Efek psikologis yang menjadi penyebab gaya hidup konsumtif

Efek psikologis yang menjadi penyebab gaya hidup konsumtif

Berhemat dan menabung merupakan kegiatan yang sangat sulit untuk dilakukan bagi mereka yang tidak membiasakan diri untuk hidup hemat dan menabung. Saya ingat pertama kali orangtua membelikan saya meja belajar yang sudah termasuk dengan celengan. Setiap hari orangtua memberikan sejumlah uang untuk ditabung ke dalam meja belajar tersebut. Ketika celengan tersebut sudah penuh, kami membongkarnya bersama – sama dan uang tersebut dibelikan mainan baru.

Ah sungguh masa kecil yang indah. . .

Ketika memperoleh penghasilan secara mandiri dan membayar tagihan diri sendiri, entah mengapa berhemat dan menabung menjadi proses yang melelahkan seperti yang diceritakan oleh lirik lagu Doraemon berikut ini:

“Aku ingin beli ini, aku ingin beli itu, beli ini itu banyak sekali”

Ups, bukan itu lirik sebenarnya. Namun gaya hidup konsumtif memang kerap kali mengintai bagi kita yang tidak celik dan waspada. Beberapa efek psikologis di bawah ini turut bekerja dalam otak dan pikiran sehingga kita menjadi seseorang yang konsumtif dan boros:

Efek Diderot

Efek Diderot merupakan istilah yang ditemukan oleh Denis Diderot, seorang filsuf asal Perancis. Efek Diderot menggambarkan tentang seseorang yang membeli barang baru seperti baju, sepatu, kaos, dsb. Barang baru tersebut terlihat begitu mewah sehingga barang lama terlihat jelek dan kuno. Alhasil orang tersebut akan meninggalkan barang lama dan menggantinya dengan barang baru.

Bagaimana agar terhindar dari Efek Diderot?

Mudah saja. Kita hanya perlu fokus pada barang apa yang akan kita beli, dan kita ukur apakah barang tersebut membawa perubahan / dampak yang signifikan dalam hidup kita atau tidak.

Sebagai contoh, seseorang driver Gojek membutuhkan Smartphone untuk bekerja dan mencari sewa. Tentu saja ia tidak membutuhkan Smartphone dengan lensa megapixel yang maksimal. Ia tentu lebih membutuhkan Smartphone dengan battery yang tahan lama dan anti air. Setelah membeli hape baru, ia dapat meninggalkan hape yang lama.

Pamer

Jika kita tergolong kedalam orang yang sangat suka pamer, maka kita telah terkontaminasi oleh efek psikologis ini. Banyak orang membeli barang yang tidak mereka perlukan, agar dipuji dan disanjung oleh orang yang sama sekali tidak peduli dengan barang apa yang kita miliki.

Bagaimana agar tidak tidak pamer?

DIAM. Jangan pamerkan atau tunjukkan barang yang dibeli. Sikap pamer mungkin menimbulkan kecemburuan dan mengundang orang jahat beraksi atas anda.

Efek Bandwagon

Disadari atau tidak, efek Bandwagon ini sudah terjadi sejak dulu kala. Saya ingat ketika film Tersayang sedang ramai di tahun 1990-2000an silam. Aktor yang tampil dalam film tersebut mengenakan topi Tersayang. Tiba – tiba topi Tersayang ini menjamur di pasaran.

Contoh lainnya ialah batu cincin / batu akik yang kini telah hilang tanpa jejak. 2 hingga 3 tahun lalu saya menemukan penjual batu akik hampir dalam radius 3 meter. Karena banyak yang memakai cincin batu akik, alhasil terjadi peningkatan dari sisi supply dan demand yang membuat harganya meroket. Kini, tidak ada seorang pun yang peduli atau bahkan mengenakan cincin batu akik.

Efek Bandwagon merupakan seseorang yang ingin membeli / memiliki sesuatu hanya karena orang lain memilikinya. Padahal barang / sesuatu tersebut tidak memiliki nilai ekonomis ataupun tidak sesuai dengan daya beli orang tersebut.

Bagaimana agar terhindar dari Efek Bandwagon?

Sebelum membeli barang, ada baiknya kita menjawab pertanyaan di bawah ini:

  •  Apakah harganya sesuai dengan kemampuan saya?
  • Apakah manfaatnya sesuai dengan ekspektasi saya?
  • Mengapa saya harus membelinya?
  • Apakah ada alternatif / pilihan lain dengan manfaat yang sesuai dengan ekspektasi saya?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat menimbang apakah barang yang diinginkan memang layak untuk dibeli saat ini atau bisa ditunda untuk kemudian hari.

Efek impulsif

Saya pun sering melakukan hal ini. Pembelian impulsif merupakan transaksi yang dilakukan untuk menghibur diri maupun menyenangkan hati.

