Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi

Asuransi seakan menjadi sesuatu yang baru dan asing bagi kita yang belum terbiasa dalam menata dan mengelola keuangan. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya pengguna asuransi di Indonesia yang hanya mencapai 11%.

Ada banyak faktor mengapa seseorang malas berasuransi. Berikut beberapa alasan diantaranya:

  • “Bayarnya mahal, klaimnya dipersulit”
  • “Kapok ditipu dan diperdaya oleh agen”
  • “Nominal uang yang dicairkan tidak sesuai dengan premi yang disetor”

dan banyak lagi alasan klasik lainnya.

Faktanya, membeli asuransi bisa jadi keputusan terhebat atau terburuk yang pernah kita buat dalam hidup kita. Bila kita memahami produk dan asuransi yang dibeli sesuai dengan kebutuhan, maka kita telah membuat keputusan terhebat sepanjang masa. Sebaliknya, bila kita tidak memahami produk dan asuransi yang dibeli tidak sesuai dengan kebutuhan, kerugian besar mungkin menimpa hidup kita selama puluhan tahun lamanya.

Bisa dibilang membeli asuransi serupa dengan membeli rumah. Keduanya memiliki jangka pembayaran yang amat panjang hingga puluhan tahun. Bayangkan bila rumah yang sudah diangsur atau asuransi yang telah dibayar tidak bekerja sebagaimana fungsinya?

Berikut beberapa tips dan hal yang perlu diperhatikan sebelum anda membeli asuransi:



Kenali kebutuhan anda

Pada umumnya, asuransi memiliki 2 jenis, yakni:

  • Asuransi jiwa yang bertujuan untuk memberikan santunan ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia, dan
  • Asuransi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan manfaat / kompensasi / penggantian biaya ketika Tertanggung mengalami resiko sakit penyakit dan harus menjalani pengobatan baik rawat inap maupun rawat jalan di Rumah sakit.

Di beberapa perusahaan asuransi, mereka memiliki produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan all in one package, atau biasa disebut dengan Asuransi Unit Link. Oleh karena itu asuransi unit link memiliki perlindungan lebih lengkap dibandingkan asuransi jiwa dan kesehatan, seperti:

  • Resiko penyakit kritis yang memberikan manfaat santunan ketika Tertanggung terdiagnosis penyakit kritis
  • Resiko disabilitas yang memberikan manfaat santunan ketika Tertanggung mengalami disabilitas atau cacat tetap.

Pelajari lebih lengkap tentang asuransi unit link melalui tautan ini dan ini.

Bila anda memutuskan untuk membeli asuransi jiwa . . .

Asuransi jiwa umumnya dibeli oleh tulang punggung untuk mengamankan resiko finansial di masa mendatang ketika Tertanggung tak lagi produktif yang diakibatkan oleh resiko tutup usia. Asuransi jiwa akan memberikan manfaat sesuai Uang Pertanggungan yang telah disepakati dan tertera dalam Polis.

Asuransi jiwa terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

  • Asuransi jiwa term life
  • Asuransi jiwa whole life
  • Asuransi unit link

Asuransi jiwa term life memiliki masa perlindungan yang singkat dan dapat diperpanjang. Salah satu produk asuransi jiwa term life ialah Maestro Term. Asuransi ini memiliki masa perlindungan hingga 10 tahun dan dapat diperpanjang hingga Tertanggung berusia 70 tahun. Maestro term juga memiliki Premi yang relatif rendah untuk Uang Pertanggungan yang sangat tinggi. Salah satu kekurangan dari Maestro Term ialah Premi yang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia Tertanggung.

Asuransi jiwa term life umumnya dibeli oleh orang – orang yang ingin mengamankan finansial mereka dalam jangka waktu sementara. Mereka membeli asuransi jiwa term life sebagai dana cadangan selama anak belum memasuki usia produktif.

Berbanding terbalik dari asuransi jiwa term life, asuransi jiwa whole life justru memberikan perlindungan jangka panjang dengan masa pembayaran yang fleksibel. Ini artinya seseorang hanya perlu membayar premi selama 5 hingga 20 tahun untuk perlindungan hingga 100 tahun.

Selain itu, asuransi jiwa whole life seperti Maestro Infinite Protection juga memiliki manfaat dana pensiun sebesar 20% dari Uang Pertanggungan yang dapat dicairkan ketika Tertanggung berusia 65 tahun.

Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Bila anda memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan . . .

Asuransi kesehatan terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Asuransi kesehatan dengan manfaat sesuai tagihan rumah sakit
  • Asuransi kesehatan dengan manfaat sesuai plafon yang sudah ditentukan.

Asuransi kesehatan dengan manfaat sesuai plafon mungkin terdengar murah dan menenangkan. Padahal biaya Rumah Sakit cenderung meningkat dan bisa jadi plafon yang sudah ditentukan takkan relevan dengan biaya rumah sakit 10 hingga 20 tahun lagi.

Nah lho!



Olehn karena itu, sangat disarankan untuk mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Tips memilih asuransi kesehatan yang bagus bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

Saya telah menentukan asuransi apa yang akan saya beli. Apa langkah selanjutnya?

Langkah selanjutnya ialah anda wajib mengetahui dan memahami syarat dan ketentuan serta manfaat yang ditawarkan oleh produk yang anda beli. Hal ini mutlak dipelajari dan dimengerti sehingga Klaim yang dilakukan dapat disetujui oleh Perusahaan Asuransi, seperti:

  • Apa yang harus saya lakukan ketika hendak mengajukan klaim?
  • Siapa yang harus saya hubungi ketika hendak mengajukan klaim?
  • Berapa banyak uang yang saya terima bila saya menutup asuransi?
  • Dimana kantor cabang Perusahaan Asuransi di sekitar saya?
  • Apa saja rumah sakit rekanan Perusahaan Asuransi?
  • Bagaimana cara melakukan pembayaran premi?
  • Apakah dikenakan biaya tambahan saat melakukan pembayaran premi?
  • Bagaimana cara memeriksa apakah Polis saya masih aktif?
  • Apa yang terjadi bila saya gagal membayar asuransi dalam periode tertentu?
  • Berapa uang yang saya terima nantinya bila saya terpaksa menutup Polis?
  • Apa saja ketentuan / kondisi pengecualian atau yang dikecualikan dari Polis?
  • Apakah Premi yang saya bayarkan mungkin mengalami kenaikan di masa mendatang?
  • Apakah Perusahaan Asuransi mau menanggung pre existing condition?

Kita bisa memperoleh informasi diatas secara detail dan rinci melalui agen asuransi di sekitar kita, maupun menghubungi Perusahaan Asuransi secara langsung. Tanyakan secara jelas dan rinci, karena saya sebagai agen sangat menyukai nasabah yang mau menolong dirinya sendiri dan mengandalkan dirinya sendiri.

Utarakan seluruh kekeliruan, kebingungan dan ketidaktahuan anda terhadap produk asuransi yang ingin anda beli, sambil membandingkannya dengan produk sejenis dari Perusahaan Asuransi yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif terhadap produk asuransi yang anda butuhkan sekaligus membandingkan harga setiap produk.

Demikian tips dalam membeli asuransi yang bisa saya bagikan kepada pembaca. Sedia Payung Sebelum Hujan!

Mengapa asuransi pendidikan adalah mitos belaka

Mengapa asuransi pendidikan adalah mitos belaka

Artikel ini akan sangat kontroversial. Bagi mereka yang mudah tersinggung dan gampang triggered sangat disarankan untuk tidak membaca artikel bermanfaat ini, melainkan langsung membagikannya via media sosial dan internet agar khalayak umum dapat mengetahuinya.

Tidak ada yang lebih membanggakan selain melihat buah hati anak tersayang bisa bersekolah hingga ke tingkat tinggi. Saya rasa kita semua sepakat bahwa impian terbesar dari setiap orang tua ialah melihat anak tumbuh dewasa, mandiri, menjadi anak yang berbakti dan berguna serta mengisi kantongnya sendiri.

Coba perhatikan ekspresi yang ditunjukkan dalam foto di bawah ini:

cheers!

Terlhat bahagia dan gembira, bukan?

Tapi semua itu ditempuh melalui proses yang tidak mudah serta waktu yang sangat panjang agar mereka bisa sampai pada titik tersebut. Jangan lupa juga untuk menghitung berapa banyak uang yang dikeluarkan demi anak bisa menempuh studi tingkat tinggi, seperti:

  • Biaya pendidikan
  • Biaya tinggal seperti kost – kostan dan kontrakan
  • Makanan sehari – hari
  • Pulsa
  • Biaya membeli buku / diktat kuliah
  • Tiket pulang – pergi (bila anak merantau ke luar kota / negeri untuk menimba ilmu)

Dibutuhkan kondisi finansial yang tangguh dan stabil agar dana pendidikan tersebut dapat senantiasa tersedia. Inilah salah alasan agen asuransi menawarkan “asuransi pendidikan” kepada anda.

