Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Terlahir dalam keluarga yang belum melek literasi keuangan membuat saya sedikit terlambat dalam mengenal dan mekanisme kartu kredit. Saya ingat waktu itu papa dan mama saya selalu menolak berbagai jenis keuangan seperti asuransi dan kartu kredit. All they know is setiap punya uang harus langsung dibelikan rumah dan tanah. Ketika terjadi sesuatu, mereka hanya perlu melikuidasi aset tersebut.

Padahal, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk melikuidasi aset seperti rumah dan tanah menjadi uang tunai.

Orang tua saya selalu pesimis dan antipati terhadap kartu kredit. Padahal kartu kredit bekerja bak pisau bermata dua yang bisa digunakan untuk memotong maupun melukai penggunanya bila tidak digunakan secara bijak dan hati-hati.

Pada artikel di atas saya membagikan tips dalam menggunakan kartu kredit, agar kita memiliki hidup yang indah nan bahagia, jauh dari jangkauan debt collector kartu kredit.

Apakah kalian tahu kalau kita bisa mengajukan debt restructuring dan debt rescheduling atas utang kartu kredit?

Baru-baru ini saya mendapat teror melalui telepon oleh debt collector kartu kredit dari bank HSBC. Seseorang di ujung telepon yang mengaku bernama Okta dengan nomor telepon 02150500233 meneror saya hanya karena seseorang yang saya kenal memiliki tagihan kartu kredit yang belum dilunasi.

Ditelepon dari nomor telepon yang berawalan kode area (021, 022, 0254, dll) memberikan kesan tersendiri bagi penerima panggilan dikala mereka menantikan (harap-harap-cemas) panggilan interview dan wawancara dalam mencari pekerjaan.

Eh sekalinya ditelepon oleh nomor telepon yang berawalan kode area, ternyata debt collector kartu kredit.

Huh!

Bagaimana rasanya dikejar-kejar oleh debt collector kartu kredit?

Yang pasti kegiatan tersebut sangat amat mengganggu. Umumnya mereka hanya berfokus pada informasi pribadi debitur. Ya, hanya itu yang mereka butuhkan. Mereka menggunakan bervariasi trik untuk memperoleh informasi pribadi lebih lanjut terkait informasi pribadi debitur, seperti:

  • Nama lengkap
  • Alamat lengkap
  • Nama kantor
  • Lokasi kantor
  • Posisi atau jabatan di kantor
  • Nama rekan, saudara sekandung, atasan, bawahan, semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan debitur

dan lain sebagainya. Selanjutnya debt collector kartu kredit dapat menggunakan informasi ini untuk membuat debitur terpojok bahwa seluruh informasi milik debitur telah dipegang oleh sang debt collector.

Bila debt collector tidak mendapatkan informasi kartu kredit, atau anda berhasil membuat mereka kesal seperti yang saya lakukan karena saya tidak memberikan informasi pribadi debitur serta mengulur waktu panggilan, anda akan dihujat secara habis-habisan. Mulai dari personal attack hingga makian serta ucapan yang menurut saya tak layak keluar dari orang-orang berpendidikan.

Padahal mah, informasi dan nama pribadi tersebut juga hasil mulung dari orang-orang terdekat debitur. Tak ada yang bisa menjamin juga kalau debt collector kartu kredit tersebut tidak mendapat nama dan nomor handphone dari pihak yang menjual data debitur kartu kredit.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meloloskan diri dari kejaran debt collector kartu kredit ialah dengan memasang aplikasi True Caller yang bisa diunduh langsung dari Google Playstore maupun App Store.

True Caller merupakan aplikasi smartphone yang mengijinkan penggunanya untuk melakukan marking nomor telepon atas panggilan atau sms yang tak diinginkan, seperti:

  • Telemarketing asuransi
  • Telemarketing / debt collector leasing
  • Telemarketing / debt collector kartu kredit

Setelah pengguna “menandai” nomor telepon yang dianggap SPAM, aplikasi True Caller akan menjaga smartphone dari serangan 3 pihak di atas.



Apakah True Caller akan berhasil?

Surely yes, and it definitely works like magic!

