Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggandakan uang secara pasif. Menggandakan uang secara pasif berarti anda tidak perlu bekerja atau melakukan apapun dan uang akan berkembang dengan sendirinya. Salah satu cara jalan yang dapat ditempuh untuk menggandakan uang secara pasif ialah melalui aplikasi Fintech Koinworks.

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks
sumber: Koinworks.com

Koinworks merupakan sebuah layanan yang mempertemukan Debitur dan Kreditur untuk mendapatkan kredit atau utang. Debitur merupakan orang yang membutuhkan kredit, sementara Kreditur merupakan orang yang memberikan kredit. Keduanya mendaftarkan diri dan bertemu dalam platform Koinworks untuk melakukan Transaksi.

Bunga yang ditawarkan oleh Koinworks cukup bervariatif. Koinworks mengkategorikan suatu pinjaman kedalam kelas dengan resikonya masing – masing. Semakin tinggi kelas suatu pinjaman, semakin kecil pula resiko dan imbal baliknya. Sebaliknya, semakin rendah kelas suatu pinjaman, semakin besar pula resiko dan imbal baliknya. Untuk itu sangat disarankan bagi Kreditur untuk melakukan diversifikasi agar terhindar dari resiko seperti:

  • Keterlambatan pembayaran
  • Debitur gagal bayar

Resiko tersebut dapat kita lihat pada kolom status yang berwarna kuning dalam gambar di bawah ini:

Berikut beberapa tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks:



Siapkan dana darurat

Mengalokasikan dana pada layanan fintech Koinworks sangatlah mudah untuk dilakukan. Hanya dalam beberapa click, kita dapat menjadi kreditur dengan menitipkan uang kepada Koinworks untuk diserahkan kepada debitur. Permasalahan muncul ketika resiko terjadi dan kita tak memiliki dana darurat sepeserpun.

Dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan ketika terjadi resiko yang tak bisa kita hindari, seperti:

  • Krisis
  • Kerusuhan
  • Kehilangan lapangan pekerjaan
  • dan banyak lagi resiko lainnya.

Dengan adanya dana darurat, kita dapat berdiri kokoh dan seimbang sekalipun resiko yang tak terelakkan menerjang. Nominal yang dibutuhkan untuk menyiapkan dana darurat paling tidak 6x hingga 12x pemasukan yang dihasilkan setiap bulannya.

Hanya gunakan “uang dingin”!

Jika kita telah memiliki dana darurat, langkah selanjutnya yang boleh dilakukan ialah menjadi Kreditur dari Koinworks! Dari semua tips yang dituliskan dalam artikel ini, poin ini merupakan tips yang paling ditunggu-tunggu karena kita akan segera mengembangkan uang kita menjadi berlipat-lipat. Eits, tunggu dulu, pastikan kita hanya menggunakan uang dingin dalam menjadi kreditur dari Koinworks.

Uang dingin yang saya maksud bukanlah uang yang disimpan dalam kulkas atau uang yang diletakkan di atas es batu. Uang dingin yang saya maksud merupakan uang yang dapat bukan diperuntukkan untuk apapun selain dari berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk menempatkan kondisi finansial dan kebutuhan sehari-hari dalam titik aman jika sewaktu-waktu resiko diatas terjadi dan kita tidak bisa mencairkan dana.



Sangat disarankan untuk tidak menggunakan uang hasil meminjam

Meski Koinworks menawarkan bunga yang bervariatif dimulai dari 15% per tahun hingga 23% per tahun, sangat disarankan untuk tidak menggunakan uang hasil meminjam (utang) dikarenakan beberapa alasan di bawah ini:

Bunga bank yang relatif tinggi

Bank mungkin akan meminjamkan uang mereka pada anda dengan bunga yang sangat kecil, yakni 1%. Angka ini sangat jauh selisihnya bila dibandingkan dengan bunga yang ditawarkan oleh Koinworks hingga 23%. Namun jutaan orang tak menyadari bahwa bunga yang ditawarkan oleh Koinworks menggunakan satuan tahunan sementara bunga yang ditawarkan oleh bank menggunakan satuan bulanan.

