Cara membaca kinerja reksadana dalam aplikasi Bions milik BNI Sekuritas

Cara membaca kinerja reksadana dalam aplikasi Bions milik BNI Sekuritas

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas tentang bagaimana cara membeli reksadana melalui BNI Sekuritas. Bagi pembaca yang ketinggalan artikel tersebut dapat membacanya kembali melalui tautan berikut ini. Pada artikel tersebut sedikit banyak membahas tentang cara membeli reksadana via platform Zaissan yang sempat digunakan oleh BNI Sekuritas.

BNI Sekuritas kini menggunakan platform baru yang terintegrasi dengan nama Bions. Bions merupakan platform yang digunakan oleh BNI Sekuritas untuk membantu investor dan nasabah BNI Sekuritas dalam mengeksekusi perintah jual beli reksadana maupun saham investor. Pembaca bisa mengunjunginya melalui tautan berikut ini.

Tampilan di atas merupakan halaman beranda yang sering dijumpai oleh investor yang sering menggunakan platform Zaissan maupun Bions dalam bertransaksi Reksadana. Melalui artikel ini saya ingin membahas penjelasan dari aplikasi Bions yang digunakan untuk menjual dan membeli sekuritas:

Penjelasan tiap kolom dari produk Bions:

Pada kolom kedua dari kiri terdapat kolom Nama, yang berarti nama dari produk reksadana yang dijual oleh BNI Sekuritas. Di sebelah kanan dari kolom nama ada kolom tipe yang berfungsi untuk memisahkan tipe reksadana yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada kolom NAV / Unit merupakan kolom yang menjelaskan tentang Net Asset Value atau harga yang ditawarkan oleh BNI Sekuritas untuk setiap unit dari produk reksadana. Kita dapat mengurutkan tabel tersebut dengan mengklik header dari setiap kolom yang ingin diurutkan.

Lihat gambar anak panah yang menunjuk ke atas dan ke bawah, bukan? Anak panah tersebut dapat digunakan untuk mengurutkan data yang tampil.

Pada bagian Hasil(%) dalam merupakan kinerja dari setiap reksadana dalam kurun waktu yang telah ditentukan seperti:

  • 1 hari
  • 1 bulan
  • YTD yang berarti sepanjang tahun berjalan. Ini berarti kinerja reksadana di sepanjang tahun 2019
  • 1 Tahun
  • 3 Tahun

Kolom ini sangat penting bagi investor yang ingin melihat kinerja reksadana sebelum membeli produk reksadana tersebut.



Pada bagian Subscribe atau yang dalam bahasa Indonesia disebut “berlangganan”, terbagi menjadi 2 kolom, yakni:

  • Min Initial
  • Min Topup

Min Initial berarti berapa jumlah uang minimal yang harus disiapkan ketika hendak melakukan pembelian pertama, sementara Min Topup merupakan jumlah uang minimal yang harus disiapkan ketika hendak melakukan pembelian kedua dan seterusnya.

Pada bagian paling kanan dari tabel tersebut merupakan Biaya(%) yang dikenakan untuk setiap transaksi reksadana. Fee Subscribe merupakan biaya yang dibebankan kepada investor ketika mereka melakukan pembelian reksadana, sementara Fee Redeem merupakan biaya yang dibebankan kepada investor ketika mereka melakukan penjualan reksadana.

That’s right. Biayaaaa teroooooosssss!

Meskipun dikenakan biaya, BNI Sekuritas tidak mengenakan biaya bulanan untuk setiap dana yang disimpan dalam rekening sekuritas. Artinya biaya tersebut hanya akan mengurangi saldo ketika investor atau nasabah melakukan aktifitas (jual dan beli) reksadana. Manfaat ini merupakan keuntungan bagi saya yang berencana untuk menyimpan saldo dalam jangka waktu yang panjang.



Setelah memahami fungsi dari setiap kolom diatas, kita dapat menentukan reksadana mana yang sedang turun dan reksadana mana yang sedang menguntungkan. Selain itu, investor dan nasabah juga dapat memilih produk reksadana yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bagi pembaca yang membutuhkan tips membeli reksadana secara dasar, dapat mempelajari artikel berikut ini:

Akhir kata, Selamat berinvestasi di Reksadana! Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar maupun menghubungi langsung via Whatsapp ya!

Pengalaman manis berinvestasi di Reksadanasam

Pengalaman manis berinvestasi di Reksadanasam

Melanjutkan cerita yang saya tulis pada tautan berikut ini,dengan ini saya merekomendasikan pembaca untuk berinvestasi di Reksadanasam. Reksadanasam merupakan lembaga aset manajemen yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah sekian lama “menitip” uang di Reksadanasam, hari ini saya harus mengambil kembali uang saya dengan mengalokasikannya kedalam pos investasi lain.