Pada umumnya, debt collector kartu kredit takkan menggunakan nomor handphone pribadi untuk melakukan pekerjaannya. Sekalipun kita memiliki rekan yang bekerja di perusahaan debt collecting, kita tetap dapat menerima panggilan maupun SMS dari nomor pribadi yang ia gunakan, karena tak ada seorang pun yang melaporkan nomor pribadi tersebut kedalam aplikasi True Caller.

Bila anda bekerja di perusahaan debt collector, saya tak menganjurkan anda untuk menggunakan nomor pribadi dalam bekerja dan melakukan SPAM telepon maupun sms ke debitur dengan pertimbangan di bawah ini:

  • Anda tidak perlu menggunakan pulsa dan perangkat pribadi untuk mewujudkan KPI Perusahaan. Karena perusahaan tentu tak akan bertanggung jawab atas kerusakan perangkat pribadi yang anda gunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut, bukan?
  • Orang-orang terdekat akan paranoid dengan nomor pribadi anda dan mungkin mulai berhenti berhubungan dengan anda,
  • Nomor pribadi anda akan muncul di Twitter, di mesin pencari Google, di grup Facebook, dan di banyak platform media sosial lainnya. Hal ini akan menjadi buah simalakama bagi anda.

So, don’t do that!

Selamat mencoba aplikasi True Caller dan biarkan debt collector kartu kredit mengalami sulitnya berurusan dengan aplikasi True Caller.

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Memakai kartu kredit bisa jadi sebuah solusi transaksi yang kerap kali melenakan pemakai. Banyak promo-promo menarik yang bermunculan, tidak hanya dari bank penerbit kartu, tetapi juga dari berbagai gerai dan brand yang memberikan harga khusus untuk pembayaran dengan kartu kredit.

Tidak sedikit pengguna kartu kredit yang terjerumus dengan berbagai kemudahan ini dan akhirnya terjerat utang yang tak berujung pangkal. Dari sini, kemudian banyak orang yang menilai bahwa kartu kredit lebih banyak masalahnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, dengan penggunaan dan pengelolaan yang baik, kartu kredit bisa memberikan manfaat yang cukup banyak buat kita. Sudah punya atau baru akan membuka kartu kredit?

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari tunggakan membengkak yang jadi jeratan maut banyak nasabah:

Sesuaikan Limit dengan Pendapatan Rutin

Masalah utama dari pemegang kartu kredit adalah memiliki tagihan melebihi kemampuan mereka untuk membayar. Ini yang biasanya ‘dilanggar’ oleh para pemegang Kartu Kredit demi mendapatkan dana yang lebih banyak.

Sebenarnya, masalah ini merupakan hal yang kerap kali membuat seseorang terjebak dalam tagihan yang mencekik leher. Memiliki tagihan lebih dari kemampuan akan membuat kita terjerumus dalam utang yang dalam.



Salah seorang teman pernah bercerita kalau ia sempat memiliki Kartu Kredit dengan limit 10x hingga 12x dari penghasilan yang ia terima setiap bulannya. Kelalaiannya dalam mengelola uang berakibat fatal. Ia terjerat utang yang berkepanjangan dengan bunga yang membengkak karena utang tersebut tak kunjung dilunasi.

Karena itu, sebaiknya miliki kartu kredit dengan limit sesuai dengan pendapatan. Tentu akan lebih baik lagi jika limit kartu yang kita miliki kurang dari jumlah pendapatan bulanan.

Dengan limit yang tepat, penggunaan kartu kredit pun akan lebih terkontrol. Tidak ada tagihan yang lebih dari kemampuan dan membuat kondisi keuangan jadi lebih sehat.

Gunakan Kartu Kredit Hanya Untuk Transaksi Tertentu

Jangan gunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja bulanan atau makanan dan keperluan lainnya yang seharusnya masuk dalam pos keperluan rutin.

Memang, banyak promo menarik dari berbagai gerai makanan dan pusat perbelanjaan. Namun hal ini kerap kali tanpa disadari membuat kita jadi lebih konsumtif dan sulit mengontrol pengeluaran rutin.

Pastikan debt to income ratio terkendali dengan sangat baik!

Hanya gunakan kartu kredit untuk transaksi tertentu. Misalnya pembelian barang elektronik yang jadi lebih murah dengan promo dari toko dan cicilan tanpa bunga.

