Belajar dari kasus yang dialami oleh pegawai Bukalapak

Belajar dari kasus yang dialami oleh pegawai Bukalapak

Belakangan ini, grup whatsapp saya gempar oleh 1 berita negatif dari salah satu startup yang mengaku Unicorn asal Indonesia, yakni Bukalapak. Startup yang bergerak di bidang marketplace ini mengumumkan telah melakukan PHK terhadap pegawainya.

Hal yang serupa pun terjadi pada perusahaan internasional sekelas UBER yang memutuskan untuk lay off sejumlah pegawai mereka yang berasal dari bagian Produk dan Engineering.

Setelah membaca berita di atas, mungkin kita (masih) bisa menghela nafas seraya berkata:

“Untung bukan gue yang kayak gitu.”

Padahal, insiden tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja kepada siapa saja, termasuk saya dan anda.



Tidak ada tempat atau pekerjaan yang benar-benar aman selamanya. Bisnis retail Seven Eleven terpaksa mundur dari Indonesia, dan Yahoo tak lagi sehebat tahun 90an silam. Jika bisnis saja mudah digoyang terombang-ambing, lalu bagaimana nasib pegawai yang bekerja dan mencari nafkah di dalamnya?

Bagaimana nasib pegawai yang tengah melakukan kredit kendaraan bermotor maupun perumahan / apartemen namun terpaksa harus kehilangan pekerjaan?

Peristiwa PHK masal seperti ini bak pencuri yang datang tanpa diundang dan tak diketahui kapan akan datang. Seringkali yang menjadi imbasnya ialah pegawai dan karyawan yang tak memiliki opsi lain selain mengikuti kebijakan PHK masal dengan masa depan yang belum dipersiapkan sebelumnya.

Berikut beberapa tips mengantisipasi terjadinya PHK Masal:

Persiapkan dana darurat sedini mungkin

Dana darurat merupakan komponen penting dalam perencanaan keuangan yang fungsinya untuk mengendalikan resiko finansial dalam jumlah yang besar dan relatif cepat seperti PHK masal. Dengan adanya dana darurat, kita memiliki cadangan uang untuk membayar tagihan dan angsuran yang menunggak seraya memperbaiki cashflow.

Karena mencari pekerjaan tidak semudah menjentikkan jari Thanos.

Dana Darurat memiliki nominal yang berbeda dari 1 individu dengan individu lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini, seperti:

  • Pemasukan
  • Tagihan
  • Angsuran
  • Utang
  • Tanggungan

Saya sendiri tengah menyiapkan dana darurat dengan jumlah 6x dari biaya pengeluaran setiap bulannya. Dengan demikian, seluruh cicilan dan angsuran saya dapat tetap dilunasi di kala saya tidak memiliki penghasilan tetap.

Kehadiran dana darurat juga membantu menjaga cashflow tetap positif disaat kita membutuhkan waktu untuk menemukan lapangan pekerjaan yang pas.

Upgrade diri secara maksimal

Di jaman teknologi dan informasi seperti sekarang, meningkatkan kemampuan bukanlah perkara sulit untuk dilakukan. Hanya dengan bermodalkan laptop dan koneksi internet, kita dapat menjangkau jagat raya Internet yang luas untuk mempelajari segala sesuatunya. Pastikan kita senantiasa memperoleh beberapa hal di bawah ini ketika bekerja di perusahaan:

  • Relasi / pertemanan
  • Soft skill
  • Hard skill

Konon 3 hal tersebut dapat membantu kita berpindah lapangan kerja ke
“lahan yang lebih subur” kala kita harus menghadapi PHK masal secara lapang dada.

Perhatikan cashflow dan kondisi keuangan perusahaan

Seorang pegawai sangat perlu dan wajib untuk aware terkait cashflow dan kondisi keuangan perusahaan. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan yang telah menjual saham mereka di pasar modal, hampir seluruh startup di Indonesia justru enggan bergabung di pasar modal dan memilih untuk mendapatkan pendanaan mereka sendiri.