Saya memilih Reksadanasam karena faktor keberuntungan. Ketika orang lain mempertimbangkan secara matang aset manajemen yang akan dipilih, saya justru sebaliknya. #MulaiAjaDulu dan sungguh tak disangka kalau akan berakhir bahagia seperti sekarang.

Apa itu reksadana?

Reksadana merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk berinvestasi atau mempercepat pertumbuhan uang. Bila Bank menawarkan bunga maksimal hingga 5% via Deposito atau 1% via rekening tabungan individu belum dipotong biaya admin, reksadana justru memberikan keuntungan yang fluktuatif. ROI (Return of Investment) 5% per tahun bukanlah sesuatu yang sulit didapat ketika berinvestasi dalam reksadana.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang cocok bagi saya pada waktu itu, karena:

  • Saya tidak perlu memikirkan, mengelola, mengawasi kinerja investasi hingga menguasai cashflow dan laporan keuangan perusahaan.
  • Saya bisa fokus beraktifitas tanpa perlu khawatir investasi saya akan merosot dan menjadi beban mental serta psikologis bagi saya.
  • Saya lebih suka menyetor uang secara rutin dibandingkan dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal terkait saham.
  • Saya hanya perlu membayar aset manajemen sebesar sekian % dari transaksi yang saya lakukan

Namun kini saya memilih untuk berinvestasi di Saham dan mengalokasikan sedikit uang dalam Reksadana. Pastikan kita hanya menggunakan uang dingin saat berinvestasi.

Mengapa berinvestasi di Reksadanasam?

Pada waktu itu saya memiliki Go-Point yang cukup banyak yang bingung ingin digunakan untuk apa. Setelah melakukan pencarian, saya menemukan satu voucher yang menarik. Saya akan mendapat voucher sebesar Rp. 200,000 dari Reksadanasam hanya dengan menukarkan 800 Go-Point. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli voucher tersebut seharga 800 Go-Point dan mendaftarkan diri dalam website ReksadanaSAM.com.



Proses pendaftarannya cukup sederhana. Saya hanya perlu mengisi beberapa informasi pribadi sekaligus mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, NPWP, dan lain sebagainya. Reksadanasam merupakan aset manajemen pertama saya dalam mencoba berinvestasi reksadana setelah “ditipu” oleh seorang agen asuransi yang menjual janji manis investasi dalam asuransi unit link.

Setelah berhasil meredeem voucher, saya kembali berpikir bagaimana caranya mendapatkan 800 Go-Point dalam waktu singkat mengingat voucher yang ditawarkan akan segera expired. Akhirnya saya menawarkan teman – teman kantor untuk menjual 800 Go-Point dengan uang tunai seharga Rp. 20,000. Secara tidak langsung saya telah mendapat untung bersih sebesar Rp. 80,000 secara voucher.

Bermodalkan Rp. 80,000, saya telah mendapatkan uang dalam wujud voucher Reksadanasam sebanyak Rp. 800,000. Ini artinya saya telah berhasil “membujuk” teman saya untuk menjual 800 Go-Point mereka kepada saya. Selanjutnya, saya hanya perlu menyetor uang setiap bulan secara rutin.

Sebagai pemula dalam berinvestasi, saya cukup sering bertanya dengan CS ReksadanaSAM yang bisa dihubungi via Email maupun Whatsapp. Saya dilayani dengan baik dan responsif. Selain itu, saya juga mendapat konfirmasi via Email untuk setiap transaksi yang saya lakukan dalam Reksadanasam, seperti:

  • Membeli unit
  • Menjual unit
  • Melakukan switching

Email ini sangat bermanfaat untuk mengawasi jika ada aktifitas yang mencurigakan dalam akun saya. Selain itu website reksadanasam bisa dibilang cukup informatif. Ia menyediakan informasi kinerja investasi atas reksadana yang dijual secara historis hingga 5 tahun kebelakang dalam bentuk grafik. Grafik ini dapat dijadikan referensi oleh investor sebelum memutuskan untuk membeli unit tersebut.

Reksadanasam memiliki bervariasi produk reksadana. Mulai dari reksadana syariah hingga konvensional dapat dibeli di Reksadanasam, seperti:

  • SIEF (Sam Indonesia Equity Fund) dengan resiko agresif
  • SDK (Sam Dana Kas) dengan resiko konservatif
  • SDB (Sam Dana Berkembang) dengan resiko moderat

Pastikan pembaca telah memahami dan membaca prospektus sebelum berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Berbeda dari agen penjual reksadana sebelah. Reksadansam memiliki bervariasi cara dalam membeli unit. Saya lebih suka menggunakan rekening Virtual Account Bank BCA milik Reksadanasam, karena pembelian saya dapat diverifikasi secara cepat dan tepat. Saya juga tidak perlu menyiapkan bukti transfer agar pembayaran saya dapat diverifikasi.

