Belajar saham langsung dengan pakarnya di Jess Investing Club

Belajar saham langsung dengan pakarnya di Jess Investing Club

Saham merupakan instrumen investasi dengana Return of Investment (ROI) yang menarik. Ia mampu memberikan ROI 20% hingga 30% dalam waktu yang relatif singkat. Ia mampu mengubah kondisi perekonomian seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya. Kini, siapa yang tidak tergiur dengan penawaran ini?

Percaya atau tidak, investasi dengan resiko tinggi ini bukan untuk semua orang. Saya menganjurkan pembaca untuk melakukan risk profiling sebelum memantapkan langkah untuk kecebur di Investasi Saham.

Risk Profiling bertujuan untuk mengetahui jenis resiko apa yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita saat ini sehingga kita tidak menitipkan uang dalam “kendaraan” keuangan yang tidak sesuai dengan profil kita. Pada umumnya Risk Profiling akan dilakukan bila kita hendak membuka rekening sekuritas.

Pernahkah anda melakukan Risk Profiling?


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Bila anda tergolong sebagai orang-orang yang menyukai resiko dan tantangan, mungkin saham merupakan instrumen investasi yang sangat cocok bagi anda. Melalui investasi saham, kita akan merasakan “nikmatnya” jet coaster versi candlestick dan portofolio masing-masing dalam investasi saham.

Jess Investing Club merupakan grup telegram dengan jumlah anggota sebanyak 7058 (dan terus bertambah) yang membagikan suka dan duka mereka dalam berinvestasi saham dan mengoleksi Portofolio. Biasanya anggota grup membagikan perspektif dan pendapat mereka terkait suatu emiten berdasarkan hasil analisis masing-masing.

Anda dapat mengunjungi grup telegram tersebut dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Apa saja yang dibahas di dalam grup Jess Investing Club?

Berbeda dari grup telegram yang penuh dengan bot dengan notifikasi otomatis serta tautan bertebaran dimana-mana, Jess Investing Club justru menyajikan suasana yang lebih hangat dan penuh dengan insight. Hal ini menyebabkan grup tersebut lebih interaktif dan penuh dengan perbincangan seputar saham dan kinerja suatu emiten.

Grup telegram Jess Investing Club terbuka bagi mereka yang baru belajar saham maupun yang sudah mahir dalam berinvestasi saham.

Bagi anda yang tertarik untuk berinvestasi saham, anda wajib memiliki Rekening Dana Nasabah. Saya pernah menulis artikel tentang Rekening Dana Nasabah yang dapat dibaca melalui tautan berikut ini:

Setiap anggota dari grup Jess Investing Club memiliki Portofolio dan perspektif masing-masing dalam menganalisis suatu emiten. Tak jarang dari mereka mau membagikan hasil analisis maupun perspektif atas emiten yang mereka koleksi secara cuma-cuma.

Iya. Gratis. Ga perlu bayar embel-embel apapun buat dapetin insight gratis!

Salah satu kegiatan yang sangat lazim dan umum dibahas dalam grup tersebut ialah Stockpicking. Stockpicking merupakan rekomendasi saham atau emiten yang layak untuk diikuti dalam periode waktu tertentu. Bagi trader pemula yang:

  • Rakus
  • Ingin cepat untung
  • Malas menganalisis kinerja suatu emiten secara fundamental dan teknikal

Stockpicking merupakan jalan pintas dalam berinvestasi saham.

Berikut beberapa tips yang dapat diikuti dalam melakukan Stockpicking agar lebih bijak dalam berinvestasi dan mengalokasikan uang:


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Lakukan secara sadar dan terjaga

Banyak orang yang terjebak dalam Stockpicking karena mereka melakukannya secara brutal, barbar, dan terburu-buru. Faktanya ialah tak seorangpun dalam grup Jess Investing Club yang akan bertanggung jawab terhadap portofolio atau koleksi saham kita. Oleh karena itu, tetaplah bijak dan bertanggung jawab atas uang yang kita peroleh dengan susah payah.

Stockpicking sebagai pendapat kedua

Mengacu pada poin di atas, tak ada seorangpun yang bertanggung jawab atas kinerja saham atau emiten yang kita pilih. Artinya tak ada seorangpun yang memaksa trader atau investor untuk melakukan buy atau sell berdasarkan Stockpicking yang marak terjadi dalam Jess Investing Club.