Salah satu manfaat bekerja di public company ialah kita dapat mengunduh dan mempelajari kondisi keuangan secara terbuka dan mudah.

Manfaat ini tidak didapatkan oleh pegawai yang bekerja di startup sehingga ketika startup sedang mengalami krisis ekonomi, perampingan pegawai sering menjadi jalan keluar untuk memangkas biaya. Naas, pegawai tidak memiliki jalan lain selain mengikutinya.

Menjalankan usaha atau bisnis sampingan

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untu meminimalisir dampak finansial terhadap PHK masal ialah dengan menjalankan usaha atau bisnis sampingan seperti:

  • Menjadi agen properti
  • Menjalani bisnis online shop dengan menjadi dropshipper atau reseller
  • Menjadi agen asuransi
  • Memiliki bisnis jual beli mobil second atau bekas
  • Menjadi mitra ojek online seperti Gojek / Grab
  • Bergabung di situs freelancer untuk mendapatkan penghasilan sampingan

Membeli dan memiliki asuransi pribadi

Asuransi khususnya asuransi kesehatan merupakan salah satu faktor yang wajib diperhatikan bagi setiap individu yang sedang membangun kekayaan. Terkadang asuransi kesehatan yang diberikan dari kantor atau perusahaan bisa jadi sangat lengkap dan kompleks yang meliputi:

  • Rawat inap
  • Rawat jalan
  • Persalinan
  • Kontrol perawatan gigi

Namun jangan lupa kalau asuransi kantor hanya berlaku ketika kita masih bekerja di perusahaan atau kantor. Asuransi kantor akan expired bila kita tak lagi bekerja di asuransi kantor tersebut.

Jangan sampai disaat kita berhemat dengan mengandalkan Dana Darurat, Dana tersebut justru dialokasi untuk membayar tagihan Rumah Sakit saat kita tak memiliki penghasilan tetap.

Dengan menjalani 2 hingga 3 profesi sekaligus, dampak finansial akibat PHK masal dapat diminimalisir karena adanya 2 hingga 3x pemasukan, sehingga cashflow tetap terjaga.

Bila tak mungkin untuk menjalani 2 hingga 3 profesi sekaligus, paling tidak kita bijak dalam menghabiskan uang. Save for the rainy day itu penting lho guis!

Demikian beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari Bukalapak, semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman-teman lain yang tengah gelisah galau merana mencari pekerjaan selanjutnya.

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

6 Alasan Mengapa Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak Perusahaan

Saat memiliki asuransi, tentunya anda mempunyai hak dan kewajiban di dalamnya. Kewajiban anda sebagai pemilik asuransi adalah membayar Premi bulanan dan memberikan informasi sebenarnya. Sedangkan untuk hak adalah mendapatkan proteksi, sehingga ketika anda mengalami hal yang menyebabkan kerugian, maka anda berhak untuk mengajukan klaim. Seperti ketika anda memiliki asuransi kesehatan misalnya.

Tujuan asuransi kesehatan ini adalah untuk memproteksi kesehatan pemilik polis asuransi di masa yang akan datang, sehingga saat mengalami masalah kesehatan, maka perusahaan asuransi nantinya akan membayarkan biaya perawatan dan pengobatan.

Namun perlu anda ketahui, terdapat peraturan termasuk dalam asuransi kesehatan yang disepakati perusahaan dan pemilik asuransi. Dimana bisa saja pengajuan klaim asuransi kesehatan ditolak dengan alasan tertentu.

Jika anda tak ingin mengalami kejadian seperti ini, maka perhatikan alasan – alasan di bawah ini yang sering menyebabkan klaim asuransi kesehatan mengalami penolakan.