Apa itu asuransi pendidikan?

Sesungguhnya tidak ada yang spesial atau unik dari asuransi pendidikan. Sungguh.

Namanya orang jualan asuransi, tentu akan berangkat dari permasalahan. Salah satu permasalahan yang sangat nyata di depan mata ialah adanya resiko kehidupan yang mungkin terjadi pada kita sebagai makhluk hidup yang bernyawa.

Biasanya agen asuransi akan memulai sebuah dialog atau percakapan untuk membawa pikiran prospek melambung tinggi, membayangkan anak wisuda, lulus, dan menjadi pribadi yang mandiri dan berbahagia.

Kemudian, ia mulai menceritakan bagian terpahit dalam berjualan asuransi, yakni membicarakan tentang resiko kehidupan yang saya beri tautan diatas. Ia akan mengajak lawan bicara untuk melihat suatu kenyataan bahwa masa depan anak atau kelanjutan studi anak akan terancam bila orang tua atau Tertanggung mengalami resiko kehidupan tersebut, karena anak masih menggantungkan kondisi finansial mereka pada orang tua. Biasanya suatu prospek akan ditutup dengan kalimat di bawah ini:

Kalau bapak / ibu tidak bisa bekerja dan menghasilkan uang, bapak / ibu tidak bisa menabung. Untuk itu, kami menawarkan asuransi pendidikan yang dapat memberikan manfaat Pertanggungan serta Investasi secara bersamaan. Jadi bapak / ibu dapat menabung sekaligus berasuransi.

Apa itu asuransi pendidikan (yang sebenarnya)?

Asuransi pendidikan yang sebenarnya tidak berbeda jauh dari asuransi unit link yang sering kita jumpai di pasaran maupun ditawarkan oleh rekan – rekan agen asuransi dimanapun mereka berada. Saya pernah menulis 2 artikel penting di bawah ini terkait asuransi unit link:

Faktanya, asuransi pendidikan merupakan gimmick yang sering digunakan agen asuransi dalam berjualan. Mengapa? Karena manfaatnya serupa dengan asuransi unit link.

Secara teori, asuransi terbagi menjadi 3 kategori, yakni:

  • Asuransi term life
  • Asuransi whole life
  • Asuransi unit link


Apa yang membedakan antara asuransi term life, asuransi whole life, dan asuransi unit link?

Sesuai namanya, asuransi term life merupakan asuransi yang sifatnya sementara dengan jangka waktu perlindungan yang pendek dan dapat diperpanjang. Salah satu produk yang tergolong dalam asuransi term life ialah Maestro Term Life. Umumnya asuransi term life memiliki premi yang terjangkau dengan manfaat Uang Pertanggungan yang tinggi.

Sekalipun asuransi term life memiliki premi yang terjangkau dan sekaligus terendah dibandingkan dengan asuransi whole life dan asuransi unit link, asuransi term life memiliki efek sampingnya sendiri. Uang yang telah digunakan untuk membayar Premi akan hangus dan tidak dapat ditarik kembali. Ini bisa jadi malapetaka dikala usia yang menua, namun anda tidak memiliki cukup dana untuk melunasi asuransi term life.

Berbeda dengan asuransi term life, asuransi whole life justru menawarkan Premi yang stabil setiap tahunnya. Ia pun memiliki masa perlindungan yang panjang hingga 100 tahun dengan masa pembayaran yang fleksibel. Asuransi whole life Maestro Infinite Protection misalnya, memiliki jangka pembayaran yang fleksibel dimulai dari 5 tahun hingga 20 tahun.

Selain itu, Maestro Infinite Protection juga memiliki manfaat pencairan 20% uang tunai ketika Tertanggung berusia 65 sehingga dana tersebut dapat digunakan menambah pundi – pundi keuangan di hari tua. Ahli waris pun akan mendapat santunan tambahan sebesar 50% dari Uang Pertanggungan ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia akibat Kecelakaan.

Kedua asuransi diatas tidak memiliki manfaat investasi, sehingga apa yang tercatat dalam Polis, itulah yang akan menjadi hak sekaligus Uang Pertanggungan dari Ahli Waris. Pemegang Polis wajib membayar premi dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Polis. Inilah yang membuat kedua asuransi tersebut berbeda dari asuransi unit link.

Apa yang membuat asuransi unit link begitu kontroversial?

