yang mungkin timbul. Biaya – biaya yang dikenakan ini mengacu pada ketentuan dan kesepakatan antara Pemegang Polis dan Perusahaan Asuransi.

Cuitan di atas ada sangat benar adanya. Untuk itu sangat direkomendasikan bagi Pemegang Polis untuk membaca dan memahami isi Polis untuk meminimalisir konflik dan miskomunikasi yang mungkin terjadi di masa mendatang.



Asuransi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang hingga puluhan tahun, sehingga anda tak ingin perencanaan yang sudah dibuat justru berantakan karena produk asuransi yang dibeli tidak sesuai dengan produk yang dibutuhkan.

Yuk jangan malas untuk membaca dan memahami isi Polis sendiri!

Pin It on Pinterest