1. Polis Lapse Atau Tidak Aktif

Salah satu alasan utama mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi (Penanggung) adalah saat polis lapse atau polis asuransi tidak aktif. Perusahaan hanya akan menerima persetujuan klaim saat polis asuransi dalam keadaan aktif. Oleh karena itu pastikan jika polis asuransi anda memang aktif.

Biasanya polis asuransi yang kondisinya tidak aktif dikarenakan pemilik polis asuransi lupa membayar Premi bulanan. Memang terdapat masa tenggang yang diberikan perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran. Jangka waktu dari masa tenggang sekitar 45 hari setelah tanggal jatuh tempo. Setelah melewati masa tenggang tersebut, maka asuransi kesehatan anda dinyatakan tidak aktif.

Untuk asuransi unit link, kondisi tidak aktif ini dapat terjadi saat nilai tunai asuransi tak dapat menutupi biaya asuransi. Karena itulah selalu periksa nilai tunai asuransi untuk memastikan jika masih mencukup untuk menutup biaya asuransi.

2. Klaim Tak Termasuk Ketentuan Polis Asuransi

Saat mendaftarkan polis asuransi, tentunya anda dan perusahaan asuransi saling menandatangani kesepakatan mengenai kepemilikan asuransi tersebut, dan di dalam kesepakatan tersebut berisikan mengenai ketentuan. Inilah yang sering tidak dipahami bagi calon pemilik asuransi.

Banyak nasabah yang tidak memahami manfaat asuransi yang dibeli. Akibatnya Pemegang Polis menganggap jika proteksi asuransi yang dimiliki bisa mencakup segala kondisi, padahal ada beberapa kondisi dan ketentuan mengenai proteksi yang ditawarkan.

Misalnya saja anda menganggap jika asuransi kesehatan anda memproteksi semua stadium kanker. Padahal asuransi kesehatan tersebut hanya menganggung saat kanker sampai stadium 3. Jika anda terkena kanker stadium 1, maka asuransi kesehatan yang anda miliki tidak akan menanggung.

Maka dari itu sebelum pengajuan klaim asuransi kesehatan, maka pastikan jika anda mengetahui kondisi kesehatan yang ingin diklaim tertulis dalam polis asuransi kesehatan tersebut.

Jangan malas membaca ya.

3. Melewati Batas Waktu

Saat anda mengajukan klaim asuransi melewati batas waktu yang ditentukan, maka ini menjadi alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak perusahaan asuransi. Biasanya ada batas waktu yang sudah tertulis dalam ketentuan Polis asuransi, dimana jika pemilik asuransi mengajukan klaim yang lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan maka pengajuan klaim akan ditolak.



Biasanya batas waktu ini antara 30-60 hari setelah perawatan usai dan Tertanggung diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, terhitung dari tanggal awal kesepakatan pemilik dan perusahaan asuransi.

4. Informasi Riwayat Penyakit Tidak Valid

Alasan lainnya yang bisa menyebabkan klaim asuransi kesehatan ditolak adalah ketika pemilik asuransi memberikan informasi mengenai riwayat penyakit yang tidak valid. Biasanya saat mendaftarkan asuransi, calon nasabah harus mengisi formulir keanggotaan awal. Dalam formulir tersebut terdapat bagian dimana calon nasabah wajib memberitahukan informasi tentang riwayat penyakit yang pernah diderita.

Ketidakjujuran pada informasi awal ini akan menjadi kesalahan yang fatal jika anda melakukannya. Jika sampai perusahaan asuransi menemukan informasi yang kurang valid, maka sudah pasti jika klaim asuransi anda ditolak. Biasanya informasi awal yang akan ditanyakan antara lain adalah:

  • Informasi penyakit keturunan
  • Informasi apakah merokok atau tidak?
  • Apakah memiliki Pre Existing Condition (Penyakit yang sudah ada sebelum membeli asuransi

Sebagai nasabah awam, sangat mungkin mereka merasa sehat walafiat meski dalam tubuh mereka telah mengidap penyakit yang belum terdeteksi atau dirasakan gejalanya. Untuk itu sangat disarankan untuk melampirkan medical checkup (bila ada) saat hendak mengisi formulir keanggotaan.

5. Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Pada saat mengajukan klaim asuransi kesehatan, maka pemilik asuransi diharuskan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Pastikan anda melengkapi semua persyaratan dokumen jika tidak menginginkan klaim asuransi kesehatan ditolak.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan biasanya kwitasi pembayaran pengobatan, surat keterangan dokter, nama pasien, jenis penyakit, tanggal perawatan, jenis obat, surat pengantar jika dirujuk ke dokter spesialis, teknik pengobatan, dan lainnya yang termasuk ke dalam ketentuan polis asuransi.

6. Asuransi Sedang Dalam Fase Masa Tunggu

Masa tunggu merupakan waktu yang dibutuhkan antara waktu pembelian dan pengajuan klaim, Sehingga proteksi anda baru dapat digunakan dan klaim akan disetujui setelah melewati masa tunggu.

Anda tidak bisa mengajukan klaim ketika sedang berada dalam waktu tunggu Masing – masing produk asuransi mempunyai durasi masa tunggu yang berbeda, mulai dari 1 bulan bahkan ada yang hingga 1 tahun.

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi. Pelajari kesalahan – kesalahan diatas agar jangan sampai klaim asuransi anda ditolak oleh Penanggung di masa mendatang.

Penting, Pahami Perbedaan Setiap Jenis Asuransi Kesehatan Di Indonesia

Penting, Pahami Perbedaan Setiap Jenis Asuransi Kesehatan Di Indonesia

Asuransi kesehatan adalah salah satu jenis asuransi yang bergerak dalam perlindungan atau proteksi di bidang kesehatan. Asuransi kesehatan nantinya dapat memudahkan untuk mempersiapkan biaya perawatan atau pengobatan di masa yang akan datang.

Meskipun tak ada orang yang ingin merasa sakit, namun tidak ada salahnya jika anda berjaga-jaga. Dengan memiliki asuransi, tentunya anda bisa memproteksi diri dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti yang anda ketahui, datangnya sakit/bencana tidak ada yang mengetahuinya, sehingga butuh persiapan biaya yang diperlukan.

Itulah pentingnya memiliki asuransi kesehatan dalam hidup anda. Sebelum membeli sebuah asuransi kesehatan, penting terlebih dahulu mengetahui hal-hal rinci yang terkait dengan produk asuransi tersebut. Terutama anda harus memahami perbedaan dari setiap jenis asuransi kesehatan di Indonesia.

Dengan begitu nantinya anda bisa mendapatkan asuransi kesehatan yang tepat untuk kebutuhan anda.

Tak ada orang yang ingin merasa sakit, namun tidak ada salahnya jika anda berjaga-jaga. Dengan memiliki asuransi, tentunya anda bisa memproteksi diri dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti yang kita ketahui, datangnya sakit/bencana tidak ada yang mengetahuinya, sehingga butuh persiapan biaya yang diperlukan.

Asuransi Kesehatan berdasarkan Kepemilikan Badan Penyelenggara

Salah satu jenis asuransi kesehatan di Indonesia, bisa dibeadakan berdasarkan kepemilikan badan penyelenggara. Dalam hal ini menjadi 2 macam, yaitu asuransi pemerintah dan perusahaan swasta

1. Asuransi Kesehatan Pemerintah

Asuransi Kesehatan Pemerintah merupakan jenis asuransi kesehatan yang pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah. Semisal BPJS Kesehatan ataupun Kartu Indonesia Sehat. Jika dana pengelolaan berasal dari pemerintah, tentu keuntungannya adalah dana kesehatan tersebut dapat mudah diawasi.

Sayangnya kekurangan dari jenis asuransi ini adalah mutu pelayanan kesehatan yang didapatkan pemegang asuransi kurang begitu baik.