Reksadanasam juga memiliki fitur pengingat untuk mengingatkan kita agar melakukan pembelian secara rutin pada waktu yang telah ditentukan via Email. Fitur ini dapat membantu kita untuk mengalokasikan sejumlah uang untuk berinvestasi terlebih dahulu sebelum menghabiskannya memenuhi kebutuhan konsumtif.

Apakah pembaca tertarik untuk berinvestasi di reksadanasam?

Cara praktis dan mudah membeli #SBR005

Cara praktis dan mudah membeli #SBR005

Semua orang membicarakan tentang #SBR005. Mulai dari individu seperti rakyat misqueen di Twitter hingga anak – anak mevvah Instagram tak habis – habisnya membicarakan #SBR005. Bisnis Perbankan dan investasi turut meramaikan #SBR005 melalui kampanye yang dijalankan.

Apa itu #SBR005?

#SBR005 merupakan layanan pembiayaan pemerintah sekaligus instrumen investasi yang aman dan bergaransi. Saya memberi ketebalan khusus pada kata aman dan bergaransi karena 2 hal tersebut merupakan hal yang mustahil didapat dalam berinvestasi.

Ketika investasi lain seperti Reksadana dan Saham memiliki bunga yang fluktuatif dan resiko yang bergantung pada kinerja pasar, #SBR005 justru sebaliknya. Aman berarti uang yang disetor pasti akan kembali, dan bergaransi yang berarti uang yang disetor pasti untung.

Tidak seperti mantanmu yang pembual dan penuh janji manis itu. Hih!

#SBR005 dinilai sangat bersahabat bagi investor terutama investor yang baru mulai dan belajar berinvestasi dengan beberapa pertimbangan dibawah ini:

Jaminan pengembalian hingga 8.15% per tahun

Berbeda dari investasi reksadana dan investasi saham, #SBR005 justru memberikan jaminan pengembalian minimum 8.15% per tahun. Selain itu, pembiayaan ini dijamin oleh pemerintah sehingga investor #SBR005 dipastikan bebas dari investasi bodong.

Biaya yang setoran minimal yang kompetitif

Jika pembaca memiliki pilihan di bawah ini:

  • Investasi fluktuatif dengan harga yang rendah
  • Investasi yang bergaransi dan aman dengan harga yang menengah

Manakah yang akan dipilih?

#SBR005 dapat diperoleh hanya dengan “menitipkan” uang minimal Rp. 1,000,000 dan uang tersebut dapat ditarik dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Sebelum menitipkan uang tersebut, pelajari juga bagaimana pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi melalui artikel berikut ini.

Aku sih lebih pilih investasi yang bergaransi dan aman~

Mitra distribusi #SBR005 yang luas

#SBR005 dapat diperoleh melalui bervariasi lembaga perbankan dan investasi, seperti:

Malahan, Bareksa tak segan – segan memberikan cashback bagi mereka yang berinvestasi pada #SBR005.

Bagaimana cara membeli #SBR005?

Cara membeli #SBR005 tergolong mudah dan praktis. Investor hanya perlu datang ke Mitra Distribusi terkait dan mengatakan kalau ingin membeli atau berinvestasi #SBR005.

Bagi pembaca yang tidak memiliki NPWP namun ingin membeli atau berinvestasi #SBR005, berikut cara dan langkah praktisnya:

Jadi tunggu apa lagi? Segera miliki #SBR005 sekarang juga, karena #SBR005 hanya bisa dibeli sejak tanggal 10 Januari 2018 hingga 24 Januari 2018!

Pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi

Pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi

Bunga investasi memang menggiurkan. Bila dibandingkan dengan menaruh sejumlah uang di Bank, tentu bunga yang ditawarkan oleh investasi jauh lebih tinggi. Bila Reksadana Pasar Uang menawarkan bunga mulai dari 6% per tahun, Saham berpotensi memberikan keuntungan 3x hingga 5x lipatnya!

Salah satu perbedaan paling signifikan dalam menabung dan berinvestasi ialah tingkat likuiditasnya. Kita dapat dengan mudah menarik atau mencairkan uang yang ada di Bank, namun kita tidak akan selalu bisa menarik uang atau mencairkan uang yang sedang kita investasikan. Bila mencairkan dalam waktu yang tidak tepat, bisa jadi malah buntung yang didapat. Untuk itu perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Apa itu uang dingin?

Uang dingin bukanlah uang yang disimpan di kulkas atau dibekukan dalam jangka waktu yang lama. Uang dingin merupakan istilah dari uang yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu. Banyak orang dengan semangat berapi – api dan menggebu – gebu untuk memulai investasi. Ketika kinerja investasi sedang turun, mereka panik dan memutuskan untuk cut loss sebelum mengalami kerugian semakin besar.