Asuransi unit link merupakan asuransi jaman now yang sering ditawarkan oleh banyak agen asuransi. Selain memberi komisi yang berlimpah, ia dapat digabungkan dengan asuransi tambahan (rider) sehingga bervariasi manfaat dan perlindungan bisa diperoleh dalam 1 kemasan.

Berikut beberapa manfaat asuransi tambahan yang sering diselipkan kedalam asuransi unit link:

  • Manfaat penyakit kritis dalam bentuk uang tunai maupun pembebasan bayar premi
  • Manfaat disabilitas dalam bentuk uang tunai maupun pembebasan bayar premi

Asuransi unit link memiliki premi yang fixed dari tahun ke tahun. Selain itu ia pun dilengkapi dengan manfaat investasi sehingga setiap premi yang dibayarkan akan dikonversi ke dalam bentuk unit sebelum digunakan untuk membayar biaya – biaya asuransi. Besaran unit yang didapat bergantung pada harga unit setiap harinya yang fluktuatif. Disaat harga sedang turun, premi yang disetorkan dapat ditukar dalam jumlah unit yang lebih banyak bila dibandingkan saat harga unit sedang naik. Konsep inilah yang sering diartikan oleh agen asuransi sebagai menabung. Padahal, menabung dalam asuransi tidak sama dengan menabung di Bank.

Apa yang membedakan menabung di Bank dan di asuransi?

Saya tidak menyarankan anda untuk menabung dalam asuransi. Hal ini dikarenakan setiap premi yang dibayarkan akan dikenakan biaya alokasi, sehingga tidak semua premi yang disetorkan akan langsung tercatat dalam Manfaat Investasi. Teknis lebih lanjut dari biaya akuisisi dapat dibaca melalui artikel berikut ini.

Bila kita menabung di Bank dalam jangka waktu yang panjang, biasanya kita akan ditawarkan untuk membeli asuransi. Selengkapnya bisa dibaca pada tautan berikut ini. Menabung di Bank takkan dikenakan biaya akusisi. Artinya uang akan berkembang sejak setoran pertama dilakukan. Berbeda dengan menabung dalam asuransi unit link, uang akan mulai berkembang sejak setoran ke 13 (1 tahun pembayaran premi), bergantung pada produk asuransi unit link yang dibeli.



Demikian sekilas artikel tentang asuransi pendidikan, semoga kita senantiasa diberkati umur panjang, rejeki serta kebijaksanaan dalam memilih asuransi yang tepat bagi individu maupun keluarga.

Saya mencari tabungan berencana kok malah ditawarin asuransi?

Saya mencari tabungan berencana kok malah ditawarin asuransi?

Halo Asuransimurnicom,

Saya ingin bertanya, mengapa setiap kali saya berkunjung ke Bank dan meminta tabungan berencana kok malah ditawarin produk asuransi? Apakah jaman sekarang produk tabungan berencana sudah dihapuskan dan digantikan dengan asuransi?

Terima kasih atas penjelasannya.

Pertanyaan diatas saya peroleh dari salah satu email yang dikirim oleh teman lama saya. Sesuai cerita yang diutarakan, ia mengungkapkan kebingungannya terkait penawaran asuransi yang dilakukan oleh perbankan, ketika ia sedang mencari tabungan berencana.

Tabungan berencana merupakan produk perbankan yang diperuntukkan untuk menyimpan uang dalam rekening Bank. Tabungan berencana memiliki beberapa parameter yang mempengaruhi jumlah uang pada akhir kontrak, seperti:

  • Jumlah setoran
  • Jangka waktu tabungan berencana
  • Bunga yang disepakati

Jumlah setoran umumnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang jumlahnya dapat dihitung berdasarkan 2 metode, yakni:

  • Berdasarkan berapa uang yang ingin ditabung setiap bulan
  • Berdasarkan berapa banyak uang yang ingin diperoleh pada akhir kontrak tabungan berencana

Jangka waktu dalam tabungan berencana pun umumnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Tentu semakin panjang jangka waktu dalam tabungan berencana, semakin besar pula hasil yang akan diperoleh pada akhir kontrak. Bunga yang ditawarkan pun cukup kompetitif dari setiap Bank. Oleh karena itu sangat disarankan untuk melakukan survey dan membandingkan manfaat dan penawaran dari tabungan berencana secara berimbang dan apple to apple. Biasanya pihak Bank akan memberi gambaran dan ilustrasi berapa banyak uang nasabah akan berkembang dalam produk tabungan berencana tersebut.

