Strategi saya dalam menyiapkan dana pensiun

Strategi saya dalam menyiapkan dana pensiun





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 7 Okt, 2020

Menghabiskan masa pensiun dengan bahagia merupakan dambaan setiap orang. Bertani, travelling, berdagang, bermain dengan cucu, dan banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan ketika kita pensiun nanti. Namun, masa pensiun indah bukan berarti dapat digapai dengan mudah. Ada banyak yang perlu disiapkan terlebih lagi dari sisi finansial untuk mewujudkan masa pensiun yang bahagia tersebut.

Waktu merupakan entitas yang sangat berharga, karena ia tidak bisa ditukar oleh apapun. Kita memiliki 24 jam yang wajib dihabiskan setiap harinya. Sepatutnya kita bersyukur memiliki waktu 24 jam dengan kondisi jasmani dan rohani yang sehat. Apa yang akan kita lakukan hari ini merupakan hak kita, walaupun sebagian orang terbaring lemah dalam keadaan sakittidak memiliki banyak opsi dalam menghabiskan waktu 24 jam setiap harinya.

Waktu yang sudah dihabiskan tidak akan bisa diputar kembali, so make it count while it lasts.

Itulah sebabnya mengapa saya menulis artikel ini. Kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Gausa deh jauh-jauh hari hingga 20 atau 30 tahun kedepan. Kita ga akan pernah tahu apa yang terjadi minggu depan, atau hari esok. Kita hidup di masa kini, here and now. Apa yang terjadi pada esok hari dipengaruhi oleh hari ini, dan apa yang terjadi hari ini dipengaruhi oleh kemarin.

Pertanyaannya adalah: Hal apa yang sudah kita lakukan secara konsisten dan akan kita lakukan kembali esok hari?

Enough with the philosophy things.

Indonesia menetapkan usia pensiun seseorang ialah 55 tahun. Namun karena satu dan lain hal, seseorang mungkin dipekerjakan kembali hingga mereka usia 65 tahun. Ada yang bekerja karena aktualisasi diri, ada pula yang bekerja karena uang, dan masih banyak lagi motif lainnya yang menjadi alasan seseorang dalam bekerja. Kita semua akan tiba pada suatu titik dimana kita tak lagi diperlukan untuk bekerja dan menikmati hasil jerih payah dan kerja keras semasa muda saat pensiun nanti.



“Time is a valuable thing. Watch it fly by as the pendulum swings”

Saya punya mimpi bahwa saya akan menghabiskan masa pensiun saya dengan menikmati jerih payah kerja keras dan investasi yang saya lakukan pada usia muda seperti sekarang. Ketika kita berbicara investasi, maka saya tidak sedang berbicara tentang uang semata. Investasi berarti apa yang kita lakukan untuk menyiapkan diri kita pada kehidupan yang akan datang. Apakah kita telah menyiapkan bekal ilmu, pengalaman, relasi, pengetahuan, hingga finansial yang cukup untuk diterapkan di masa mendatang?

Bila kita mengacu pada usia pensiun seperti di atas, artinya saya masih memiliki waktu kira-kira 25 sampai 35 tahun ke depan untuk menyiapkan masa pensiun sejahtera. Bila saya hari ini dapat terbang ke angkasa dan melihat seisi dunia, saya akan melihat mereka yang tengah menjalani masa pensiun saat ini dan bertanya pada mereka:

“Apa yang telah kita lakukan di masa muda?”

“Tahukah kita bahwa hari ini akan datang?”

Sudahkah kita menyiapkan kedatangan hari ini?”

Sampai sini paling tidak kita sudah mengerti betapa pentingnya waktu yang kita miliki saat ini. Selagi kita mempunyai waktu (which is not everybody have it), saya mau berbagi sedikit tips dalam menyiapkan dana pensiun yang saya sendiri belum tahu bagaimana hasilnya 20 tahun hingga 30 tahun kedepan.

Paling tidak kita sudah memulai dan mengusahakannya hari ini.

Paling tidak setelah komersial berikut ini.



Rencana menyiapkan dana pensiun sedini mungkin

Saya suka dengan kutipan yang pernah saya baca di Internet berikut ini:

“Idea is cheap,

execution is everything”

Seperti yang saya tulis pada paragraf sebelumnya. Setiap orang berhak bermimpi dan mendambakan bagaimana mereka menghabiskan masa pensiun mereka dengan bahagia. Jangan lupa bahwa yang terpenting dari mimpi dan dambaan tersebut adalah Execution.

