6 Kesalahan Dalam Memilih Asuransi Jiwa Yang Harus Diperhatikan Calon Pembeli

6 Kesalahan Dalam Memilih Asuransi Jiwa Yang Harus Diperhatikan Calon Pembeli

Asuransi jiwa merupakan salah satu investasi terbaik bagi anda dan keluarga di masa yang akan datang. Dapat dikatakan jika asuransi jiwa merupakan fondasi keuangan untuk keluarga yang sehat. Banyak orang yang tidak memiliki asuransi jiwa karena menganggap jika asuransi tersebut mahal dan sesuatu hal yang mubazir.

Asuransi jiwa merupakan salah satu investasi terbaik bagi anda dan keluarga di masa yang akan datang. Dapat dikatakan jika asuransi jiwa merupakan fondasi keuangan untuk keluarga yang sehat. Banyak orang yang tidak memiliki asuransi jiwa karena menganggap jika asuransi tersebut mahal dan sesuatu hal yang mubazir.

Padahal mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk asuransi diakibatkan karena kesalahan dalam memilih asuransi jiwa.

Kesalahan dalam memilih akan membuat asuransi tidak menjadi optimal, misalnya biaya premi yang terlalu mahal ataupun membeli produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Asalkan anda memilih produk yang tepat, rasanya premi asuransi tidak sepenuhnya mahal. Dan yang paling penting adalah ketika memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, maka pilihlah asuransi yang tepat untuk anda.

Berikut ini beberapa kesalahan yang harus anda hindari ketika memilih asuransi jiwa.

1. Hanya Tergoda Dengan Promo-Promo Yang Ditawarkan

Kesalahan seperti ini seringkali dilakukan bagi yang pertama kali ingin membeli asuransi jiwa. Banyak agen asuransi jiwa yang menawarkan promo-promo menarik untuk calon pembeli. Dan hal ini lah yang kemudian membuat banyak calon pembeli tergiur dan kemudian membeli asuransi jiwa tersebut.

Sebagai calon pembeli, anda harus benar-benar memfokuskan terhadap kebutuhan anda. Pilih asuransi jiwa yang memang sesuai kebutuhan. Jika diberikan penawaran unitlink, pelajari dengan cermat mengenai manfaat yang ditawarkan.

2. Asal Memilih Proteksi

Banyak calon pembeli yang melakukan kesalahan dalam memilih asuransi jiwa dengan asal memilih proteksi untuknya beserta keluarga. Dalam asuransi, ada banyak pilihan proteksi yang ditawarkan. Mulai dari sakit, kecelakan, hingga meninggal. Dan yang sering menjadi permasalahan adalah memilih proteksi yang tidak sesuai kebutuhan.

Kebutuhan proteksi orang bisa dilihat dari kesehariannya. Misalnya saja sebagai kepala keluarga, akan lebih baik untuk mengalokasikan proteksi untuk keluarganya. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kepala keluarga yang menyebabkan tidak dapat mencari nafkah, maka keluarga dapat tetap menjalani hidup.



Selain kekurangan proteksi, hindari pula memiliki kelebihan proteksi. Ini saja sama seperti pemborosan. Karena anda membayar hal yang sebenarnya tidak anda butuhkan.

3. Terlalu Percaya Ilustrasi

Bagi anda yang memang ingin membeli asuransi unitlink, jangan mudah terkecoh dengan ilustrasi yang diberikan agen asuransi. Ingat, ilustrasi tersebut hanya untuk menggambarkan kinerja investasi yang ada di masa lalu. Dan ini bukanlah garansi jika hasil kedepannya akan sama.

Sebelum anda ingin membeli asuransi unitlink, akan lebih baik untuk anda mmepelajari bagaimana kerja dari unitlink. Pelajari lebih lanjut tentang asuransi unit link melalui tautan di bawah ini:

4. Hanya Memperhatikan Biaya Premi Dan Melupakan Manfaat

Jangan hanya membeli asuransi karena biaya premi yang ditawarkan murah. Jika anda membeli asuransi dengan premi murah, namun mendapatkan manfaat yang terbatas serta tak sesuai dengan kebutuhan, lalu buat apa?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, membeli asuransi jiwa harus disesuaikan dengan kebutuhan barulah anda bisa menyesuaikan dengan kondisi finansial.