Dalam hal ini, bila kita menggunakan uang Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan bunga 1%, artinya bank akan mengenakan bunga sebesar 12% per tahun. Untuk setiap Rp. 5,000,000 yang kita pinjam dari bank, kita wajib mengembalikannya sebesar Rp. 5,000,000 ditambah bunga Rp. 600,000. Agar balik modal, paling tidak kita harus memilih pinjaman dengan bunga minimal 12% an durasi 1 tahun untuk kelancaran kredit dan nama baik dalam BI checking.

Jika kita beruntung, kita mungkin mendapatkan pinjaman dengan bunga > 12% per tahun dalam kelas pinjaman yang tinggi.



Kendalikan portofolio dengan memainkan bunga yang bervariasi

Koinworks menawarkan bunga pinjaman mulai dari 12% hingga 23%. Bagaimana cara kita mendapatkan pemasukan yang optimal dengan mengandalkan bunga tersebut?

Yup, benar. Dengan melakukan Diversifikasi.

Diversifikasi merupakan mengalokasikan dana kedalam beberapa kategori yang tersedia dalam Koinworks, seperti:

  • Industri
  • Resiko
  • Tinggi rendahnya suatu bunga

Setelah mengumpulkan resiko tersebut, kita dapat mengalokasikan lebih banyak dana pada pinjaman dengan resiko yang kecil, dan mengalokasikan sisanya pada pinjaman dengan resiko dan imbal balik yang besar.

Dengan demikian, kita tetap mendapatkan pemasukan yang optimal sambil meminimalisir risiko yang mungkin terjadi pada kredit yang kita berikan.



Tertarik untuk mendulang rupiah melalui Koinworks?
Kunjungi tautan menuju Koinworks berikut ini dan ikuti prosedurnya dalam halaman tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada pembaca lain yang membutuhkan. Bila ada hal yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk menuliskannya pada kolom komentar dibawah ini.

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hidup tanpa utang jelas lebih tenang dan menyenangkan. Namun banyak hal bisa terjadi dalam hidup dan membuat kita dihadapkan dengan pilihan untuk berutang demi berbagai hal.

Yup, utang merupakan salah satu cara yang teruji dan terbukti efektif untuk mendatangkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat.

Pernah jadi korban blast sms maupun telemarketing yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan, bukan?

Sama!

Utang sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yakni:

  • Utang positif
  • Utang negatif

Utang positif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk menambah kekayaan atau pemasukan.

Utang positif biasanya dilakukan oleh pengusaha yang membutuhkan kucuran dana segara untuk melakukan ekspansi dan memperbanyak keuntungan seperti yang saya bahas melalui artikel di bawah ini:

Berbeda dari utang positif, utang negatif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumtif, seperti:

  • Membeli gawai keluaran terbaru
  • Memberi benda-benda lainnya yang tidak kita perlukan hanya untuk memamerkannya pada orang yang sama sekali tidak peduli kepada kita.
  • Membeli kendaraan atau elektronik yang harganya terjun bebas dari waktu ke waktu

Ketimbang membeli dompet seharga Rp. 1,000,000 untuk menyimpan uang Rp. 100,000, lebih baik membeli dompet seharga Rp. 100,000 untuk menyimpan kartu ATM dengan jumlah saldo Rp. 1,000,000.

Dibandingkan dengan meminjam kepada perorangan atau individu meski memiliki bunga yang cukup rendah, sebagian orang akan jadi lebih baik untuk meminjam ke bank. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih besar seperti:

  • Putusnya tali silaturahmi hanya karena uang
  • Menjaga nama baik keluarga dan kondisi keuangan di dalamnya.

Terlebih jika jumlah dana yang diperlukan cukup banyak, dan tidak memungkinkan untuk meminta bantuan kepada teman atau saudara, maka mengajukan utang ke bank merupakan opsi terbaik yang pernah kita miliki.

Tetapi sebelum memutuskan untuk meminjam ke bank, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini:



Pastikan Peruntukan Utangnya Untuk Kebutuhan Utama

Jangan pernah berutang untuk kebutuhan konsumtif, seperti mengganti perangkat telepon dengan yang terbaru hanya karena trend dan gengsi, padahal gawai lama masih bisa berfungsi dengan baik.

