Pertimbangan untuk tidak menjadi driver Gojek/Grab selamanya

Pertimbangan untuk tidak menjadi driver Gojek/Grab selamanya

Ya. Saya tahu.

Saya juga sangat mengerti bahwa tidak semua orang memiliki privileges yang sama. Sebagian dari kita tidak memiliki jalan lain selain menjadi driver Gojek atau Grab demi mendapatkan penghasilan untuk anak istri tercinta di rumah. Mungkin ada pula dari kita yang mengisi waktu pensiun dengan menjadi driver Gojek/Grab. Setiap orang memiliki alasan mereka masing – masing dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

Dalam artikel ini saya ingin berbagi pandangan mengapa sebaiknya kita tidak menjadi mitra Gojek/Grab untuk jangka waktu yang lama.

Flashback ke tahun 2015 silam dimana Gojek membuka rekrutmen secara ɯɐsᴉɟ’ ʇǝɹsʇɹnʞʇnɹ pɐu sᴉsʇǝɯɐʇᴉs di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pada waktu itu sempat terdengar kabar bahwa pegawai mulai dari level staff hingga level manager memutuskan untuk resign dari kantor dan bergabung menjadi mitra Gojek.

Konon pada waktu itu, penghasilan mitra Gojek katanya jauh lebih tinggi dibanding pegawai kantoran yang waktunya terikat dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore duduk di belakang meja untuk bekerja.

Penghasilan tersebut sangatlah masuk akal, karena pada waktu itu jumlah mitra Gojek belum banyak.

Seiring berjalannya waktu, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ini melebarkan sayap hingga ke mancanegara. Jumlah mitra yang membludak ditambah merchant yang ingin bekerjasama membuat Gojek bekerja bak pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli.

Mungkin akan tiba waktunya dimana tidak ada seorangpun yang dapat menjual maupun membeli tanpa melalui aplikasi Gojek . . .

Sekali lagi, tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi atau memandang remeh profesi mitra Gojek/Grab. Namun, berikut beberapa pertimbangan mengapa seseorang disarankan untuk tidak menjadi mitra Gojek/Grab selamanya:

Polusi!

#SalamSatuAspal merupakan tagline yang sempat ramai dikumandangkan oleh Gojek. Tagline tersebut mengingatkan saya betapa dekatnya driver Gojek dengan aspal, dan kita hanya menemukan aspal di luar ruangan (outdoor).

Beberapa hari ini, saya sering mendengar dan melihat netijen yang mengeluhkan tentang polusi udara di Jakarta via Twitter dan Instagram.

Mitra dari Gojek/Grab merupakan profesi yang “mewajibkan” mitra untuk bekerja di luar ruangan, yang secara langsung menyatu dengan asap dan debu tebal serta menghirup polusi udara.

Are you going to breathe these kind of Air forever?

Tidak adanya asuransi kesehatan bagi Mitra Gojek/Grab

Berdasarkan poin sebelumnya, kini kita tahu bahwa pekerjaan Mitra Gojek/Grab merupakan pegawai yang beresiko. Selain harus berurusan dengan polusi udara, ia harus berurusan pula dengan resiko kejamnya jalan raya.

Beberapa kali saya mengobrol dengan mitra Gojek dan mereka bercerita bahwa mereka tidak memiliki asuransi kesehatan. BPJS Kesehatan bisa diperoleh dengan memotong penghasilan mitra Gojek. Namun, sebagian driver yang saya tanyakan memutuskan untuk tidak memiliki BPJS Kesehatan tersebut.

Asuransi Kesehatan berfungsi untuk meminimalisir kerugian atau dampak finansial yang timbul akibat resiko sakit penyakit maupun rawat inap yang menimpa Tertanggung. Selengkapnya tentang asuransi kesehatan bisa dibaca melalui Stories saya berikut ini.

Semakin tua seseorang, tentu kesehatan semakin menurun dan tarif rumah sakit yang meningkat seiring berjalannya waktu akibat inflasi dan kenaikan harga.