5. Salah Penulisan Tertanggung

Dalam asuransi jiwa, pengertian pihak yang Tertanggung merupakan pihak yang jika diirnya meninggal dunia maka perusahaan asuransi diwajibkan untuk membayar pertanggungan.

Penetapan kata “Tertanggung” ini tidak jarang kurang tepat. Semisal dalam polis asuransi, anak ditetapkan sebagai pihak Tertanggung. Lain lagi dengan istri yang tidak memiliki pekerjaan ditetapkan sebagai pihak Tertanggung. Baik anak maupun istri yang tidak memiliki pekerjaan, tidak mempunyai resiko keuangan bagi keluarga. Tentunya tidak bisa ditetapkan sebagai pihak Tertanggung karena jika terjadi musibah, maka tidak ada sumber pendapatan yang hilang.



Dalam kasus ini, justru suami/ayah yang mana merupakan sumber penghasilan utama, malah tidak mempunyai proteksi asuransi. Akibatnya, jika suami/ayah kecelakaan, meninggal, atau hal lain yang menyebabkan dirinya tak bisa mencari nafkah, maka sumber penghasilan tentu akan berhenti dan keluarga tidak akan menerima proteksi dari asuransi.

Tentu akan lebih baik jika memilih pihak Tertanggung adalah pihak yang merupakan sumber penghasilan bagi keluarga. Tak hanya suami, istri pun juga bisa selama memiliki penghasilan. Idealnya akan lebih baik untuk memiliki 2 asuransi jiwa, baik untuk suami maupun istri. Namun jika belum mampu memiliki keduanya, pilih pihak yang memiliki penghasilan paling besar karena resiko keuangan yang dimiliki juga besar.

6. Belum Waktunya Memiliki Asuransi

Seperti penjelasan sebelumnya, memiliki asuransi sebenarnya tidak merugikan, melainkan dapat memberikan proteksi untuk masa depan anda dan keluarga. Namun masalahnya tidak semua orang membutuhkan proteksi asuransi jiwa.

Mengapa?

ini yang harus anda pahami terlebih dahulu mengenai tujuan dari asuransi jiwa. Jenis asuransi jiwa ini memberikan manfaat bagi Ahli Waris saat pihak Tertanggung utama meninggal dunia. Artinya, ada orang lain yang kehidupannya tergantung pada pihak Tertanggung secara keuangan. Seperti anak terhadap ayah/ibu.

Jika sampai sumber pendapatannya hilang, maka kemungkinan untuk menjalani kehidupan kembali akan sulit. Karena itulah dibutuhkan proteksi dari asuransi jiwa.

Namun lain halnya jika anda belum memiliki tanggungan terhadap orang lain secara finansial, sehingga asuransi jiwa seperti ini belum terlalu diperlukan. Akan lebih baik agar dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan lainnya yang lebih utama dan mendesak.



Nah itu tadi beberapa kesalahan dalam memilih asuransi jiwa yang harus diperhatikan bagi calon pembeli polis. Asuransi jiwa begitu penting dalam perencanaan keuangan dalam keluarga.

Asuransi jiwa mampu memberikan perlindungan maksimal saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan, sehingga jangan sampai anda melakukan kesalahan – kesalahan diatas saat memilih asuransi jiwa.

Mengapa rumah tidak cocok untuk dijadikan warisan?

Mengapa rumah tidak cocok untuk dijadikan warisan?

Saya pernah mengobrol dengan rekan sebaya yang tengah mencari properti dengan harga yang bersahabat. Ia berencana mewariskan properti tersebut kepada 2 orang anaknya yang masih kecil. Saya pun membagikan pendapat saya tentang rumah yang tidak cocok untuk dijadikan warisan. Berikut beberapa pertimbangan saya:

Nilai jual rumah yang tidak selamanya meningkat

Banyak orang yang sangat mengerti dan memahami bahwa harga rumah dan properti cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun, apakah mereka juga mengerti dan memahami bahwa harga rumah dan properti bisa menurun?