Selalu Bayar Lunas dan Tepat Waktu

Ketika kita membayar tepat waktu, tidak akan ada bunga tambahan dan biaya keterlambatan pembayaran yang jumlahnya tak sedikit. Membayar tepat waktu juga menjadi catatan kita di OJK, jika sering terlambat, nama kita bisa masuk daftar hitam yang tentu merugikan jika suatu hari nanti memerlukan pinjaman ke bank atau koperasi.

Agar tidak terlewat, selalu perhatikan tanggal pembayaran terakhir di lembar tagihan. Pasang reminder pada tanggal tersebut, atau langsung lakukan pembayaran setelah tagihan keluar.



Pastikan juga untuk membayar lunas setiap bulan, sesuai dengan transaksi yang tertagih. Hindari membayar dengan jumlah minimal. Meski menggiurkan, namun bunga transaksinya lama kelamaan akan menjerat dalam utang berkepanjangan.

Psstt, apakah kalian tahu kalau tanggal jatuh tempo tagihan Kartu Kredit bisa diubah sesuai keinginan?

Kartu Kredit Bukan Dana Cadangan

Kartu Kredit memiliki 2 buah saldo yang tersedia didalamnya. Saldo tersebut ialah:

  • Limit saldo Kartu Kredit yang bisa digunakan untuk bertransaksi atau membeli suatu barang, jasa, maupun melakukan topup.
  • Cash Advance yang dapat digunakan untuk menarik atau mencairkan uang tunai dengan bunga dan biaya yang lumayan tinggi

Mungkin diantara kita masih ada yang berpikiran kalau memiliki Kartu Kredit berarti memiliki dana cadangan. Ungkapan ini tak sepenuhnya salah, karena Kartu Kredit sering menjadi penyelamat dikala kita harus memesan tiket atau akomodasi secara dadakan.

Ingat, kartu kredit bukanlah dana cadangan. Sisihkan dana cadangan dari pendapatan rutin setiap bulan, bukan mengandalkan kartu kredit ketika terjadi hal mendesak.

Kartu kredit merupakan alat untuk mempermudah transaksi, yang dananya harus segera dikembalikan secepat mungkin. Kartu Kredit bukanlah dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu untuk memenuhi keperluan hedon dan berfoya-foya.

Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

Indonesia memperbolehkan seseorang memiliki lebih dari 1 kartu kredit untuk bertransaksi. Namun sebaiknya kita membatasi kepemilikan kartu kredit agar tidak melebihi batas kemampuan kita membayarnya.

Bila perlu, cukup 1 kartu kredit saja yang kita pegang. Atau maksimal 2, untuk mendapatkan keuntungan dari salah satu kartu yang dimiliki.

Sebaiknya, jumlah limit keduanya berada dalam jangkauan pendapatan kita setiap bulan. Sehingga tidak akan terjadi kelebihan beban pembayaran yang bisa jadi masalah di kemudian hari.

Semoga artikel tips cerdas memakai kartu kredit ini bermanfaat agar kita lebih bijak dalam memiliki dan menggunakan kartu kredit!

Tips dan trik melakukan jasa gestun via Marketplace

Tips dan trik melakukan jasa gestun via Marketplace

Tokopedia merupakan salah satu toko online yang cukup di kenal di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari similarweb, 97% pengunjung tokopedia berasal dari negara Indonesia, dengan total kunjungan hingga 188,82 juta kunjungan.

Salah satu jasa yang cukup terkenal dalam dunia Internet ialah jasa Gestun atau Gesek Tunai. Gesek Tunai merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencairkan saldo dalam Kartu Kredit dalam bentuk uang tunai.

Bank menerbitkan kartu kredit dengan tujuan menguntungkan kedua belah pihak antara Produsen dan Nasabah. Nasabah dapat membeli apapun melalui kartu kredit secara mudah, penjualan Produsen pun dapat terbantu dengan kemudahan cara bayar yang ditawarkan oleh Bank kepada konsumen. Simbiosis mutualisme terjadi disini.

Akan tetapi, Bank bisa jadi dirugikan bila kartu kredit digunakan untuk Gesek Tunai.

