Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hidup tanpa utang jelas lebih tenang dan menyenangkan. Namun banyak hal bisa terjadi dalam hidup dan membuat kita dihadapkan dengan pilihan untuk berutang demi berbagai hal.

Yup, utang merupakan salah satu cara yang teruji dan terbukti efektif untuk mendatangkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat.

Pernah jadi korban blast sms maupun telemarketing yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan, bukan?

Sama!

Utang sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yakni:

  • Utang positif
  • Utang negatif

Utang positif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk menambah kekayaan atau pemasukan.

Utang positif biasanya dilakukan oleh pengusaha yang membutuhkan kucuran dana segara untuk melakukan ekspansi dan memperbanyak keuntungan seperti yang saya bahas melalui artikel di bawah ini:

Berbeda dari utang positif, utang negatif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumtif, seperti:

  • Membeli gawai keluaran terbaru
  • Memberi benda-benda lainnya yang tidak kita perlukan hanya untuk memamerkannya pada orang yang sama sekali tidak peduli kepada kita.
  • Membeli kendaraan atau elektronik yang harganya terjun bebas dari waktu ke waktu

Ketimbang membeli dompet seharga Rp. 1,000,000 untuk menyimpan uang Rp. 100,000, lebih baik membeli dompet seharga Rp. 100,000 untuk menyimpan kartu ATM dengan jumlah saldo Rp. 1,000,000.

Dibandingkan dengan meminjam kepada perorangan atau individu meski memiliki bunga yang cukup rendah, sebagian orang akan jadi lebih baik untuk meminjam ke bank. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih besar seperti:

  • Putusnya tali silaturahmi hanya karena uang
  • Menjaga nama baik keluarga dan kondisi keuangan di dalamnya.

Terlebih jika jumlah dana yang diperlukan cukup banyak, dan tidak memungkinkan untuk meminta bantuan kepada teman atau saudara, maka mengajukan utang ke bank merupakan opsi terbaik yang pernah kita miliki.

Tetapi sebelum memutuskan untuk meminjam ke bank, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini:



Pastikan Peruntukan Utangnya Untuk Kebutuhan Utama

Jangan pernah berutang untuk kebutuhan konsumtif, seperti mengganti perangkat telepon dengan yang terbaru hanya karena trend dan gengsi, padahal gawai lama masih bisa berfungsi dengan baik.

Pokoknya jangan!!!

Hindari mengambil utang untuk kebutuhan konsumtif seperti ini, karena akan membebani keuangan dengan berat lantaran kebutuhan memenuhi gengsi tidak akan pernah ada cukupnya karena sifat dasar manusia yang tamak, rakus dan tak pernah puas.

Silakan ambil utang ke bank untuk keperluan penting dan utang positif, seperti:

  • Modal usaha
  • Membeli rumah.
  • Merenovasi rumah

Tentunya utang ke bank tersebut dilakukan dengan penuh pertimbangan, apakah kita benar-benar memerlukannya saat itu juga sehingga kita perlu mengajukan utang ke bank, ataukah keperluan dana ini masih bisa ditunda hingga beberapa waktu yang akan datang, sehingga bisa dipenuhi dengan menabung?

Apakah Kita Memiliki Jaminan yang Cukup?

Mari membahas sisi terburuk dari mengajukan utang ke bank.

Mengajukan utang ke bank terkadang tidak bisa dilakukan dengan tangan hampa. Kita harus memiliki jaminan yang cukup untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan kebutuhan.

Bila kita tidak memiliki aset, maka sangat besar kemungkinan pihak Bank akan menolak penawaran anda untuk mengambil utang ke bank.



Pastikan bahwa aset yang akan dipakai untuk jaminan tersebut adalah milik kita pribadi. Hindari meminjam aset dari orang lain, meski itu adalah keluarga yang sangat dekat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ketika kita terlambat atau bahkan gagal bayar utang.

Keberadaan aset adalah untuk menjamin ketika kita mengalami hal seperti ini. Ketika itu milik orang lain, maka urusan kita akan jadi sangat panjang nantinya.

