Apa itu dana darurat dan bagaimana cara menyiapkan Dana Darurat?

Apa itu dana darurat dan bagaimana cara menyiapkan Dana Darurat





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 19 May, 2020

Setelah beberapa lama kita hidup berdampingan dengan Corona, paling tidak kita belajar satu hal, yakni Pentingnya Dana Darurat. Di masa pandemik seperti sekarang, Dana Darurat merupakan amunisi tepat untuk bertahan hidup dan berjaga-jaga terhadap situasi yang mudah berubah-ubah.

Bila kita tidak memiliki jumlah dana darurat yang cukup untuk bertahan di masa pandemik seperti sekarang, saya pernah menulis artikel sebagai bahan pertimbangan untuk menyelesaikan permasalahan dana darurat yang tidak mencukupi. Artikel tersebut dapat dibaca melalui tautan berikut ini:

Apa yang berlalu biarlah berlalu. Meski kebijakan dari pemerintah terkesan simpang siur dan cenderung tidak serius, kita sudah merasakan bagaimana rasanya hidup di era pandemik. Sebagian dari kita mungkin dirumahkan dengan penurunan jumlah penghasilan, ada yang terpaksa mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau layoff, sementara yang lain tidak punya opsi lain selain harus pergi ke kantor untuk bekerja. Ketika kita mengeluh atas Tunjangan Hari Raya yang diangsur oleh perusahaan, sepatutnya kita bersyukur karena tak semua orang mendapatkan privileges yang sama dengan kita.

dana darurat di saat terjadinya krisis, PHK, dan resesi
dana darurat di saat terjadinya krisis, PHK, dan resesi

Mungkin kita perlu berterima kasih pada virus COVID19 yang mengajarkan kita banyak hal, termasuk Dana Darurat.

Sebelum membahas lebih lanjut dan lebih dalam terkait berinvestasi reksadana, terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa itu Dana Darurat yang bakal dibahas lebih lanjut setelah pesan sponsor berikut ini.



Penjelasan sederhana tentang Dana Darurat (Emergency Fund)

Dana Darurat merupakan sejumlah dana yang disiapkan dan hanya dapat dipergunakan ketika kondisi darurat seperti:

  • Pandemik
  • Krisis
  • Resesi
  • Pemutusan Hubungan Kerja
  • Kehilangan pemasukan secara tiba-tiba
  • dan kondisi darurat lainnya.

Ini berarti Dana Darurat tidak boleh dipegang-pegang untuk kondisi dan situasi yang tidak darurat.

Hayooo. . . harus disiplin ya!

Karena peruntukannya untuk kondisi darurat yang unexpected dan tak terkira, sebaiknya kita menyimpan Dana Darurat dalam instrumen investasi atau tabungan yang sifatnya liquid. Sudah pasti kita tidak ingin menyimpan Dana Darurat dalam bentuk properti karena dibutuhkan waktu untuk mengubah Properti menjadi uang tunai yang akan digunakan untuk kebutuhan darurat tersebut.

Salah satu cara yang sedang saya lakukan ialah menyimpannya dalam produk Tabunganku dari bank BCA. Berikut beberapa pertimbangan mengapa saya memilih untuk menyimpan Dana Darurat dalam produk Tabunganku:

  • Liquid karena mudah dicairkan dan tidak membutuhkan waktu lama dalam proses pencairan Dana Darurat melalui ATM BCA yang tersebar di sekitar saya
  • Tidak ada pengurangan biaya bulanan atau biaya administrasi, sehingga setiap uang yang kita tabung dalam produkk Tabunganku tidak akan tergerus atau berkurang karena adanya biaya administrasi
  • Bunga yang ditawarkan cukup kompetitif
  • Dikenakan penalti bila jumlah saldo bulanan kita dibawah nominal tertentu sehingga kita akan dipaksa untuk disiplin dalam menabung
  • Tidak memiliki fitur swipe atau EDC sehingga kita tidak bisa menggunakan kartu ATM selain untuk bertransaksi setor tunai / tarik tunai di ATM Bank BCA.

Pertimbangan tersebut yang mempengaruhi keputusan keuangan saya untuk menyimpan uang dalam rekening Tabunganku.

Tentu saja tulisan dan referensi ini bukan tulisan berbayar, karena saya sendiri menggunakannya dan cukup puas dengan layanan produk Tabunganku dari bank BCA.

Setelah menentukan “wadah” yang digunakan untuk menyimpan Dana Darurat, kita akan menentukan berapa jumlah Dana Darurat yang perlu disiapkan lebih rinci setelah pesan komersial berikut ini yach.



Tentukan jumlah uang yang harus disiapkan untuk keperluan Dana Darurat

Setiap orang memiliki pengeluaran masing-masing dan pemasukan yang berbeda-beda antara kita dengan orang lain di sekitar kita. Therefore, kita memiliki perencanaan keuangan yang berbeda-beda. Saya sih tidak merekomendasikan pembaca untuk meniru perencanaan keuangan milik orang lain just because mereka memiliki strategi dan cara mereka sendiri yang berhasil.

Di bawah ini merupakan beberapa langkah yang dapat membantu kita menentukan jumlah uang untuk keperluan Dana Darurat:

Lakukan assesmen finansial sebelum menentukan jumlah uang untuk keperluan Dana Darurat

Assesmen finansial merupakan proses vital dan fundamental dalam perencanaan keuangan. Pada tahap ini kita akan menggali dan mengetahui kondisi finansial kita saat ini sebelum masuk ke dalam tahap eksekusi, yakni mulai menabung dan menyiapkan Dana Darurat.