Saya merekomendasikan pembaca untuk menjadikan Stockpicking sebagai pendapat kedua yang wajib untuk dipertanyakan kebenarannya.

Jangan malas, kerjakan tugasmu!

Setelah mendapat banyak bisikan ghaib tentang Stocpicking yang tak terbendung, kini waktunya kita untuk mengerjakan pekerjaan rumah masing-masing, yakni: menganalisis kinerja saham atau perusahaan secara teknikal dan fundamental sebelum menempatkan uang.

Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja suatu saham atau emiten ialah menggunakan metode Simple Moving Average yang dapat dibaca lebih lanjut melalui artikel berikut ini:

Setelah menganalisis secara teknikal, biasanya saya akan mencari pendapat kedua lainnya via Twitter dengan mengetikkan atau melakukan pencarian dengan menggunakan kode emiten sebagai kata kunci.

Hal ini saya lakukan sebab peer review dan testimoni dari orang lain biasanya jarang meleset.

Langkah terakhir, saya akan menganalisis fundamental perusahaan dengan memperhatikan kondisi keuangan melalui situs Bloomberg. Dengan mengumpulkan data dari banyak sumber dan referensi, saya memiliki perspektif yang lengkap sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli atau menjual dari Saham yang sedang saya telusuri.


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Sebagai pemula dalam dunia investasi saham, saya belum bisa banyak berkontribusi dalam grup tersebut. Namun, bukan berarti saya harus mengikuti nasihat / panduan / rekomendasi / insight yang bertebaran dalam grup Jess Investing Club. Saya lebih memilih untuk mengumpulkan insight / panduaan / rekomendasi yang ada, kemudian memilih mana emiten atau saham yang sesuai dengan preferensi saya.

Sampai jumpa di grup Jess Investing Club!

Cara membaca kinerja reksadana dalam aplikasi Bions milik BNI Sekuritas

Cara membaca kinerja reksadana dalam aplikasi Bions milik BNI Sekuritas

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang bagaimana cara membeli reksadana melalui BNI Sekuritas. Bagi pembaca yang ketinggalan artikel tersebut dapat membacanya kembali melalui tautan berikut ini. Pada artikel tersebut sedikit banyak membahas tentang cara membeli reksadana via platform Zaissan yang sempat digunakan oleh BNI Sekuritas.

BNI Sekuritas kini menggunakan platform baru yang terintegrasi dengan nama Bions. Bions merupakan platform yang digunakan oleh BNI Sekuritas untuk membantu investor dan nasabah BNI Sekuritas dalam mengeksekusi perintah jual beli reksadana maupun saham investor. Pembaca bisa mengunjunginya melalui tautan berikut ini.

Tampilan di atas merupakan halaman beranda yang sering dijumpai oleh investor yang sering menggunakan platform Zaissan maupun Bions dalam bertransaksi Reksadana. Melalui artikel ini saya ingin membahas penjelasan dari aplikasi Bions yang digunakan untuk menjual dan membeli sekuritas:

Penjelasan tiap kolom dari produk Bions:

Pada kolom kedua dari kiri terdapat kolom Nama, yang berarti nama dari produk reksadana yang dijual oleh BNI Sekuritas. Di sebelah kanan dari kolom nama ada kolom tipe yang berfungsi untuk memisahkan tipe reksadana yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada kolom NAV / Unit merupakan kolom yang menjelaskan tentang Net Asset Value atau harga yang ditawarkan oleh BNI Sekuritas untuk setiap unit dari produk reksadana. Kita dapat mengurutkan tabel tersebut dengan mengklik header dari setiap kolom yang ingin diurutkan.

Lihat gambar anak panah yang menunjuk ke atas dan ke bawah, bukan? Anak panah tersebut dapat digunakan untuk mengurutkan data yang tampil.