Solusinya yang bisa dilakukan adalah:

  • Beralih profesi menjadi pegawai untuk mendapat jaminan dari perusahaan
  • Membeli asuransi kesehatan secara mandiri.

Tidak adanya manfaat Pensiun untuk driver Gojek/Grab

Bila seseorang bekerja sebagai pegawai swasta dan PNS, besar kemungkinan perusahaan telah menyiapkan dana pensiun bagi pegawainya. Salah satu cara sederhana dalam menyiapkan dana pensiun ialah melalui BPJS Ketenagakerjaan. Status “Mitra” seakan menjadi dinding pemisah agar PT Aplikasi Karya Anak Bangsa tidak perlu bertanggung jawab penuh atas mitranya.

Take it or leave it. Deal with it!

Solusinya ialah driver Gojek/Grab dituntut untuk menyiapkan dana pensiun secara terpisah dan mandiri.

Keterampilan apa yang diperoleh ketika menjadi driver Gojek/Grab?

Bila seseorang bekerja sebagai Programmer di salah satu perusahaan, bukan tidak mungkin ia akan pindah perusahaan dan meneruskan karirnya sebagai Programmer. Kemampuanya akan terus terasah dengan terlibat di bervariasi lini bisnis dan teknologi baru.

Bila seseorang bekerja sebagai driver Gojek/Grab, ia mungkin akan pindah perusahaan dari Gojek menjadi Grab dan sebaliknya. Ia pun akan memiliki pengetahuan dan menghafal jalan kecil, gang tikus, jalan tembus untuk menghemat waktu perjalanan.

Dengan keterampilan seperti ini, sangat mustahil ia memiliki pekerjaan sebagai akunting, programmer, aktuaria, dan profesi lainnya karena tidak memiliki skillset yang mumpuni dengan pekerjaan saat ini.

Pertanyaannya adalah:

Apa yang akan dilakukan oleh driver Gojek/Grab bila kondisi tubuh tak lagi sehat dan prima untuk menjadi driver Gojek/Grab dalam mencari dan menghasilkan uang?

Solusinya adalah driver Gojek/Grab disarankan untuk mempelajari keterampilan baru yang belum pernah dilakukan semasa hidup.

Ancaman over supply driver Gojek yang mungkin terjadi

Waktu berlalu begitu cepat. 3 tahun, 5 tahun, hingga 7 tahun menjadi Mitra Gojek/Grab merupakan waktu yang cukup untuk merefleksikan diri dalam pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara ketika melamar pekerjaan versi jadoel:

Where do you see yourself in the next 5 years or a decade?

Dimanakah kamu dalam waktu 5 atau 10 tahun lagi?

Tidak dibutuhkan kualifikasi tinggi untuk menjadi driver Gojek. Selama anda:

  • Belum berusia 65 tahun
  • Memiliki SIM C atau D1
  • Memiliki KTP – E-KTP dari dukcapil setempat
  • Memiliki email Google
  • dan syarat lainnya bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Anda dapat mendaftar menjadi driver Gojek. Kualifikasi yang tidak terlalu tinggi tersebut membuka kesempatan lebar bagi siapapun yang ingin meraup keuntungan melalui driver Gojek. Siapapun bisa diterima, siapapun bisa menghasilkan uang dengan menjadi driver Gojek.

Jumlah driver Gojek yang berlebihan akan menurunkan pemesanan yang diterima oleh setiap driver Gojek, sehingga Gojek perlu menambah dan merangkul semua merchant seperti toko online untuk menggunakan jasa Gojek dalam mengirimkan barang. Dengan demikian, fungsi Gojek sebagai pasar yang mempertemukan pembeli dan penjual dapat tetap berjalan.

