Cara praktis melakukan pencairan JHT di BPJSTK

Cara praktis melakukan pencairan JHT di BPJSTK





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 18 Agu, 2020

Halo!

Selamat datang kembali di blog sederhana saya, asuransimurni,com yang selalu berupaya menyajikan konten dengan niche dan keyword keuangan serta finansial.

basa basi dulu ya. Bagaimana kabar kalian? Bagaimana kabar kalian setelah bertahan hidup selama 5 bulan di masa pandemi seperti sekarang? Apakah ada hal, kegiatan, pekerjaan, atau bahkan kebiasaan yang telah dilakukan sejak PSBB hingga new normal seperti sekarang?

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis artikel yang berhubungan dengan Pandemi khususnya Covid19 seperti sekarang. Artikel tersebut bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

In short, artikel tersebut menceritakan betapa pentingnya uang tunai di masa yang penuh dengan uncertainty seperti sekarang. Seseorang bisa saja terinfeksi virus Covid19, hingga dirumahkan secara mendadak. Kehadiran uang tunai membantu kita dalam mengambil keputusan dan bertahan hidup sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Pada artikel tersebut juga saya menceritakan cara mendapatkan uang tunai dalam jumlah besar secara cepat dan instan. I know that some people out there don’t have any choice but to loan. Mereka tidak menyiapkan Dana Darurat, atau tidak menyiapkan Dana Darurat dalam jumlah yang cukup, sehingga apapun dilakukan untuk mendapatkan uang tunai termasuk berutang.

Selain berutang, saya akan membagikan alternatif lainnya dalam mendapatkan uang tunai setelah pesan komersial berikut ini.



BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) in a glance

Bagi yang belum tahu, pemerintah telah menyiapkan lembaga yang membantu pegawai dan pengusaha dalam menyiapkan Dana Pensiun. Lembaga tersebut adalah BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK). BPJSTK diciptakan untuk menghimpun dana yang disetorkan oleh Pemberi Kerja (perusahaan) dan Penerima Upah (pegawai).

Ketika membayangkan BPJS Ketenagakerjaan, saya membayangkan sebuah celengan yang diisi oleh 2 orang; Penerima Upah dan Pemberi Kerja

Bagi pembaca yang berprofesi sebagai Penerima Upah dan merasa tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan, pembaca dapat menghubungi bagian/departemen HRD di perusahaan masing-masing. Khan lumayan bisa punya celengan yang diisi oleh 2 orang. Hehehehe~

Nah, bagi pembaca yang sudah memiliki rekening BPJSTK dan ingin melakukan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) dapat mengikuti cara dan langkah setelah pesan komersial berikut ini.



Cara melakukan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) secara daring

Di jaman now seperti sekarang, banyak aktifitas dan kegiatan yang dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan Smartphone, termasuk melakukan pencairan JHT dari BPJSTK. Salah satu alasan mengapa saya melakukan pencairan JHT di BPJSTK adalah karena uang dalam saldo tersebut tidak berubah, tidak berkurang apalagi bertambah. Saya ingin setiap uang yang saya miliki bekerja mendatangkan uang lainnya, sehingga menempatkan uang “diam” pada BPJSTK bukanlah langkah yang tepat untuk mempekerjakan uang.

Dokumen yang diperlukan untuk melakukan pencairan JHT di BPJSTK

Sebelum mengisi formulir dan mengunggah file tersebut secara daring, saya menyarankan pembaca sebagai Penerima Upah untuk menyiapkan beberapa dokumen berikut ini sehingga proses pengajuan pencairan JHT di BPJSTK menjadi lebih cepat dan mudah:

  • Buku tabungan yang digunakan untuk menerima dana JHT.
  • Formulir pengajuan JHT yang telah diisi dan ditandatangani.
  • Foto terbaru.
  • Kartu keluarga terbaru.
  • Kartu Peserta BPJSTK. Kartu peserta tersebut dapat diperoleh melalui aplikasi BPJSTK yang tersedia di Apple Store maupun Google Playstore
  • KTP peserta sebagai kartu identitas
  • NPWP peserta
  • Surat referensi dari perusahan sebelumnya yang menyatakan bahwa kita sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut

fiuh, file yang dibutuhkan cukup banyak, bukan? Bila kita telah menyiapkan berkas di atas, selanjutnya kita dapat mengisi formulir secara daring yang dibahas secara rinci setelah pesan sponsor berikut ini.