Pernahkah anda menjalani hari yang begitu buruk seperti kendaraan rusak mendadak, pekerjaan menumpuk dan menerima komplen dari bos, juga kemacetan yang tak kunjung usai? Kemudian anda memutuskan untuk mampir ke salah satu mall dan membeli banyak sekali barang hanya untuk menenangkan hati?

Jika ya, maka pemblian tersebut tergolong kedalam pembelian impulsif. Artinya kita membeli untuk menyenangkan hati, bukan untuk mendapatkan manfaat dari tiap barang yang dibeli.

Trik supermarket yang bekerja dalam alam bawah sadar manusia

Bila anda mampir ke salah satu distributor atau retail, anda akan menghadapi beberapa kesamaan di bawah ini:

  • Pelayan toko yang ramah
  • Musik yang lembut
  • Aroma dan wewangian yang segar
  • Tidak ada jam terpampang disana
  • Jendela yang ditutup / dialasi sehingga sinar matahari tidak dapat masuk
  • dan lain sebagainya.

Kesamaan tersebut bertujuan untuk membuat pelanggan nyaman, mengabaikan waktu dan berbelanja hingga uang mereka habis.

Yang paling menarik dari 5 poin diatas ialah pelayan toko yang ramah. pelayan toko akan memberikan pelayanan terbaik agar kita membeli dan menghabiskan uang di toko tersebut.

Bagaimana agar terhindar dari trik supermarket?

Sewaktu saya kecil, orangtua senantiasa berpesan kepada saya agar makan dahulu sebelum bepergian dan selalu membawa botol minum agar tidak perlu mengeluarkan uang hanya untuk minum. Hal ini senantiasa saya lakukan agar ketika saya berbelanja, saya tidak perlu mampir di restoran hanya untuk makan dan minum.

Selain itu saya juga membuat daftar barang yang akan saya beli dan senantiasa fokus pada daftar tersebut.

Efek diskon dan penawaran terbaik

Sebagian orang mungkin memilih promo buy one get one free dibandingkan dengan diskon 50%, namun tidak bagi saya. Saya lebih memilih diskon 50% dibandingkan promo buy one get one, karena saya uang saat ini lebih penting dibanding uang di masa yang akan datang.

Bagaimana agar terhindar dari efek diskon dan penawaran?

Cari tahu produk / barang seperti apa yang anda butuhkan. Apakah anda membutuhkan 1 buah barang untuk jangka panjang atau membutuhkan banyak barang. Saya akan memilih mesin cuci dengan diskon 50% dibandingkan promo buy one get one. Dengan promo 50%, saya dapat membeli mesin cuci dengan kualitas yang lebih baik.

It’s my money, it’s now or never.

Terinspirasi dari lirik lagu Bon Jovi, ini kisah nyata yang saya alami ketika saya hendak pulang ke rumah. Seorang kondektur bus yang mencari sewa dengan lantang berteriak: “Merak, Merak, Bus terakhir – bus terakhir!”

Kondisi tubuh yang lelah ditambah hari semakin gelap membuat saya dan penumpang lain di sekitar berpikir bahwa tidak ada bus lain selain bus yang lewat ini. Alhasil kami semua naik kedalam bus tersebut dan berdiri di sepanjang perjalanan. Di sepanjang perjalanan pulang, kami mendapati bus kami beberapa kali disalip oleh bus lain dengan tujuan yang sama dengan bangku yang belum terisi penuh. Yahheellaaahhhhh!

Secara tidak langsung, kondektur tersebut telah memainkan psikologis kami. Jika saya bersabar sedikit saja, saya bisa pulang ke rumah dengan tarif yang sama dan kondisi yang lebih nyaman, Disadari atau tidak, kondisi ini sering terjadi pada kita seakan kita tidak memiliki pilihan lain selain bertransaksi pada waktu yang bersamaan.

Apakah anda pernah mengalami satu atau lebih dari efek psikologis diatas?
Bagikan cerita lengkap dan cara menanggulanginya pada kolom komentar di bawah ini yah.

6 kegiatan umum yang ternyata justru menyita banyak uang

6 kegiatan umum yang ternyata justru menyita banyak uang

Menabung hanyalah sejauh doa”

Demikian ujar seorang teman saya yang mengambil penggalan lirik lagu untuk menggambarkan fakta dan realita bagaimana ia menabung. Dia sendiri mengakui kalau menabung merupakan aktifitas yang sangat sulit sekali untuk dilakukan, meski ia memiliki penghasilan berkali – kali lipat dari UMK Jakarta. Bagaimana bisa seseorang yang memiliki banyak uang justru mengalami kesulitan dalam menabung?

Di kehidupan masyarakat urban yang berasal dari kalangan atas seperti kota Jakarta, 6 kegiatan sederhana ini tanpa disadari menyita banyak sekali uang. Padahal, kegiatan tersebut tetap bisa dilakukan tanpa harus merogoh kocek dalam – dalam sehingga kita bisa menabung dan berhemat lebih banyak lagi.