Pihak rumah sakit tentunya akan bertanya mengenai jaminan kesehatan yang dimiliki pasien sebelum menjalani perawatan. Namun banyak yang mendapatkan pelayanan kurang baik saat memiliki jaminan kesehatan milik pemerintah.

2. Asuransi Kesehatan Swasta

Asuransi Kesehatan Swasta merupakan asuransi kesehatan yang pengelolaannya dilakukan oleh badan atau perusahaan swasta. Beberapa perusahaan asuransi swasta ialah:

  • AXA Financial Indonesia
  • Manulife
  • Prudential
  • Cigna
  • dsb

Selain pemerintah, banyak pihak swasta yang menyediakan asuransi kesehatan bagi warga Indonesia. Namun jenis asuransi ini lebih spesifik dan tidak bersifat umum. Yang dimaksud adalah jenis ausransi kesehatan ini memberikan berbagai macam penawaran proteksi dengan lebih khusus.



Berbeda dari asuransi kesehatan milik pemerintah, keuntungan jenis asuransi kesehatan di Indonesia ini cenderung mendapatkan pelayanan rumah sakit yang relatif bagus, sehingga untuk mendapatkan perawatan yang tepat, pemilik asuransi akan cepat menerimanya. Tak heran sebagian besar dari mereka yang memiliki jaminan asuransi kesehatan yang berasal dari perusahaan swasta, akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

Sisi negatifnya ialah biaya premi yang dibayarkan per bulannya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan asuransi kesehatan pemerintah. Hal ini sebenarnya setara dengan kualitas pelayanan yang diberikan.

Ada harga, ada rupa. Benar kan?

Jangan pula kaget bila Premi asuransi kesehatan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Ini hal wajar kok~

Asuransi Kesehatan Berdasarkan Keanggotaan

Asuransi kesehatan yang berdasarkan dengan keanggotaannya disini adalah kepemilikan asuransi tersebut apakah diwajibkan atau sukarela untuk para anggota yang ada di dalam sebuah kelompok. Berdasarkan keanggotaan, asuransi kesehatan terbagi menjadi 2 yaitu Asuransi Wajib dan Asuransi Sukarela.

1. Asuransi Wajib

Jenis asuransi wajib ini merupakan asuransi kesehatan yang harus dimiliki setiap orang dikarenakan keanggotaannya di dalam sebuah perusahaan, badan, maupun instansi. Misalnya saja dalam sebuah perusahaan diwajibkan bagi para karyawannya memiliki asuransi tertentu, sehingga setiap individu yang ada dalam perushaaan tersebut wajib mengikuti polis asuransi kesehatan yang telah ditetapkan perusahaan.

Pembayaran Premi perbulannya akan dipotong dari gaji yang didapatkan karyawan dalam per bulan.

2. Asuransi Sukarela

Jenis asuransi kesehatan ini tidak wajib untuk dimiliki setiap orang. Masing-masing orang dapat memilih jenis asuransi tersebut maupun tidak. Karena sifatnya sukarela, maka ini didasari keinginan individu tersebut. Sehingga nantinya dapat mengikuti kebutuhan maupun keinginan bagi masing-masing pemilik asuransi.

Contoh beberapa asuransi kesehatan secara sukarela:

Berdasarkan Jenis Perawatan Yang Ditawarkan

Jenis asuransi kesehatan di Indonesia juga dapat dibedakan atas dasar jenis perawatan yang ditawarkan. Jenis perawatan tersebut adalah:

  • Asuransi kesehatan rawat inap
  • Asuransi kesehatan rawat jalan

Asuransi kesehatan rawat inap atau in-patient treatment merupakan jenis asuransi kesehatan di Indonesia yang membiayai perawatan bagi Tertanggung asuransi yang berencana untuk menjalani perawatan inap atau opname. Sedangkan untuk asuransi kesehatan rawat jalan atau out-patient treatment merupakan asuransi kesehatan yang mana membiayai pelayanan medis, mulai dari diagnosis, pengobatan, cek laboratorium, rehabilitasi serta pelayanan kesehatan lainnya yang tak mengharuskan pasien menjalani rawat inap di rumah sakit.