Bagaimana proses terjadinya Gesek Tunai?

Kartu kredit dapat digunakan untuk menarik uang dari ATM layaknya kartu debit. Namun jarang sekali nasabah melakukan hal ini dikarenakan fee dan bunga yang dikenakan cukup tinggi. Kreatifitas pembeli dan penjual mewujudkan suatu “produk” baru yang dinamakan Gestun.

Pembeli yang ingin melakukan jasa Gesek Tunai dapat mendatangi toko fisik serta menghubungi penjual yang telah memiliki mesin EDC. Kemudian pembeli menggesek kartu kredit dalam mesin EDC tersebut untuk menciptakan kesan telah terjadi pembelian dalam toko penjual. Kemudian, saldo dalam kartu kredit akan berkurang sesuai nominal yang diinput dalam EDC, dan otomatis terkirim ke rekening penjual.



Kemudian, penjual akan memberikan uang tunai dalam wujud cash dikurangi biaya yang telah disepakati oleh pembeli dan penjual. Dengan demikian pembeli telah berhasil melakukan penarikan tunai via Kartu Kredit dengan biaya yang terjangkau.

Peranan E-Commerce dalam mempermudah proses Gestun

Kehadiran Marketplace yang sedang menjamur dinilai akan mempermudah proses Gestun. Berbeda dengan contoh kasus diatas, transaksi dan komunikasi dilakukan dalam lingkup E-Commerce dimana penjual dan pembeli dapat berkomunikasi. Marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli dan Shopee pun telah mendukung pembayaran kartu kredit, sehingga proses Gestun tetap dapat dilakukan melalui Marketplace.

Pembeli yang ingin melakukan jasa Gestun dapat menghubungi penjual via Marketplace. Kemudian penjual akan membuat produk dengan harga yang sesuai dengan nominal yang ingin dicairkan dalam Marketplace. Produk bisa berwujud apa saja, seperti secarik kertas, gumpalan kardus, atau apapun. Selanjutnya pembeli akan membeli produk tersebut dan melakukan pembayaran via kartu kredit.

Marketplace yang tidak jeli akan mencatat transaksi ini sebagai proses jual beli seperti biasa. Ketika dana pembeli sudah diterima oleh Marketplace, selanjutnya Marketplace akan memerintahkan penjual untuk mengirim barang. Setelah barang terkirim, maka pembeli akan melakukan konfirmasi agar dana pembeli di tangan Marketplace dapat segera diteruskan ke rekening penjual.



Setelah dana masuk ke rekening penjual, selanjutnya penjual akan mengirimkan uang tunai yang disepakati dikurangi fee yang dikenakan.

Perhatikan 2 buah kejanggalan dalam proses ini:

  • Penjual membuat produk dengan harga yang tidak masuk akal.
  • Penjual akan melakukan pengiriman fiktif, dengan tujuan untuk mendapatkan nomor resi dan melanjutkan proses dalam Marketplace.

Pertanyaan, bagaimana cara untuk mengurangi atau menghentikan proses Gesek Tunai yang dilakukan dalam Marketplace?

Akhirnya saya menutup asuransi kartu kredit Cigna Life saya

Akhirnya saya menutup asuransi kartu kredit Cigna Life saya

Memiliki kartu kredit seakan menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri, apalagi kartu kredit tersebut berasal dari salah satu Bank besar di Indonesia yakni Bank BCA. Pengalaman berbelanja dalam menggunakan Kartu Kredit pun pernah saya tulis dalam artikel ini. Hingga suatu hari saya ditelepon oleh Telemarketing dari Bank tersebut untuk menawarkan asuransi kartu kredit.

Pada waktu itu saya dijelaskan panjang x lebar x tinggi mengenai asuransi kartu kredit ini. Salah satu manfaat yang saya ingat ialah asuransi kartu kredit ini akan melunasi seluruh hutang yang belum terbayar ketika Tertanggung (saya) mengalami resiko tutup usia. Dengan demikian, maka kita bisa menghitung berapa Uang Pertanggungan yang telah disediakan untuk saya bila saya memiliki limit Kartu Kredit sebesar Rp. 5,000,000.

