Apakah worth it menjadi mitra Go-Fleet?

Apakah worth it menjadi mitra Go-Fleet?

Disadari atau tidak, 2 perusahaan raksasa yang dekat dengan dunia Otomotif sedang bekerja sama. Mereka adalah Astra Internasional dan Gojek yang secara resmi membentuk layanan Go-Fleet saat kegiatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung pada bulan Juli tahun 2019 silam.

Go-Fleet merupakan program kemitraan antara Gojek dengan Astra yang memberikan layanan One Stop Solution bagi mereka yang memiliki passion menghasilkan uang di balik kemudi mobil. Hal ini merupakan kesempatan berharga bagi mereka yang ingin tetap menghasilkan uang dengan waktu kerja yang fleksibel.

Apa saja yang didapat oleh mitra Go-Fleet?

Sebelum menerima, selayaknya kita harus memberi terlebih dahulu. Dilansir dari halaman grid.id, individu yang ingin bergabung menjadi mitra Go-Fleet wajib menyiapkan kocek yang cukup besar untuk membayar biaya di bawah ini:

  • Commitment Fee sebesar Rp.1,500,000 setiap 6 bulan.
  • Setoran sebesar Rp. 1,180,000 setiap minggunya atau Rp. 170,000 per hari.

Kemudian, mitra Go-Fleet akan mendapatkan manfaat yang tak kalah menarik, seperti:

  • Dipinjemin mobil untuk menghasilkan uang dengan menjadi mitra Go-Car dan Go-Box.
  • Mobil boleh dibawa pulang dan dipakai pacaran hingga kondangan demi konten dan pamer ke teman-teman.
  • Mitra dilengkapi dengan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan.
  • Mobil dilengkapi dengan layanan perbaikan.

Berbeda dari taxi burung biru yang memungkinkan supirnya untuk memiliki mobil yang dikendarai dengan tenor dan bunga yang bersahabat, layanan Go-Fleet sepertinya belum membuka kesempatan untuk pemilikan mobil yang dipinjamkan.



Apa saja revenue stream yang diperoleh oleh Mitra Go-Fleet?

Sesuai namanya, Revenue Stream berarti jalur atau kanal yang dapat diandalkan dalam menghasilkan uang. Mitra Go-Fleet dapat menghasilkan uang melalui mobil yang dipinjamkan melalui 2 kanal berikut ini:

  • Sebagai angkutan umum, transportasi hingga logistik dan pengiriman barang bagian dari Go-Car, dan Go-Box.
  • Sebagai media periklanan berjalan seperti LED, car wrap,

Namun, inti dari artikel ini ialah apa yang akan kita baca pada paragraf selanjutnya, yakni:

Apakah worth it untuk menjadi mitra Go-Fleet?

Menjadi mitra Go-Fleet merupakan keputusan yang harus dipertimbangkan dengan matang. Berdasarkan tulisan di atas, paling tidak kita harus menyiapkan uang sebesar Rp. 1,500,000 untuk membayar commitment fee dan membayar Rp. 1,180,000 per minggu atau setara dengan Rp. 170,000. Nominal ini mungkin tidak terlalu berat bila dihadapkan pada 2 revenue stream diatas.

Namun, angka ini selanutnya membawa kita pada pertanyaan di bawah ini:

  • Berapa banyak pesanan yang harus saya selesaikan untuk mendapatkan uang sebesar Rp. 170,000 setiap hari?
  • Berapa KM jarak yang harus saya tempuh untuk mendapatkan uang sebesar Rp. 170,000 setiap hari?
  • Berapa lama waktu yang harus saya habiskan untuk mendapatkan uang sebesar Rp. 170,000 setiap hari?
  • Dimana saya akan menjalankan bisnis Go-Fleet? Apakah saya akan menjalankannya di kota Jakarta yang penuh dengan hiruk-pikuk, kemacetan, demonstrasi dan penutupan jalan di sana dan sini?

Silakan dijawab dengan data dan pengalaman pribadi.

Untuk membahas lebih detil tentang angka dan perhitungan lainnnya, tentu kita perlu menelisik manfaat yang ditawarkan lebih jauh, seperti:

  • Berapa Uang Pertanggungan yang disediakan bagi mitra Go-Fleet ketika mitranya meninggal dunia?
  • Apa saja perbaikan yang dapat diklaim asuransi kecelakaan bila mobil mengalami kecelakaan?