Demikian beberapa pertimbangan saya mengapa sangat tidak disarankan untuk menjadi driver Gojek/Grab dalam waktu yang relatif panjang. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Cara praktis dan mudah isi Go Pay melalui BCA OneKlik

Cara praktis dan mudah isi Go Pay melalui BCA OneKlik

Beberapa waktu lalu Gojek secara resmi merilis cara alternatif dalam melakukan topup saldo Gopay. Salah satu unicorn asal Indonesia tersebut bekerja sama dengan Bank BCA untuk menambah cara alternatif dalam melakukan topup saldo Gopay. Keja sama ini dinilai membawa dampak positif bagi kedua bisnis. Nasabah BCA diharapkan lebih memilih menggunakan Gojek serta pengguna Gojek diharapkan dapat membuka dan memilih Bank BCA sebagai partner dalam menyimpan uang.

Cara kerjanya cukup simpel. Sebelum mendaftar dan mengaktifkan layanan topup saldo Gopay melalui BCA OneKlik, terlebih dahulu nasabah Bank diwajibkan untuk mengaktifkan layanan Mobile Banking pada Smartphone. Layanan Mobile Banking dinyatakan aktif apabila nasabah dapat mengirim uang atau melakukan pembayaran via aplikasi mBCA. Pembaca dapat mengunjungi KCP BCA terdekat untuk info lebih lanjut secara rinci terkait pendaftaran dan aktivasi layanan Mobile Banking dari Bank BCA.

Lalu, bagaimana cara melakukan topup saldo gopay melalui BCA OneKlik?

Pengguna yang belum mengaktifkan layanan BCA OneKlik wajib mendaftarkan nomor kartu  sebagai sumber dana yang digunakan untuk mengisi saldo . Setelah berhasil melakukan beberapa verifikasi via SMS, nomor kartu yang digunakan telah tersimpan dalam aplikasi Gojek untuk keperluan.

Selanjutnya, pengguna dapat melakukan klik Topup pada halaman utama dalam aplikasi Gojek dan memilih nominal yang diinginkan. Pengguna juga diperkenankan untuk menginput nominal secara manual. Gojek akan menampilkan berapa nominal yang akan digunakan untuk topup serta biaya admin yang dikenakan. Tetep ajah kena biaya admin sebesar seribu perak tjuy. . . . .

Terakhir,  pengguna akan diminta untuk menginput PIN yang telah didaftarkan dalam aplikasi sebagai konfirmasi sekaligus  mengamankan transaksi dari orang yang tidak berhak

Setelah dihitung, saldo Gopay saya telah bertambah sesuai dengan nominal yang saya inginkan dalam waktu kurang dari 10 detik sejak konfirmasi. Begitu instan, cepat, dan praktis. Salut kepada Gojek dan Bank BCA yang senantiasa melakukan inovasi dan pengembangan produk dalam aplikasi Fintech.

Setelah selesai, maka saldo Gopay akan segera bertambah dan dana pada rekening atas nomor kartu yang didaftarkan akan terdebet secara otomatis, sehingga pengguna Gojek tidak perlu pergi ke indomart / alfamart / membuka browser kemudian login dan menggunakan Token BCA hanya untuk melakukan topup saldo Gopay.

Keunggulan lainnya ialah pengguna Gojek dapat membatasi berapa maksimum dana yang bisa didebet secara instan melalui layanan BCA OneKlik setiap harinya.

Demikian Cara praktis topup saldo Gopay melalui BCA OneKlik. Mudah bukan?

Tips dan trik dalam menghasilkan uang sebagai driver ojek online

Tips dan trik dalam menghasilkan uang sebagai driver ojek online

Disclaimer: Saya bukan driver ojek online sehingga saya tidak tahu bagaimana kondisi yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Saya tidak bekerja di Gojek sehingga informasi yang tersaji disini mungkin tidak faktual dan didukung oleh angka. Oleh sebab itu artikel ini membutuhkan banyak sekali pendapat dan opini yang membangun. Pembaca dipersilakan untuk menulis opini dan pendapat melalui kolom komentar di bawah artikel ini. 