Rumah merupakan investasi jangka panjang. Bila seseorang membeli rumah melalui proses KPR, maka ia wajib melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang panjang, mulai dari 10 tahun hingga 20 tahun angsuran. Pastikan kita telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sebab bila tidak, angsuran yang macet di tengah masa pembayaran justru berpotensi menjauhkan anda dari rumah idaman dan angsuran yang telah disetor tidak dapat dikembalikan.

Sad.

Jika usia harapan hidup manusia di Indonesia berkisar 67,1 tahun dan 22 tahun telah digunakan untuk menimba ilmu dan studi tingkat tinggi, maka kita telah menghabiskan seluruh hidup kita hanya untuk berhutang dan memiliki 1 unit rumah yang berpotensi memberikan kerugian bagi kita.

Pada artikel ini saya pernah menulis bagaimana harga rumah atau properti bisa anjlok dan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi investor dan pemilik properti. Berikut beberapa faktor yang cenderung mengakibatkan harga properti menurun:

  • Properti berada di lokasi yang sering banjir
  • Properti berada di tengah – tengah penduduk dan lingkungan yang kurang bersahabat
  • Properti berada dekat dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)
  • Properti yang berada dekat dengan rumah ibadah
  • Properti dikenal angker dan memiliki rekam jejak suicidal.

Selain itu, dibawah ini merupakan beberapa pertimbangan lain mengapa rumah atau properti dalam bentuk fisik tidak cocok untuk dijadikan warisan:

Biaya renovasi rumah yang cenderung meningkat

Investor mana yang tidak senang bila mendengar investasi yang ia lakukan mengalami keuntungan besar. Tak bisa dipungkiri bahwa harga rumah cenderung meningkat dari tahun ke tahun, begitu pula dengan biaya renovasi dan bahan bangunan yang digunakan untuk merenovasi rumah.

Konon rumah yang tidak dihuni cenderung lebih cepat dan rentan rusak. Anda membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah yang rusak serta menjaganya tetap rapih dan tertata agar bisa mendatangkan pendapatan pasif melalui rumah atau properti yang disewakan atau dikontrakkan.

Likuiditas rumah yang rendah

Rumah merupakan salah satu aset dengan likuiditas rendah. Likuiditas rendah berarti dibutuhkan waktu yang panjang untuk mengubah rumah tersebut menjadi uang. Bila seseorang mendapat warisan dalam bentuk properti, maka ia harus bersiap menanggung pajak dan biaya lainnya yang mungkin timbul akibat kepemilikan rumah, seperti:

  • Biaya balik nama
  • Biaya pecah sertifikat bila rumah diwariskan kepada 2 orang atau lebih
  • Biaya notaris
  • Biaya KPR seperti biaya provisi, bunga pinjaman dan lain sebagainya bila rumah masih dalam tahap angsuran KPR
  • Biaya pajak bumi dan bangunan

Dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menyelesaikan proses administratif diatas.



Bunga Properti yang relatif tinggi

Bagi mereka yang sudah mengerti bagaimana Kredit Pemilikan Rumah bekerja, tentu tidak akan asing lagi bila angsuran KPR yang dibayarkan tidak langsung serta – merta mengurangi pokok Pinjaman. Serupa dengan biaya akusisi pada asuransi unit link yang wajib dibayarkan di awal, demikian pula dengan bunga atas KPR yang kita ajukan. Pembayaran angsuran akan mengurangi pokok pinjaman seiring berjalannya waktu dan lamanya masa pembayaran.

Lalu bagaimana solusinya?

Memperkenalkan Maestro Infinite Protection sebagai solusi dari permasalahan di atas dalam wujud Paper Asset. Paper Asset berarti harta dalam wujud kertas. Paper Asset ini dipastikan dapat meminimalisir biaya yang tidak perlu ,seperti:

  • Biaya renovasi rumah
  • Biaya atau iuran pemeliharaan lingkungan
  • Biaya pajak
  • dan biaya atau iuran lainnya yang muncul ketika seseorang memiliki properti.

Beberapa keuntungan dari Paper Asset ialah:

Likuiditas tinggi

Termaslahat / Ahli Waris hanya perlu mengajukan klaim kepada Penanggung / Perusahaan Asuransi dan Uang Pertanggungan akan diberikan kepada Termaslahat / Ahli Waris.