Pertimbangkan Jumlah Utang dan Cicilan Tiap Bulannya

Untuk mendapatkan situasi keuangan ideal, batasi cicilan utang dalam besaran tidak lebih dari 30 persen pendapatan kita setiap bulan. Misalnya pendapatan tiap bulan Rp 3 juta, maka jumlah cicilan yang kita miliki tidak boleh lebih dari Rp 900 ribu setiap bulannya.

Perhitungan ini biasa disebut sebagai Debt to Income ratio, atau rasio perbandingan antara jumlah penghasilan dengan angsuran yang harus dibayar setiap bulannya.

Perhitungan ini biasanya juga dipakai oleh bank untuk menilai seberapa besar kita mampu membayar utang sesuai dengan pendapatan. Meski kebutuhan dana kita besar, bank tidak akan serta merta menyetujuinya jika pendapatan kita dinilai tidak bisa memenuhi syarat dari cicilan yang aman untuk kesehatan keuangan kita.

Tentu saja Bank tidak ingin meminjamkan uang kepada mereka yang memiliki resiko default lebih tinggi.

Default = kegagalan seseorang dalam melunasi utang.

Karena itu, kita harus sadar dengan kemampuan keuangan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Tidak hanya agar pinjaman disetujui bank, tetapi juga agar kondisi keuangan kita tidak berantakan setelah memiliki tanggungan utang nanti.



Jangan Miliki Lebih Dari 1 Cicilan Dalam Satu Waktu

Jika sudah memiliki tanggungan di bank dan jangka waktu cicilannya masih panjang, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengajukan utang. Memiliki lebih dari 1 cicilan dalam satu waktu akan sangat membebani keuangan kita.

Tidak hanya membuat saldo berantakan, memiliki lebih dari satu cicilan juga meningkatkan tingkat kecemasan dan stress dalam hidup. Tidak sehat secara keuangan, tak sehat pula secara mental dan fisik. Tentu kita tidak ingin terjadi hal yang demikian bukan?

Bijak dalam berutang adalah cara terbaik untuk membuat kondisi keuangan tetap stabil. Pastikan pula untuk berkomunikasi dengan orang terdekat, keluarga khususnya, sebelum mengajukan pinjaman ke bank dan dalam jumlah besar.

Pastikan pula untuk memiliki asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang cukup untuk melunasi angsuran atau cicilan yang belum lunas untuk mengantisipasi resiko tutup usia.

Pastikan pula Uang Pertanggungan tersebut masih cukup untuk menghidupi anggota keluarga maupun tanggungan yang mengandalkan kondisi finansial mereka pada kita.

Pertimbangkan segala sesuatunya dengan bijak sebelum memutuskan untuk mengajukan utang ke bank.

Apa Itu Digibank? Ini 5 Hal yang Kamu Harus Tahu

Apa Itu Digibank? Ini 5 Hal yang Kamu Harus Tahu

Dunia perbankan ikut bergerak dinamis seiring perkembangan zaman yang berpacu dengan teknologi terbaru. Sekarang, sudah bukan zamannya lagi menghabiskan waktu mengantre di bank untuk melakukan transaksi. Hanya dengan beberapa sentuhan, kita dapat melakukan banyak aktifitas perbankan seperti:

  • Melihat saldo
  • Melihat rekapitulasi cashflow
  • Berinvestasi
  • Berinvestasi di Sukuk Tabungan seperti artikel di bawah ini:

Semuanya, kini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat telepon dan semua gawai yang bisa terhubung dengan Internet. Transaksi perbankan jadi lebih ringkas dan mudah, yang salah satunya dipersembahkan oleh Digibank.

Apa Itu Digibank?

Seperti namanya, ini adalah layanan digital persembahan dari Bank DBS yang diluncurkan pada tahun 2017 lalu. Mengusung nama Digibank, layanan ini ditujukan untuk mereka yang berjiwa muda, mencari kemudahan transaksi dan pastinya memberikan banyak keuntungan daripada bank konvensional.



Karena berbasis digital, pastinya kita perlu mengunduh aplikasi Digibak terlebih dahulu sebelum membuka rekening. Proses pembukaan rekeningnya pun mudah, bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Tapi, tetap ada perekaman biometrik yang hanya bisa dilakukan di beberapa tempat yang sudah ditunjuk. Buat perekaman biometrik ini, kita harus buka web resmi Digibank, ya!