Serupa dengan mimpi terhadap masa pensiun, demikian pula bagaimana kita akan mulai merencanakan sekaligus Execute rencana yang telah saya bangun yang dimulai dari:

Properti

Ada banyak pertimbangan mengapa saya menempatkan Properti di paling atas. Pertimbangan yang terpenting ialah harganya yang cenderung naik seiring berjalannya waktu dan keuntungan yang saya terima pada hari ini ialah saya tidak perlu keluar uang untuk mendapatkan tempat berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya malam.

Walaupun siang hari masih suka kepanasan sih.

Tabungan pensiun seperti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Praktis dan ga repot. 2 kondisi inilah yang membuat saya memutuskan untuk menabung di DPLK sebagai modal untuk pensiun nanti. Dengan menabung di DPLK, paling tidak saya telah merasakan beberapa manfaat di bawah ini:

  • Saya tidak perlu repot atas kinerja investasi pada rekening DPLK tersebut.
  • Peace of mind. Saya telah memulai menyiapkan Dana Pensiun.
  • Saya hanya perlu menyiapkan sejumlah uang yang telah ditetapkan dan uang tersebut akan didebet secara otomatis.
  • Uang yang telah diedbet tersebut akan menjadi “amunisi” saat saya menjalani masa pensiun nanti.

Dengan menyiapkan Dana Pensiun yang cukup, percayalah kita akan berterima kasih pada diri sendiri ketika masih muda yang telah menyisihkan cukup uang, menahan diri dari pengeluaran yang tidak perlu, memisahkan antara keinginan dengan kebutuhan, hingga membentuk pribadi serta kebiasaan yang positif selagi muda.



Kembali pada kutipan di atas, saya telah menjalankan 2 rencana tersebut secara konsisten setiap bulannya. Seiring berjalannya, lambat laun saya akan menjadi terbiasa menyisihkan sejumlah dana di masa depan yang kenyataannya takkan pernah bisa kita prediksi.

Hanya karena kita tidak bisa memprediksi masa depan, bukan berarti kita tidak perlu mempersiapkan masa “depan itu sendiri, bukan?”

Jika sesuatu yang telah saya mulai dan saya rencanakan ini berjalan lancar, selanjutnya saya memiliki sejumlah uang yang perlu saya kelola kembali agar ia sustainable memenuhi kebutuhan saya melalui strategi yang telah saya siapkan setelah pesan komersial berikut ini.



Rencana mengelola dana pensiun

Berdasarkan apa yang telah saya mulai, saya telah memiliki gambaran berapa jumlah uang yang akan saya terima ketika saya telah mencapai usia pensiun nanti. Jumlahnya bisalebih sedikit atau lebih banyak dari yang sudah saya tentukan. Paling tidak saya telah memiliki bekal dan sumber daya yang dapat digunakan ketika saya menjalani masa pensiun melalui beberapa rencana di bawah ini:

Menekan biaya hidup (living cost)

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menekan biaya hidup dengan tujuan menekan pengeluaran. Saya tau kok hal ini ga gampang. Hal ini diperparah bila kita masih memiliki anak atau tanggungan yang masih kecil. Mereka menggantungkan kondisi finansial mereka pada kita. Bila kita gagal dalam merencanakannya, bisa jadi masa dpean mereka jadi taruhannya, sehingga seseorang terpaksa bekerja pada usia berlanjut demi memenuhi kebutuhan finansial tanggungan tersebut.

Ketika saya membahas tentang cara menekan biaya hidup, saya berpikir bahwa saya akan menjalani masa pensiun di kampung dengan biaya hidup yang relatif rendah. Harapannya ialah biaya hidup yang relatif rendah tersebut dapat ditalangi oleh hasil investasi seperti bunga atau Dividen yang dibayarkan setiap tahunnya. Hasil investasi tersebut akan saya bahas terpisah pada poin selanjutnya.

Deposito

Deposito merupakan instrumen investasi yang paling mudah untuk dilakukan dalam rangka mendapatkan passive income. Kita hanya perlu menempatkan sejumlah uang dan memilih tnor Deposito yang diinginkan. Selanjutnya kita akan menerima imbal balik hasil investasi (Return of Investment) setiap bulannya. Imbal balik hasil Investasi tersebut dapat digunakan untuk menopang biaya hidup yang telah ditekan seperti yang diceritakan pada poin sebelumnya.



Demikian beberapa rencana yang telah saya akukan dalam menyiapkan dana pensiun. Rencana dan strategi di atas mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan pembaca karena saya percaya tidak ada 1 kunci yang mampu membuka semua pintu. Kita harus mengenali diri sendiri serta merencanakan masa pensiun masing-masing. Do your homework.

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This