Mengapa saya ditawarkan asuransi?

Seperti yang saya bahas dalam paragraf di atas, tabungan berencana memiliki jangka waktu yang telah disepakati antara nasabah dengan Bank. Semakin panjang jangka waktu yang digunakan untuk menabung, semakin besar pula hasil yang didapat pada akhir kontrak. Namun sebagai makhluk bernyawa yang berdiri di atas bumi dan di bawah langit, tentu kita tidak lepas dari 4 resiko yang mungkin menghambat kita dalam menunaikan penghasilan, seperti:

  • Resiko tutup usia
  • Resiko penyakit kritis
  • Resiko disabilitas
  • Resiko rawat inap

4 resiko tersebut sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu kita sedang dalam kontrak dan menabung dalam tabungan berencana. Dengan adanya asuransi, maka kita sedang meminimalisir resiko finansial yang mungkin terjadi selama kontrak tabungan berencana berlangsung.

Untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan manfaat asuransi dalam tabungan berencana melalui tabel berikut ini:

Tuan X membutuhkan dana sebesar Rp. 6,000 untuk biaya pendidikan anak pertamanya. Ia membuka rekening tabungan berencana pada bank B.

TahunStatusTabungan berencana dengan asuransiTabungan berencana tanpa asuransi
1belum mengalami resiko tutup usia10001000
2belum mengalami resiko tutup usia10001000
3mengalami resiko tutup usia10001000
4mengalami resiko tutup usia00
5mengalami resiko tutup usia00
6mengalami resiko tutup usia00
Total uang yang diperoleh Uang Pertanggungan + tabungantabungan saja

Tabel diatas menggambarkan skema dari tabungan berencana dengan asuransi dan tabungan berencana tanpa asuransi. Tuan X mengalami resiko tutup usia pada tahun ketiga sehingga ia tidak dapat meneruskan tabungan berencana tersebut. Bila tabungan berencana terhenti dan tidak mencapai target di akhir kontrak, maka kelanjutan studi sang anak akan terancam. Sesuai tabel diatas, bila tuan X membeli asuransi selama menabung dalam tabungan berencana, Ahli Waris akan menerima Uang Pertanggungan serta tabungan jika tuan X mengalami resiko kehidupan tersebut, sehingga biaya studi anak tetap terpenuhi.

Beberapa hal yang mungkin ingin ditanyakan sebelum membuka Tabungan Berencana:

Saya selalu berasumsi bahwa tabungan berencana merupakan tabungan dalam jangka panjang. Tabungan ini harus menjadi prioritas karena bila tabungan berencana ini tidak selesai, maka saya tidak dapat mewujudkan apa yang saya rencanakan ketika saya memulai tabungan berencana. Apapun yang terjadi, saya harus mengalokasi sejumlah uang setiap bulannya untuk mengisi tabungan berencana tersebut. HARUS!

Mungkin diantara pembaca ada yang masih awam dan belum terbiasa dengan asuransi dan bagaimana asuransi bekerja, untuk itu, beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin membantu pembaca untuk memahami lebih lanjut terkait tabungan berencana yang diinginkan:

  • Apakah saya dijamin oleh asuransi selama masa kontrak tabungan berencana berlangsung?
  • Jika ya, apa saja asuransi tersebut dan apa manfaatnya buat saya?
  • Berapa uang yang diterima oleh saya / keluarga / Ahli Waris bila saya mengalami 4 resiko kehidupan tersebut?
  • Bagaimana cara melakukan klaim untuk masing – masing asuransi tersebut?
  • Apa yang terjadi bila sewaktu – waktu saya kehilangan pekerjaan / pemasukan sehingga saya tidak bisa melunasi tabungan berencana tersebut?
  • Apa saja potongan / biaya yang ditagihkan kepada saya dalam tabungan berencana tersebut?
  • Apakah setoran dapat dilakukan secara otomatis atau autodebet? Pada tanggal berapa autodebet dilakukan?

Sebagian orang mungkin telah membeli asuransi terpisah, sehingga ia tidak membutuhkan dengan manfaat dan perlindungan yang telah ia miliki. Buat apa membeli 2 buah produk yang memiliki fungsi dan manfaat yang sama, ya kan?

Setelah pembaca memperoleh jawaban dari pertanyaan diatas dari masing – masing Bank, kini pembaca telah memiliki informasi yang cukup untuk dapat memutuskan di Bank mana pembaca akan menabung.

Selamat menabung demi masa depan cerah dan gemilang. . .

Pin It on Pinterest