Mengisi formulir secara daring

Pada paragraf sebelumnya kita membahas tentang Formulir Pengajuan JHT yang wajib diisi dan ditandatangani. Kita dapat mengisinya menggunakan 2 cara seperti di bawah ini:

  • Mencetak formulir tersebut dan dan mengisi serta menandatanganinya secara manual menggunakan Pulpen
  • Mengisi formulir tersebut secara softcopy melalui aplikasi PDF Editor yang banyak bertebaran di mesin pencarian Google.

Saya pribadi menggunakan metode kedua dan mengandalkan aplikasi smallpdf.com untuk mengisi dan menandatangani formulir dalam bentuk PDF tersebut. Aplikasi smallpdf mengijinkan penggunanya untuk mengatur ukuran tulisan saat mengisi atau menandatangani formulir pengajuan JHT. Hal ini sangat membantu saya karena formulir pengajuan JHT tersebut memiliki space yang terbatas sehingga saya harus mengatur ukuran tulisan agar sesuai dengan layout formulir.

Setelah menyiapkan berkas yang dijelaskan pada poin sebelumnya, pembaca dapat mengunjungi tautan berikut ini untuk mengisi formulir dan mengunggah berkas yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Setelah berhasil mengisi formulir dan mengunggah berkas. . .

Bila kita sudah berhasi mengisi formulir dan mengunggah berkas, selanjutnya kita akan menerima Email berisikan identitas serta nomor antrian dari pengajuan JHT yang telah dilakukan. Kita dapat memeriksa status pengajuan JHT melalui tautan berikut ini: https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/tracking berdasarkan nomor KTP atau nomor kartu bpeserta BPJSTK.

Bila nomor KTP nomor kartu peserta BPJSTK kita tak ditemukan dalam halaman tersebut, kita perlu mengecek kembali halaman tersebut secara berkala.



Kesimpulan

Demikian cara melakukan pencairan JHT dari BPJSTK secara daring dan yang terpenting ialah tanpa perantara alias calo sehingga data dan identitas kita tetap terjaga dan terhindar dari penyalahgunaan informasiyang bersifat rahasia dan personal. Pastikan pula perangkat yang digunakan dan koneksi yang diandalkan terpercaya dan milik pribadi agar kita terhindar dari aksi kejahatan di dunia maya (Cybercrime)

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Update 21 Agustus 2020:

Beberapa hari yang lalu saya dihubungi oleh pihak BPJSTK yang menyatakan bahwa pencairan JHT bersifat lumpsum sehingga bila kita memiliki banyak kartu BPJSTK dari banyak perusahaan, kita wajib mencantumkan surat referensi (paklaring) dari masing-masing perusahaan tersebut saat hendak melakukan pencairan JHT.

Saat ini saya sedang menyiapkan seluruh surat referensi tersebut dan mengajukan pencairan JHT kembali bila berkas yang dibutuhkan telah terpenuhi.

Update 16 September 2020:

Baru saja saya melakukan interview dengan kantor BPJS ketenagakerjaan. Dalam interview yang dilakukan secara video call Whatsapp tersebut diperlukan untuk kroscek beberapa hal seperti Kartu Keluarga, Buku Tabungan, dan KTP asli. Bila kita lolos pada tahap interview, saldo BPJS JHT akan dikreditkan ke rekening tabungan yang didaftarkan dalam kurun waktu maksimal 5 hari kerja setelah proses interview berlangsung.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This