Pada bagian Hasil(%) dalam merupakan kinerja dari setiap reksadana dalam kurun waktu yang telah ditentukan seperti:

  • 1 hari
  • 1 bulan
  • YTD yang berarti sepanjang tahun berjalan. Ini berarti kinerja reksadana di sepanjang tahun 2019
  • 1 Tahun
  • 3 Tahun

Kolom ini sangat penting bagi investor yang ingin melihat kinerja reksadana sebelum membeli produk reksadana tersebut.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Pada bagian Subscribe atau yang dalam bahasa Indonesia disebut “berlangganan”, terbagi menjadi 2 kolom, yakni:

  • Min Initial
  • Min Topup

Min Initial berarti berapa jumlah uang minimal yang harus disiapkan ketika hendak melakukan pembelian pertama, sementara Min Topup merupakan jumlah uang minimal yang harus disiapkan ketika hendak melakukan pembelian kedua dan seterusnya.

Pada bagian paling kanan dari tabel tersebut merupakan Biaya(%) yang dikenakan untuk setiap transaksi reksadana. Fee Subscribe merupakan biaya yang dibebankan kepada investor ketika mereka melakukan pembelian reksadana, sementara Fee Redeem merupakan biaya yang dibebankan kepada investor ketika mereka melakukan penjualan reksadana.

That’s right. Biayaaaa teroooooosssss!

Meskipun dikenakan biaya, BNI Sekuritas tidak mengenakan biaya bulanan untuk setiap dana yang disimpan dalam rekening sekuritas. Artinya biaya tersebut hanya akan mengurangi saldo ketika investor atau nasabah melakukan aktifitas (jual dan beli) reksadana. Manfaat ini merupakan keuntungan bagi saya yang berencana untuk menyimpan saldo dalam jangka waktu yang panjang.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Setelah memahami fungsi dari setiap kolom diatas, kita dapat menentukan reksadana mana yang sedang turun dan reksadana mana yang sedang menguntungkan. Selain itu, investor dan nasabah juga dapat memilih produk reksadana yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bagi pembaca yang membutuhkan tips membeli reksadana secara dasar, dapat mempelajari artikel berikut ini:

Akhir kata, Selamat berinvestasi di Reksadana! Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar maupun menghubungi langsung via Whatsapp ya!

Tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana

Tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana

Yup, bagi investor pemula seperti saya, membeli reksadana bisa jadi kegiatan yang membingungkan. Alhasil pembelian unit pun semakin tertunda. Menunda pembelian berarti menunda keuntungan yang diterima.

Terus gimana dong?

Membeli reksadana pada jaman now bisa dilakukan dan kapan saja. Hal ini disebabkan oleh metode pembayaran yang semakin praktis serta agen penjual reksdana yang dapat ditemukan dimana saja via Internet. Kemudahan cara bayar serta keberadaan agen penjual reksadana yang menjamur tetap saja akan menjadi penghalang bagi mereka yang tidak tahu reksadana apa yang harus dibeli.

Fear not!

Saya akan membagikan tips membeli reksadana secara praktis dan sederhana melalui artikel ini.

Bagaimana menghasilkan uang via Reksadana?

Berbeda dengan investasi saham yang memiliki 2 jenis keuntungan, yakni:

  • Dividen
  • Capital gain

Reksadana hanya memberikan keuntungan Capital gain. Bila kita membeli 100 unit reksadana dengan harga Rp. 1,000 dan harga tersebut merangkak naik hingga Rp. 2,000 di tahun kedua, maka kita telah mendapat Capital gain sebesar Rp. 1,000 dikalikan jumlah unit yang dibeli, yakni Rp. 100,000. Setiap reksadana memiliki kecepatannya masing – masing dalam menghasilkan keuntungan. Itu sebabnya mengapa sangat disarankan untuk menggunakan uang dingin dalam berinvestasi.

Namun patut diingat dan dicamkan sepanjang masa bahwa investasi merupakan salah satu kegiatan yang beresiko. Dengan perencanaan keuangan yang baik dan diversifikasi, diharapkan resiko tersebut dapat diminimalisir seraya mendapatkan keuntungan atau Return of Investment dari reksadana.

Bagaimana tips membeli reksadana secara praktis?

Saya percaya ada banyak orang di luar sana yang berada dalam posisi seperti saya. Saya ingin berinvestasi namun memiliki pengetahuan dan wawasan serta pengalaman yang minim dalam ekonomi dan investasi. #MulaiAjaDulu menjadi salah satu alasan mengapa saya akhirnya memutuskan untuk terjun dalam dunia reksadana dan investasi. Lambat laun akhirnya saya semakin mengerti dan saya akan membagikan tips membeli reksadana secara praktis di bawah ini:

Tandai beberapa reksadana yang paling menguntungkan dalam waktu 5 tahun terakhir.