Hal-Hal Yang Harus Kita Tahu Soal Digibank

Banyak hal menarik yang dimiliki oleh layanan Digibank by DBS ini. Lima di antaranya adalah sebagai berikut:

Punya Virtual Assistant yang Membantu Banget!

Punya rekening di Digibank, artinya kita punya asisten virtual yang siap sedia selama 24 jam penuh, 7 hari dalam seminggu. Kapanpun kita perlu bantuan dengan urusan perbankan, asisten virtual dari DBS selalu siap sedia.

Berbeda dengan bank lain, asisten virtual milik Digibank berbasis Artificial Intelligence. kita bisa melakukan transaksi dengan memberikan instruksi secara mudah, dengan menyebut kebutuhan perbankan menggunakan perintah suara atau voice recognition. Keren banget kan?

Ada Spending Tracker buat Cek Transaksi dan Merencanakan Keuangan

Kemana ya perginya uangquuu??????????

Setiap orang pasti pernah mempertanyakan hal yang sama. Kemana perginya uang yang baru saja mendarat di rekening masing-masing. Salah satu penyebabnya ialah kita lalai dalam mengelola uang yang menyebabkan besar pasak daripada tiang.

Salah satu fitur yang ditawarkan oleh Digibank untuk meminimalisir munculnya pertanyaan tersebut ialah Spending Tracker. Dengan fitur ini, kita bisa membuat rencana anggaran untuk keperluan khusus.



Selain itu, fitur Spending Tracker juga bisa melacak ke mana saja uang kita pergi dan menganalisis tren keuangan kita selama periode tertentu. Melalui Spending Tracker, nggak ada lagi cerita nggak tau ke mana uang kita habis.

Buka Deposito Bunga Tinggi dengan Saldo Minim

Buka deposito nggak harus pakai saldo puluhan juta. Di Digibank, kita sudah bisa punya deposito dengan saldo mulai Rp 5 juta saja. Pembukaan rekening mudah, bunga yang ditawarkan pun bersaing. Saat ini, bunga yang ditawarkan Digibank mencapai 6,25% tiap tahunnya. Cukup menggiurkan!

Perlu diingat bahwa bunga tersebut mungkin berubah-ubah mengacu pada kebijakan dan suku bunga Bank Indonesia.

Keamanan Transaksi Dapat Dipertanggungjawabkan

Nggak perlu khawatir dengan keamanan transaksi perbankan meski semua kegiatan berlangsung secara online. Digibank menyematkan sistem pengamanan terbaik, dengan penanaman Soft Token yang memudahkan transaksi dan menjaganya tetap aman.

Dengan soft token ini, kita nggak perlu menunggu pemberitahuan OTP lewat SMS. Namun pengamanan yang diberikan, lebih tinggi daripada penggunaan OTP seperti yang diberlakukan kebanyakan bank lain.

Bebas Biaya Transfer dan Tarik Tunai Hingga Transaksi Ratusan Juta

Khusus poin yang ini, sobat misqueen can’t relate.

Pening dengan batasan transaksi transfer, baik sesama atau antar bank dalam sehari? Dengan Digibank, hal itu nggak akan kita alami.

Per hari, nasabah Digibank bisa melakukan transfer dana hingga Rp 200 juta per transaksi. Dan dalam satu hari, kita bisa transfer sampai Rp 500 juta. Jumlah ini jauh melebihi batasan yang diberikan oleh bank konvensional pada umumnya.

Transaksinya sendiri tidak dikenakan biaya alias gratis. Dengan syarat, saldo minimal yang mengendap di rekening adalah Rp 1 juta.

Menarik kan penawaran dari Digibank?

Beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah

Beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah

Sewaktu saya mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) jaman dahulu kala, saya belajar tentang adanya kebutuhan pokok manusia yang terbagi dalam 3 kelas, yakni:

  • Kebutuhan primer
  • Kebutuhan sekunder
  • Kebutuhan tersier

Masih teringat jelas bahwa kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok sekaligus kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan primer meliputi 3 jenis seperti di bawah ini:

  • Sandang atau pakaian
  • Pangan atau makanan
  • Papan atau tempat tinggal

Karena seluruh umat manusia membutuhkannya, maka jangan heran kalau 3 jenis barang tersebut merupakan barang yang laku di pasaran. Hukum permintaan dan penawaran mengakibatkan harga rumah kian mahal dari waktu ke waktu. Pada artikel ini saya akan membahas tentang Papan atau tempat tinggal, selain karena harganya yang kian meroket waktu demi waktu, juga karena jangka pembayarannya yang relatif panjang. Sangat disarankan untuk merencanakan segala sesuatunya dengan bijak dan objektif.