Berbeda dengan penjualan rumah, pihak Penanggung / Perusahaan Asuransi akan mencairkan Uang Pertanggungan kepada Termaslahat / Ahli Waris yang telah didaftarkan saat Tertanggung dijamin oleh Penanggung tanpa dikenakan biaya yang dibahas pada bagian di bawah ini.

Bebas biaya

Berbeda dengan proses penjualan dan pembelian rumah, proses klaim Maestro Infinite Protection tidak dikenakan biaya dan pajak sama sekali. Ketika seseorang membeli rumah secara KPR, maka ia wajib melunasi 2 hal, yakni:

  • Pokok pinjaman
  • Bunga

Biasanya jumlah uang yang digunakan untuk membayar pokok pinjaman akan semakin banyak sementara jumlah uang yang digunakan untuk membayar bunga akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu.

2 poin diatas tidak berlaku bila seseorang membeli Maestro Infinite Protection. Premi yang tertera merupakan harga yang harus dibayar tanpa ada biaya dan bunga sepeser pun. Masa pembayaran yang ditawarkan pun cukup fleksibel, mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun dapat dipilih sesuai kesanggupan nasabah.

Pembayaran premi Maestro Infinite Protection pun tidak dikenakan pajak dan biaya. Inilah yang menjadi pertimbangan mengapa sebagian orang memutuskan untuk menyiapkan warisan dalam wujud Paper Asset dibandingkan rumah atau properti dalam bentuk fisik.

What you see is what you get

Berbeda dari asuransi unit link yang fluktuatif dan tidak pasti dan sangat bergantung pada kinerja investasi, Maestro Infinite Protection justru memberikan manfaat yang pasti. 20% Uang Pertanggungan yang tercetak dalam Polis dapat dicairkan ketika Tertanggung berusia 65 tahun dan sisanya dapat diklaim ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia.



Bila Tertanggung mengalami resiko tutup usia karena Kecelakaan, maka Ahli Waris / Termaslahat berhak mendapat tambahan Uang Pertanggungan sebesar 50% dari Uang Pertanggungan yang telah disepakati. Masa perlindungan yang ditawarkan pun memiliki jangka panjang hingga 100 tahun.

Setelah membaca ini, apakah anda berminat untuk beralih ke Paper Asset?

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli asuransi

Asuransi seakan menjadi sesuatu yang baru dan asing bagi kita yang belum terbiasa dalam menata dan mengelola keuangan. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya pengguna asuransi di Indonesia yang hanya mencapai 11%.

Ada banyak faktor mengapa seseorang malas berasuransi. Berikut beberapa alasan diantaranya:

  • “Bayarnya mahal, klaimnya dipersulit”
  • “Kapok ditipu dan diperdaya oleh agen”
  • “Nominal uang yang dicairkan tidak sesuai dengan premi yang disetor”

dan banyak lagi alasan klasik lainnya.

Faktanya, membeli asuransi bisa jadi keputusan terhebat atau terburuk yang pernah kita buat dalam hidup kita. Bila kita memahami produk dan asuransi yang dibeli sesuai dengan kebutuhan, maka kita telah membuat keputusan terhebat sepanjang masa. Sebaliknya, bila kita tidak memahami produk dan asuransi yang dibeli tidak sesuai dengan kebutuhan, kerugian besar mungkin menimpa hidup kita selama puluhan tahun lamanya.

Bisa dibilang membeli asuransi serupa dengan membeli rumah. Keduanya memiliki jangka pembayaran yang amat panjang hingga puluhan tahun. Bayangkan bila rumah yang sudah diangsur atau asuransi yang telah dibayar tidak bekerja sebagaimana fungsinya?

Berikut beberapa tips dan hal yang perlu diperhatikan sebelum anda membeli asuransi:



Kenali kebutuhan anda

Pada umumnya, asuransi memiliki 2 jenis, yakni:

  • Asuransi jiwa yang bertujuan untuk memberikan santunan ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia, dan
  • Asuransi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan manfaat / kompensasi / penggantian biaya ketika Tertanggung mengalami resiko sakit penyakit dan harus menjalani pengobatan baik rawat inap maupun rawat jalan di Rumah sakit.