Melihat kinerja reksadana bukanlah suatu aktifitas yang sulit. Kita hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk login ke dashboard atau sistem yang telah disediakan oleh manajer investasi untuk melihat performa tiap reksadana. A/b Testing sangat bermanfaat untuk melihat kinerja reksadana yang ditawarkan oleh agen penjual reksadana maupun manajer investasi.

Sebagai contoh saya pernah membeli reksadana via ReksadanaSAM dan Zaisan milik BNI Sekuritas. Keduanya memiliki fitur untuk melihat kinerja reksadana secara historis. Semakin panjang jangka waktu yang ditampilkan, tentu akan semakin baik, sehingga kita bisa melihat berapa lama manajer investasi telah menghasilkan uang.

Tandai reksadana dengan AUM yang paling tinggi.

Setelah memperoleh beberapa reksadana dengan performa terbaik dari tahap 1, selanjutnya kita perlu menandai reksadana dengan AUM tertinggi. AUM merupakan singkatan dari Asset Under Management, suatu metriks yang digunakan untuk mengukur berapa banyak uang yang telah dihimpun dalam reksadana tersebut.

Sebagai contoh, asmurcom mendaftarkan diri sebagai agen penjual reksadana. Dengan demikian AUM yang dimiliki adalah 0. Jika Nencor membuka akun dalam asmurcom dan melakukan deposit sebesar Rp. 10,000,000, maka AUM dari asmurcom adalah Rp. 10,000,000.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Nencor mendapat keuntungan sebesar Rp. 1,000,000 atas uang yang disetorkan. Maka AUM dari asmurcom akan meningkat menjadi Rp. 11,000,000. AUM mungkin bisa dijadikan suatu indikator apakah investor ingin atau tidak ingin berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Dengan melihat nilai AUM, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan di bawah ini:

  • Reksadana tersebut telah menghasilkan keuntungan yang berlipat
  • Reksadana tersebut mungkin belum menguntungkan, namun investor optimis untuk menempatkan uang pada reksadana tersebut.

Pilih reksadana dengan biaya yang paling rendah

Setelah mendapatkan reksadana dengan performa terbaik dan reksadana yang paling menguntungkan sehingga diminati oleh investor, langkah selanjutnya ialah memilih reksadana dengan biaya yang paling rendah. Pada tahap pertama kita ingin mendapatkan reksadana dengan keuntungan tertinggi dan sustainable. Pada tahap kedua kita ingin mendapatkan informasi seberapa optimis dan menguntungkan suatu reksadana. Pada tahap ini kita ingin mendapatkan reksadana dengan biaya subscribe dan redeem terendah.

Mengapa biaya subscribe dan redeem rendah perlu menjadi pertimbangan?

Hal ini dikarenakan saya senantiasa memantau kinerja reksadana yang saya miliki. Saya lebih memilih menempatkan uang kecil secara bertahap dibandingkan uang banyak dalam 1x penempatan. Dengan demikian, saya tetap bisa mengawasi kinerja reksadana dan memutuskan apakah saya perlu menunda subscribe atas reksadana yang dipilih.

Tujuan dari tahap ini ialah untuk meminimalisir biaya yang dikenakan untuk setiap transaksi pembelian dan penjualan. Sehingga keuntungan yang didapat tetap maksimal namun dengan biaya yang minimal.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


3 tips membeli reksadana secara sederhana dan diatas sering saya praktekkan dalam membeli reksadana. Tips yang lebih njelimet dan ruwet akan saya bagikan ketika saya telah menguasai dan mengetahui caranya.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada investor lainnya.

Pengalaman manis berinvestasi di Reksadanasam

Pengalaman manis berinvestasi di Reksadanasam

Melanjutkan cerita yang saya tulis pada tautan berikut ini,dengan ini saya merekomendasikan pembaca untuk berinvestasi di Reksadanasam. Reksadanasam merupakan lembaga aset manajemen yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah sekian lama “menitip” uang di Reksadanasam, hari ini saya harus mengambil kembali uang saya dengan mengalokasikannya kedalam pos investasi lain.