Pokoknya jangan!!!

Hindari mengambil utang untuk kebutuhan konsumtif seperti ini, karena akan membebani keuangan dengan berat lantaran kebutuhan memenuhi gengsi tidak akan pernah ada cukupnya karena sifat dasar manusia yang tamak, rakus dan tak pernah puas.

Silakan ambil utang ke bank untuk keperluan penting dan utang positif, seperti:

  • Modal usaha
  • Membeli rumah.
  • Merenovasi rumah

Tentunya utang ke bank tersebut dilakukan dengan penuh pertimbangan, apakah kita benar-benar memerlukannya saat itu juga sehingga kita perlu mengajukan utang ke bank, ataukah keperluan dana ini masih bisa ditunda hingga beberapa waktu yang akan datang, sehingga bisa dipenuhi dengan menabung?

Apakah Kita Memiliki Jaminan yang Cukup?

Mari membahas sisi terburuk dari mengajukan utang ke bank.

Mengajukan utang ke bank terkadang tidak bisa dilakukan dengan tangan hampa. Kita harus memiliki jaminan yang cukup untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan kebutuhan.

Bila kita tidak memiliki aset, maka sangat besar kemungkinan pihak Bank akan menolak penawaran anda untuk mengambil utang ke bank.



Pastikan bahwa aset yang akan dipakai untuk jaminan tersebut adalah milik kita pribadi. Hindari meminjam aset dari orang lain, meski itu adalah keluarga yang sangat dekat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ketika kita terlambat atau bahkan gagal bayar utang.

Keberadaan aset adalah untuk menjamin ketika kita mengalami hal seperti ini. Ketika itu milik orang lain, maka urusan kita akan jadi sangat panjang nantinya.

Pertimbangkan Jumlah Utang dan Cicilan Tiap Bulannya

Untuk mendapatkan situasi keuangan ideal, batasi cicilan utang dalam besaran tidak lebih dari 30 persen pendapatan kita setiap bulan. Misalnya pendapatan tiap bulan Rp 3 juta, maka jumlah cicilan yang kita miliki tidak boleh lebih dari Rp 900 ribu setiap bulannya.

Perhitungan ini biasa disebut sebagai Debt to Income ratio, atau rasio perbandingan antara jumlah penghasilan dengan angsuran yang harus dibayar setiap bulannya.

Perhitungan ini biasanya juga dipakai oleh bank untuk menilai seberapa besar kita mampu membayar utang sesuai dengan pendapatan. Meski kebutuhan dana kita besar, bank tidak akan serta merta menyetujuinya jika pendapatan kita dinilai tidak bisa memenuhi syarat dari cicilan yang aman untuk kesehatan keuangan kita.

Tentu saja Bank tidak ingin meminjamkan uang kepada mereka yang memiliki resiko default lebih tinggi.

Default = kegagalan seseorang dalam melunasi utang.

Karena itu, kita harus sadar dengan kemampuan keuangan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Tidak hanya agar pinjaman disetujui bank, tetapi juga agar kondisi keuangan kita tidak berantakan setelah memiliki tanggungan utang nanti.



Jangan Miliki Lebih Dari 1 Cicilan Dalam Satu Waktu

Jika sudah memiliki tanggungan di bank dan jangka waktu cicilannya masih panjang, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengajukan utang. Memiliki lebih dari 1 cicilan dalam satu waktu akan sangat membebani keuangan kita.

Tidak hanya membuat saldo berantakan, memiliki lebih dari satu cicilan juga meningkatkan tingkat kecemasan dan stress dalam hidup. Tidak sehat secara keuangan, tak sehat pula secara mental dan fisik. Tentu kita tidak ingin terjadi hal yang demikian bukan?

Bijak dalam berutang adalah cara terbaik untuk membuat kondisi keuangan tetap stabil. Pastikan pula untuk berkomunikasi dengan orang terdekat, keluarga khususnya, sebelum mengajukan pinjaman ke bank dan dalam jumlah besar.

Pastikan pula untuk memiliki asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang cukup untuk melunasi angsuran atau cicilan yang belum lunas untuk mengantisipasi resiko tutup usia.

