Pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi

Pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi

Bunga investasi memang menggiurkan. Bila dibandingkan dengan menaruh sejumlah uang di Bank, tentu bunga yang ditawarkan oleh investasi jauh lebih tinggi. Bila Reksadana Pasar Uang menawarkan bunga mulai dari 6% per tahun, Saham berpotensi memberikan keuntungan 3x hingga 5x lipatnya!

Salah satu perbedaan paling signifikan dalam menabung dan berinvestasi ialah tingkat likuiditasnya. Kita dapat dengan mudah menarik atau mencairkan uang yang ada di Bank, namun kita tidak akan selalu bisa menarik uang atau mencairkan uang yang sedang kita investasikan. Bila mencairkan dalam waktu yang tidak tepat, bisa jadi malah buntung yang didapat. Untuk itu perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Apa itu uang dingin?

Uang dingin bukanlah uang yang disimpan di kulkas atau dibekukan dalam jangka waktu yang lama. Uang dingin merupakan istilah dari uang yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu. Banyak orang dengan semangat berapi – api dan menggebu – gebu untuk memulai investasi. Ketika kinerja investasi sedang turun, mereka panik dan memutuskan untuk cut loss sebelum mengalami kerugian semakin besar.

Cut loss merupakan proses penjualan unit dengan tujuan untuk menyelamatkan portofolio dari kerugian. Padahal semakin rendah harga suatu unit reksadana atau saham, kesempatan investor untuk membeli unit dalam jumlah besar terbuka lebar.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Uang Dingin menyelamatkan investor dari kerugian yang tidak terduga. Dikala kinerja investasi sedang turun, investor yang menggunakan Uang Dingin dan menyiapkan Dana Darurat cenderung tetap stabil dan tenang, karena ia telah mengalokasikan sejumlah uang dimana ia tidak bergantung pada Uang Dingin tersebut.

Kisah nyata dari seorang teman dekat saya yang pada waktu itu datang kepada saya hendak meminjam uang. Saya pun menolak karena ia memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk uang MLM. Dibuai dengan janji surga dan angin pantai membuatnya gelap mata dan berhutang kepada sanak saudara demi keuntungan yang maksimal.

Waktu demi waktu berlalu, akhirnya MMM hengkang dari Indonesia dan ia harus mengembalikan seluruh uang yang telah ia pinjam hingga puluhan juta Rupiah.

Contoh website MMM yang pernah ramai beberapa tahun lalu

Sangat disayangkan sekali, bukan?

Demikian beberapa alasan mengapa investor wajib hanya menggunakan Uang Dingin untuk berinvestasi, demi meminimalisir resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Beberapa pertimbangan mengapa anda wajib menabung untuk dana darurat

Beberapa pertimbangan mengapa anda wajib menabung untuk dana darurat

Di jaman disruptif seperti sekarang, apapun bisa terjadi, termasuk kehilangan pekerjaan. Tak ada yang menyangka kalau brand besar sekelas Nokia dan Yahoo akan ditinggalkan oleh penggunanya. Beberapa startup asal Indonesia pun harus mengundurkan diri dari pasar Indonesia.

Lantas, apa yang terjadi dengan mereka yang menggantungkan nafkah dan pemasukan mereka dari startup tersebut? Sudah pasti mereka akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Seorang teman saya menjadi salah satu korbannya dan pada saat itu ia tidak memiliki cukup uang untuk menafkahi keluarganya sehingga harus berhutang. Waduh!

Belajar dari cerita diatas, tentu kita wajib menabung untuk dana darurat untuk meminimalisir resiko finansial yang diakibatkan oleh faktor darurat seperti di bawah ini:

  • Kehilangan pekerjaan
  • Perbaikan rumah (akibat bencana alam)
  • Krisis ekonomi
  • Perbaikan mobil (akibat bencana alam)
  • Melunasi hutang akibat pemasukan yang fluktuatif dan naik turun setiap bulannya.

Dimana saya harus menyimpan dana darurat?

Untuk menyiapkan dana darurat sendiri dibutuhkan media yang cocok dan sesuai dengan karakteristik dana darurat itu sendiri, seperti:

Likuiditas yang tinggi

Anda bisa menyimpan dana darurat dalam berbagi bentuk seperti emas, uang tunai, maupun rekening tabungan. Namun pastikan media yang digunakan memiliki likuiditas yang tinggi, karena ketika kita berbicara dana darurat, umumnya kita memiliki waktu yang sangat terbatas dalam melakukan pencairan uang.

Tidak dikenakan biaya bulanan

Pastikan media yang dipilih untuk menyimpan dana darurat tidak mengenakan biaya administrasi bulanan. Biaya administrasi bulanan akan menggerogoti dana darurat anda sedikit demi sedikit apabila pemilik rekening tidak mengawasi mutasi rekening tersebut.

Aman dari resiko pasar

Bila anda menyimpan dana darurat dalam rekening yang sangat berpengaruh dan bergantung pada pasar, maka bisa dipastikan bahwa dana darurat yang anda miliki belum aman. Pasar cenderung bergerak dan fluktuatif. Bila resiko darurat terjadi disaat kondisi pasar sedang turun, maka sangat mungkin kalau dana darurat anda akan berkurang jumlahnya.

BCA Tabunganku sebagai solusi dalam menabung dana darurat

Saya pribadi menggunakan produk perbankan BCA Tabunganku sebagai media penyimpanan darurat karena sesuai dengan karakteristik diatas.

BCA Tabunganku tidak mengenakan biaya administrasi bulanan kepada saya, sehingga uang yang saya setorkan tidak akan berkurang. ATM BCA yang tersebar di banyak tempat di sekitar saya membantu saya dalam melakukan penarikan uang dalam jangka waktu yang cepat.

BCA Tabunganku tidak memiliki layanan seperti Tahapan BCA seperti Internet Banking dan pembayaran secara Debit. Bagi orang yang gemar belanja dan gelap mata melihat diskon atau penawaran di toko online, BCA Tabunganku akan memaksa mereka untuk menabung.

Apakah anda tertarik untuk mulai menabung dana darurat di BCA Tabunganku?

Pin It on Pinterest