Saya memilih Reksadanasam karena faktor keberuntungan. Ketika orang lain mempertimbangkan secara matang aset manajemen yang akan dipilih, saya justru sebaliknya. #MulaiAjaDulu dan sungguh tak disangka kalau akan berakhir bahagia seperti sekarang.

Apa itu reksadana?

Reksadana merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk berinvestasi atau mempercepat pertumbuhan uang. Bila Bank menawarkan bunga maksimal hingga 5% via Deposito atau 1% via rekening tabungan individu belum dipotong biaya admin, reksadana justru memberikan keuntungan yang fluktuatif. ROI (Return of Investment) 5% per tahun bukanlah sesuatu yang sulit didapat ketika berinvestasi dalam reksadana.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang cocok bagi saya pada waktu itu, karena:

  • Saya tidak perlu memikirkan, mengelola, mengawasi kinerja investasi hingga menguasai cashflow dan laporan keuangan perusahaan.
  • Saya bisa fokus beraktifitas tanpa perlu khawatir investasi saya akan merosot dan menjadi beban mental serta psikologis bagi saya.
  • Saya lebih suka menyetor uang secara rutin dibandingkan dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal terkait saham.
  • Saya hanya perlu membayar aset manajemen sebesar sekian % dari transaksi yang saya lakukan

Namun kini saya memilih untuk berinvestasi di Saham dan mengalokasikan sedikit uang dalam Reksadana. Pastikan kita hanya menggunakan uang dingin saat berinvestasi.

Mengapa berinvestasi di Reksadanasam?

Pada waktu itu saya memiliki Go-Point yang cukup banyak yang bingung ingin digunakan untuk apa. Setelah melakukan pencarian, saya menemukan satu voucher yang menarik. Saya akan mendapat voucher sebesar Rp. 200,000 dari Reksadanasam hanya dengan menukarkan 800 Go-Point. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli voucher tersebut seharga 800 Go-Point dan mendaftarkan diri dalam website ReksadanaSAM.com.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Proses pendaftarannya cukup sederhana. Saya hanya perlu mengisi beberapa informasi pribadi sekaligus mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, NPWP, dan lain sebagainya. Reksadanasam merupakan aset manajemen pertama saya dalam mencoba berinvestasi reksadana setelah “ditipu” oleh seorang agen asuransi yang menjual janji manis investasi dalam asuransi unit link.

Setelah berhasil meredeem voucher, saya kembali berpikir bagaimana caranya mendapatkan 800 Go-Point dalam waktu singkat mengingat voucher yang ditawarkan akan segera expired. Akhirnya saya menawarkan teman – teman kantor untuk menjual 800 Go-Point dengan uang tunai seharga Rp. 20,000. Secara tidak langsung saya telah mendapat untung bersih sebesar Rp. 80,000 secara voucher.

Bermodalkan Rp. 80,000, saya telah mendapatkan uang dalam wujud voucher Reksadanasam sebanyak Rp. 800,000. Ini artinya saya telah berhasil “membujuk” teman saya untuk menjual 800 Go-Point mereka kepada saya. Selanjutnya, saya hanya perlu menyetor uang setiap bulan secara rutin.

Sebagai pemula dalam berinvestasi, saya cukup sering bertanya dengan CS ReksadanaSAM yang bisa dihubungi via Email maupun Whatsapp. Saya dilayani dengan baik dan responsif. Selain itu, saya juga mendapat konfirmasi via Email untuk setiap transaksi yang saya lakukan dalam Reksadanasam, seperti:

  • Membeli unit
  • Menjual unit
  • Melakukan switching

Email ini sangat bermanfaat untuk mengawasi jika ada aktifitas yang mencurigakan dalam akun saya. Selain itu website reksadanasam bisa dibilang cukup informatif. Ia menyediakan informasi kinerja investasi atas reksadana yang dijual secara historis hingga 5 tahun kebelakang dalam bentuk grafik. Grafik ini dapat dijadikan referensi oleh investor sebelum memutuskan untuk membeli unit tersebut.