Sebelum membeli rumah, ada pertanyaan penting yang perlu dijadikan pertimbangan

Mengapa anda memutuskan untuk membeli rumah?

Saya selalu suka membahas tentang keuangan dan personal finance, karena kita akan dihadapkan pada pertanyaan mendasar dan filosofis seperti diatas serta rencana dalam hidup manusia. Setelah menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, kemudian kita dapat merencanakan perjalanan keuangan kita secara tahap demi tahap hingga keinginan dapat tercapai.

Setiap orang punya rencana dan jalan hidupnya masing – masing. Ada yang memilih untuk menikah, dan yang lain tidak. Ada yang memilih untuk berpindah tempat dalam waktu yang relatif singkat, ada pula yang memutuskan atau malah terpaksa untuk tinggal di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana dengan anda? 

Beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin membantu dalam merencanakan rumah di masa depan:

  • Apakah anda sering berpindah tempat tinggal dalam kurun waktu yang relatif singkat?
  • Apakah anda memutuskan untuk menikah dan berkeluarga (memiliki keturunan)?
  • Apakah anda ingin merancang rumah impian anda?
  • Apakah anda berencana untuk tinggal dalam jangka waktu hingga puluhan tahun ke depan?

“Monmaap, ini bukannya kepo lho. Pertanyaan diatas untuk memastikan bahwa rumah yang dibeli nanti kelak memiliki nilai ekonomi dan fungsi sesuai peruntukannya untuk menghindari efek psikologis yang mempengaruhi pembelian seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu.”

Bila mayoritas jawaban kita adalah ya, maka memiliki rumah sendiri merupakan pilihan bijak dan ekonomis. Dengan membeli rumah, uang yang kita bayarkan kelak akan kembali baik dalam wujud rumah fisik maupun uang (bila rumah tersebut disewakan / dijual kembali). Manfaat ini tidak akan kita dapatkan bila kita memutuskan untuk mengontrak maupun tinggal di rumah mertua.

Setelah dirasa bahwa rumah akan memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi kita, maka kini waktunya untuk membeli rumah. Kita dapat mencari info perumahan yang dijual melalui bervariasi media, seperti:

  • Properti expo
  • Teman
  • Facebook
  • Linkedin
  • Twitter
  • Beberapa website seperti urbanindo, rumahku, rumah123, dan lain sebagainya.
  • Mengunjungi agen / broker perumahan seperti Century properti, Era properti, dan lain sebagainya.

Setelah merasa yakin bahwa kita akan membeli rumah, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan selanjutnya.

Apakah saya sudah siap untuk membeli rumah?

Membeli rumah tidak sama seperti membeli kacang atau mangga di jalan tol. Mereka menawarkan kemudian kita membeli semau kita. Tak semudah itu ferguso . . .

Saya ingat ketika tahun lalu saya memutuskan untuk membeli rumah dari salah satu developer yang cukup terkenal. Setelah melalui proses panjang dan penantian yang cukup lama, akhirnya saya berhasil menandatangani dan resmi memiliki rumah. Ah senangnyaaaah!

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, berikut beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan:

Apakah penghasilan anda sudah cukup stabil?

Penghasilan merupakan salah satu hal yang paling prioritas. Bila tidak terencana, bisa jadi saya akan kehilangan rumah dan uang yang telah saya setorkan. Sebelum membeli rumah, ada baiknya kita menilai dan mengukur apakah penghasilan yang dimiliki sudah cukup stabil untuk membayar angsuran selama jangka waktu yang telah ditentukan. Hal ini bisa jadi hal yang biasa saja bila dilakukan oleh seorang single yang belum memiliki tanggungan dan pacar serta tanggungan seperti saya.

Idealnya, besarnya nilai angsuran maksimal sebesar 20% dari penghasilan setiap bulannya. Pastikan juga anda tidak memiliki hutang atau menjaga rasio hutang tetap rendah agar cashflow anda senantiasa positif.