Premi yang ditawarkan waktu itu relatif rendah, hanya 0.1% hingga 3% dari hutang yang ada. Saya lupa berapa angka pastinya. Bila saya memiliki tagihan yang belum dibayar sebesar Rp. 3,000,000, maka kita bisa menghitung berapa banyak uang yang harus disiapkan untuk melunasi Premi tersebut. Premi ini akan diakui sebagai tagihan Kartu Kredit, sehingga secara tidak langsung menambah tagihan Kartu Kredit saya.

Beberapa kejanggalan dalam Asuransi Kartu Kredit Cigna Life

Saya membaca banyak buku terkait personal finance sehingga saya mendapat gambaran seperti apa asuransi kartu kredit yang ideal. Disana saya membaca bahwa asuransi kartu kredit dapat melunasi hutang Kartu Kredit saya ketika saya mengalami resiko di bawah ini:

  • Mengalami resiko tutup usia
  • Kehilangan pekerjaan
  • Mengalami resiko rawat inap sehingga kehilangan penghasilan.

Hari ini saya pergi ke KCP BCA untuk menanyakan manfaat dari Asuransi Kartu Kredit yang diterbitkan oleh Cigna Life tersebut. Kemudian bagian Kartu Kredit bertanya apakah saya telah menerima Polis yang saya beli. Bermula dari sini akhirnya saya mengetahui bahwa asuransi kartu kredit pun memiliki Polisnya sendiri. Saya pun menjawab tidak karena memang saya tidak pernah menerima Polis apapun. Hmm, sounds fishy!

Setelah ia tahu bahwa saya tidak memegang Polis, ia kemudian menjelaskan manfaat yang dapat saya terima sebagai Tertanggung dari Asuransi Kartu Kredit tersebut. Setelah dijelaskan panjang lebar, ternyata fungsi dan manfaatnya mirip seperti asuransi jiwa murni pada umumnya, yakni memberikan santunan ketika saya mengalami resiko tutup usia. Kalo gini namanya sih sama aja Asuransi Jiiwa. Lalu buat apa saya membayar 2x untuk proteksi dan manfaat yang sama? Bahkan Uang Pertanggungan yang diberikan oleh asuransi jiwa murni saya jauh lebih besar. Tentu saja Preminya pun jauh lebih besar. Hehehehehehe

Kelalaian dalam mengirimkan Polis serta manfaat yang redundan seakan memantapkan saya untuk menutup Asuransi Kartu Kredit tersebut. Akhirnya CS tersebut menyetujui dan membuatkan laporan terkait permintaan penutupan asuransi kartu kredit ini.

Iseng mencari dengan kata kunci “Asuransi kartu kredit Cigna” di Internet membuat saya sedikit lega, karena orang lain pun mengalami permasalahan yang sama terkait asuransi kartu kredit CIGNA.

dan sumber lain dari Kaskus.

Salah satu cara untuk berhemat ialah dengan mengetahui profil dan mengenali kebutuhan masing – masing. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan menghitung rasio hutang yang dimiliki oleh seseorang. Dengan demikian kita dapat mengetahui bagian mana yang perlu dibenahi dan bagian mana yang redundan / duplikat serta mengeliminasi biaya atau tagihan yang tidak perlu, seperti mengeliminasi biaya asuransi kartu kredit dari Cigna Life ini.

Kiranya artikel ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi kita semua dalam memilih atau membeli asuransi kartu kredit.

Cara belanja menggunakan kartu kredit yang baik dan benar

Cara belanja menggunakan kartu kredit yang baik dan benar

Saya ingat tahun 2017 silam ketika saya mendapatkan Kartu Kredit pertama saya yang diterbitkan oleh Bank BCA. Saya tidak ingat berapa kali saya telah mencoba mengajukan permohonan pembuatan Kartu Kredit. Tahun lalu, saya mencoba lagi dan berhasil. Pada waktu itu saya dibantu oleh seorang sales Kartu Kredit yang menawarkan Kartu Kredit di emperan ATM BCA Blok M Plaza. Namanya pak S****man. Jika pembaca membutuhkan kontak beliau, saya akan konfirmasi dengan yang bersangkutan sebelum membagikan nomor kontak beliau.