Berdasarkan Jumlah Biaya Yang Ditanggung

Asuransi kesehatan di Indonesia juga dapat dibedakan berdasarka jumlah biaya kesehatan yang ditanggung. Dalam hal ini terbagi menjadi 2 yaitu asuransi kesehatan penuh dan asuransi kesehatan yang menanggung biaya tinggi.

1. Asuransi Kesehatan Penuh

Jenis asuransi kesehatan penuh akan menanggung keseluruhan biaya pengobatan dan rumah sakit. Tak peduli dengan total biaya perawatan yang tinggi ataupun rendah, setiap pembayaran akan langsung ditanggung penuh oleh pihak perusahaan asuransi. Contoh produk asuransi kesehatan dengan tipe Asuransi Kesehatan Penuh ialah Maestro Optima Care.

2. Asuransi Kesehatan Yang Menanggung Biaya Tinggi

Untuk jenis asuransi kesehatan ini hanya akan menanggung biaya pengobatan dan rumah sakit yang berjumlah tinggi saja. jumlah tersebut pun juga tergantung dengan ketentuan penawaran asuransi dan polis yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan Cara Klaim Asuransi

Berdasarkan cara klaim asuransi, asuransi kesehatan terbagi menjadi 2 jenis yaitu Reimbursement dan Cashless.

1. Reimbursement

Jenis asuransi kesehatan di Indonesia ini mengharuskan pemilik asuransi kesehatan menanggung biaya pengobatan terlebih dahulu menggunakan uang pribadi. Barulah biaya tersebut nantinya akan dilaporkan kepada perusahaan asuransi untuk diganti. Untuk proses pengajuan klaim diperlukan lampiran bukti-bukti pembayaran.

2. Cashless

Untuk jenis asuransi ini adalah yang paling banyak digunakan bagi para pemilik asuransi. Untuk klaim asuransi cashless ini pemilik asuransi hanya perlu memperlihatkan kartu keanggotaan asuransi kepada rumah sakit yang mana tempat pemilik asuransi dirawat.

Nantinya pihak asuransi akan membayarkan biaya pengobatan sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.

Nah itu tadi beberapa jenis asuransi kesehatan di Indonesia yang bisa anda pelajari untuk mendapatkan yang sesuai dengan kebutuhan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, anda hanya perlu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kesehatan anda.

Panduan Lengkap Cara Klaim Asuransi Kesehatan

Panduan Lengkap Cara Klaim Asuransi Kesehatan

Banyak masyarakat Indonesia saat ini menilai asuransi kesehatan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan di masa depan. Asuransi kesehatan dinilai sangat membantu untuk membantu biaya pengobatan, terutama untuk hal yang membutuhkan biaya besar seperti operasi. Apalagi biaya kesehatan yang terus meningkat setiap tahunnya. Tentunya banyak orang pula yang akan kesulitan untuk mendapatkan biaya pengobatan yang cukup tinggi.

Sangat direkomendasikan untuk memiliki asuransi kesehatan yang berguna memproteksi diri di masa depan. Meskipun kini sudah banyak masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi kesehatan, sayangnya sebagian besar mungkin kurang memahami tentang prosedur cara klaim asuransi kesehatan.

Beberapa hal ini biasanya sudah tertulis dalam buku polis asuransi, namun tetap saja tidak diperhatikan dengan baik bagi para pemilik polis asuransi.

Sebagai pemilik asuransi tentunya anda sudah harus paham mengenai prosedur untuk mengklaim asuransi kesehatan yang anda miliki. Dan pada kali ini akan dijelaskan mengenai cara untuk mengklaim asuransi yang tepat secara berurutan.