Di beberapa perusahaan asuransi, mereka memiliki produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan all in one package, atau biasa disebut dengan Asuransi Unit Link. Oleh karena itu asuransi unit link memiliki perlindungan lebih lengkap dibandingkan asuransi jiwa dan kesehatan, seperti:

  • Resiko penyakit kritis yang memberikan manfaat santunan ketika Tertanggung terdiagnosis penyakit kritis
  • Resiko disabilitas yang memberikan manfaat santunan ketika Tertanggung mengalami disabilitas atau cacat tetap.

Pelajari lebih lengkap tentang asuransi unit link melalui tautan ini dan ini.

Bila anda memutuskan untuk membeli asuransi jiwa . . .

Asuransi jiwa umumnya dibeli oleh tulang punggung untuk mengamankan resiko finansial di masa mendatang ketika Tertanggung tak lagi produktif yang diakibatkan oleh resiko tutup usia. Asuransi jiwa akan memberikan manfaat sesuai Uang Pertanggungan yang telah disepakati dan tertera dalam Polis.

Asuransi jiwa terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

  • Asuransi jiwa term life
  • Asuransi jiwa whole life
  • Asuransi unit link

Asuransi jiwa term life memiliki masa perlindungan yang singkat dan dapat diperpanjang. Salah satu produk asuransi jiwa term life ialah Maestro Term. Asuransi ini memiliki masa perlindungan hingga 10 tahun dan dapat diperpanjang hingga Tertanggung berusia 70 tahun. Maestro term juga memiliki Premi yang relatif rendah untuk Uang Pertanggungan yang sangat tinggi. Salah satu kekurangan dari Maestro Term ialah Premi yang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia Tertanggung.

Asuransi jiwa term life umumnya dibeli oleh orang – orang yang ingin mengamankan finansial mereka dalam jangka waktu sementara. Mereka membeli asuransi jiwa term life sebagai dana cadangan selama anak belum memasuki usia produktif.

Berbanding terbalik dari asuransi jiwa term life, asuransi jiwa whole life justru memberikan perlindungan jangka panjang dengan masa pembayaran yang fleksibel. Ini artinya seseorang hanya perlu membayar premi selama 5 hingga 20 tahun untuk perlindungan hingga 100 tahun.

Selain itu, asuransi jiwa whole life seperti Maestro Infinite Protection juga memiliki manfaat dana pensiun sebesar 20% dari Uang Pertanggungan yang dapat dicairkan ketika Tertanggung berusia 65 tahun.

Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Bila anda memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan . . .

Asuransi kesehatan terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Asuransi kesehatan dengan manfaat sesuai tagihan rumah sakit
  • Asuransi kesehatan dengan manfaat sesuai plafon yang sudah ditentukan.

Asuransi kesehatan dengan manfaat sesuai plafon mungkin terdengar murah dan menenangkan. Padahal biaya Rumah Sakit cenderung meningkat dan bisa jadi plafon yang sudah ditentukan takkan relevan dengan biaya rumah sakit 10 hingga 20 tahun lagi.

Nah lho!



Olehn karena itu, sangat disarankan untuk mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Tips memilih asuransi kesehatan yang bagus bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

Saya telah menentukan asuransi apa yang akan saya beli. Apa langkah selanjutnya?

Langkah selanjutnya ialah anda wajib mengetahui dan memahami syarat dan ketentuan serta manfaat yang ditawarkan oleh produk yang anda beli. Hal ini mutlak dipelajari dan dimengerti sehingga Klaim yang dilakukan dapat disetujui oleh Perusahaan Asuransi, seperti:

  • Apa yang harus saya lakukan ketika hendak mengajukan klaim?
  • Siapa yang harus saya hubungi ketika hendak mengajukan klaim?
  • Berapa banyak uang yang saya terima bila saya menutup asuransi?
  • Dimana kantor cabang Perusahaan Asuransi di sekitar saya?
  • Apa saja rumah sakit rekanan Perusahaan Asuransi?
  • Bagaimana cara melakukan pembayaran premi?
  • Apakah dikenakan biaya tambahan saat melakukan pembayaran premi?
  • Bagaimana cara memeriksa apakah Polis saya masih aktif?
  • Apa yang terjadi bila saya gagal membayar asuransi dalam periode tertentu?
  • Berapa uang yang saya terima nantinya bila saya terpaksa menutup Polis?
  • Apa saja ketentuan / kondisi pengecualian atau yang dikecualikan dari Polis?
  • Apakah Premi yang saya bayarkan mungkin mengalami kenaikan di masa mendatang?
  • Apakah Perusahaan Asuransi mau menanggung pre existing condition?