Reksadanasam memiliki bervariasi produk reksadana. Mulai dari reksadana syariah hingga konvensional dapat dibeli di Reksadanasam, seperti:

  • SIEF (Sam Indonesia Equity Fund) dengan resiko agresif
  • SDK (Sam Dana Kas) dengan resiko konservatif
  • SDB (Sam Dana Berkembang) dengan resiko moderat

Pastikan pembaca telah memahami dan membaca prospektus sebelum berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Berbeda dari agen penjual reksadana sebelah. Reksadansam memiliki bervariasi cara dalam membeli unit. Saya lebih suka menggunakan rekening Virtual Account Bank BCA milik Reksadanasam, karena pembelian saya dapat diverifikasi secara cepat dan tepat. Saya juga tidak perlu menyiapkan bukti transfer agar pembayaran saya dapat diverifikasi.

Reksadanasam juga memiliki fitur pengingat untuk mengingatkan kita agar melakukan pembelian secara rutin pada waktu yang telah ditentukan via Email. Fitur ini dapat membantu kita untuk mengalokasikan sejumlah uang untuk berinvestasi terlebih dahulu sebelum menghabiskannya memenuhi kebutuhan konsumtif.

Apakah pembaca tertarik untuk berinvestasi di reksadanasam?

Yuk bahas serunya perbandingan antara SBR005 dengan Deposito

Yuk bahas serunya perbandingan antara SBR005 dengan Deposito

Batas pembelian SBR005 hanya tinggal hitungan hari. Saat ini SBR005 sedang ditawarkan melalui bervariasi mitra yang bekerja sama dengan Kemenkeu, sehingga dapat dibeli oleh individu maupun kelompok. Selengkapnya tentang SBR005 bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

Investor bijak akan senang dengan angka dan mengukur segala sesuatunya dengan angka. Salah satu pertanyaan terkait SBR005 yang sering ditemukan di jagat raya Internet ialah mana yang lebih menguntungkan antara SBR005 dengan Deposito. Sebelum menelisik lebih jauh, saya akan bercerita sedikit tentang Deposito.

Apa itu Deposito?

Deposito merupakan produk keuangan yang biasanya ditawarkan oleh perbankan untuk menghimpun dana dari individu maupun kelompok, kemudian menyimpan dana tersebut dalam waktu yang telah disepakati serta memberikan bunga atau Return of Investment atas dana yang telah dititipkan oleh Investor.

Saya senantiasa membandingkan uang dan waktu secara sejajar. Biasanya saya menggunakan perbandingan tersebut untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar saya memiliki sejumlah uang dalam jangka waktu yang saya inginkan?
  • Berapa banyak uang yang harus saya setor / titipkan agar saya memiliki sejumlah uang dalam jangka waktu yang saya inginkan?

Umumnya Deposito memiliki jangka waktu singkat yang dapat diperpanjang. Deposito milik Bank BCA misalnya memiliki jangka waktu penempatan mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan dan dapat diperpanjang sesuai kehendak nasabah.

Dari sisi pendanaaan, Deposito umumnya membutuhkan dana yang cukup tinggi. Deposito milik Bank BNI misalnya, mewajibkan investor untuk melakukan setoran awal mulai dari Rp. 10,000,000 dengan bunga rata – rata 4% – 5% per tahun.

Berdasarkan tweet diatas, investor dapat mendapatkan ROI sebesar 4.25% dari sejumlah uang Rp. 100,000,000 yang disetorkan. Artinya investor hanya mendapatkan bunga sebesar Rp. 4,250,000 per tahun atau setara dengan Rp 350,000 per bulan. Jangan lupa keuntungan Rp. 350,000 tersebut akan dipotong pajak sebesar 20%, sehingga pendapatan investor akan semakin berkurang. Sedikit sekali, bukan?

Manakah yang lebih menguntungkan antara SBR005 dengan Deposito?

Persaingan antara SBR005 dengan Deposito menurut saya lumaya sengit. Berikut beberapa perbandingan antara SBR005 dengan Deposito secara head to head:

DepositoSBR005
Setoran awalRp. 8,000,000++Rp. 2,000,000
Masa penawaranSelalu tersediaMaksimal 24 Januari 2019
Pengembalian (ROI)rata – rata 4%- 5% per tahunmulai dari 8.15% per tahun
Bunga batas bawahrata – rata 4%- 5% per tahun8.15% per tahun
Layanan cashbacktidak adaMelalui Bareksa
pajak20%15%

Berdasarkan diatas, Deposito memiliki setoran awal yang lebih tinggi untuk bunga yang lebih rendah dibandingkan SBR005.

Gimana? Masih mau menunda untuk membeli SBR005?

Pin It on Pinterest