Saya benar – benar kagum kepada Nadhiem Makarim yang berhasil merintis perusahaan Gojek. Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang bekerja keras pasti berhasil, dan hasil tidak akan mengkhianati proses. Tak bisa dipungkiri bahwa Gojek turut berkontribusi dalam membantu keseharian konsumen dan driver sebagai mitra sejak tahun 2010 silam.

Kini sudah 8 tahun menjelang, semuanya telah berubah drastis. Bervariasi produk di tawarkan oleh Gojek yang siap mengibarkan sayap hingga ke pasar asia. Kalau dulu Go-Pay merupakan entitas di bawah naungan Gojek, kini ia diharapkan akan tumbuh dewasa dan berdiri sebagai entitas sendiriGood job!

Jika saya memiliki kesempatan untuk duduk bersama dengan seluruh driver ojek online di Indonesia dan membagikan ilmu yang saya miliki, saya akan membagikan beberapa poin di bawah ini:

Hai abang driver ojek online, jangan terlalu berharap banyak pada Topup Gopay

Persaingan yang paling jelas antara manusia melawan teknologi ialah dengan melakukan topup Gopay. Berdasarkan halaman ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan topup Gopay, diantaranya:

  • Bank transfer
  • Indomart / Alfamart
  • Pegadaian
  • atau melalui driver ojek online.

Uang elektronik ada dimana – mana. Saya pernah menulis tentang uang elektronik pada artikel berikut ini. Sebagai orang yang malas mengantongi uang fisik, tentu saja saya lebih memilih untuk menggunakan Bank Transfer via BCA meski harus dikenakan biaya admin sebesar Rp. 1,000 per transaksi.

Bila pembaca melakukan topup via Indomart / Alfamart, akan dikenakan biaya admin sebesar Rp. 2,500 per transaksi. Biaya admin takkan dikenakan bila pembaca melakukan topup via driver ojek online. Namun sayang sekali ketika saya hendak melakukan topup gopay, saldo yang dimiliki abang gojek pada waktu itu tidak cukup sehingga transaksi topup pun dibatalkan.

Topup melalui bank transfer, indomart / alfamart, dan pegadaian sangat mudah dan praktis. Konsumen tidak perlu khawatir terhadap beberapa hal teknis seperti:

  • “hape saya error mz”
  • “duh balance saya gak cukup mb”
  • duh jaringan simpati nih lelet bener padahal udah 4G”

Kegagalan teknis diatas akan membuat konsumen lebih memilih topup via elektronik dibandingkan driver. Hal ini didukung dengan adanya fitur Oneklik oleh bank BCA yang semakin memanjakan konsumen Gojek dalam melakukan topup gopay.

Barangsiapa berharap, ia akan kecewa. Maka jangan terlalu berharap konsumen melakukan topup gopay via driver dengan pertimbangan diatas.

Hai abang driver ojek online, jadilah double agent dan berpihak pada kelompok yang menguntungkan

Saya tidak tahu apakah hal ini melanggar term of service Gojek maupun Grab. Please use it on your own risk and don’t try this at home. Saya rasa driver perlu menjadi double agent. Ini bukan soal apakah kita nasionalis atau bukan, tapi lebih kepada urusan dapur dan ekonomi. Percaya atau tidak, teman – teman saya senantiasa membandingkan berapa harga yang ditawarkan oleh gojek dan berapa harga yang ditawarkan oleh GRAB secara bersamaan sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan jasa yang dibutuhkan.

OVO yang baru saja menggandeng GRAB dan Tokopedia tentu berani membakar uang lebih banyak demi mengakuisisi konsumen dan memenangkan pasar. Gojek takkan tinggal diam melihat hal ini. Ia akan melakukan sesuatu untuk mempertahankan konsumen mereka. Bagi Unicorn sekelas Gojek, bakar duit untuk memenangkan konsumen bukanlah perkara yang sulit. Gitu – gitu aja terus sampai Cilegon bisa bikin piramid dari baja.