Kita bisa memperoleh informasi diatas secara detail dan rinci melalui agen asuransi di sekitar kita, maupun menghubungi Perusahaan Asuransi secara langsung. Tanyakan secara jelas dan rinci, karena saya sebagai agen sangat menyukai nasabah yang mau menolong dirinya sendiri dan mengandalkan dirinya sendiri.

Utarakan seluruh kekeliruan, kebingungan dan ketidaktahuan anda terhadap produk asuransi yang ingin anda beli, sambil membandingkannya dengan produk sejenis dari Perusahaan Asuransi yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif terhadap produk asuransi yang anda butuhkan sekaligus membandingkan harga setiap produk.

Demikian tips dalam membeli asuransi yang bisa saya bagikan kepada pembaca. Sedia Payung Sebelum Hujan!

Saya mencari tabungan berencana kok malah ditawarin asuransi?

Saya mencari tabungan berencana kok malah ditawarin asuransi?

Halo Asuransimurnicom,

Saya ingin bertanya, mengapa setiap kali saya berkunjung ke Bank dan meminta tabungan berencana kok malah ditawarin produk asuransi? Apakah jaman sekarang produk tabungan berencana sudah dihapuskan dan digantikan dengan asuransi?

Terima kasih atas penjelasannya.

Pertanyaan diatas saya peroleh dari salah satu email yang dikirim oleh teman lama saya. Sesuai cerita yang diutarakan, ia mengungkapkan kebingungannya terkait penawaran asuransi yang dilakukan oleh perbankan, ketika ia sedang mencari tabungan berencana.

Tabungan berencana merupakan produk perbankan yang diperuntukkan untuk menyimpan uang dalam rekening Bank. Tabungan berencana memiliki beberapa parameter yang mempengaruhi jumlah uang pada akhir kontrak, seperti:

  • Jumlah setoran
  • Jangka waktu tabungan berencana
  • Bunga yang disepakati

Jumlah setoran umumnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang jumlahnya dapat dihitung berdasarkan 2 metode, yakni:

  • Berdasarkan berapa uang yang ingin ditabung setiap bulan
  • Berdasarkan berapa banyak uang yang ingin diperoleh pada akhir kontrak tabungan berencana

Jangka waktu dalam tabungan berencana pun umumnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Tentu semakin panjang jangka waktu dalam tabungan berencana, semakin besar pula hasil yang akan diperoleh pada akhir kontrak. Bunga yang ditawarkan pun cukup kompetitif dari setiap Bank. Oleh karena itu sangat disarankan untuk melakukan survey dan membandingkan manfaat dan penawaran dari tabungan berencana secara berimbang dan apple to apple. Biasanya pihak Bank akan memberi gambaran dan ilustrasi berapa banyak uang nasabah akan berkembang dalam produk tabungan berencana tersebut.

Mengapa saya ditawarkan asuransi?

Seperti yang saya bahas dalam paragraf di atas, tabungan berencana memiliki jangka waktu yang telah disepakati antara nasabah dengan Bank. Semakin panjang jangka waktu yang digunakan untuk menabung, semakin besar pula hasil yang didapat pada akhir kontrak. Namun sebagai makhluk bernyawa yang berdiri di atas bumi dan di bawah langit, tentu kita tidak lepas dari 4 resiko yang mungkin menghambat kita dalam menunaikan penghasilan, seperti:

  • Resiko tutup usia
  • Resiko penyakit kritis
  • Resiko disabilitas
  • Resiko rawat inap

4 resiko tersebut sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu kita sedang dalam kontrak dan menabung dalam tabungan berencana. Dengan adanya asuransi, maka kita sedang meminimalisir resiko finansial yang mungkin terjadi selama kontrak tabungan berencana berlangsung.

Untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan manfaat asuransi dalam tabungan berencana melalui tabel berikut ini:

Tuan X membutuhkan dana sebesar Rp. 6,000 untuk biaya pendidikan anak pertamanya. Ia membuka rekening tabungan berencana pada bank B.

TahunStatusTabungan berencana dengan asuransiTabungan berencana tanpa asuransi
1belum mengalami resiko tutup usia10001000
2belum mengalami resiko tutup usia10001000
3mengalami resiko tutup usia10001000
4mengalami resiko tutup usia00
5mengalami resiko tutup usia00
6mengalami resiko tutup usia00
Total uang yang diperoleh Uang Pertanggungan + tabungantabungan saja

Tabel diatas menggambarkan skema dari tabungan berencana dengan asuransi dan tabungan berencana tanpa asuransi. Tuan X mengalami resiko tutup usia pada tahun ketiga sehingga ia tidak dapat meneruskan tabungan berencana tersebut. Bila tabungan berencana terhenti dan tidak mencapai target di akhir kontrak, maka kelanjutan studi sang anak akan terancam. Sesuai tabel diatas, bila tuan X membeli asuransi selama menabung dalam tabungan berencana, Ahli Waris akan menerima Uang Pertanggungan serta tabungan jika tuan X mengalami resiko kehidupan tersebut, sehingga biaya studi anak tetap terpenuhi.

Beberapa hal yang mungkin ingin ditanyakan sebelum membuka Tabungan Berencana:

Saya selalu berasumsi bahwa tabungan berencana merupakan tabungan dalam jangka panjang. Tabungan ini harus menjadi prioritas karena bila tabungan berencana ini tidak selesai, maka saya tidak dapat mewujudkan apa yang saya rencanakan ketika saya memulai tabungan berencana. Apapun yang terjadi, saya harus mengalokasi sejumlah uang setiap bulannya untuk mengisi tabungan berencana tersebut. HARUS!

Mungkin diantara pembaca ada yang masih awam dan belum terbiasa dengan asuransi dan bagaimana asuransi bekerja, untuk itu, beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin membantu pembaca untuk memahami lebih lanjut terkait tabungan berencana yang diinginkan:

  • Apakah saya dijamin oleh asuransi selama masa kontrak tabungan berencana berlangsung?
  • Jika ya, apa saja asuransi tersebut dan apa manfaatnya buat saya?
  • Berapa uang yang diterima oleh saya / keluarga / Ahli Waris bila saya mengalami 4 resiko kehidupan tersebut?
  • Bagaimana cara melakukan klaim untuk masing – masing asuransi tersebut?
  • Apa yang terjadi bila sewaktu – waktu saya kehilangan pekerjaan / pemasukan sehingga saya tidak bisa melunasi tabungan berencana tersebut?
  • Apa saja potongan / biaya yang ditagihkan kepada saya dalam tabungan berencana tersebut?
  • Apakah setoran dapat dilakukan secara otomatis atau autodebet? Pada tanggal berapa autodebet dilakukan?

Sebagian orang mungkin telah membeli asuransi terpisah, sehingga ia tidak membutuhkan dengan manfaat dan perlindungan yang telah ia miliki. Buat apa membeli 2 buah produk yang memiliki fungsi dan manfaat yang sama, ya kan?

Setelah pembaca memperoleh jawaban dari pertanyaan diatas dari masing – masing Bank, kini pembaca telah memiliki informasi yang cukup untuk dapat memutuskan di Bank mana pembaca akan menabung.

Selamat menabung demi masa depan cerah dan gemilang. . .

Cara menghitung nilai ekonomi yang sesungguhnya

Cara menghitung nilai ekonomi yang sesungguhnya

Sebagian orang enggan membahas apa yang akan dijelaskan dalam artikel berikut ini, namun nilai ekonomi seseorang merupakan komponen penting dalam merencanakan keuangan.  Singkatnya, artikel ini akan membahas salah satu hal yang tabu bagi kita semua, yakni tentang berapa banyak uang yang dihasilkan oleh seseorang.

Saya pernah menulis artikel tentang Uang Pertanggungan dalam asuransi jiwa pada blog ini. Pembaca dapat membacanya kembali melalui tautan berikut ini. Artikel ini akan berkaitan erat dengan apa yang dibahas dalam artikel Uang Pertanggungan tersebut sehingga saya merekomendasikan pembaca untuk membacanya terlebih dahulu sebelum membaca artikel ini.