Apakah laporan keuangan anda cukup positif dan baik?

Melanjutkan rasio hutang di atas, kita perlu mengukur apakah laporan keuangan kita cukup positif dan baik. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur laporan keuangan:

  • Apakah saya memiliki hutang yang tidak terbayar?
  • Apakah saya senantiasa membayar hutang dan tagihan secara disiplin dan tepat waktu?
  • Apakah saya pernah menggadaikan sesuatu yang belum ditebus?

Laporan keuangan yang positif dan baik memperbesar kemungkinan kita akan lulus dalam proses BI Checking.  Artinya semakin besar pula pengajuan KPR akan disetujui dan membuat kita selangkah lebih dekat untuk memiliki rumah idaman.

Bila laporan keuangan masih dalam tahap reparasai menuju arus kas yang positif, mungkin anda ingin menunda untuk mengangsur rumah. Bila anda masih memiliki rasio hutang yang besar, ada baiknya untuk melunasi hutang tersebut terlebih dahulu sebelum bunga dari hutang itu kian mencekik.

Bagaimana dengan status kepegawaian dan kondisi perusahaan tempat anda bekerja?

Hal lain yang perlu diperhatikan secara seksama ialah status kepegawaian. Dengan membeli rumah secara KPR, maka kita wajib menyetorkan angsuran sesuai jumlah yang telah ditentukan setiap bulannya secara rutin. Artinya anda akan tetap membutuhkan penghasilan apapun yang terjadi, sekalipun resiko di bawah ini menimpa anda:

  • Kontrak kerja diputus secara tiba – tiba oleh Pemberi Kerja dan sulit mencari pekerjaan baru.
  • Perusahaan mengalami pailit
  • Anda mengalami 4 resiko kehidupan sehingga tidak produktif yang berimbas pada penghasilan yang diterima.

Gini lho, jangka waktu 10 tahun hingga 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Itu sebabnya kita perlu merencanakan segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jika anda butuh gambaran seperti apa melampaui waktu selama 10 hingga 20 tahun, mungkin kita bisa mengukurnya dengan melihat 10 tahun atau 20 tahun ke belakang.

Bagaimana prospek dan perencanaan tata kota dalam jangka waktu ke depan?

Pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang wajib ditanyakan kepada pengembang atau developer untuk mengetahui prospek pembangunan dan perencanaan tata kota dalam jangka waktu ke depan.

Investasi properti tidak selamanya untung.

Bila anda lalai dan tidak mengetahui prospek serta perencanaan tata kota dalam jangka waktu ke depan, bukan tidak mungkin harga properti pada kota tersebut malah menurun hingga anda terpaksa merugi. Selengkapnya dapat dibaca melalui tautan berikut ini.

Apakah anda telah menyiapkan dana darurat?

Dana darurat bertujuan untuk menyelamatkan anda dari 3 resiko seperti diatas. Bagaimanapun juga, Bank tidak akan mau tahu apa yang terjadi atas hidup anda. Ia hanya peduli pada tagihan yang harus segera dilunasi setiap bulannya.

Dengan menyiapkan dana darurat, niscaya kita telah memiliki dana cadangan untuk melunasi cicilan Bank selama beberapa bulan.  Sisa dari dana darurat tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya hidup sehari – hari.

Nah demikian beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan kita dapat menyiapkan segala sesuatunya sebelum berkomitmen untuk membayar tagihan rutin selama puluhan tahun. Itu artinya saya telah berhutang untuk sesuatu yang belum saya gunakan dengan jangka waktu pembayaran hingga puluhan tahun. Hahahahaha

Saya akan membahas pertimbangan ekternal lainnya seperti tips memilih developer serta Bank pada artikel terpisah. Oleh karena itu, jangan lupa follow akun media sosial kami untuk berlangganan artikel lainnya langsung di linimasa anda.

Ini cara praktis transfer uang beda bank tanpa kena biaya

Ini cara praktis transfer uang beda bank tanpa kena biaya

Uang memang perkara yang sensitif. Seorang teman baru saja memutuskan untuk menunda pembayaran kontrakan rumah hanya karena pemilik kontrakan memiliki rekening bank yang berbeda dengan si penyewa kontrakan. Wow!