Pada tahap tersebut, kita perlu mencatat beberapa hal di bawah ini:

  • Berapa pemasukan tahunan kita?
  • Berapa pengeluaran tahunan kita?
  • Berapa nominal yang kita tabung investasikan setiap bulannya dalam kurun waktu 1 tahun?
  • Berapa cicilan yang harus dibayar dalam kurun waktu 1 tahun?
  • Berapa utang yang harus dilunasi dalam kurun waktu 1 tahun?

Setelah melakukan menjwab beberapa pertanyaan di atas, langkah selanjutnya ialah kita akan menghitung jumlah Dana Darurat berdasarkan beberapa perspektif, seperti:

Cara menentukan jumlah Dana Darurat berdasarkan jumlah pengeluaran

Salah satu cara untuk menghitung jumlah Dana Darurat yang diperlukan ialah dengan menghitung berdasarkan angka pengeluaran kita setiap bulannya. Bila kita memiliki jumlah pengeluaran yang lebih kecil dibandingkan jumlah penghasilan, maka langkah ini akan lebih achieveable dan mudah untuk dicapai. Pengeluaran yang saya maksud ialah untuk melunasi tagihan di bawah ini:

  • Biaya hidup sehari-hari dan kebutuhan dapur
  • Tagihan listrik, air dan telepon atau pulsa telepon
  • Biaya kontrakan/kost-kostan (bila saat ini sedang mengontrak)
  • dan biaya lain yang wajib dibayar disaat kita kehilangan pemasukan.

Contoh kasus:

Bila saya mampu memangkas pengeluaran bulanan saya hingga 30% dari pemasukan bulanan, artinya saya hanya perlu mencari cara bagaimana menyiapkan dana 30% tersebut dalam jangka waktu yang tersedia. Lain halnya bila saya memiliki pengeluaran hampir 80% dari penghasilan, maka kita membutuhkan nominal yang lebih besar dan jangka waktu yang lebih lama untuk mencapai nominal tersebut.

makannya jangan boros~

Nominal yang dibutuhkan pun bervariasi. Sebagian orang lebih memilih menyiapkan Dana Darurat dengan nominal 3x hingga 6x dari pengeluaran setiap bulannya. Saya kira cara seperti ini lebih efektif dan berguna bagi pedagang, freelancer, agen asuransi, dan profesi lainnya yang memiliki pemasukan dinamis setiap bulannya.

Namun saya pribadi lebih comfortable untuk menyiapkan Dana Darurat dengan nilai 12x pemasukan bulanan atau setara dengan pemasukan saya setahun. Penjelasan lebih rinci bisa dibaca setelah pesan sponsor di bawah ini:



Cara menentukan jumlah dana darurat berdasarkan berdasarkan jumlah pemasukan

Cara lain yang dapat dilakukan (seperti yang saya lakukan) untuk menentukan jumlah dana darurat ialah dengan menghitungnya berdasarkan jumlah pemasukan. Langkah yang satu ini sangat direkomendasikan bagi pegawai swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan profesi lainnya yang memiliki pemasukan tetap setiap bulannya.

Dengan menghitung jumlah dana darurat berdasarkan pemasukan bulanan, memberikan kita ketenangan meski nominal yang harus disimpan lebih besar dibandingkan menghitung jumlah dana darurat berdasarkan pengeluaran bulanan. Seluruh pengeluaran dan pemasukan kita selama 12 bulan sudah dicover dalam 1 rekening Dana Darurat.

Setelah menentukan jumlah dana darurat yang dibutuhkan, kini tiba saatnya kita untuk mengeksekusi atau merealisasikan bilangan-bilangan tersebut menjadi suatu nominal yang nyata melalui cara di bawah ini. Tentu saja setelah melewati pesan sponsor berikut ini ya. Hehehe~



Cara menyiapkan Dana Darurat melalui investasi di reksadana

Obviously, cara paling mudah untuk menyiapkan dana darurat ialah menabung secara rutin. Saat kita mendapat pemasukan atau menerima gaji, secara otomatis dan disiplin kita menyisihkan sejumlah uang untuk simpanan Dana Darurat. Proses ini serupa dengan menabung di celengan ayam atau celengan babi. Namun 1 hal yang membedakan ialah adanya bunga yang diberikan oleh Bank karena kita menitipkan uang pada mereka.

Bila pembaca cukup senang dan nyaman dengan bunga 3%-4% per annum yang ditawarkan oleh bank, maka kita tidak perlu membaca paragraf selanjutnya dan fokus pada menghimpun Dana Darurat. Namun bila kita membutuhkan bunga yang lebih besar seperti saya, sangat disarankan untuk melanjutkan bacaan melampau iklan dari sponsor berikut ini:



Bunga yang lebih besar tidak mencerminkan pribadi kita yang rakus dan haus akan uang. Faktanya dengan bunga yang lebih besar terbukti sangat membantu kita dalam 2 hal di bawah ini:

  • Bunga yang lebih besar membantu kita menyiapkan Dana Darurat dalam kurun waktu yang relatif singkat
  • Bunga yang lebih besar membantu kita menyiapkan Dana Darurat dengan nominal setoran/simpanan lebih kecil dari yang seharusnya

Untuk mendapatkan bunga yang lebih besar, kita perlu melakukan investasi dan salah satu investasi yang akan menjadi materi selanjutnya ialah berinvestasi reksadana. So stay tune dan follow akun Twitter saya biar gak ketinggalan artikel keuangan yang menarik lainnya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan bila ada pertanyaan atau topik yang ingin dibahas silakan tulis di kolom komentar ya.

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This