Bila Uang Pertanggungan dirasa terlalu kecil, ada baiknya untuk membeli asuransi pribadi secara terpisah. Bila layanan perbaikan dirasa kurang memuaskan, kita dapat membeli asuransi kendaraan baik all risk maupun total loss only sesuai kebutuhan.

Saya yakin deh pasti harga asuransi kecelakaan dan asuransi jiwa lebih terjangkau bila dibandingkan dengan biaya Rp. 170,000 per hari selama 1 bulan penuh.

Di sisi lain, produk Go-Fleet ini mungkin akan langsung berhadapan secara head to head dengan 2 bisnis di bawah ini:

  • Jasa transportasi taxi.
  • Rental mobil yang menyewakan mobilnya untuk dipakai pribadi maupun Go-Car.

Tentu saja jasa transportasi taxi konvensional seperti Blue Bird harus lebih sigap untuk mengantisipasi disrupsi kedua setelah Go-Car (si anak baru) berhasil meraup konsumen di Indonesia yang membuat pemilik emiten BIRD harus bergabung dengan Gojek agar tetap sustainable dan survive.

Antara worth it dan tidak, layanan Go-Fleet merupakan “karpet merah” bagi mereka yang memiliki dana terbatas, namun ingin mendapatkan pekerjaan dengan fleksibilitas dan mobilitas tinggi melalui revenue stream ganda.

Strategi cerdas agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak

Strategi cerdas agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak

Banyak orang yang ingin perubahan atas nasib mereka, namun tidak banyak orang yang ingin mengubah diri mereka. Banyak orang yang ingin memiliki penghasilan sampaingan, namun enggan melakukan perubahan. Artikel ini membawa kabar baik bagi and agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak.

Kini hanya dengan mengandalkan Smartphone, anda bisa melakukan banyak cara agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak. Beberapa langkah mudah dan praktis yang bisa dilakukan ialah:

Bekerja sama dengan Adroady.com

Adroady merupakan layanan periklanan digital atau digital advertising dengan mengandalkan layar LED / TV LED yang ditampilkan pada kaca belakang mobil.

adroady.com Strategi cerdas agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak

Pemilik mobil dapat menagih keuntungan berdasarkan berapa jam TV led tersebut telah menyala.

Sst! Bila pembaca tertarik untuk bekerjasama dengan Adroady, segera datang ke kantornya untuk bertemu dengan pak Edward dan bilang kalau Nencor mereferensikan kalian kesini.

Bekerja sama dengan IDooh.com

Berbeda dengan Adroady yang menyediakan TV Led untuk keperluan periklanan digital atau digital advertising, IDOOH justru menyediakan tablet yang diletakkan di belakang jok penumpang bagian depan serta jok supir.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari salah satu driver GO-Car, tablet IDOOH akan otomatis menyala ketika mobil sedang ditumpangi oleh penumpang GO-Car. Dengan demikian, pemilik mobil dapat menggandakan pemasukan yang ia terima setiap harinya.

Bekerja sama dengan Stickearn.com atau Sticar

Setelah bermain dengan periklanan digital atau digital advertising, selanjutnya anda mungkin ingin mencoba mendaftarkan mobil anda dengan Stickearn, sebuah layanan periklanan yang dicetak langsung pada mobil anda.

Menjadi bagian dari GrabCar ataupun Go-Car

Grabcar dan Go-Car tentu sudah tak asing lagi di telinga. 2 brand besar yang sedang memperbutkan pasar di Indonesia bersaing secara sengit demi memenangkan kepercayaan pelanggan. Go-Car dan Grabcar merupakan layanan car sharing yang bekerja seperti taksi.

Bagi anda yang memiliki mobil box, anda tidak perlu khawatir. Sebab Gojek dan Grab memiliki layanan Go-Box dan GrabBox. Kedua layanan tersebut bergerak di bidang logistik dan pengiriman barang, sehingga mobil anda tetap dapat memperoleh penghasilan dengan melakukan antar – jemput barang sesuai pesanan.

Setelah membaca artikel diatas, apakah anda tertarik untuk melakukan strategi diatas dan menerima penghasilan tambahan?

Pin It on Pinterest