1. Perhatikan Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Klaim Asuransi

Sebelum anda akan mengajukan klaim, penting pula untuk mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan klaim asuransi, antara lain seperti:

  • Pastikan polis asuransi kesehatan anda/anggota keluarga dalam keadaan aktif
  • Ikuti petunjuk pengajuan klaim yang sudah dijelaskan lengkap dalam polis asuransi
  • Perhatikan batas maksimal yang sudah ditentukan antara tanggal klaim dengan tanggal kejadian
  • Dan lain sebagainya.

Terkadang hal-hal seperti ini sering disepelekan oleh pemilik asuransi yang menyebabkan mereka tidak bisa mengklaim asuransi yang dimiliki.

2. Baca Prosedur Klaim

Sebelum akan mengajukan klaim, coblaha untuk terlebih dahulu membaca prosedur untuk mengklaim dana asuransi. Pada masing-masing penyedia asuransi, tentunya memiliki prosedur yang berbeda. Namun secara garis besar ada 2 metode yang dapat digunakan untuk mengklaim asuransi, yaitu menggunakan sistem tanpa tunai atau cashless dan sistem penggantian atau reimburse.

Dengan memahami dengan baik bagaimana prosedur klaim tentunya akan sangat penting sehingga lebih memudahkan anda saat akan melakukan klaim.



Terlebih jika anda menerapkan sistem reimburse, dimana pengajuan klaim hanya bisa dilakukan setelah semua proses pengobatan selesai. Sedangkan untuk sistem tanpa tunai, anda tak perlu mengajukan klaim karena nantinya semua biaya pengobatan akan langsung dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

3. Segera Ajukan Klaim

Cara klaim asuransi kesehatan selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah dengan segera mengajukan klaim asuransi anda. Masing-masing perusahaan asuransi tentunya memiliki aturan mengenai batas waktu maksimal pengajuan klaim.

Jika sampai pemilik asuransi melakukan klain melebih dari tanggal yang sudah ditentukan, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan asuransi tersebut akan menolak klaim yang diajukan. Sehingga dapat diismpulkan jika semakin cepat mengajukan klaim maka semakin cepat juga proses klaim dan pemberian biaya penggantinya.

4. Mengisi Formulir Untuk Mengajukan Klaim Asuransi

Sudah menjadi ketentuan dalam cara mengajukan klaim asuransi kesehatan jika pemilik polis haruslah mengisi formulir pengajuan klaim. Pengisian formulir ini meliputi data-data pemegang polis asuransi secara detail.

Pastikan untuk mengisi formulir secara lengkap dan benar sehingga pengajuan klaim bisa berjalan lebih cepat. Mulai dari nama lengkap, no. KTP, data rumah sakit, nomor anggota asuransi, data perawatan kesehatan, serta lainnya. Isi dengan lengkap dan detail, jangan sampai ada kesalahan.



5. Lampirkan Dokumen-Dokumen Yang Dibutuhkan

Untuk mendukung cara mengajukan klaim asuransi kesehatan yang anda lakukan, maka jangan lupa melengkapinya dengan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setelah pengisian formulir telah beres, lampirkan dokumen yang berkaitan tentang pengobatan yang anda jalani, baik itu rawat inap maupun rawat jalan.

Beberapa perusahaan asuransi biasanya merekomedasikan pemilik asuransi untuk menghubungi terlebih dahulu perusahaan sebelum akan memulai proses pengobatan. Tujuannya agar bisa memastikan jika pengobatan yang dijalani akan ditanggung pihak asuransi.

Dan untuk mempermudah proses pengajuan klaim asuransi maka pastikan jika dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti catatan medis asli/fotokopi, kwintasi tagihan pengobatan, surat pengantar dokter, dan dokumen pendukung lainnya yang berkaitan dengan pengobatan.