Usut punya usut, ternyata biaya yang dikenakan untuk transfer lintas bank jumlahnya bervariatif lho. Biaya yang dikenakan mulai dari Rp. 6,500 hingga Rp. 25,000 per transaksi. Jumlahnya bergantung pada cara dalam melakukan transfer. Bila nominal yang di transfer cuma Rp. 50,000 atau Rp. 100,000, maka . biaya transfer lintas bank hampir 25% dari nominal transfer. Mungkin ini yang menyebabkan orang – orang sedikit enggan melakukan transfer lintas bank.

Secara garis besar, metode transfer via RTGS atau Real Time Gross Settlement memiliki jumlah yang paling tinggi dibandingkan metode transfer lainnya. Metode transfer via RTGS menjamin dana akan langsung diterima oleh rekening penerima dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Emang loe mau duit loe dipotong Rp.25,000 buat biaya transfer lintas bank? Gue sih ogah! Mending tuh duit buat beli nasi bungkus!

Kini telah lahir suatu layanan Virtual Wallet yang mampu menghemat biaya transfer lintas Bank tersebut. Hebatnya lagi, layanan yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Indonesia ini bisa digunakan secara gratis dan dijamin dapat membantu mulai dari individu hingga kelompok dalam melakukan transfer uang.

Sebut saja Flip, suatu layanan Virtual Wallet yang mampu mengeliminasi seluruh biaya transfer lintas bank tersebut hingga 0 rupiah!  Layanan ini sudah hadir sejak tahun 2015 silam dan terus beroperasi hingga sekarang.

 

Sudah saatnya transfer antar bank menjadi amanmudah, dan tanpa biaya!

Prosesnya terbilang cukup mudah dan praktis. Kita hanya perlu mendaftarkan diri dan membuat akun di Flip.id. Setelah membuat akun, kita perlu melakukan beberapa verifikasi seperti:

  • Verifikasi akun via web / aplikasi
  • Verifikasi tatap muka di Alfamart terdekat.

Setelah menyelesaikan proses pendaftaran dan verifikasi tersebut, kita dapat mulai bertransaksi menggunakan Flip. Kita juga dapat melakukan transfer ke beberapa rekening yang berbeda bank sekaligus dengan Flip. Sangat membantu sekali, bukan?

Dulu saya melakukannya secara manual. Saya menarik uang dari bank 1 kemudian melakukan setor tunai di bank 2. Proses ini cukup melelahkan dan memakan waktu.

Setelah Flip menerima uang yang dikirim, ia akan meneruskan dana tersebut ke rekening penerima. Tentu saja penerima akan melihat dana masuk yang berasal dari rekening Flip. Namun Flip akan menyisipkan nama pengirim pada kolom berita pengiriman sehingga penerima dapat mengenali dan melihat siapa yang mengirimkan uang tersebut.

Penerima akan menerima bukti transfer via email yang menyatakan bahwa dana telah diteruskan dan diterima di rekening penerima.

Saat ini Flip telah bekerja sama dengan bervariasi perbankan di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah:

  • BCA
  • BNI
  • BNI Syariah
  • BRI
  • CIMB
  • CIMB Syariah
  • Mandiri
  • Mandiri Syariah
  • Muamalat

 

Dapatkan manfaat lebih banyak dengan menggunakan Big Flip

Big Flip merupakan fasilitas yang disediakan oleh Flip untuk menunjang proses transfer dana dalam jumlah yang besar seperti pembayaran gaji maupun pembayaran hutang. Flip hanya mengenakan biaya mulai dari Rp. 1,000 hingga Rp. 3,500 untuk setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan Flip tanpa minimum transaksi.

Bila tidak ingin menggunakan layanan Big Flip, anda tetap dapat menggunakan layanan Flip  dengan nominal transfer maksimum Rp. 5,000,000 per harinya.

Dengan cara diatas, kita bisa melakukan transfer antar bank dengan praktis dan tanpa perlu takut dikenakan biaya lagi! Bila kita memiliki 2 rekening, kita bisa melakukan transfer beda Bank tanpa harus berpindah tempat.

Membantu sekali, bukan?

Pin It on Pinterest