Pastikan pula Uang Pertanggungan tersebut masih cukup untuk menghidupi anggota keluarga maupun tanggungan yang mengandalkan kondisi finansial mereka pada kita.

Pertimbangkan segala sesuatunya dengan bijak sebelum memutuskan untuk mengajukan utang ke bank.

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Memakai kartu kredit bisa jadi sebuah solusi transaksi yang kerap kali melenakan pemakai. Banyak promo-promo menarik yang bermunculan, tidak hanya dari bank penerbit kartu, tetapi juga dari berbagai gerai dan brand yang memberikan harga khusus untuk pembayaran dengan kartu kredit.

Tidak sedikit pengguna kartu kredit yang terjerumus dengan berbagai kemudahan ini dan akhirnya terjerat utang yang tak berujung pangkal. Dari sini, kemudian banyak orang yang menilai bahwa kartu kredit lebih banyak masalahnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, dengan penggunaan dan pengelolaan yang baik, kartu kredit bisa memberikan manfaat yang cukup banyak buat kita. Sudah punya atau baru akan membuka kartu kredit?

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari tunggakan membengkak yang jadi jeratan maut banyak nasabah:

Sesuaikan Limit dengan Pendapatan Rutin

Masalah utama dari pemegang kartu kredit adalah memiliki tagihan melebihi kemampuan mereka untuk membayar. Ini yang biasanya ‘dilanggar’ oleh para pemegang Kartu Kredit demi mendapatkan dana yang lebih banyak.

Sebenarnya, masalah ini merupakan hal yang kerap kali membuat seseorang terjebak dalam tagihan yang mencekik leher. Memiliki tagihan lebih dari kemampuan akan membuat kita terjerumus dalam utang yang dalam.



Salah seorang teman pernah bercerita kalau ia sempat memiliki Kartu Kredit dengan limit 10x hingga 12x dari penghasilan yang ia terima setiap bulannya. Kelalaiannya dalam mengelola uang berakibat fatal. Ia terjerat utang yang berkepanjangan dengan bunga yang membengkak karena utang tersebut tak kunjung dilunasi.

Karena itu, sebaiknya miliki kartu kredit dengan limit sesuai dengan pendapatan. Tentu akan lebih baik lagi jika limit kartu yang kita miliki kurang dari jumlah pendapatan bulanan.

Dengan limit yang tepat, penggunaan kartu kredit pun akan lebih terkontrol. Tidak ada tagihan yang lebih dari kemampuan dan membuat kondisi keuangan jadi lebih sehat.

Gunakan Kartu Kredit Hanya Untuk Transaksi Tertentu

Jangan gunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja bulanan atau makanan dan keperluan lainnya yang seharusnya masuk dalam pos keperluan rutin.

Memang, banyak promo menarik dari berbagai gerai makanan dan pusat perbelanjaan. Namun hal ini kerap kali tanpa disadari membuat kita jadi lebih konsumtif dan sulit mengontrol pengeluaran rutin.

Pastikan debt to income ratio terkendali dengan sangat baik!

Hanya gunakan kartu kredit untuk transaksi tertentu. Misalnya pembelian barang elektronik yang jadi lebih murah dengan promo dari toko dan cicilan tanpa bunga.

Selalu Bayar Lunas dan Tepat Waktu

Ketika kita membayar tepat waktu, tidak akan ada bunga tambahan dan biaya keterlambatan pembayaran yang jumlahnya tak sedikit. Membayar tepat waktu juga menjadi catatan kita di OJK, jika sering terlambat, nama kita bisa masuk daftar hitam yang tentu merugikan jika suatu hari nanti memerlukan pinjaman ke bank atau koperasi.

Agar tidak terlewat, selalu perhatikan tanggal pembayaran terakhir di lembar tagihan. Pasang reminder pada tanggal tersebut, atau langsung lakukan pembayaran setelah tagihan keluar.



Pastikan juga untuk membayar lunas setiap bulan, sesuai dengan transaksi yang tertagih. Hindari membayar dengan jumlah minimal. Meski menggiurkan, namun bunga transaksinya lama kelamaan akan menjerat dalam utang berkepanjangan.