Berikut ini 6 kegiatan sederhana yang ternyata justru menyita banyak uang:

 

Kopi

10 kegiatan sederhana yang ternyata justru menyita banyak uang kopi

Sebelum saya diserang oleh penggemar minuman hangat yang paling cocok disantap saat santai ini, bayangkan berapa banyak uang yang bisa dihemat bila kita yang sering menikmati secangkir kopi sbux seharga Rp. 60,000 per cangkir setiap hari mulai mengurangi kegiatan tersebut. Sebab jika tidak, tanpa disadari kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 1,200,000 untuk 1 bulan kopi selama 20 hari. Dijamin anda pasti kaget bila menghitung berapa kocek yang harus dikeluarkan selama setahun!

 

Keanggotaan Gym

Berolahraga sangatlah penting demi kebugaran tubuh masing – masing. Namun, coba hitung berapa banyak uang yang anda keluarkan hanya untuk berolahraga terlebih lagi mereka yang hanya melakukan olahraga cardio.

10 kegiatan sederhana yang ternyata justru menyita banyak uang gym

 

Cardio merupakan salah satu cara dalam membakar lemak dalam tubuh sekaligus membentuk otot – otot. Anda dapat melakukan cardio sekaligus membakar lemak dengan berlari keliling komplek rumah sekaligus menjaga pola makan, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga.

 

Layanan Streaming lagu dan televisi

Siapa sangka kalau layanan streaming musik dan televisi bisa bikin kantong bocor? Saya pribadi menggunakan Spotify Premium untuk menunjang aktifitas saya karena saya biasa mendengarkan lagu sambil bekerja, menulis blog dan beraktifitas lainnya. Dalam 1 hari, saya bisa menghabiskan 10 jam untuk mendengarkan lagu, yang setara dengan 300 jam sebulan untuk mendengarkan lagu dengan kualitas terbaik tanpa iklan.

Artinya saya hanya perlu mengeluarkan Rp. 166 untuk mendengarkan lagu setiap jamnya sambil melanjutkan aktifitas.

10 kegiatan sederhana yang ternyata justru menyita banyak uang streaming

Hal diatas akan sangat berbeda bila anda membeli layanan streaming televisi seperti netflix dan sejenis. Coba hitung berapa banyak waktu yang bisa diluangkan untuk menimati layanan televisi streaming tersebut? Tentu anda tak mungkin bekerja sambil menonton televisi, bukan? Berapa banyak uang yang anda habiskan untuk menonton televisi setiap jamnya?

 

Air minum kemasan dan makan di luar

Maukah kalian membawa botol minum dari rumah masing – masing agar bisa menghemat pengeluaran untuk air minum kemasan hingga 74%? Kalian bisa membaca kisah nyata selengkapnya melalui tautan ini.

Juga dalam hal makanan, bukankah akan lebih hemat dan lebih sehat bila mengolah dan memasak makanan sendiri dibanding mengeluarkan uang lebih banyak untuk makan di luar?

Solusi dari poin ini ialah membawa botol minum dan bekar sebelum berangkat beraktifitas. Selain harganya yang lebih terjangkau juga lebih sehat, tentu bisa menghemat pengeluaran harian juga.

 

Pernikahan

Ya, ya, ya. Itu pernikahan kalian, menggunakan uang kalian dan kalian berhak menyusunnya sebebas kalian.

Lagian kan ini cuma acara 1x seumur hidup!

Iya. Okay. Tapi, jika kalian berhutang demi suatu pernikahan, menurut saya kalian telah kehilangan esensi dari pernikahan itu sendiri. Bagi saya, pernikahan merupakan permulaan dari suatu perjalanan besar dalam rumah tangga, finansial, hingga menjamin seluruh kebutuhan dalam rumah tangga tersebut terpenuhi.

Jangan menjadi miskin hanya untuk terlihat kaya.

 

Asuransi

Asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan niscaya akan membuat anda mengeluarkan uang dan merogoh kantong lebih dalam lagi bahkan sampai sobek.

Bagaimana tidak? Bila anda membutuhkan asuransi kesehatan dengan manfaat jaminan sesuai tagihan rumah sakit, namun anda malah membeli asuransi kesehatan dengan manfaat santunan harian. Selain anda harus membayar asuransi, anda juga wajib membayar kekurangan biaya rawat inap yang melebihi santunan harian tersebut.

Solusinya ialah dengan memahami kebutuhan anda, cari tahu apakah produk yang anda beli menjawab dan menjadi solusi dari permasalahan anda. Jika anda ragu, anda dapat menghubungi bervariasi perusahaan asuransi untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Selamat mencoba dan mulai menabung demi masa depan!

Pin It on Pinterest