Saran saya kepada abang – abangqu driver ojek online, jadilah double agent dan bermitra dengan grup yang menguntungkan. Ketimbang melakukan demonstrasi dan tidak mendapat pemasukan, lebih baik “berkubu” dengan kelompok yang menguntungkan. Tapi sekali lagi, use it on your own risk and don’t try this at home!!!!!!!!

Hai abang driver ojek online, keselamatanmu jauh lebih penting dari apapun!

Ibukota yang semakin penuh sesak menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara motor terutama driver ojek online. Tak jarang saya menemukan driver ojek online yang membawa penumpang melanggar peraturan lalu lintas.

Saya tidak tahu apakah driver ojek online dibekali fasilitas asuransi dan BPJS tenaga kerja. Tebakan saya sih mereka tidak dibekali dengan asuransi kesehatan serta BPJS sebab status driver ojek online bukanlah pegawai tetap yang memang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Sebagai Mitra dengan sistem revenue sharing saya rasa Gojek tidak memberikan jaminan atau fasilitas apapun. Oleh karena itu, jaga kesehatan dan keselamatan kalian sebaik – baiknya.

Saya terbuka untuk kritik dan klarifikasi yang membangun untuk pernyataan ini.

Hai abang driver ojek online, jangan simpan uang kalian di aplikasi Gojek

Aplikasi gojek itu bukan perbankan, sehingga ia takkan mengembangkan uang yang ada di dalamnya. Berapa banyak uang yang disimpan di dalamnya, takkan berkembang. Namun jangan ditaruh di Bank juga, karena uangnya akan susut oleh biaya admin yang dikenakan oleh tiap bank. Terus ditaruh mana dong??????????

Permasalahannya bukan itu. Saya tidak ingin uang yang didapat dengan bermandikan peluh, menerjang lalu lintas dan polusi udara tersebut tidak dapat ditarik tunai hanya karena beberapa kesalahan teknis seperti:

  • Gangguan sinyal dan jaringan
  • Kesalahan aplikasi
  • Akun yang tiba – tiba ditangguhkan (suspend)

Yap, kita sedang membahas tentang waktu dalam memperoleh / mencairkan uang. Kalau saya membutuhkan uang tunai untuk beli popok dan susu bayi, saya hanya perlu ke ATM dan menarik uang tersebut dari ATM. Bila driver ojek online membutuhkan uang tunai, mungkin mereka dapat melakukan penarikan tunai dari gopay ke ATM, kemudian menarik uang dari ATM menjadi uang tunai. Pertanyaan: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 2 proses tersebut?

Jangan. Saya tidak menyarankan driver untuk menabung uang mereka dalam bentuk Gopay. Menabunglah dalam rekening tabungan atau investasi emas yang mungkin berguna di masa mendatang.

Alternatif menabung lainnya ialah dengan berinvestasi di reksadana. Cara mendaftar rekening Reksadana bisa dibaca melalui artikel berikut ini.

Hai abang driver ojek online, jangan sungkan dan ragu untuk membeli asuransi

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas cerita tentang perjalanan hidup dan nikmatnya berjuang menafkahi keluarga setiap kali saya menggunakan jasa ojek online. Banyak hikmah dan pelajaran hidup yang bisa saya petik dari kisah yang kalian ceritakan. Namun pekerjaan ojek online memiliki resiko yang cukup besar, terlebih mereka yang harus berbagi jalan dengan kendaraan besar seperti Truk, Trailer, Truk Kontainer, bahkan Tank Baja. Untungnya Tank Baja belum pernah lewat jalanan protokol yah. Hehehehe. . . .

Kalo jadi ojek online ya harus siap mengantar kemana – mana. Kalo gak mau kemana – mana ya jadi ojek pangkalan aja!