Psstt, apakah kalian tahu kalau tanggal jatuh tempo tagihan Kartu Kredit bisa diubah sesuai keinginan?

Kartu Kredit Bukan Dana Cadangan

Kartu Kredit memiliki 2 buah saldo yang tersedia didalamnya. Saldo tersebut ialah:

  • Limit saldo Kartu Kredit yang bisa digunakan untuk bertransaksi atau membeli suatu barang, jasa, maupun melakukan topup.
  • Cash Advance yang dapat digunakan untuk menarik atau mencairkan uang tunai dengan bunga dan biaya yang lumayan tinggi

Mungkin diantara kita masih ada yang berpikiran kalau memiliki Kartu Kredit berarti memiliki dana cadangan. Ungkapan ini tak sepenuhnya salah, karena Kartu Kredit sering menjadi penyelamat dikala kita harus memesan tiket atau akomodasi secara dadakan.

Ingat, kartu kredit bukanlah dana cadangan. Sisihkan dana cadangan dari pendapatan rutin setiap bulan, bukan mengandalkan kartu kredit ketika terjadi hal mendesak.

Kartu kredit merupakan alat untuk mempermudah transaksi, yang dananya harus segera dikembalikan secepat mungkin. Kartu Kredit bukanlah dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu untuk memenuhi keperluan hedon dan berfoya-foya.

Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

Indonesia memperbolehkan seseorang memiliki lebih dari 1 kartu kredit untuk bertransaksi. Namun sebaiknya kita membatasi kepemilikan kartu kredit agar tidak melebihi batas kemampuan kita membayarnya.

Bila perlu, cukup 1 kartu kredit saja yang kita pegang. Atau maksimal 2, untuk mendapatkan keuntungan dari salah satu kartu yang dimiliki.

Sebaiknya, jumlah limit keduanya berada dalam jangkauan pendapatan kita setiap bulan. Sehingga tidak akan terjadi kelebihan beban pembayaran yang bisa jadi masalah di kemudian hari.

Semoga artikel tips cerdas memakai kartu kredit ini bermanfaat agar kita lebih bijak dalam memiliki dan menggunakan kartu kredit!

Akhirnya saya menutup asuransi kartu kredit Cigna Life saya

Akhirnya saya menutup asuransi kartu kredit Cigna Life saya

Memiliki kartu kredit seakan menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri, apalagi kartu kredit tersebut berasal dari salah satu Bank besar di Indonesia yakni Bank BCA. Pengalaman berbelanja dalam menggunakan Kartu Kredit pun pernah saya tulis dalam artikel ini. Hingga suatu hari saya ditelepon oleh Telemarketing dari Bank tersebut untuk menawarkan asuransi kartu kredit.

Pada waktu itu saya dijelaskan panjang x lebar x tinggi mengenai asuransi kartu kredit ini. Salah satu manfaat yang saya ingat ialah asuransi kartu kredit ini akan melunasi seluruh hutang yang belum terbayar ketika Tertanggung (saya) mengalami resiko tutup usia. Dengan demikian, maka kita bisa menghitung berapa Uang Pertanggungan yang telah disediakan untuk saya bila saya memiliki limit Kartu Kredit sebesar Rp. 5,000,000.

Premi yang ditawarkan waktu itu relatif rendah, hanya 0.1% hingga 3% dari hutang yang ada. Saya lupa berapa angka pastinya. Bila saya memiliki tagihan yang belum dibayar sebesar Rp. 3,000,000, maka kita bisa menghitung berapa banyak uang yang harus disiapkan untuk melunasi Premi tersebut. Premi ini akan diakui sebagai tagihan Kartu Kredit, sehingga secara tidak langsung menambah tagihan Kartu Kredit saya.

Beberapa kejanggalan dalam Asuransi Kartu Kredit Cigna Life

Saya membaca banyak buku terkait personal finance sehingga saya mendapat gambaran seperti apa asuransi kartu kredit yang ideal. Disana saya membaca bahwa asuransi kartu kredit dapat melunasi hutang Kartu Kredit saya ketika saya mengalami resiko di bawah ini:

  • Mengalami resiko tutup usia
  • Kehilangan pekerjaan
  • Mengalami resiko rawat inap sehingga kehilangan penghasilan.