Sebagai seseorang yang sering berkecimpung dan beraktifitas dalam dunia jagat maya Internet, tentu saja Kartu Kredit akan mempermudah kegiatan saya seperti:

  • Membayar domain
  • Membayar hosting
  • Membeli plugin dan 3rd party untuk Website
  • Membayar layanan Internet Marketing seperti Facebook ads dan Google ads
  • Bertransaksi via Paypal
  • dan bervariasi transaksi barang virtual lainnya.

Kemudahan bertransaksi menggunakan Kartu Kredit begitu terasa bagi saya. Kita hanya perlu memasukkan nomor Kartu Kredit, bulan dan tahun expired Kartu Kredit, dan nomor CVV Kartu Kredit.  Kemudian kita akan mendapat notifikasi, berkas, dan receipt yang menjadi bukti bahwa kita telah menyelesaikan pembayaran. Transaksi secara legal seperti ini kelak dapat membantu saya untuk mendapatkan layanan after sales di masa mendatang.

Jika kita bertransaksi menggunakan Kartu Kredit, itu artinya kita sedang berhutang. Pada artikel ini saya telah menulis karakteristik hutang seperti apa dan menjelaskan bahwa tak selamanya hutang memiliki makna negatif lho. Sebagai contoh ketika saya menggunakan Kartu Kredit untuk membeli beberapa plugin atau tema untuk website yang dipesan orang lain, justu nominal yang menjadi hutang saya akan menjadi nilai jual lebih atas jasa saya. Hasilnya, saya dapat meraup keuntungan lebih banyak. Hehehe

Banyak orang yang memiliki masalah keuangan dalam menggunakan Kartu Kredit. Hal ini tak serta merta kita mengambil kesimpulan bahwa Kartu Kredit itu jahat. Andai saja kita tahu cara belanja menggunakan Kartu Kredit yang baik dan benar, niscaya kita akan terhindar dari masalah keuangan.

Berikut beberapa cara belanja menggunakan Kartu Kredit yang baik dan benar:

Lunasi hutang Kartu Kredit sesegera mungkin

Ketika kita sedang berbelanja di pusat perbelanjaan, terkadang kita menjadi khilaf dan gelap mata melihat promo dan diskon bertebaran di mana – mana.

Seusai berbelanja menggunakan Kartu Kredit, kita dapat memilih jangka waktu pembayaran. Semakin cepat tagihan dilunasi, tentu akan semakin baik karena anda takkan terbelit bunga dari hutang Kartu Kredit secara berkepanjangan. Semakin singkat jangka pembayaran yang diambil, semakin besar pula nominal yang harus dibayar setiap bulannya. Oleh karena itu, tentukan dengan bijak dan perhatikan rasio hutang anda.

Pilih toko atau vendor dengan penawaran dan promo yang paling menarik

Salah satu manfaat pemegang Kartu Kredit dibandingkan mereka yang tidak memiliki Kartu Kredit ialah adanya tawaran, promo, cashback, dan diskon dari setiap vendor yang bekerjasama dengan Kartu Kredit khusus untuk pemegang Kartu Kredit. Anda dapat memilih dan menerima penawaran menarik dari toko tersebut.

Manfaatkan diskon dan promo menarik tersebut untuk menghasilkan uang

Bagi rekan – rekan web developer maupun penggiat internet dan media sosial, tentu sudah tidak asing dengan event yang dinamakan Black Friday. Black Friday merupakan momen dimana vendor dan toko mengadakan diskon besar – besaran secara masif dan luas.

Sebagaimana yang kita tahu, salah satu metode pembayaran yang paling umum dan lazim digunakan untuk bertransaksi di internet ialah dengan menggunakan Kartu Kredit. Tentu saja hal ini menjadi salah satu sisi positif dan kelebihan kita sebagai pemegang Kartu Kredit. Promo dan diskon ini dapat dimanfaatkan untuk membeli suatu barang, kemudian menjualnya kembali dengan harga normal.

Tentu saja Kartu Kredit memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri. Bila kita mampu menghindari dan meminimalisir kerugian, maka bersiaplah untuk menikmati keuntungan dan manfaat yang disajikan. Semoga tips dan cara belanja menggunakan Kartu Kredit ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Apakah anda tertarik untuk memiliki Kartu Kredit?

Pin It on Pinterest