Kalimat diatas saya dapat dari salah seorang driver ojek online asal Depok yang menghabiskan kesehariannya di luar rumah. Ia berangkat dari Depok, kemudian bergegas ke Tanjung Priok, dari Tanjung Priok bergerak ke Ciledug, dari Ciledug ke Kebun Jeruk, dari Kebun Jeruk ke Ciputat. Perjalanan jauh tersebut memiliki resiko yang cukup besar. Kecelakaan tidak ada yang tahu kapan dan dimana akan terjadi. Bisa jadi karena kelalaian orang lain, malah kita yang jadi korban. Bisa juga karena kelalaian diri sendiri, malah kita sendiri pun ikut menjadi korban.

Saya menyarankan driver ojek online untuk membeli asuransi karena asuransi merupakan jalan singkat untuk mengembangkan uang. Penjelasan lebih detail tentang kalimat ini bisa dibaca di artikel dalam blog ini. Jika teman – teman ojek online tidak memahami apa itu asuransi, tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan bagaimana asuransi bekerja dan melindungi keluarga secara cuma – cuma.

Berikut beberapa hal yang perlu diasuransikan oleh driver ojek online terutama bagi mereka yang mengandalkan pekerjaan ojek online sebagai pemasukan utama:

Alasannya simpel. Apabila terjadi resiko pada 4 poin diatas, maka driver tidak akan bisa bekerja. Bila sakit, maka driver tidak bisa bekerja. Bila mengalami resiko tutup usia, maka driver tidak bisa bekerja lagi selamanya. Bila kendaraan rusak atau hape dijambret orang, driver tidak bisa bekerja. Kemudian pemasukan mulai tersendat dan terjadi masalah finansial.

Demikian yang bisa saya bagikan. Semoga akan ada kesempatan dimana kita bisa berbagi dan bercerita lebih banyak tentang poin – poin diatas. Kiranya artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan sekali lagi saya terbuka pada kritik dan opini yang membangun. Tuliskan kritik dan opini tersebut pada kolom komentar di bawah ini.

Strategi cerdas agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak

Strategi cerdas agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak

Banyak orang yang ingin perubahan atas nasib mereka, namun tidak banyak orang yang ingin mengubah diri mereka. Banyak orang yang ingin memiliki penghasilan sampaingan, namun enggan melakukan perubahan. Artikel ini membawa kabar baik bagi and agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak.

Kini hanya dengan mengandalkan Smartphone, anda bisa melakukan banyak cara agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak. Beberapa langkah mudah dan praktis yang bisa dilakukan ialah:

Bekerja sama dengan Adroady.com

Adroady merupakan layanan periklanan digital atau digital advertising dengan mengandalkan layar LED / TV LED yang ditampilkan pada kaca belakang mobil.

adroady.com Strategi cerdas agar mobil pribadi menghasilkan uang banyak

Pemilik mobil dapat menagih keuntungan berdasarkan berapa jam TV led tersebut telah menyala.

Sst! Bila pembaca tertarik untuk bekerjasama dengan Adroady, segera datang ke kantornya untuk bertemu dengan pak Edward dan bilang kalau Nencor mereferensikan kalian kesini.

Bekerja sama dengan IDooh.com

Berbeda dengan Adroady yang menyediakan TV Led untuk keperluan periklanan digital atau digital advertising, IDOOH justru menyediakan tablet yang diletakkan di belakang jok penumpang bagian depan serta jok supir.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari salah satu driver GO-Car, tablet IDOOH akan otomatis menyala ketika mobil sedang ditumpangi oleh penumpang GO-Car. Dengan demikian, pemilik mobil dapat menggandakan pemasukan yang ia terima setiap harinya.

Bekerja sama dengan Stickearn.com atau Sticar

Setelah bermain dengan periklanan digital atau digital advertising, selanjutnya anda mungkin ingin mencoba mendaftarkan mobil anda dengan Stickearn, sebuah layanan periklanan yang dicetak langsung pada mobil anda.