Hari ini saya pergi ke KCP BCA untuk menanyakan manfaat dari Asuransi Kartu Kredit yang diterbitkan oleh Cigna Life tersebut. Kemudian bagian Kartu Kredit bertanya apakah saya telah menerima Polis yang saya beli. Bermula dari sini akhirnya saya mengetahui bahwa asuransi kartu kredit pun memiliki Polisnya sendiri. Saya pun menjawab tidak karena memang saya tidak pernah menerima Polis apapun. Hmm, sounds fishy!

Setelah ia tahu bahwa saya tidak memegang Polis, ia kemudian menjelaskan manfaat yang dapat saya terima sebagai Tertanggung dari Asuransi Kartu Kredit tersebut. Setelah dijelaskan panjang lebar, ternyata fungsi dan manfaatnya mirip seperti asuransi jiwa murni pada umumnya, yakni memberikan santunan ketika saya mengalami resiko tutup usia. Kalo gini namanya sih sama aja Asuransi Jiiwa. Lalu buat apa saya membayar 2x untuk proteksi dan manfaat yang sama? Bahkan Uang Pertanggungan yang diberikan oleh asuransi jiwa murni saya jauh lebih besar. Tentu saja Preminya pun jauh lebih besar. Hehehehehehe

Kelalaian dalam mengirimkan Polis serta manfaat yang redundan seakan memantapkan saya untuk menutup Asuransi Kartu Kredit tersebut. Akhirnya CS tersebut menyetujui dan membuatkan laporan terkait permintaan penutupan asuransi kartu kredit ini.

Iseng mencari dengan kata kunci “Asuransi kartu kredit Cigna” di Internet membuat saya sedikit lega, karena orang lain pun mengalami permasalahan yang sama terkait asuransi kartu kredit CIGNA.

dan sumber lain dari Kaskus.

Salah satu cara untuk berhemat ialah dengan mengetahui profil dan mengenali kebutuhan masing – masing. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan menghitung rasio hutang yang dimiliki oleh seseorang. Dengan demikian kita dapat mengetahui bagian mana yang perlu dibenahi dan bagian mana yang redundan / duplikat serta mengeliminasi biaya atau tagihan yang tidak perlu, seperti mengeliminasi biaya asuransi kartu kredit dari Cigna Life ini.

Kiranya artikel ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi kita semua dalam memilih atau membeli asuransi kartu kredit.

Mengenal kartu kredit dan mekanismenya

Mengenal kartu kredit dan mekanismenya

Apa Itu Kartu Kredit?

Kartu kredit sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah perangkat pembayaran dalam format kartu yang diterbitkan oleh bank untuk mempermudah para nasabahnya bertransaksi, dengan sistem pinjaman/kredit dari bank melewati kartu tersebut.

Tak jarang bank berpikir bahwa kartu kredit merupakan sebuah penghargaan kepada nasabahnya. Oleh karena itu, sering kita jumpai berbagai bonus dan poin reward bagi mereka yang bertransaksi menggunakannya.

 

Bagaimana Cara Membayarkan Tagihan Saya?

Setiap bulannya bank secara teratur akan mengantarkan tagihan untuk Anda. Anda pun bisa memilih antara dua jenis pembayaran. Pertama, Anda bisa membayarkan seluruh tagihan itu dalam sekali waktu (full payment). Kedua, Anda bisa memilih untuk menunaikan dengan minimum payment, atau mencicil tagihan kita (bila tagihan diolah ke cicilan).

Namun, pada dasarnya pembayaran minimum akan membuat Anda terkena dampak dari bunga 2,25% dari total tagihan. Untuk prosedur pembayaran, setiap bank berbeda-beda. Tersedia opsi pembayaran dalam sejumlah cara seperti melewati transfer melewati ATM, datang langsung ke Teller, Internet banking dan pun Mobile/SMS banking.

Mengenai bea dari pembayaran tagihan, bergantung pada kemudahan pembayaran yang kita gunakan. Jangan khawatir, sebab ada sejumlah bank membebaskan biaya untuk kemudahan tersebut sehingga pembayaran menjadi lebih murah.