Kita mungkin pernah melihat orang – orang di sekeliling kita, entah mereka adalah sanak saudara, teman kampus, kolega, teman kantor, mantan bos, mantan gebetan, mantan pacar dan lain sebagainya yang berpenampilan mewah dan berkelas. Kemudian kita bertanya – tanya berapa banyak uang yang mereka dapatkan setiap bulannya. Filosofi gunung es memang paling pas untuk menggambarkan situasi dimana seseorang yang berpenampilan mewah, dan elegan dengan jumlah hutang yang fantastis dan tak terbayar. Ketahuilah kisanak, bahwa menghitung nilai ekonomi seseorang tidak sama dengan menilai berapa banyak uang yang dihasilkan orang tersebut.

Nilai ekonomi tidak sama dengan berapa banyak uang / penghasilan yang diterima setiap bulan.

Jika seseorang memiliki penghasilan Rp. 5,000,000 per bulan, maka tidak serta merta bahwa ia memiliki nilai ekonomi sebesar Rp. 60,000,000 per tahun. Kita harus menghitung berapa banyak hutang yang ia miliki sebelum dapat mengambil kesimpulan berapa nilai ekonomi sesungguhnya yang ia miliki.

Jika seseorang berpenghasilan Rp. 5,000,000 dan memiliki hutang atau cicilan sebesar Rp. 3,000,000 selama 12 bulan, maka nilai ekonomi yang ia miliki selama 12 bulan tersebut hanya sebesar Rp. 24,000,000 per tahun atau setara dengan Rp. 2,000,000 per bulan. Hal ini disebabkan oleh adanya hutang / angsuran yang sedang diangsur oleh orang tersebut. Lain ceritanya bila seseorang tidak memiliki hutang / angsuran, maka nilai ekonominya meningkat drastis hingga Rp. 60,000,000 per tahun.

Mengapa hutang harus menjadi prioritas utama untuk dilunasi?

Saya cukup sering membaca buku dan menonton video yang berkaitan tentang personal finance. Baik buku dan video tersebut menyarankan agar seseorang lebih dahulu melunasi hutang yang ada sebelum mengalokasikan uang yang dimiliki kedalam pos yang lain. Sebab hutang yang dibiarkan terlalu lama tidak dilunasi akan membentuk bola salju yang semakin besar dari waktu ke waktu. Apalagi hutang yang diperoleh dengan mengajukan pinjaman secara online. Bunganya beranak pinak dan berkembang biak cepat sekali bro!

Dalam menentukan nilai ekonomi, kita juga dapat mencari tahu rasio besar hutang yang dimiliki dengan membagi jumlah hutang dengan penghasilan setiap bulan. Pada contoh kasus diatas, maka orang tersebut memiliki rasio hutang sebesar 60%. Artinya 60% dari uang yang dihasilkan setiap bulan akan dialokasikan untuk membayar hutang dan hanya mengandalkan sisanya (40%) untuk bertahan hidup. Rasio hutang yang baik berada di angka maksimal 20%. Semakin rendah rasio hutang yang dimiliki, semakin positif pula arus kas (cashflow) yang dimiliki. Sangat disarankan bagi kita semua untuk memiliki hutang baik dengan rasio hutang serendah mungkin dengan jangka pembayaran yang singkat.

Setelah menemukan nilai ekonomi, maka kita dapat merencanakan berapa banyak uang yang dapat diperoleh dalam jangka waktu tertentu. Pada contoh kasus diatas, seseorang yang berpenghasilan Rp. 5,000,000 akan memiliki uang sebesar Rp. 60,000,000 pada bulan ke 12 bila ia tidak memiliki hutang dan ia akan memiliki uang sebesar Rp. 24,000,000 pada bulan ke 12 dengan hutang yang ada.

Nah setelah mengetahui ini, mungkin pembaca wanita ingin mengubah pertanyaan mereka kepada calon suami dari semula:

“Berapa gaji abang saat ini?”

menjadi:

Berapa nilai ekonomi yang abang miliki saat ini?”

Hehehehehe

Pin It on Pinterest