Menjadi bagian dari GrabCar ataupun Go-Car

Grabcar dan Go-Car tentu sudah tak asing lagi di telinga. 2 brand besar yang sedang memperbutkan pasar di Indonesia bersaing secara sengit demi memenangkan kepercayaan pelanggan. Go-Car dan Grabcar merupakan layanan car sharing yang bekerja seperti taksi.

Bagi anda yang memiliki mobil box, anda tidak perlu khawatir. Sebab Gojek dan Grab memiliki layanan Go-Box dan GrabBox. Kedua layanan tersebut bergerak di bidang logistik dan pengiriman barang, sehingga mobil anda tetap dapat memperoleh penghasilan dengan melakukan antar – jemput barang sesuai pesanan.

Setelah membaca artikel diatas, apakah anda tertarik untuk melakukan strategi diatas dan menerima penghasilan tambahan?

Ditemukan trik rahasia mengubah Go-Point menjadi uang rupiah

Ditemukan trik rahasia mengubah Go-Point menjadi uang rupiah

Bagi anda pengguna setia Gojek, anda tentu sudah familiar dan fasih dengan Go-Point. Go-Point merupakan loyalti poin yang diberikan kepada konsumen Gojek setiap kali mereka menggunakan jasa atau produk dari Gojek. Jumlah yang diperoleh sangat bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan poin dalam 1x swipe. Akibat tingginya rasa penasaran saya terhadap Go-Point dan apa yang bisa ia lakukan, saya menemukan cara bagaimana mengubah Go-Point menjadi uang rupiah dalam waktu sekejap. [et_bloom_locked optin_id=optin_2]

 

Siapkan Go-Point anda

Langkah pertama yang dapat dilakukan ialah menyiapkan Go-Point. Anda akan membutuhkan banyak sekali Go-Point untuk melakukan hal ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, anda dapat melakukan 2 cara di bawah ini:

  • Bertukar voucher dengan orang lain.
  • Membeli Go-Point orang lain dengan harga yang bersahabat.

Saya melakukan 2 langkah diatas demi memenuhi kebutuhan Go-Point saya. Ditemukan trik rahasia mengubah Go-Point menjadi uang rupiah Jumlah Go-Point yang dibutuhkan pun bervariasi berdasarkan jumlah rupiah yang ingin ditukarkan. Biasanya 1000 Go-Point senilai dengan Rp. 100,000. Jika anda memiliki 3000 Go-Point, maka anda dapat menukarnya untuk uang Rp. 300,000. Jumlah ini sangat bergantung pada promo yang tersedia dalam aplikasi Go-Point.

Gunakan Go-Point sebanyak – banyaknya karena promo redeem tersebut memiliki tenggat waktu yang terbatas.

 

Lakukan optimasi dengan melakukan redeem uang rupiah di banyak Manager Investasi

Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan melakukan redeem di banyak Manager Investasi. Semakin banyak Go-Point yang ditukarkan, semakin banyak pula uang rupiah yang dapat dicairkan via Go-Point.

[/et_bloom_locked]

Hal diatas sudah saya lakukan dengan berhasil mengembangkan uang rupiah hingga Rp. 800,000 hanya dengan melakukan trik ini. Namun saya memutuskan untuk berfokus menggunakan 1 Manager Investasi dengan tujuan mereduksi biaya yang mungkin terjadi saat menggunakan jasa Manager Investasi sekaligus memperbesar nominal uang yang diinvestasikan. Hasilnya dapat anda lihat pada skrinsut di bawah ini: Ditemukan trik rahasia mengubah Go-Point menjadi uang rupiah Pada transaksi tanggal 27 Juli 2018 merupakan topup yang saya lakukan setelah melakukan redeem Go-Point pecahan Rp. 100,000 sejak tanggal 26 Juni 2018 hingga 29 Juni 2018. Hinggga saat ini saya secara konsisten melakukan topup secara berkala setiap bulan. Selamat mencoba!

Pin It on Pinterest