Jangan sampai terdapat kesalahan pada dokumen – dokumen yang dilampirkan tersebut, Karena kesalahan yang terjadi dapat membuat pengajuan klaim menjadi tertunda bahkan bisa jadi mengalami penolakan.

6. Jangan Lupa Simpan Salinan Dokumen Klaim Asuransi

Setelah semua proses sudah diselesaikan, maka jangan lupa menyimpan semua salinan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan klaim asuransi yang anda miliki. Ini untuk menghindari terjadinya resiko-resiko jika kemungkinan anda kehilangan data mengenai klaim kepada pihak asuransi.

Nah itu tadi beberapa cara mengajukan klaim asuransi kesehatan yang bisa anda lakukan. Mungkin beberapa langkah diatas masih membingungkan bagi anda. Untuk lebih jelasnya tak ada salahnya untuk bertanya langsung kepada pihak perusahaan asuransi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme mengajukan klaim.

Semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda dan Klaim yang diajukan dapat terealisasi!

Akhirnya saya memilih Maestro Optima Care

Akhirnya saya memilih Maestro Optima Care

Berasal dari latar belakang non ekonomi, bisnis, dan manajemen tidak membuat AS berhenti mencari cara dalam menata dan merencanakan keuangan. Berdasarkan beberapa topik dan pembicaraan yang kami bahas terkait keuangan dan manejemen keuangan, saya tahu bahwa beliau sangat mengerti dan memahami tentang pentingnya perencanaan keuangan secara matang. Setelah mempertimbangkan tips memilih asuransi kesehatan yang bagus, ia memutuskan untuk mencari asuransi kesehatan dan enggan menabung maupun berinvestasi hanya untuk membayar biaya rumah sakit.

Saya mengenal beliau secara daring. Pada waktu itu beliau sedang mencari asuransi kesehatan murni. Entah mengapa beliau kurang cocok dan sesuai dengan asuransi unit link. Beliau pun menghubungi beberapa perusahaan asuransi dan mendapatkan kontak agen asuransi dari setiap perusahaan yang dihubungi.

Pada waktu itu beliau mengalami sedikit kesulitan dalam menjangkau agen asuransi yang dihubungi, kecuali saya. Minta proposal aja susah, gimana mau ngajuin klaim di masa depan?!” ujarnya.

Saya merespon seluruh kebutuhan dan pertanyaan yang diajukan oleh beliau terkait produk asuransi kesehatan dari AXA Financial Indonesia. Saya selalu berdiskusi dengan tim internal untuk setiap pertanyaan yang ditanyakan dan informasi yang kurang jelas. Saya pun merekomendasikan Maestro Optima Care kepada beliau.

Apa itu Maestro Optima Care?

Bagi yang belum tahu, Maestro Optima Care merupakan asuransi standalone dari AXA Financial Indonesia dengan Manfaat Pertanggungan yang didapat nasabah mulai dari 10 milyar rupiah hingga 50 milyar rupiah. Maestro Optima Care akan menjamin seluruh biaya yang ditagihkan oleh Rumah Sakit dan penyakit yang sudah ada (Pre Existing Conditions) selama proses klaim dan tindakan medis mengacu pada syarat dan ketentuan Polis. Beliau tidak keberatan akan adanya kenaikan premi seiring bertambahnya usia, karena beliau dapat melakukan downgrade maupun upgrade atas paket yang telah dipilih.

Setelah melalui proses brainstorming dan diskusi yang cukup panjang, akhirnya beliau memilih Maestro Optima Care dengan alasan Premi yang ekonomis untuk manfaat yang luar biasa. Nasabah tidak perlu khawatir bila terjadi inflasi untuk biaya kamar serta teknis pembayaran rawat inap lainnya.

Terima kasih telah mempercayakan AXA Financial Indonesia sebagai bagian dari perencanaan keluarga anda.

Pin It on Pinterest