 

Tingkat Keamanan

Dibandingkan dengan kartu debit yang hanya dibekali strip magnetik, kartu kredit memiliki tingkat keamanan super ketat. Agak berbeda dengan kartu debit yang jika hilang, maka seseorang dapat menguras seluruh uang di rekening. Keculai jika Anda segera memblokir kartu debit tersebut.

Bila kartu kredit hilang dan digunakan orang lain untuk belanja atau transaksi laiinya, kita dapat menyanggah untuk bank dengan menyerahkan bukti-bukti bahwa bukan Anda yang bertransaksi. Inilah yang membuat kartu ini lebih aman dibanding kartu debit. Namun, ingat, hal ini bukan berarti Anda bisa lengah dalam menjaga kartu Anda.

 

Berapa Suku Bunga Kartu Kredit?

Saat ini, Bank Indonesia (BI) sebagai bank Sentral menerapkan suku bunga atas sebesar 2,25%. Nilai ini berlaku mulai tahun 2017 lalu. Sebelumnya, suku bunga yang bahkan lebih besar, yakni mencapai 2,95%. Oleh sebab dinilai masih terlampau tinggi, maka BI memutuskan batas atas bunga sebesar 2,25% per bulannya

Persentase tersebut mungkin dapat berubah sewaktu – waktu tanpa pemberitahuan sesuai kebijakan dari BI.

 

Apakah Saya Membutuhkan Kartu Kredit dan Jenis Apa yang Sesuai Bagi Saya?

Kebanyakan orang yang merasa harus mempunyai kartu kredit. Hal ini dilandasi dari pola pikir bahwa dengan memilikinya, maka keperluan akan finansial lebih mudah untuk diatur.

Kartu kredit seperti pisau bermata dua, ia bisa berfungsi jika dapat kita pakai dengan baik. Namun, ia juga akan melukai dan merugikan Anda bila anda tidak bijak dalam menggunakannya sampai terlibat hutang yang susah kita lunasi.

Bila anda merupakan seseorang yang:

  • Sering berbelanja di Internet,
  • Senang makan di restoran atau tempat umum,
  • Gemar melakukan traveling dan jalan – jalan,
  • Rutin melakukan perjalanan dari dan menuju luar negeri,

Kartu kredit akan sangat membantu dalam  menunjang serangkaian kegiatan tersebut. Pasalnya, anda akan mendapat promo menarik serta harga spesial bila melakukan transaksi menggunakan kartu kredit. Pastikan anda bertransaksi dengan merchant yang telah bekerja sama dengan Bank untuk mendapatkan promo menarik serta harga spesial ini.

 

Bagaimana saya dapat mengajukan permohonan kartu kredit?

Pilihlah kartu yang cocok dengan keperluan Anda. Kemudian, kita dapat mengajukan pembuatan permohonan untuk bank yang diinginkan. Kemudian, Anda akan diminta untuk mengisi formulir data diri dan beberapa persyaratan lainnya. Usahakan supaya Anda dapat melengkapi semua data yang diminta oleh bank penerbit agar tidak berbuah penolakan dari bank tersebut.

Selain mengajukan permohonan melalui bank yang diinginkan, cara lainnya ialah dengan mengunjungi ATM yang berada di pusat perbelanjaan dan Mall besar. Pada ATM tersebut umumnya ditempatkan 2 – 3 sales kartu kredit yang bersedia membantu anda dalam menerbitkan kartu kredit sesuai kebutuhan. Konon, cara ini lebih efektif dibandingkan cara yang pertama.

 

Berapa lama rentang waktu yang akan diperlukan untuk pembuatan kartu kredit?

Waktu tunggu bisa bervariasi. Beberapa penyedia dapat menyerahkan persetujuan secara instan, sementara sejumlah penyedia lainnya membutuhkan waktu bahkan hingga hitungan minggu. Umumnya, semakin baik peringkat kredit Anda, semakin cepat waktu respon permohonan kartu kredit yang diajukan. Setelah keputusan diberlakukan, Anda akan diberitahu melewati surat, e-mail atau keduanya.

Setelah membaca artikel ini, apakah anda tertarik untuk membuka kartu kredit?

Pin It on Pinterest