Cut loss merupakan proses penjualan unit dengan tujuan untuk menyelamatkan portofolio dari kerugian. Padahal semakin rendah harga suatu unit reksadana atau saham, kesempatan investor untuk membeli unit dalam jumlah besar terbuka lebar.



Uang Dingin menyelamatkan investor dari kerugian yang tidak terduga. Dikala kinerja investasi sedang turun, investor yang menggunakan Uang Dingin dan menyiapkan Dana Darurat cenderung tetap stabil dan tenang, karena ia telah mengalokasikan sejumlah uang dimana ia tidak bergantung pada Uang Dingin tersebut.

Kisah nyata dari seorang teman dekat saya yang pada waktu itu datang kepada saya hendak meminjam uang. Saya pun menolak karena ia memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk uang MLM. Dibuai dengan janji surga dan angin pantai membuatnya gelap mata dan berhutang kepada sanak saudara demi keuntungan yang maksimal.

Waktu demi waktu berlalu, akhirnya MMM hengkang dari Indonesia dan ia harus mengembalikan seluruh uang yang telah ia pinjam hingga puluhan juta Rupiah.

Contoh website MMM yang pernah ramai beberapa tahun lalu

Sangat disayangkan sekali, bukan?

Demikian beberapa alasan mengapa investor wajib hanya menggunakan Uang Dingin untuk berinvestasi, demi meminimalisir resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Cara praktis membeli reksadana di BNI Sekuritas

Cara praktis membeli reksadana di BNI Sekuritas

Pada artikel ini saya sudah membahas bagaimana cara mendaftar dan membuka akun Rekening Dana Nasabah. Rekening virtual ini digunakan sebagai perantara antara perusahaan sekuritas dengan nasabah. Jika pembaca sedang mencari perusahaan sekuritas dengan tujuan buy and hold untuk tujuan jangka panjang, dan tidak ingin repot dalam menganalisis pasar, maka reksadana mungkin boleh jadi pertimbangan.

BNI Sekuritas mempermudah nasabahnya untuk membeli reksadana secara daring melalui sistem yang disebut Zaisan. Zaisan merupakan sistem informasi yang dirancang khusus untuk membantu nasabah dalam melakukan transaksi rekadana sehingga transaksi tersebut bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Setelah pembelian dinyatakan berhasil, maka kita dapat melihat beberapa informasi di bawah ini via sistem:

  • Net Asset Value atau yang biasa dikenal sebagai Nilai Aktiva Bersih
  • Jumlah unit yang dimiliki oleh investor
  • Portofolio yang dimiliki oleh investor

Bagaimana cara membeli reksadana di BNI Sekuritas melalui aplikasi Zaisan?

Untuk mengakses Zaisan, maka kita perlu login ke halaman fund.zaisanbnis.com dengan menggunakan User ID dan Password yang diperoleh saat mendaftar dan membuka rekening di BNI Sekuritas.

Setelah melakukan login, maka akan terlihat halaman seperti di bawah ini :

Pada halaman diatas, kita dapat melihat daftar reksadana dan performanya masing – masing yang dijual oleh BNI Sekuritas. Untuk melakukan pembelian, kita perlu memilih reksadana yang akan dibeli, kemudian klik tombol Subscribe yang berada di bagian kanan atas layar. Selanjutnya akan terlihat halaman seperti di bawah ini:

Pada gambar diatas saya mengambil contoh produk reksadana AVRIST BALANCED AMAR SYARIAH yang dikelola oleh PT. AVRIST ASSET MANAGEMENT dengan Net Asset Value atau Nilai Aktiva Bersih sebesar Rp. 1,017.7100 per unit. Bila kita ingin membeli 100 unit, maka jumlah uang yang harus disiapkan sama dengan Rp. 101,700.

Setiap produk reksadana memiliki spesifikasinya masing – masing. Sebagai contoh produk reksadana diatas memiliki nilai Min Top Up sebesar Rp. 100,000. Maka kita dapat membeli produk reksadana hanya dengan uang minimal Rp. 100,000. Murah bukan?

BNI Sekuritas membutuhkan waktu 3 hari kerja untuk menyelesaikan transaksi. Ini berarti NAV yang dikenakan pun NAV saat BNI Sekuritas menyelesaikan transaksi.

Bila kita berhasil membeli reksadana via BNI Sekuritas, maka kita akan mendapat receipt atau bukti pembelian reksadana via email yang didaftarkan.

Demikian 3 langkah mudah untuk membeli reksadana di BNI Sekuritas. Jangan sungkan untuk membagikan pertanyaan atau feedback pada kolom komentar di bawah ini bila anda mengalami kesulitan dalam membeli reksadana di BNI Sekuritas.

Update: BNI Sekuritas telah mengubah platform mereka menjadi Bions. Artikel tentang Reksadana terkait Bions bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

Pin It on Pinterest